103 Pasukan Rezim Assad dan Milisi Syiah Tewas di Hari Pertama Pertempuran Aleppo

LQy-dL7_aadbreeuALEPPO (Jurnalislam.com) – Pasukan rezim Syiah Assad dan milisi sekutunya menderita kerugian pasukan dan materiil yang besar selama serangan yang dilakukan oleh koalisi mujahidin Jaysh al-Fath yang berpartisipasi dalam operasi “Fath Halab” pada hari Ahad (31/07/2016).

Kerugian besar rezim al-Assad selama fase pertama pertempuran Aleppo melebihi 103 elemen pasukan, termasuk 57 orang dari milisi Syiah pertahanan nasional dan 12 komponen Partai Nasionalis Sosial Suriah, sedikitnya 33 tentara al-Assad tewas, sumber pribadi untuk jaringan El Dorar Al Shamia mengkonfirmasi, Senin (01/07/2016).

Sementara sumber juga menunjukkan bahwa 29 unsur milisi al-Assad telah kehilangan kontak dan mereka kemungkinan tewas atau ditahan oleh oposisi. Sumber juga mengkonfirmasi kematian dua serdadu dan hilangnya dua orang lainnya.

Pasukan Nushairiyah al-Assad kehilangan banyak perangkat militer berat mereka, di mana pasukan oposisi menghancurkan enam tank, sebuah senapan mesin, tiga kendaraan militer dan basis anti-tank.

Laporan juga mengatakan bahwa Koalisi mujahidin Jaysh al-Fath berhasil menyelesaikan tahap pertama pertempuran yang diumumkan untuk membongkar pengepungan rezim dan sekutunya di kota Aleppo dan memulai tahap kedua pada Senin pagi.

 

Deddy | Al Shamia | Jurnalislam

Serangan Udara Rusia Bunuh 15 Warga Sipil di Suriah utara

Syrian girls react following a reported Syrian regime air strike in a rebel-controlled area in the northern city of Aleppo on February 8, 2016. Regime forces backed by intense Russian air strikes have closed in on Aleppo city in their most significant advance since Moscow intervened in September in support of President Bashar al-Assad's government. / AFP / Ameer al-Halbi

IDLIB (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 15 wa termasuk sejumlah anak-anak, tewas oleh serangan udara Rusia di wilayah yang dikuasai oposisi di Suriah utara, sumber pertahanan sipil setempat, megatakan pada hari Senin (01/08/2016).

Dua serangan berturut-turut oleh pesawat-pesawat tempur Rusia yang menargetkan kota Abu al-Duhur di provinsi Idlib menyebabkan 30 lainnya cedera, Ahmed Mustafa mengatakan kepada Anadolu Agency, Senin.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Assad menumpas protes unjuk rasa – yang meletus sebagai bagian dari gerakan Arab Spring dengan keganasan militer tak terduga.

Sejak itu, lebih dari seperempat juta orang telah tewas dan lebih dari 10 juta lainnya menjadi pengungsi di seluruh negeri yang babak belur akibat perang tersebut, menurut PBB.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Mujahidin Suriah Tembak Jatuh Helikopter Tempur Rusia, Seluruh Awak Tewas

Men inspect the wreckage of a Russian helicopter that had been shot down in the north of Syria's rebel-held Idlib province, Syria August 1, 2016. REUTERS/Ammar Abdullah - RTSKIZE

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sebuah helikopter militer Rusia ditembak jatuh di wilayah yang dikuasai mujahidin di Suriah utara pada hari Senin (01/08/2016). Kelima awak dan petugas dalam heliopter tewas, kata Kremlin, dalam insiden tunggal paling mematikan bagi militer Rusia sejak keterlibatannya dalam perang di Suriah, lansir Al Arabiya News Channel, Senin.

Helikopter Mi-8 ditembak jatuh di provinsi Idlib ketika kembali ke pangkalan udara Rusia di pantai Suriah setelah melakukan perjalanan ke kota Aleppo, Kementerian Pertahanan mengatakan dalam sebuah pernyataan. Helikopter membawa tiga awak dan dua petugas yang dikerahkan oleh pusat Rusia di pangkalan udara Hemeimeem di pantai Suriah.

“Dari informasi yang diberikan oleh Departemen Pertahanan, semua orang yang berada di helikopter tewas,” kata juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin kepada wartawan. Pernyataan kementerian yang dirilis sebelumnya mengatakan nasib mereka masih belum diketahui.

