Ini Keluhan-keluhan Warga Laweyan Terhadap Pemberlakuan SSA di Jalan Dr. Rajiman

Ini Keluhan-keluhan Warga Laweyan Terhadap Pemberlakuan SSA di Jalan Dr. Rajiman

20160601_213907

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengasuh ponpes Ta’mirul Islam, Ustadz Muhammad Ali menggelar sarasehan untuk menampung keluhan warga Laweyan terkait Sistem Satu Arah (SSA) Jalan Dr. Rajiman. Acara dilangsungkan di markas SAR Jaba Rescue, Jl Samanhudi, Tegalsari, Laweyan, Solo, Rabu (1/6/2016) malam.

Pada kesempatan itu, Ustadz Ali mempersilahkan perwakilan warga untuk mengutarakan keluhan dan keresahannya terkait pemberlakuan SSA di tiga ruas jalan di wilayah Laweyan. Ustadz Ali beliau sempat mengundang Walikota untuk membicarakan SSA tersebut, namun tidak mau.

“Kita sudah upayakan Walikota kita undang disini, namun lewat utusannya Walikota tidak berani hadir. Apa alasannya tidak tahu, saya siap rembukkan tapi saya tawarkan untuk kembalikan dulu jalan seperti semula jalur jalan Rajiman. Ketika saya tawarkan beliau tidak mau, yo wis berarti deadlock,” ujarnya.

Sementara Samino, warga Baron Cilik mengeluhkan dampak SSA karena memacetkan jalan kampungnya yang bukan ruas jalan yang diberlakukan SSA tersebut. Untuk itu, dirinya berinisitif akan memasang portal jika SSA tidak dicabut.

“Yen SSA ora di cabut kampung kene diportal po piye, setuju mas (jika SSA tidak dicabut kampung sini diportal gimana, setuju mas),” ucap Samino.

Lain halnya Abdul Rozak warga Keprabon, dia menyampaikan pemberlakuan SSA menyulitkan akses jalan menuju sekolah yang berada di jalur. Menurutnya, pengguna jalan jalur SSA harus memutar semakin jauh ke tempat kerja ataupun sekolah tujuan. Ia menilai, hal itu mengganggu kenyamanan lingkungan pendidikan.

“Semula oleh para Dishub, Pemkot mengatakan SSA untuk membuat kenyamanan, nyatanya sama sekali tidak membuat nyaman. Jangankan anak kecil yang orang dewasa saja susah nyebrang, apalagi anak sekolah yang masih kecil,” papar pengajar SD Jama’atul Ikhwan.

Sebelumnya, pada Senin (30/5/2016) warga Laweyan menggelar aksi unjuk rasa yang ketiga kalinya dengan menutup Jalan Dr. Rajiman. Dalam aksinya, mereka melakukan sholat dan do’a bersama.

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses