Jaysh al Fateh Kuasai Lebih Banyak Wilayah di Provinsi Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Pada pertengahan Juni, koalisi faksi-faksi jihad Suriah, Jaysh al Fateh (Army of Conquest), memulai serangan baru yang menargetkan tiga desa di selatan kota Aleppo: Khalsa, Bernah, dan Zeitan. Koalisi yang dipimpin jihadis al Qaeda tersebut dengan cepat mencapai sukses, The Long War Journal melaporkan, Jumat (24/06/2016).

Sejak awal Juni, Jaysh al Fateh telah memperlebar kekuasaannya pada wilayah sekitar Khan Tuman, yang direbut dari rezim Nushairiyah Bashar al Assad dan pasukan yang didukung Republik Syiah Iran pada bulan Mei. Sebuah gempuran pada awal Juni memperluas radius operasi Jaysh al Fateh di seluruh Khan Tuman. Hal ini memungkinkan mujahidin untuk menyerbu desa-desa tersebut beberapa bulan kemudian.

Dua faksi jihad paling kuat di Jaysh al Fateh adalah Jabhah Nusrah, yang merupakan cabang resmi al Qaeda di Suriah, dan Ahrar al Sham, yang merupakan model lain Taliban dan memiliki link sendiri dengan Al-Qaeda. Aliansi juga meliputi beberapa kelompok tempur lainnya.

Musuh Jaysh al Fateh di daerah selain pasukan rezim Syiah Assad itu sendiri, termasuk milisi Syiah dari berbagai negara yang didukung Iran, juga Syiah Hizbullah.

Sumbu Suriah-Iran tersebut menderita korban yang signifikan selama bentrokan.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (The Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) melaporkan bahwa 24 anggota milisi Syiah dan sekutu Suriah tewas pada hari pertama pertempuran. Angka itu naik menjadi 86 tewas, termasuk 25 pasukan Syiah Hizbullah Libanon, menurut SOHR. Jumlah korban seringkali tidak mungkin diverifikasi, terutama di zona perang kacau seperti Suriah. Tapi tampaknya pasukan loyalis dan sekutu rezim Bashar al Assad menderita kekalahan yang serius.

Pada awal operasi, Jabhah Jabhah Nusrah merilis sebuah video pendek termasuk yang direkam dengan drone kecil. Jabhah Nusrah semakin sering menggunakan drone untuk menyajikan adegan dramatis pertempuran kepada pemirsa. Lengan al Qaeda merilis serangkaian video dan gambar lainnya dalam waktu singkat.

Kemajuan cepat Jaysh al Fateh ini dirayakan di media sosial oleh tokoh terkenal al Qaeda. Pada tanggal 17 Juni, Syeikh Abu Sulaiman al Muhajir, yang merupakan pejabat senior syariah Jabhah Nusrah, tweeted: “Allah mengalahkan mereka di Khalsa.” Dia melanjutkan sampai pada tanggal 18 Juni dengan tweet merayakan kemenangan di Bernah dan Zeitan.

Anggota Jabhah Nusrah lain, dikenal sebagai Abu Saeeed al Halabi, menyatakan pada tanggal 18 Juni bahwa kemenangan sekali lagi di selatan provinsi Aleppo menunjukkan bahwa Jabhah Nusrah adalah basis jihad di Suriah dan kekuatan yang akan membawa pertempuran ke Damaskus. Al Halabi menolak laporan dari SOHR dan kelompok lain yang mengklaim bahwa angkatan udara Rusia tidak turut campur dalam pertempuran. Abu Saeed tweeted bahwa Rusia melakukan serangan udara paling banyak bulan ini, yang kemungkinan berarti di tiga desa yang dikuasai.