Faksi-faksi jihad yang berperang melawan pasukan rezim Syiah Bashar Assad banyak terdapat di provinsi Idlib. Jabhah Nusrah pekan lalu mengumumkan bahwa mereka berganti nama dengan Jabhah Fath al Syam juga berada di sana.

Faksi-faksi disana merupakan bagian dari koalisi Jaish al-Fateh, atau Army of Conquest, yang telah mengendalikan Idlib.

Video yang diupload secara online oleh para jihadis menunjukkan puing-puing sebuah helikopter Rusia terbakar dalam rekaman video yang tampaknya diambil menit-menit pertama setelah helikopter itu jatuh.

1e57d2a1065c9055d59549e7fa73e50bDalam salah satu video, pod roket dapat dilihat di sebelah reruntuhan. Orang yang berdiri di dekatnya terlihat mengambil foto dari ponsel dan berteriak “Allahu Akbar”. Helikopter tampaknya hancur karena jatuh, ekornya dapat dilihat teronggok secara terpisah dari tubuh pesawat yang terbakar.

Jatuhnya helikopter hari Senin kemarin adalah yang paling mematikan bagi Rusia sejak Moskow mulai melaksanakan serangan udara di Suriah mendukung pasukan Syiah Nushairiyah Assad sejak September lalu.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Warga Mancak Korban Longsor Keluhkan Keterlambatan Bantuan Pemerintah

Foto: Muhammad Fajar
Anak-anak Korban Longsor Mancak,Serang, Banten, Bermain diatas Reruntuhan Rumahnya, Ahad (31/7/2016) | Foto: Muhammad Fajar

SERANG (Jurnalislam.com) – Meski warga Ds Babakan, Mancak sudah sepekan didera tanah longsor dan air bah, namun Pemerintah Daerah (Pemda) setempat belum juga memberi bantuan.

Hal itu diungkapkan Satiri (35) warga Ds Babakan kepada Jurnalislam, Ahad (31/1/2016). Satiri melanjutkan, setidaknya ada 1 rumah tanpa jejak, 8 rumah roboh dan sisanya kemasukan air dan lumpur serta beberapa kerugian lain yang diterima warga.

“Saya ngomong apa adanya, sudah seminggu ini saya tidak merasa kalau ada bantuan dari pemerintah,” ungkapnya.

Menurut pantauan Jurnalislam yang berkesempatan menemui korban bencana, warga di kampung belum bisa beraktifitas seperti biasa. Sebagian warga hanya berdiam dirumah, menunggu bantuan datang.

Satiri melanjutkan, lima hari pasca bencana bantuan mulai turun dari MAPALA. “Baru hari Jum’at ada bantuan datang dari Mahasiswa dan aktifis kemanusiaan lain. Saya mewakili warga merasa berterimakasih terhadap bantuan yang telah diberikan,” ucap Satiri.

Satiri berharap pemerintah segera menyalurkan bantuannya. “Warga minta tolong kepada Pemda setempat untuk membantu apapun bentuknya, terutama biaya renovasi rumah warga,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Fajar | Editor: Ally Muhammad Abduh

Me-DAN Banten Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Mancak

mancak

SERANG (Jurnalislam.com) – Sejumlah aktifis kemanusiaan pada Ahad (31/7/2016), membantu korban tanah longsor dan air bah di Desa Babakan, Kecamatan Mancak, Serang, Banten.

Bantuan yang disalurkan oleh Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) Me-DAN, BPI Banten, Pecinta Musang dan KIR SMAN 2 Serang itu berupa sembako, obat – obatan dan pakaian.

“Sebagai bentuk solidaritas terhadap saudara kita di Banten khususnya Mancak. Dengan memberikan bantuannya secara langsung,” kata koordinator aksi, Adin kepada Jurnalislam di lokasi.

Satiri (35) penanggung jawab penerimaan bantuan menceritakan kronologis terjadinya musibah tersebut. Ia mengatakan kejadian itu terjadi pada Senin (25/7/2016) pekan lalu pada pukul 01.00 dini hari. Hujan yang deras disusul banjir yang membawa material longsor dari gunung melanda daerah itu hingga pukul empat subuh.

“Hingga jam 4 subuh, warga baru bisa beres-beres seadanya, banyak juga warga yang mengungsi ke rumah saudaranya di daerah lain,” ungkapnya.

Kampung Babakan adalah daerah yang paling parah. Sayangnya, Posko bantuan terletak jauh diatas kampung, sehingga pembagian bantuan tidak menyeluruh dan efektif.

