Pernyataan Umat Islam se-Kedu Raya Mensikapi Renovasi Tanpa Ijin Gereja Kristen Jawa Merbabu Grabag

99c77d8a-eb0f-4e0f-bf91-e0541c40bb47MAGELANG (Jurnalislam.com) – Terkait renovasi Gereja Kristen Jawa Merbabu di Grabag, Magelang, Jawa Tengah, Forum Umat Islam (FUI) Kedu Raya menggelar mediasi dan negosiasi dengan pejabat terkait di Kecamatan Grabag , Magelang, Jumat (3/6/2016).

Hasilnya, FUI Kedu Raya yang didukung oleh sejumlah ormas Islam Magelang dan DIY menyatakan, akan mengerahkan massa untuk menghentikan proses renovasi Gereja tersebut jika aparat tidak secepatnya menyelesaikan kasus tersebut. Berikut pernyataan sikap selengkapnya:

Pernyataan Umat Islam se-Kedu Raya Mensikapi Renovasi Tanpa Ijin Gereja Kristen Jawa Merbabu Grabag

Setelah melakukan mediasi dan negosiasi dengan pejabat terkait di Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang pada hari Jum’at 3 Juni 2016 di Mapolsek Grabag Magelang, Forum Ukhuwwah Islamiyyah se Kedu Raya bersama dengan FPI Kabupaten Temanggung dan Magelang, Muallaf Center Magelang, Jama’ah Ansharusy Syari’ah Kabupaten Magelang dan Temanggung, Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia (DDII) Kabupaten Magelang, perwakilan masyarakat Grabag dan perwakilan warga dusun Gowak Grabag menyampaikan pernyataan sebagai berikut :

  1. Kami menghormati datangnya bulan suci Ramadhan sehingga kami akan mengupayakan semaksimal mungkin tidak ada pengerahan massa umat Islam dan laskar ormas Islam untuk menuntut penghentian renovasi gereja Kristen Jawa Merbabu di Grabag Kab Magelang
  2. Namun demikian kami menuntut pihak Muspida Kabupaten Magelang dan pihak-pihak terkait agar jangan menunda-nunda penyelesaian kasus ini. Oleh karena itu secepatnya kami minta agar Bupati atau pejabat berwenang turun ke Grabag berdialog dengan perwakilan umat Islam Kedu yang concern dalam masalah ini
  3. Jika Muspida tidak segera menyelesaikan permasalahan ini, kami umat Islam Kedu dan ormas Islam Se Jateng dan DIY akan melakukan penetrasi dengan mengerahkan massa umat Islam dan laskar Umat Islam se-Jateng dan DIY

Magelang, 4 Juni 2016

 

Kordinator Forum Umat Islam Kedu Raya

  1. Abu Izzuddin Al Hazimi

Menarik, Ini Pembahasan Ilmiyah Dunia Perdukunan

Abu Umar AbdillahSERANG (Jurnalislam.com) – Praktik perdukunan kerap terjadi diberbagai kalangan masyarakat, hal itu disampaikan oleh pemerhati dunia Islam, Ustad Abu Umar Abdillah pada acara kajian ilmiyah bertajuk “Menguak Rahasia Dua Sekutu Setan” di Masjid At – Taubah, Jl. Raya Jakarta Km 03. Kp Kemang Patung, Serang, Sabtu (4/6/2016).

“Kita harus mengenal hakikat Dukun itu seperti apa bukan nama dan kemasan,” katanya.

Dalam pemamparannya, ia mengatakan ada dua cara sang dukun mendapatkan kesaktian. “Seperti perkataan Ibnu Khaldun, Mendurhakai Allah dan memberikan loyalitas kepada setan,” ucap ustad Abu Umar.

Pimpinan Redaksi (Pimred) majalah ar – risalah itu mencontohkan, ada Dukun yang menyuruh pasiennya untuk membawa mushaf al quran sebagai sebuah syarat , bukan untuk diwakafkan, atau dibaca.

“Tapi malah kedapatan dikencingi mushaf itu oleh si Dukun, jelas merupakan bentuk durhaka kepada Allah,” ujarnya geram.