16-06-22-Muhaysini-denounces-Iran-Hezbollah-in-front-of-corpses-300x168

Pada tanggal 22 Juni, Jaysh al Fateh merilis sebuah video Syeikh Abdallah Muhammad al Muhaysini berdiri di depan kuburan terbuka penuh dengan mayat pasukan Syiah Hizbullah dan pasukan Syiah lain yang didukung Iran. Syeikh Muhaysini menyampaikan pidato panjang mengutuk Iran dan Hizbullah Libanon sambil berdiri di depan mayat.

Syeikh Muhaysini adalah ulama al Qaeda Saudi populer dan seorang pejabat syariah senior Jaysh al Fateh. Muhaysini dan beberapa pendukung online-nya merujuk kepadanya sebagai jihadis “independen”.

The Long War Journal menilai bahwa ia tidak berdiri sendiri dan ia merupakan bagian dari hirarki internasional Al Qaeda (al Qaeda global). Biografinya diisi dengan berbagai koneksi ke jaringan internasional Al Qaeda.

Katibat al Tawhid wal Jihad (KTJ), sebuah kelompok jihad didominasi-Uzbek yang bersumpah setia kepada Jabhah Nusrah September lalu, memberitakan peran tersendiri dalam pertempuran di website resminya.

Pada tanggal 18 Juni, KTJ memposting hampir dua lusin foto anggotanya mempersiapkan pertempuran. Gambar, termasuk peta daerah, semua memiliki watermark koalisi Jaysh al Fateh.

Dalam pernyataan yang menyertai, KTJ mengatakan bahwa pasukannya berpartisipasi dalam operasi militer besar-besaran melawan orang-orang kafir bersama mujahidin Jaysh al Fateh. Tugas KTJ ini rupanya terbatas di Khalsa, saat situs resminya mengatakan bahwa mujahidin lain bertanggung jawab untuk menaklukkan desa terdekat di Bernah dan Zeitan.

Sama seperti yang disebutkan KTJ, faksi jihad lain juga berjuang di bawah payung Jaysh al Fateh.

Strategi perang gerilya Al Qaeda di Suriah didasarkan pada penyatuan sumber daya dari faksi jihad lain bila memungkinkan, untuk memaksimalkan efektivitas perjuangan.

Organisasi ini mematuhi ideologi jihad, Al Qaeda telah membuktikan bahwa mereka menemukan landasan bersama untuk ditegakkan dalam perjuangan yaitu fokus memerangi rezim Assad, ingin menerapkan hukum syariah di Suriah.

Faylaq al Sham (atau “Sham Legion”) adalah salah satu kelompok yang mengambil bagian dalam serangan bersama Jaysh al Fateh di pedesaan selatan Aleppo. Faylaq al Sham berjuang sebagai bagian dari Jaysh al Fateh tahun lalu, ketika koalisi menyapu pasukan Assd di provinsi Idlib, merebut ibukota Idlib dan daerah sekitarnya.

Faylaq al Sham menugaskan pasukannya dari Idlib ke provinsi Aleppo awal tahun ini. Berita yang diposting online oleh jihadis pada bulan Mei mencantumkan Faylaq al Sham sebagai salah satu kelompok anggota Jaysh al Fateh di Aleppo. Tandzim ini telah menghasilkan serangkaian gambar pertempuran baru-baru ini, termasuk peta wilayah, rekaman drone desa yang dikuasai, gambar pasukan Syiah yang dibunuh, dan foto harta rampasan perang (ghanimah) yang direbut. Faylaq al Sham juga memperingati sejumlah martir yang syahid dalam pertempuran. Walaupun berita mereka tidak memiliki watermark Jaysh al Fateh, tapi Faylaq al Sham jelas berjuang bersama Jaysh al Fateh karena gambar diambil di desa yang sama dengan desa yang mereka kuasai.

16-06-18-12-22sectarian22-material-captured-in-Zeitan-768x512

 

Ajnad al Sham adalah koalisi jihad lain yang berjuang di bawah bendera Jaysh al Fateh. Tim media Ajnad al Sham telah menyebarkan foto dan video serangan pada Twitter feed resmi mereka. Berita Ajnad al Sham termasuk foto Bernah dan Zeitan, gambar perlengkapan milik pasukan Syiah yang tertinggal, peta wilayah, dan gambar dua ranjau darat yang ditemukan. Peta mereka sangat mirip dengan yang dihasilkan oleh KTJ dan konstituen Jaysh al Fateh lainnya. Semua media memiliki watermark Jaysh al Fateh.

Ajnad al Sham juga telah merilis pernyataan martir (serangan istisyhad) untuk salah satu komandan paling senior mereka, yang gugur, syahid, selama pertempuran.

16-06-19-Jaysh-al-Sunna-reposted-or-posted-images-of-fallen-Hezbollah-fighters

Koalisi jihad lain yang tergabung dalam Jaysh al Fateh adalah Jaysh al Sunna, yang memberitakan tentang rampasan mereka dan memposting spanduk mengenai lebih dari 30 pasukan syiah Hizbullah tewas dalam pertempuran. Banner tersebut kemungkinan yang pertama kali diterbitkan dibanding tempat lain.

Jaysh al Fateh telah berkembang pesat sejak pertama kali diluncurkan pada awal tahun 2015. Anggota Jaysh al Fateh sedikit berubah setelah penyerbuan Idlib. Tapi koalisi mujahidin Suriah tersebut tetap menjadi kekuatan ampuh di medan perang, menunjukkan bukti bahwa keahlian al Qaeda dalam perang gerilya tidak bisa diremehkan.

16-06-17-Nusrah-video-using-drone-2

16-06-17-Nusrah-video-using-drone-4

16-06-18-Nusrah-photo-from-fighting-1-768x432

16-06-17-1-Map-of-villages-targeted-in-southern-Aleppo-province-768x387

 

 

Markas Strategis Arbaki di Dehrawod Dikuasai Taliban

uruzgan-1432366461URUZGAN (Jurnalislam.com) – Sebuah pangkalan militer milik pasukan bayaran (Arbaki) yang terletak di daerah Lakhshak direbut setelah serangan Mujahidin kemarin, Al Emarah News melaporkan, Jumat (24/06/2016).

Banyak kendaraan dan beberapa peralatan logistik disita.

Basis dalam lokasi yang sangat penting tersebut adalah basis strategis kedua yang dikuasai Mujahidin.

Laporan lain mengatakan bahwa orang-orang upahan menewaskan 2 warga desa dan melukai 3 orang lainnya serta membakar kendaraan dan 5 sepeda motor dalam serangan malam di daerah Dehzak kabupaten Dehrawod semalam.

Sementara di Herat para pejabat mengatakan sebuah tank musuh dihancurkan oleh tembakan RPG dan 2 orang lain dengan serangan bom pinggir jalan di tengah penyergapan Mujahidin dekat dengan Masjid Mula Abdul Sattar setelah Mujahidin memasuki wilayah Bazar distrik Shindand dengan teknik menyusup tengah malam kemarin, menewaskan 3 pasukan bersenjata di tempat dan meninggalkan 6 orang lainnya mengalami luka mematikan.

Juga di Shindand seorang pria bersenjata tewas di tengah pemboman Mujahidin di daerah Pusht Shehar sekitar pukul 05:00 dini hari tadi.

Semua pujian hanya milik Allah saja, tidak ada korban di pihak Mujahidin dalam operasi itu.

 

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

 

Masjid, Sekolah dan Pemakaman Muslim, Kembali Dihancurkan di Myanmar

MYANMAR (Jurnalislam.com) – Pihak berwenang di Myanmar selatan meminta masyarakat untuk tenang pada hari Jumat (24/06/2016), sehari setelah ratusan massa Budha menghancurkan bangunan Muslim dan menyerang seorang pria Muslim menyusul argumen atas pembangunan sebuah sekolah agama, Anadolu Agency melaporkan Jumat.