Dalam pantauan Jurnalislam di lapangan, warga di Kampung Babakan harus menempuh jalur perbukitan yang memakan waktu beberapa untuk mengambil bantuan di posko. Sebab akses kendaraan lumpuh total terendam lumpur dan material longsor.

“Posko 1 terletak diatas, jauh sekali bagi kami untuk menjangkaunya, padahal Kampung Babakan adalah daerah terparah,” keluhnya.

Reporter: Muhammad Fajar | Editor: Ally Muhammad Abduh

Lima Serdadu Zionis Bantai Pemuda Palestina dengan Timah Panas

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Lima serdadu Zionis memuntahkan pelurunya terhadap seorang pemuda Palestina, Ahad (31/07/2016) di perlintasan Hawara, selatan Nablus, dengan alasan akan melakukan aksi penikaman terhadap tentara. Akibatnya ia gugur, syahid, seketika setelah tembakan brutal tersebut, Infopalestina melaporkan Ahad.

Departemen kesehatan Palestina menyampaikan ada keterlibatan militer otoritas dalam pembunuhan terhadap pemuda, Romi Auraotani (31 tahun) setelah ia ditembak serdadu, di dekat perlintasan Hawara, selatan Nablus

Sementara itu, sumber Israel menuduh, pemuda Palestina tadi berusaha melakukan aksi penikaman terhadap serdadu, saat ia mengendarai mobilnnya di dekat Hawara. Ia kemudian keluar dan menuju para tentara yang sedang berjaga-jaga. Namun tentara Zionis langsung memberondong tembakan ke arah pemuda tersebut dengan tembakan yang mematikan, hingga ia jatuh ke tanah dan tak bergerak lagi.

Saksi mata mengatakan, serdadu Zionis menembakan Romi setelah ia mengeluarkanya dari dalam mobil yang ia kendarai dari arah Nablus. Ia meninggal ditempat pasca ditembak serdadu secara biadab.

 

Infopalestina

Banjir Tewaskan 52 Orang di India

 

pakistan-floods

INDIA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 52 orang meninggal akibat hujan banjir di timur dan timur laut India selama beberapa hari terakhir, World Bulletin melaporkan, Ahad (31/07/2016).

Indian Home Minister Rajnath Singh menggambarkan situasi suram ketika ia mengunjungi negara bagian Assam pada hari Sabtu untuk menilai kerusakan, yang telah mempengaruhi sekitar 4,4 juta penduduk di Negara bagian Assam dan Bihar.

Singh mengatakan 26 orang telah meninggal di Assam dan menjanjikan dukungan pemerintah dalam pekerjaan pemulihan, menambahkan bahwa para pekerja bantuan federal dan lokal bersama dengan tentara telah menyelamatkan lebih dari 6.000 jiwa di Assam.

“Hidup masyarakat sangat sulit di sini, terutama untuk anak-anak. Selama tujuh hari terakhir di sini kami berlindung di sebuah kamp bantuan sementara,” kata Rajeev Gogoi, ayah dari dua anak yang rumahnya di Assam terkena dampak banjir.

Korban tewas di Bihar juga meningkat menjadi 26, menurut departemen manajemen bencana negara.

Sebuah laporan dari Otoritas Manajemen Bencana Negara Bagian Assam mengatakan 240.680 telah mengungsi di Assam dan sedang ditampung di kamp-kamp sementara yang ditetapkan oleh otoritas.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Berlin Kecam Pidato Erdogan, Puluhan Ribu Rakyat Turki Unjuk Rasa di Jerman

thumbs_b_c_86ee3e3c34a0e9bc1fe58aadca5349e6

BERLIN (Jurnalislam.com) – Puluhan ribu rakyat Turki berunjuk rasa di kota Cologne, Jerman barat, pada hari Ahad (31/07/2016) untuk merayakan kekalahan kudeta 15 Juli, lansir Anadolu Agency, Ahad.

Menurut panitia, sekitar 50.000 orang berkumpul di tepi sungai Rhine meskipun hujan deras merayakan kemenangan Turki atas upaya militer untuk menggulingkan pemerintah. Polisi menyebut angka sekitar 30.000.

“Rakyat Turki menunjukkan keberanian dan kehormatan, mereka menghentikan tank di jalanan,” penyelenggara mengatakan dalam sebuah pernyataan. “Ini akan selalu dikenang sebagai perjuangan mulia rakyat Turki yang heroik untuk perdamaian dan kebebasan.”