Seperti kata Ibnu Qayyim lanjutnya, Dukun adalah Rasul para setan, itulah mengapa kita tidak boleh mempercayai Dukun, karena jika kita percaya sama saja percaya dengan Rasul, sedang dukun adalah Rasul setan.

Menurutnya, ada spesialisasi dari Dukun itu sendiri, seperti: Arrar, kahin, Sihir sulap atau tukang sihir, tukang santet, dukun guna-guna, Dukun (mengaku) tabib.

“Ini semua ada, kita tidak boleh ingkari itu, memang kita tidak boleh mempraktikannya, tapi kita dapat menyembuhkan korban praktik ini,” tegasnya.

“Dukun yang mengaku tabib, ini yang ramai di Indonesia, tapi banyak modus dalam praktiknya, bukan karena kesaktian,” sambungnya.

Ustad Abu Umar mengatakan, ritual dan senjata para Dukun juga banyak, mulai dari puasa bid’ah, kungkum semedi dan menyepi, ruwatan, sesaji, mantera dan jimat.

“Ini semua adalah bentuk wawasan kita terhadap dunia perdukunan agar kita tidak terjerembab kedalam tipu daya mereka,” tuturnya.

Menurutnya, banyak warga bangsa Indonesia yang mengidolakan para pesulap dan pesihir. Ini dinilai sangat berbahaya dan dapat menjadi pengikut Dajjal kelak.

“Dukun dan para pesulap saja yang kemampuannya belum terlalu hebat umat banyak yg mengikuti, bagaimana Dajjal yang memiliki kemampuan luar biasa?,” tukas Ustad Abu Umar.

Reporter : Muhammad Fajar | Jurnalislam

Serangan Bom Rezim Assad Targetkan Bis Umum dan Pemukiman Warga, 31 Orang Tewas

Smoke rises after airstrikes on Aleppo's rebel held neighbourhoods, Syria June 2, 2016. REUTERS/Abdalrhman Ismail

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Serangan bom rezim Syiah Assad di dan sekitar kota Suriah utara Aleppo menewaskan 31 warga sipil pada hari Jumat (03/06/2016), termasuk 10 yang tewas saat bus mereka diserang, kata pertahanan sipil.

“10 warga sipil tewas dalam serangan di bus … 21 lainnya tewas dalam serangan intens pada beberapa lingkungan di timur kota sejak subuh,” kata organisasi yang dikenal sebagai White Helm.

Seorang koresponden AFP di Aleppo mengatakan serangan bom Jumat adalah yang paling intens dalam lebih dari sepekan, dengan puluhan bom barel – yang merupakan alat peledak mentah dan tidak terarah – menghantam beberapa kuartal timur kota.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) yang berbasis di Inggris melaporkan serangan intens di jalan Castello – rute pasokan yang penting kelompok oposisi di Aleppo – menewaskan delapan warga sipil.

Sebuah bus di jalan juga terkena serangan pada Rabu, mengakibatkan tujuh kematian warga sipil.

Direktur Observatorium Rami Abdel Rahman mengatakan jalan Castello, yang bagi warga sipil di wilayah yang dikuasai oposisi adalah rute di luar Aleppo, sekarang “secara efektif terputus”.

“Semua gerakan ditargetkan, baik bus atau pengamat,” katanya.

Abdel Rahman mengatakan serangan roket di wilayah kota yang dikuasai pemerintah semalam menimbulkan beberapa korban, tetapi ia tidak dapat memberikan jumlah yang tepat.

Sebuah gencatan senjata parsial yang dibuat oleh Rusia dan Amerika Serikat pada bulan Februari telah dilanggar hampir terus menerus di sekitar Aleppo oleh serangan udara Rusia dan Assad.

Lebih dari 300 warga sipil telah tewas di Aleppo sejak April saat rezim Assad dan Rusia menghantam daerah yang dikuasai oposisi Suriah dengan serangan udara kedaerah pemukim, kemudian faksi-faksi pejuang anti-Assad dan mujahidin Suriah membalas serangan tersebut ke lingkungan yang dikontrol rezim Nushairiyah dengan roket dan tembakan artileri.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Bashar al-Assad menumpas pengunjuk rasa dengan keganasan militer yang tak terduga dan tidak proporsional.