Hingga larut malam, polisi telah dikerahkan di sebuah desa di Bago Region, menyadari bahwa insiden serupa antara Muslim dan Buddha negara ini di masa lalu telah menyebabkan kematian dan mengungsinya ratusan orang.

Kepala polisi Waw Township, Ohn Lwin, mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Jumat bahwa pasukan keamanan telah dikerahkan di desa Tha Yel Tha Mein – sekitar 150 kilometer (93 mil) sebelah barat laut ibukota komersial Yangon – setelah massa menghancurkan sebuah masjid, sebuah sekolah agama dan pemakaman Muslim pada Kamis malam.

“Situasi sekarang di bawah kendali,” katanya, dari daerah di mana Muslim hanya berjumlah 50 dari 1.029 rumah tangga.

Ohn Lwin menambahkan bahwa sekitar 70 warga desa Muslim, sebagian besar anak-anak dan perempuan, semalam terpaksa berlindung di pos polisi desa karena takut akan serangan massa.

Kekerasan dianggap telah dimulai setelah argumen antara warga Muslim Abdul Sharif dan dua tetangga Buddha perempuan. Sebelum polisi bisa mengamankan Sharif untuk keselamatannya, dia telah diserang oleh warga desa, menurut polisi setempat.

Ohn Lwin mengatakan bahwa para tetua desa dan bhikkhu tidak dapat mengendalikan situasi yang segera berubah menjadi panas.

Sebelum keamanan tambahan tiba, massa Budha mengamuk menghancurkan sebuah Masjid, sebuah sekolah Islam di kompleks Masjid dan konstruksi bangunan yang dianggap umat Buddha lokal sebagai sebuah sekolah Islam yang tidak sah.

Pihak berwenang mengatakan bahwa tidak ada penangkapan sejauh ini.

“Kami sangat berhati-hati dalam menangani kasus ini,” kata Ohn Lwin.

Pada bulan Juni 2012, ketegangan komunal antara orang Buddha dan kaum Muslim berakibat kekerasan mematikan menelan di bagian Negara Rakhine barat.

Kekerasan itu menewaskan ratusan Muslim serta ribuan lainnya mengungsi, dan akhirnya menyebar ke area lain seperti Mandalay.

Pada hari Jumat, warga Muslim setempat Khin Oo – anggota komite pengurus Masjid – mengatakan serangan itu tidak menjadi ketegangan komunal, melainkan sengketa pribadi yang meningkat secara dramatis.

“Anda tidak bisa mengatakan ketegangan itu karena agama. Masalahnya adalah antara dia Sharif dan tetangganya,” katanya kepada Anadolu Agency.

 

 

Erdogan Bertemu Pemimpin Hamas di Istanbul

thumbs_b_c_c60997778cd34868bd200930f9b5800dISTANBUL (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu pemimpin faksi perlawanan Islam Palestina, Hamas, Khaled Mashal, di Istanbul, pada Jumat (24/06/2016).

Erdogan dan Mashal membahas upaya untuk menyelesaikan perbedaan pendapat di antara warga Palestina serta bantuan kemanusiaan Turki, kata sumber dari Kepresidenan Turki.

Pemimpin Turki menekankan selama pertemuan bahwa Turki akan meringankan penderitaan rakyat Palestina, sumber, yang tidak disebutkan namanya karena pembatasan berbicara dengan media, mengatakan kepada Anadolu Agency, Jumat.

Pada bulan April 2014, kelompok Palestina, Hamas dan Fatah, menandatangani perjanjian rekonsiliasi yang telah lama ditunggu-tunggu menyerukan pembentukan pemerintah persatuan Palestina.

Meskipun pemerintah persatuan diresmikan dua bulan kemudian, ia belum mengambil peran mengatur di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas, sementara hubungan antara kedua faksi tetap dilanda sejumlah perbedaan lama.