Etnis Turki di Jerman dan negara-negara tetangga menghadiri pawai dan meminta Uni Eropa untuk menunjukkan solidaritas dengan Turki, meneriakkan dukungan mereka untuk Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Lebih dari 100 organisasi Turki dari seluruh spektrum politik bergabung dalam pawai, yang diselenggarakan oleh non-partisan Platform for Democracy.

Menteri Pemuda dan Olahraga Turki Akif Cagatay Kilic mengatakan kepada penonton bahwa Partai AK dan oposisi telah bersatu melawan upaya kudeta.

“Ketika parlemen Turki dibom oleh pesawat-pesawat tempur pada 15 Juli, semua anggota parlemen berada di sana,” katanya. “Mereka bersatu, mereka bersama-sama menolak. Dan hari ini di sini kita semua bersama-sama lagi.”

Kilic, yang lahir dan dibesarkan di Jerman, mengkritik liputan media Jerman tentang upaya kudeta, menuduhnya membuat tuduhan palsu terhadap Erdogan dan pemerintah Turki, dan menyerukan solidaritas masyarakat internasional.

“Kami telah melewati ujian yang penting,” katanya. “Sekarang teman-teman kita menghadapi ujian penting.”

Dia juga mengkritik keputusan pengadilan Jerman yang mengecam pidato Erdogan.

Kanselir Angela Merkel merupakan salah satu yang pertama mengutuk upaya kudeta tetapi anggota pemerintahannya mengkritik respons Turki yang memberlakukan keadaan darurat dan menangkap 16.000 orang yang dicurigai terkait dengan Organisasi Teroris Fetullah, yang dikatakan telah menyelenggarakan upaya pengambilalihan kekuasaan.

Sedikitnya 238 orang tewas dan hampir 2.200 lainnya terluka dalam upaya kudeta, yang pemerintah Turki katakan dilakukan oleh Organisasi Teroris Fetullah pimpinan tokoh berbasis AS Fetullah Gulen.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Koalisi Mujahidin Suriah Lancarkan Serangan Besar di Aleppo

LQy-dL7_aadbreeuSURIAH (Jurnalislam.com) – Koalisi mujahidin Suriah melancarkan pertempuran untuk mematahkan pengepungan yang ditargetkan di kota Aleppo, Ahad (31/07/2016) sore, dan berhasil merebut kendali sejumlah bukit dan kota-kota strategis.

Koresponden El Dorar Al Shamia melaporkan, Ahad, bahwa koalisi mujahidin Jaysh al-Fath menguasai bukit dan Sekolah al-Hekam, bukit SyriaTel, bukit Mu’ta, batalion roket, bukit al-Jamyat, kota Amiriyah di daerah 1070 di pinggiran barat kota Aleppo.

Pasukan Syiah Iran dan rezim Assad serta milisi pendukung mereka beberapa hari memperketat serangan sebelum mengepung lingkungan timur Aleppo saat mereka menguasai Castello Road.

Pejuang mujahidin Suriah pada hari Ahad meluncurkan serangan besar di bagian barat daya yang dikuasai rezim Aleppo untuk merebut kembali wilayah setelah kerugian besar pekan lalu ketika tentara dan sekutu-sekutunya memperketat pengepungan di wilayah kekuasaan oposisi di kota utara.

Sebuah pusat komando militer mujahidin Suriah yang mencakup faksi jihad Jabhah Fath al Syam yang baru terbentuk (sebelumnya bernama Jabhah Nusrah, al-Qaeda), dan Ahrar al Sham mengatakan mereka telah mengambil alih posisi militer di wilayah barat daya kota yang sebelumnya dikuasai rezim Nushairiyah dalam beberapa jam sejak meluncurkan pertempuran untuk memecahkan pengepungan rezim dan kolisinya atas daerah tersebut.

Pasukan rezim Suriah mengkonfirmasi pada media rezim, SANA, bahwa mujahidin Suriah telah melancarkan serangan besar.

Seperempat juta warga sipil masih tinggal di lingkungan timur Aleppo yang dikuasai jihadis, yang dikepung sejak pasukan rezim yang dibantu milisi Syiah Internasional dukungan Iran serta Rusia memotong jalan terakhir menuju Distrik yang dikuasai mujahidin Suriah pada awal Juli.

Sebelumnya tentara Syiah Assad, yang didukung oleh pasukan milisi sekutu Syiah dan serangan udara dari pesawat jet Suriah dan Rusia, minggu lalu telah mengambil alih sejumlah wilayah di ujung utara kota, di sekitar Castello Road yang mengarah keluar dari Aleppo dan utara menuju Turki.