Sejak itu, lebih dari 360.000 orang telah tewas selama konflik lima tahun dan lebih dari 10 juta lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka, menurut PBB.

 

Deddy | Alarabiya | AFP | Jurnalislam

AS Kembali Tegaskan Milisi Komunis PYD dan YPG Bukan Kelompok Teror

Mardin'in Nusaybin ilçesinin 15 km kadar karþýsýnda kurulan Kürdistan Halk Tugaylarý Ordusu dün itibarý ile sözde kuruluþunu ilan etti.

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – AS sekali lagi tidak memberi label PYD dan sayap bersenjatanya, YPG, sebagai organisasi teroris dalam sebuah laporan yang dirilis Kamis, World bulletin melaporkan, Jumat (03/06/2016).

Dalam akun terorisme tahunan negara, Departemen Luar Negeri mencatat bahwa Ankara “menganggap Partai Uni Demokratik berbasis Suriah (PYD) dan sayap militernya, Rakyat Perlindungan Unit (YPG), termasuk organisasi teroris,” tetapi tidak mengikutinya .

Turki mengungkapkan kelompok tersebut berafiliasi dengan PKK dan memberi label mereka sebagai organisasi teroris.

Padahal AS dan Uni Eropa menunjuk PKK sebagai kelompok teroris, namun Washington menahan diri memberi PYD dan YPG label yang sama.

Kelompok teroris YPG telah menjadi pusat strategi oleh Washington, dan pejabat AS menyebut kelompok tersebut merupakan “mitra yang efektif” dalam menjalankan operasi militer mereka di Suriah.

Laporan pada hari Kamis tersebut mencatat bahwa PKK “menonjol” di antara kelompok-kelompok teror yang beroperasi di Turki dan mengatakan bahwa aktivitas DHKP/C, sebuah kelompok teror ekstrim kiri, “mengancam keamanan AS dan kepentingan Turki” pada tahun 2015.

“Demikian juga tindakan yang dilakukan Kurdistan Falcons Freedom / Hawks (TAK),” kata laporan itu.

Kelompok mengaku bertanggung jawab atas pemboman 17 Februari dan 13 Maret di Ankara yang menewaskan puluhan korban di ibukota.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

Gerebek Salon Mesum, LUIS Temukan Sajam dan Jaring Sejumlah PSK

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Sebuah salon mesum di Jalan Yos Sudarso dan Kelurahan Serengan, Surakarta digerebek Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Jumat (3/6/2016). Laskar menjaring sejumlah PSK dan mengamankan sebilah pedang.

Humas LUIS, Endro Sudarsono, S.Pd membenarkan aksi penggerebekan dua salon mesum, yaitu Salon ND dan SPA Seven Queen. Menurutnya, kedua tempat tersebut telah menyalahi aturan izin peruntukkan usaha.

“Saat didatangi Salon ND terdapat 6 wanita yang diduga PSK. Ditemukan beberapa kondom yang sudah terpakai ataupun yang masih utuh. Data yang diperoleh Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) bahwa salon ND memasang tarif Rp 250.000,00 tiap pelayanan salon plus plus,” kata Endro.

Sementara itu, Ketua LUIS, Edi Lukito, SH mengimbau kepada tempat-tempat maksiat lainnya agar menutup usahanya selama bulan Ramadhan. Namun, ia berharap Walikota Solo FX Rudy Hadiyatmo bersikap tegas untuk mencabut ijin keberadaan salon-salon mesum tersebut.

“Alasannya ya karena lokasi ini kan dekat dengan masjid, pusat pendidikan, dan keberadaan tempat ini sebenarnya juga ditolak warga setempat” ucap Edi.

Semua PSK yang terjaring razia beserta barang bukti lainnya akhirnya diamankan Polsekta Serengan.

Reporter: EDY | Editor: Ally Muhammad Abduh

Aparat Diminta Tegas Berantas Kemaksiatan di Bulan Ramadhan

Dr Jeje 2SERANG (Jurnalislam.com) – Maraknya kemaksiatan mulai dari peredaran minuman keras (miras) hingga perzinahan membuat Wakil Ketua Umum PP Persis, Dr. Jeje Zaenudin angkat bicara. Menurutnya, hal itu tidak serta merta hilang dengan datangnya bulan Ramadhan.