Perwakilan dari dua kelompok saingan mengadakan serangkaian pertemuan di Doha dalam upaya membahas cara menerapkan perjanjian, tetapi tidak ada terobosan yang dibuat.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Masjid Turki di Belanda Dirusak

mosque_1BELANDA (Jurnalislam.com) – Sekelompok pengacau menyerang sebuah Masjid Turki di Belanda selatan, saluran televisi lokal RTV Rijnmond melaporkan, lansir World Bulletin, Jumat (24/06/2016).

Stasiun tersebut mengatakan sedikitnya 15 orang menyerang masjid dengan batang besi dan menghancurkan jendela.

Dua orang luka ringan dalam serangan hari Kamis. Tidak jelas apakah korban cedera termasuk jamaah.

Masjid ini dioperasikan oleh Federasi Turki Belanda.

Vedat Ozdal, seorang pejabat senior dengan tugas menjalankan Masjid, memberi label “pengecut” bagi serangan serta mendesak masyarakat untuk tetap tenang, dan mengatakan bahwa tanggung jawab polisi dan pemerintah daerah setempat untuk menemukan penyerang.

Piet Sleeking, wakil walikota Dordrecht, di mana Masjid itu berada, juga meminta masyarakat untuk tetap tenang.

Saksi yang berbicara kepada stasiun televisi mengatakan para penyerang itu terkait dengan organisasi ekstrimis PKK, meskipun tidak jelas bagaimana mereka bisa dikenali.

PKK terdaftar sebagai organisasi ekstremis oleh Internasional.

Kelompok ini kembali melakukan serangan bersenjata terhadap negara Turki Juli lalu.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Komandan Militer Irak: 80% Fallujah Telah Direbut

0BAGDAD (Jurnalislam.com) – Militer Irak telah merebut kembali sekitar 80 persen kota Fallujah dari kelompok Islamic State (IS), Jenderal Angkatan Darat Abdel-Wahab al-Saadi mengatakan kepada Anadolu Agency, Kamis (23/06/2016).

“Pasukan Khusus, unit polisi lokal dan federal, dan pasukan militer Irak telah mengontrol lebih dari 80 persen pusat kota,” al-Saadi, yang memimpin operasi untuk merebut kembali Fallujah, mengatakan.

“IS sekarang tersisa hanya mengendalikan lingkungan Al-Muallimeen dan Al-Julan, bersama dengan Jalan Al-Thirthar di utara pusat kota,” tambahnya.

Namun, dia melanjutkan untuk diperhatikan, bahwa pertempuran jalan terus terjadi antara dua kubu di beberapa bagian kota.

“Pasukan Irak sekarang berusaha untuk mendorong ke daerah kekuasaan IS di tengah perlawanan keras oleh IS,” kata al-Saadi.

Awal pekan ini, Perdana Menteri Irak Haidar al-Abadi meraih kemenangan yang dideklarasikan di Fallujah setelah pasukan tentara menguasai kompleks utama pemerintah di pusat kota.

Walid al-Duleimi, komandan tentara lain yang ambil bagian dalam operasi untuk merebut kembali Fallujah, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa, selama empat hari terakhir, pasukan Irak menghadapi perlawanan sengit di distrik Al-Julan, Fallujah – yang dianggap sebagai salah satu benteng terakhir IS di kota.

Menurut al-Duleimi, sedikitnya 19 tentara Irak tewas dan 23 lainnya cedera selama periode empat hari terakhir.

Tentara Irak berharap untuk merebut kembali Fallujah dan daerah sekitarnya sebelum melakukan serangan besar di kota Mosul yang dikuasai IS (terletak kira-kira 400 kilometer di utara ibukota) dari selatan, timur dan utara.

Operasi militer Irak untuk merebut kembali Fallujah dari IS pertama kali dimulai pada 23 Mei.