The U.K. Observatory for Human Rights mengatakan serangan itu merupakan operasi militer terbesar yang dilancarkan koalisi mujahidin Suriah terhadap pasukan rezim Syiah Assad yang dibantu oleh milisi asing Syiah terutama Iran di Aleppo sejak eskalasi pertempuran dalam beberapa bulan terakhir.

Cos0mLWUEAE139r

Deddy | El Dorar Al Shamia | Reuters | Jurnalislam

Berikan Khotbah di Masjid, Myanmar Tangkap Da’i Asal Pakistan

MYANMAR (Jurnalislam.com) – Pihak berwenang di Myanmar telah menahan dua warga Pakistan yang memberikan khotbah di Masjid-masjid di ibukota Myanmar, Yangon

Penahanan terjadi di tengah lonjakan jumlah kasus intoleransi agama di negeri ini, dengan beberapa Masjid dan bangunan keagamaan diserang pada bulan lalu saja.

Pejabat dari badan resmi Muslim di negara itu mengatakan pada hari Ahad (31/07/2016) bahwa para pria yang ditangkap itu tidak lebih hanya mengunjungi Masjid-masjid dan membawakan khotbah, dan menyebut penangkapan tersebut sebagai penindasan hak untuk berdoa.

Seorang petugas polisi Yangon mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Ahad bahwa Amed Zulfiqar, 63, dan anaknya, Amed Saifullah, 29 tahun, ditangkap setelah tiba di ibukota komersial Yangon pada 26 Juli dan memberikan khotbah di kota Panbetan, Kyauktada dan Mingala Taungnyunt tanpa meminta izin dari otoritas.

“Mereka memasuki negara dengan visa turis, dan tidak diizinkan untuk memberikan khotbah berdasarkan aturan dan peraturan visa,” petugas polisi, yang tidak ingin disebutkan namanya karena tidak berwenang berbicara kepada media, mengatakan.

“Mereka ditahan pada hari Sabtu di sebuah kantor polisi kota untuk diinterogasi.”

Keduanya kemungkinan menghadapi penahanan enam bulan, denda atau penahanan sekaligus denda jika terbukti bersalah melanggar UU Imigrasi, namun polisi mengatakan mereka kemungkinan besar akan dideportasi segera setelah negosiasi dengan kedutaan Pakistan di Yangon telah lengkap.

Pada hari Ahad, seorang pejabat dari badan resmi Muslim di negara itu mengatakan bahwa keduanya – salah satunya disebut sebagai Saya Gyi (Ustadz) yang menandakan bahwa dia seorang ulama – berkunjung ke Masjid di Yangon, tapi tidak melakukan kesalahan.

“Mereka Muslim. Oleh karena itu mereka mengunjungi Masjid-masjid. Mereka Sholat berjamaah bersama dengan Muslim Burma [Myanmar], dan memberi khotbah, karena mereka diminta, “kata Tin Maung Dari, sekretaris jenderal badan Muslim resmi negara, Dewan Urusan Agama Islam Myanmar.

Dia menambahkan bahwa seorang pejabat tingkat kota dari Departemen Agama dan Kebudayaan telah meminta dewan untuk menghentikan mereka mengunjungi Masjid-masjid.

“Tidak ada izin resmi yang diperlukan untuk memberikan khotbah. Sholat dan memberikan khotbah di Masjid adalah hak seorang Muslim,” katanya, menyebut permintaan tersebut sebagai bentuk penindasan.

Muslim di Myanmar berjumlah hanya 2,3 persen. Jumlah tersebut tidak termasuk sekitar 1,09 juta Muslim Rohingya di Rakhine bagian barat Myanmar yang tidak disebutkan dalam sensus tahun lalu.

Sentimen anti-Islam telah meningkat di negara mayoritas Buddha tersebut sejak kekerasan komunal antara Rakhine Buddha dan Muslim Rohingya pecah di bagian barat Rakhine pada pertengahan 2012 dan menyebar ke bagian lain Myanmar

Kelompok-kelompok HAM telah mendesak pemerintah untuk menyelidiki perusakan bangunan Muslim di Myanmar baru-baru ini, dan membawa keadilan bagi korban kekerasan bermotif agama.

Pada bulan lalu, massa telah menghancurkan sebagian Masjid, sekolah Islam, tempat tinggal kaum Muslim, bangunan yang sedang dibangun – yang dituduh penduduk desa sebagai sekolah agama ilegal – di wilayah Bago selatan, hingga membakar Masjid lain di utara Myanmar dan meratakannya dengan tanah.