“Merajalelanya konsumsi makanan haram dan perzinahan dengan segala bentuknya, tidak akan serta merta hilang dengan datangnya bulan suci Ramadhan,” kata Ustadz Jeje kepada Jurnalislam, Rabu (1/6/2016).

Datanganya bulan Ramadhan, lanjutnya, aparat penegak hukum diharapkan lebih tegas lagi dalam menindaklanjuti maraknya kemaksiatan sebab bulan Ramadhan adalah sesuatu yang bersih dan istimewa bagi umat Islam. (Baca juga: Sambut Ramadhan, PP Persis: Jadikan Momentun Tahunan untuk Tingkatkan Kualitas Diri)

“Dibarengi dengan tindakan tegas aparat penegak hukum untuk menutup semua tempat hiburan mesum dan sarana kemaksiyatan tanpa kompromi,” tegas salah satu inisator MIUMI itu.

Ia juga mengajak umat Islam untuk berpartisipasi membersihkan kemaksiatan di bulan suci Ramadhan. “Sehingga kita lebih dekat kepada nilai-nilai dan sifat-sifat robbaniyah daripada sifat syaithaniyah dan hewaniyah, karena sifat inilah yang membawa kepada prilaku jahat dan biadab,” pungkasnya.

Reporter : Muhammad Fajar | Editor: Ally Muhammad Abduh

 

Anggota Medis Israel Terekam Kamera Ketika Merekayasa Peristiwa di TKP

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pisau yang akan dijadikan alasan sebagai serangan penusukan, ditendang lebih dekat ke tubuh seorang pria Palestina oleh paramedis Israel untuk mengubah TKP. Pria Palestina tersebut ditembak mati oleh pasukan zionis setelah terluka dan dilucuti, menurut rekaman video yang disiarkan Kamis (02/06/2016) oleh media Israel, lansir World Bulletin.

Video, yang rupanya diambil oleh paramedis itu sendiri, diperoleh oleh stasiun televisi Channel 2 Israel dan dilaporkan diajukan sebagai bukti di pengadilan Elor Azaria. Elor Azaria adalah prajurit yang menembak Abdul-Fattah Sharif, 21 tahun, di kepala pada akhir Maret di kota Hebron, Tepi Barat (Al-Khalil).

Azaria didakwa dengan pembunuhan setelah penembakan itu tertangkap kamera oleh seorang relawan untuk kelompok hak asasi manusia Israel B’Tselem.

Tentara itu beralasan bertindak untuk membela diri ketika ia menembak Sharif, yang sudah lumpuh.

Palestina sering mengatakan bahwa tentara zionis sering meletakkan pisau (mengubah TKP) dalam rangka melegalkan aksinya supaya dapat menembak warga Palestina setelah mereka dituduh melakukan serangan pada tentara atau warga sipil yahudi Israel.

 

Ini Keluhan-keluhan Warga Laweyan Terhadap Pemberlakuan SSA di Jalan Dr. Rajiman

20160601_213907

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengasuh ponpes Ta’mirul Islam, Ustadz Muhammad Ali menggelar sarasehan untuk menampung keluhan warga Laweyan terkait Sistem Satu Arah (SSA) Jalan Dr. Rajiman. Acara dilangsungkan di markas SAR Jaba Rescue, Jl Samanhudi, Tegalsari, Laweyan, Solo, Rabu (1/6/2016) malam.

Pada kesempatan itu, Ustadz Ali mempersilahkan perwakilan warga untuk mengutarakan keluhan dan keresahannya terkait pemberlakuan SSA di tiga ruas jalan di wilayah Laweyan. Ustadz Ali beliau sempat mengundang Walikota untuk membicarakan SSA tersebut, namun tidak mau.

“Kita sudah upayakan Walikota kita undang disini, namun lewat utusannya Walikota tidak berani hadir. Apa alasannya tidak tahu, saya siap rembukkan tapi saya tawarkan untuk kembalikan dulu jalan seperti semula jalur jalan Rajiman. Ketika saya tawarkan beliau tidak mau, yo wis berarti deadlock,” ujarnya.