Terletak di sepanjang Sungai Efrat sekitar 50 kilometer (31 mil) dari barat ibukota Baghdad, Fallujah diyakini menjadi rumah bagi sekitar 90.000 warga.

Menurut PBB, lebih dari 3,4 juta orang kini mengungsi dari Irak – lebih dari setengah mereka adalah anak-anak – sementara lebih dari 10 juta lainnya sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Kini Athena Butuh Banyak Masjid

Islam-in-GreeceYUNANI (Jurnalislam.com) – Athena, satu-satunya ibukota Eropa yang kekurangan Masjid, membutuhkan banyak Masjid, kata seorang pemimpin Muslim Yunani pada hari Jumat (24/06/2016), lansir World Bulletin.

Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras mengatakan pada hari Rabu bahwa sebuah Masjid dan pemakaman Muslim akan dibangun di Athena, namun para pemimpin Muslim setempat tetap meragukan.

Ibrahim Serif, mufti Komotini, sebuah kota di timur laut Yunani dengan populasi Muslim besar, mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Jumat bahwa isu masjid juga dibahas tahun lalu, namun tidak ada perusahaan konstruksi yang dipekerjakan.

Yunani dahulu memiliki banyak Masjid Ottoman di seluruh kota, tetapi seiring waktu mereka jatuh ke dalam kehancuran, tambahnya.

Serif menekankan bahwa Western Thrace, di mana Komotini terletak, memiliki hampir 320 masjid aktif tapi tidak ada satu pun di Athena.

“Tidak hanya satu, tapi banyak masjid dibutuhkan di Athena, seperti di negara-negara Eropa lainnya,” katanya.

thumbs-b-c-02ee4450df08387fb4882feaea641071Ahmet Mete, mufti Xanthi, juga di timur laut Yunani, juga mengatakan bahwa ada dua masjid Ottoman di Athena tapi satu adalah sebuah museum dan lainnya sedang dibongkar.

“Yunani adalah negara Kristen Ortodoks, jauh dari Islam, dan tidak ramah terhadap sisa-sisa Ottoman. Yunani tidak ingin Masjid berfungsi di pusat Athena, di mana Kristen Ortodoks yang ketat hidup,” kata Mete.

Parlemen Yunani menyetujui rencana pada tahun 2011 untuk membangun sebuah Masjid di Athena, setelah tuntutan dari ribuan warga Muslim.

Athena telah dikritik oleh kelompok hak asasi manusia seperti Amnesty International karena menjadi satu-satunya ibukota Uni Eropa tanpa Masjid.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Kalah Telak oleh Mujahidin, Hassan Nasrallah: Kami Kirim Lebih Banyak Pasukan Hizbullah ke Aleppo

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pemimpin gerakan Syiah Hizbullah Lebanon mengatakan akan mengirim lebih banyak pasukan ke wilayah Aleppo, Suriah, medan pertempuran di mana Syiah Hizbullah menderita kekalahan besar bertempur bersama pasukan rezim Syiah Nushairiyah Assad dalam melawan faksi-faksi Jihad Suriah dan kelompok oposisi anti-Assad, lansir Aljazeera Jumat (24/06/2016).

Hassan Nasrallah mengatakan pada hari Jumat bahwa ribuan musuh Syiah Hizbullah yaitu Muslim Sunni, baru saja memasuki Suriah melalui perbatasan Turki dengan tujuan mengambil alih Aleppo dan pedesaan sekitarnya.

“Kami menghadapi gelombang baru … proyek perang melawan Suriah yang sedang dilancarkan di Suriah utara, khususnya di wilayah Aleppo,” kata Nasrallah dalam pidato yang disiarkan langsung di TV milik kelompok, Al Manar TV.

Syiah Hizbullah, yang didukung Republik Syiah Iran, telah lama mendukung rezim Bashar al-Assad melawan kelompok mujahidin di Suriah.

“Pertahanan Aleppo adalah pertahanan tersisa Syiah di Suriah, itu adalah pertahanan Damaskus, juga pertahanan Lebanon, dan Irak,” katanya.

“Kami akan meningkatkan kehadiran kami di Aleppo,” katanya. “Mundur tidak diperbolehkan.”

Nasrallah juga membantah Syiah Hizbullah dalam kesulitan fiskal akibat hukum AS melarang bank di seluruh dunia berurusan dengan kelompok mereka.

Bulan lalu, bank sentral Lebanon menginstruksikan bank negara dan lembaga-lembaga keuangan untuk mematuhi aturan baru.

lmzydTapi Nasrallah mengatakan pada hari Jumat bahwa Hizbullah tidak akan terpengaruh karena menerima uang secara langsung dari Iran, tidak melalui bank Lebanon.

“Kami tidak memiliki proyek bisnis atau investasi melalui bank,” kata Nasrallah, bersikeras kelompok “tidak akan terpengaruh”.

“Kami terbuka tentang fakta bahwa anggaran, pendapatan, pengeluaran Syiah Hizbullah, segala sesuatu yang dimakan dan diminum, senjata dan roket, berasal dari Republik Iran,” tambahnya.

Iran berperan penting untuk Syiah Hizbullah awal tiga dekade yang lalu dan telah memberikan dukungan keuangan dan militer kepada kelompok.

Aleppo telah menjadi fokus intensif pertempuran selama berbulan-bulan sejak pembicaraan damai di Jenewa rusak dan kesepakatan gencatan senjata parsial yang ditengahi oleh Washington dan Moskow terurai.

Rusia campur tangan dalam konflik lima tahun Suriah pada bulan September dengan serangan udara brutal untuk mendukung rezim Syiah Assad.

Kota ini terbagi antara kontrol rezim dan mujahidin. Pesawat-pesawat tempur Rusia dan Suriah menyerang jalan terkemuka di wilayah yang dikuasai mujahidin di utara menuju perbatasan Turki.

Nasrallah mengatakan bahwa di bulan Juni saja sedikitnya 26 pasukan Syiah Hizbullah telah tewas, pengakuan langka tentang jumlah kerugian mereka.

Sejumlah komandan militer senior telah tewas dalam perang Suriah, bersama ribuan pasukan Syiah lainnya.

Baca juga: Kalah oleh Mujahidin, Hizbullah Libanon Kirim Lebih Banyak Pasukannya ke Suriah

 

 

Abbas: Rabi Israel Serukan Racuni Air Palestina

water-supplyPALESTINA (Jurnalislam.com) – Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan rabi Israel pada hari Kamis menyerukan meracuni air Palestina, dalam sebuah laporan media mengingat fitnah anti-Semit abad pertengahan yang secara luas tidak terbantahkan, Al Arabiya News Channel melaporkan, Kamis (23/06/2016).

Pernyataan tersebut membuat gusar Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu yang menyebut mereka “fitnah darah”, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya.

Pernyataan Abbas, dalam pidato kepada parlemen Eropa, tidak muncul di transkrip resmi yang dikeluarkan oleh kantornya, menunjukkan ia mungkin telah berbicara spontan saat ia mengutuk tindakan keji Israel terhadap warga Palestina di tengah pembicaraan damai yang terhenti.

“Hanya seminggu yang lalu, sejumlah rabi di Israel mengumumkan, dan membuat pengumuman yang jelas, menuntut agar pemerintah mereka meracuni air untuk membunuh rakyat Palestina,” kata Abbas.

“Bukankah itu hasutan jelas untuk melakukan pembunuhan massal terhadap rakyat Palestina?”

Pernyataan Abbas dibuat saat presiden Israel, Reuven Rivlin, melakukan kunjungan dengan Brussels. Kantor Rivlin mengatakan Abbas menolak proposal Eropa agar keduanya bertemu di sana. Seorang juru bicara Abbas mengatakan setiap pertemuan akan memerlukan lebih banyak persiapan.