Sementara Samino, warga Baron Cilik mengeluhkan dampak SSA karena memacetkan jalan kampungnya yang bukan ruas jalan yang diberlakukan SSA tersebut. Untuk itu, dirinya berinisitif akan memasang portal jika SSA tidak dicabut.

“Yen SSA ora di cabut kampung kene diportal po piye, setuju mas (jika SSA tidak dicabut kampung sini diportal gimana, setuju mas),” ucap Samino.

Lain halnya Abdul Rozak warga Keprabon, dia menyampaikan pemberlakuan SSA menyulitkan akses jalan menuju sekolah yang berada di jalur. Menurutnya, pengguna jalan jalur SSA harus memutar semakin jauh ke tempat kerja ataupun sekolah tujuan. Ia menilai, hal itu mengganggu kenyamanan lingkungan pendidikan.

“Semula oleh para Dishub, Pemkot mengatakan SSA untuk membuat kenyamanan, nyatanya sama sekali tidak membuat nyaman. Jangankan anak kecil yang orang dewasa saja susah nyebrang, apalagi anak sekolah yang masih kecil,” papar pengajar SD Jama’atul Ikhwan.

Sebelumnya, pada Senin (30/5/2016) warga Laweyan menggelar aksi unjuk rasa yang ketiga kalinya dengan menutup Jalan Dr. Rajiman. Dalam aksinya, mereka melakukan sholat dan do’a bersama.

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh

SNHR: 872 Warga Sipil Suriah Tewas pada Bulan Mei

SURIAH (Jurnalislam.com) – Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (The Syrian Network for Human Rights-SNHR) pada hari Rabu (01/06/2016) melaporkan bahwa total 872 warga sipil telah tewas bulan lalu dalam peperangan yang sedang berlangsung di Suriah, lansir Anadolu Agency, Kamis (02/06/2016).

Dalam laporan bulanannya, LSM berbasis di UK tersebut mencatat bahwa sepertiga penuh dari mereka yang tewas adalah perempuan atau anak-anak.

Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa 57 persen dari korban – 498 orang – telah tewas dalam serangan yang dilakukan oleh rezim Nushariyah Suriah Assad dan para pendukungnya, termasuk 73 perempuan dan 89 anak-anak.

Dari jumlah tersebut, 46 meninggal akibat penyiksaan oleh militer Assad, menurut laporan tersebut.

Laporan SNHR juga menemukan bahwa 49 warga sipil Suriah, termasuk enam wanita dan 15 anak-anak, tewas dalam serangan yang dilakukan oleh jet tempur Rusia.

Selama periode yang sama, enam warga sipil, termasuk seorang anak, tewas oleh milisi komunis PYD – afiliasi Suriah teroris PKK – sementara 178 orang lain – termasuk 38 perempuan dan 21 anak-anak – tewas dalam serangan yang dilakukan oleh kelompok Islamic State (IS), laporan itu menegaskan.

Lima warga sipil, menurut laporan tersebut, tewas dalam serangan Jabhah Nusrah.

Selanjutnya 91 warga sipil, termasuk 31 perempuan dan 19 anak-anak, tewas dalam serangan oleh kelompok oposisi bersenjata Suriah, LSM mengatakan, sementara 15 orang lainnya, termasuk tiga wanita dan delapan anak, tewas dalam serangan oleh koalisi internasional.

SNHR melanjutkan pernyataan dalam laporannya bahwa 30 warga sipil lain, termasuk empat wanita dan dua anak, telah tewas dalam berbagai serangan bom yang dilakukan oleh penyerang tak dikenal.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Bashar al-Assad menumpas pengunjuk rasa dengan keganasan militer yang tak terduga dan tidak proporsional.

Sejak itu, lebih dari 360.000 orang telah tewas selama konflik lima tahun dan lebih dari 10 juta lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka, menurut PBB.

Rusia akan Kerahkan Serangan Darat di Suriah sebagai ‘Stalingrad’

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Presiden Vladimir Putin mungkin mengerahkan pasukan operasi darat khusus di Suriah, sebuah langkah yang mungkin dilakukan untuk memperoleh kemenangan, mantan pejabat mengatakan kepada Al Jazeera, Kamis (02/06/2016).

Sudah lebih dari delapan bulan sejak Rusia campur tangan dalam konflik Suriah, dan pada saat itu Putin mengatakan tidak ada rencana untuk berpartisipasi dalam operasi darat – tetapi dia juga mengatakan “untuk saat ini”.

Presiden Rusia dilaporkan berdiskusi dengan komandan militer mengenai kemungkinan pengerahan pasukan tempur di medan perang.

“Ini sedang dibahas, ada rencana untuk ini,” Andrei Fyodorov, mantan wakil menteri untuk urusan luar negeri, mengatakan kepada Al Jazeera.

Bala bantuan bisa dari pasukan khusus atau tentara relawan yang bersedia berjuang bersama tentara Suriah dan sekutunya.

“Ini adalah isu yang sensitif bagi militer kita. Ada keraguan serius bahwa setiap partisipasi Rusia di darat akan menguntungkan atau mempersulit proses negosiasi dan menyebabkan perbedaan pendapat lebih lanjut dengan AS,” Fyodorov menjelaskan.

Tapi ada orang-orang di lingkaran politik dan militer yang percaya penyebaran ini diperlukan.

Bantuan Militer Rusia mencegah runtuhnya rezim Assad tahun lalu. Nushiriyah Assad berusaha untuk menhalau kemajuan pejuang Suriah di beberapa bidang.

Rusia ingin keseimbangan dalam mendukung sekutunya cukup untuk memungkinkan mereka mendapatkan keuntungan di meja perundingan.

Tapi garis pertempuran tidak berubah dan pembicaraan damai tidak terlihat hasilnya. Tidak ada pihak yang bersedia berkompromi atau cukup kuat untuk memaksakan penyelesaian.

13940902000647_PhotoI“Dari sudut pandang, Rusia, Assad harus mengontrol 70 persen dari Suriah, dan dengan cara itu Anda dapat mengadakan pemilihan dan hal itu akan menguntungkan bagi Assad. Itulah sebabnya isu operasi darat menjadi lebih aktual,” kata Fyodorov.

Selama beberapa pekan terakhir, peran Rusia di medan perang Suriah terasa berkurang saat Moskow ingin memberikan kesempatan bagi pembicaraan politik.

Pesan mereka jelas ketika Rusia tidak memberikan kekuatan udara kepada rezim Suriah dan sekutunya dalam operasi militer mereka di Aleppo pada awal Mei.

Tapi pada 22 Mei, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) yang berbasis di Inggris melaporkan serangan udara Rusia pertama di provinsi Aleppo sejak AS-Rusia menengahi kesepakatan parsial penghentian pertempuran pada bulan Februari.

Kementerian pertahanan Rusia mengatakan baru-baru ini mengintensifkan serangan terhadap al-Qaeda yaitu Jabhah Nusrah di provinsi Aleppo dan Idlib, dan memperingatkan bahwa konflik hanya akan meningkat setelah menyalahkan penolakan Washington untuk bergabung dalam upaya melawan apa yang mereka sebut “terorisme.”

“Rusia memiliki sedikit pilihan. Mereka tidak bisa membiarkan dirinya kehilangan Aleppo. Kehilangan Aleppo akan menghilangkan Rusia dari kartu truf. Ini akan memungkinkan pihak lain untuk mendapatkan kembali inisiatif dan dipaksa untuk menerima kondisi yang tidak menguntungkan bagi Assad,” Sergey Strokan, seorang analis politik, mengatakan kepada Al Jazeera.

Ada suara-suara dalam pemerintahan dan militer Rusia yang mendorong untuk operasi darat.

Intervensi Moskow di Suriah bernilai mahal – miliaran dolar telah dihabiskan, dan negara ini menderita krisis ekonomi. Rusia tidak pernah menginginkan perang permanen, dan mereka tidak bisa hanya keluar dari konflik yang telah membawa mereka kembali ke arena internasional

Itulah mengapa beberapa analis menyarankan bahwa rezim Suriah dan sekutunya memerlukan “Stalingrad” di Suriah – pertempuran akhir untuk mengakhiri perang global dengan tegas. Dan hal itu memerlukan pasukan darat.