Pembicaraan damai Israel-Palestina runtuh pada tahun 2014.

Palestinian President Mahmoud Abbas greets delegations upon his arrival at the Arab League headquarters to attend an emergency Arab League session in Cairo, Egypt, Saturday, May 28, 2016. (AP Photo/Amr Nabil)

Abbas, yang menerima standing ovation (tepuk tangan penghargaan) dari para anggota parlemen Uni Eropa setelah pidatonya, tak menyebutkan sumber informasi – dan tidak ada bukti selama seminggu terakhir mengenai panggilan oleh para rabi Israel untuk meracuni air Palestina.

Laporan dugaan dekrit rabbi muncul pada hari Ahad, ketika kantor berita negara Turki Anadolu mengatakan bahwa “Rabbi Shlomo Mlma, ketua Dewan Rabbi di pemukiman Tepi Barat”, telah mengeluarkan penasihat untuk memungkinkan pemukim Yahudi mengambil tindakan tersebut.

Pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri Palestina, di situsnya, mengutip seruan “Rabbi Mlmad” untuk meracuni air dari dan menuntut penangkapan.

Gulf News, dalam sebuah laporan pada hari Ahad, mengatakan bahwa sejumlah rabi telah mengeluarkan seruan seperti yang dikatakan Abbas. Mereka mengatribusikan tuduhan kepada Breaking the Silence, sebuah organisasi tentara veteran Israel yang mengkritik perlakuan militer terhadap Palestina.

Seorang juru bicara Breaking the Silence mengatakan kepada Reuters bahwa kelompok tidak memberikan informasi apapun.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Desak Israel Cabut Blokade Gaza, Hamas Berterima Kasih pada Turki

Palestinian militants of the Ezzedine al-Qassam Brigades, Hamas' armed wing, take part in a parade marking the 27th anniversary of the Islamist movements creation on December 14, 2014 in Gaza City. AFP PHOTO / MAHMUD HAMS (Photo credit should read MAHMUD HAMS/AFP/Getty Images)

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Faksi perlawanan Palestina Hamas mengucapkan terima kasih kepada Turki yang mendukung masalah Palestina dan mengusulkan blokade Gaza diangkat untuk normalisasi dengan zionis yahudi.

“Kami mengucapkan terima kasih kami kepada Turki dan otoritas karena mendesak Israel mencabut blokade Jalur Gaza,” kata Khaled Meshal, kepala biro politik Hamas, dalam konferensi pers di Doha, lansir World Bulletin Kamis (23/06/2016).

Meshal mengatakan mereka tahu bahwa desakan Turki mengenai isu tersebut menahan kedua negara memeperjuangkan kesepakatan rekonsiliasi selama berbulan-bulan, tapi Ankara melakukannya hanya untuk ribuan warga Palestina.

“Turki bersikeras memperjuangkan pencabutan pengepungan di Jalur Gaza. pejabatnya telah menegaskan hal ini. Dan menurut informasi yang dimiliki pimpinan Hamas, jika Turki menginginkan kesepakatan tanpa syarat ini, mereka telah mencapai kesepakatan itu sejak lama,” kata pemimpin politik Hamas.

hamassss

Meshal menekankan persatuan dan konsensus wilayah Negara Palestina, mengatakan bahwa Hamas sedang mencoba membangun sebuah pemerintahan persatuan dan menyatukan wilayah Palestina yang terbagi.

“Proyek-proyek kami tidak untuk perang, tetapi untuk menyelamatkan Palestina dan melakukan perlawanan. Tapi kami akan terus meningkatkan pertahanan untuk menghadapi situasi terburuk,” tambahnya.

Menteri Luar Negeri Turki mengatakan pada hari Kamis bahwa dalam pembicaraan normalisasi berkelanjutan dengan Israel, Ankara tidak akan menyerah dengan syarat blokade di Jalur Gaza dicabut.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam