Daryya Tuntut PBB Segera Laksanakan Resolusi Internasional

darayyaSURIAH (Jurnalislam.com) – Dewan lokal Kota Daryya Timur Ghouta yang terkepung menuntut PBB segera melakukan implementasi dan mendesak resolusi internasional yang berkaitan dengan daerah terkepung dan pengelolaan makanan dan bantuan medis yang memadai untuk warga sipil, ElDorar AlShamia melaporkan, Kamis (04/08/2016).

Dewan mengatakan bahwa PBB memberikan tekanan pada rezim Assad untuk menghentikan operasi militer dan pemboman warga sipil, menunjukkan bahwa bantuan kemanusiaan yang akan memasuki kota sedang melakukan tugas kemanusiaan dan memiliki hak yang sah dan harus mengatasi semua rintangan dan perbedaan, sengketa regional dan internasional yang mencegahnya mematahkan pengepungan Darya.

Dewan menunjukkan bahwa rezim Syiah Assad telah mengintensifkan pemboman terhadap kota menggunakan bom barel setelah masuknya bantuan kemanusiaan ke kota juga lahan pertanian di sekitar kota yang merupakan satu-satunya sumber makanan bagi masyarakat Darya.

Perlu disebutkan bahwa PBB memasukkan kota Darya dalam daftar kota yang mendapatkan blokade ketat, tetapi kota itu tidak menerima bantuan yang memadai, bantuan tersebut terbatas pada pengiriman obat-obatan dan vaksin dalam jumlah terbatas pada tanggal 1 Juni 2016, dan kargo lainnya pada tanggal 9 Juni 2016 yang berisi bahan makanan yang tidak mencukupi kebutuhan kota yang terkepung untuk satu bulan.

 

Deddy | AlShamia | Jurnalislam

Serangan Udara Rusia Hantam Truk Bantuan Kemanusiaan di kota Atareb, Aleppo

trb_0SURIAH (Jurnalislam.com) – Serangan udara Rusia pada hari Rabu (03/08/2016) menargetkan truk berisi bantuan kemanusiaan di kota Atareb pedesaan barat Aleppo.

Koresponden ElDorar AlShamia melaporkan bahwa pesawat-pesawat tempur tersebut menargetkan truk berisi bahan kemanusiaan untuk anak-anak, sehingga konvoi bantuan terbakar semuanya dan menewaskan lima orang serta melukai beberapa orang lainnya.

Koresponden menambahkan bahwa beberapa serangan udara yang dilakukan oleh angkatan udara Rusia menargetkan pusat kota pagi ini, menewaskan satu orang warga dan melukai lima orang lainnya, termasuk anak-anak.

Serangan udara Rusia yang menargetkan kota tersebut terdiri dari empat serangan bom dan empat bom cluster spesial lainnya serta roket thermobaric.

 

Deddy | Al Shamia | Jurnalislam

 

Iran dan Rusia Lakukan Pertemuan Bahas Ancaman Bersama

cdf26-iran-energy-dealsi-MOSKOW (Jurnalislam.com) – Delegasi militer Republik Syiah Iran yang dipimpin oleh Brigadir Jenderal Wali Madani telah bertemu dengan Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu untuk mengatasi ancaman umum, World Bulletin mengutip Daily Izvestia, Rabu (03/08/2016).

Pembicaraan terbaru juga akan membahas upaya-upaya untuk menyepakati pembelian senjata berat jangka pendek dan untuk mengeksplorasi calon rencana produksi bersama, kata harian itu.

Menurut Victor Murakhovski, editor Russian journal Fatherland Arsenal, “Langkah-langkah tersebut dapat berfungsi sebagai persiapan menuju kegiatan bersama sejak Iran dan Rusia menghadapi risiko global yang muncul di Timur Tengah dan juga di Asia Tengah. Itulah mengapa ada kebutuhan untuk membangun kerjasama lebih dekat,” menurut Izvestia.

Delegasi Iran juga berpartisipasi pada latihan militer Rusia tahun 2016, yang akan berlangsung hingga 13 Agustus. Komentator pertahanan Izvestia, Nikolay Surkov, mengatakan latihan akan “berkontribusi untuk peningkatan interaksi militer di kedua sisi, pertukaran pengalaman dengan cara melakukan latihan bersama dan juga mengatur pertukaran pengamat.”

Iran juga tertarik memperoleh teknologi untuk menghasilkan senjata berat sendiri.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Erdogan: Tidak Ada Perbedaan Antara PKK, PYD, ISIS dan Feto

erdogan-reutersANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan sekali lagi bahwa ia tidak melihat perbedaan antara kelompok-kelompok seperti PKK, PYD, YPG, ISIS, dan Feto atau Organisasi Teroris Fetullah pimpinan Fetullah Gulen yang berbasis di AS, lansir Andolu Agency Rabu (03/08/2016).

“Semua kelompok tersebut memiliki kemampuan bertindak bersama-sama memerangi Turki,” kata Erdogan dalam sebuah wawancara dengan televisi Meksiko.

“Namun, kami akan terus melawan mereka,” tegasnya.

Pada bagian kedua dari wawancara dengan Televisa yang disiarkan Rabu malam, Erdogan mengecam klaim Gulen bahwa Turki telah membantu ISIS. Erdogan mengatakan bahwa sebenarnya Turki telah ambil bagian dalam memerangi kelompok ISIS.

Dia mengatakan bahwa senjata yang dikirim ke PYD dan YPG di Ayn al-Arab, Suriah utara, dilaporkan untuk mendukung keduanya dalam perjuangan mereka melawan ISIS, juga disita oleh ISIS sendiri.

“Saya mengatakan kepada Obama [Presiden AS] sebelumnya bahwa setengah dari senjata yang mereka kirim ke Ayn al-Arab akan jatuh ke ISIS,” kata Erdogan.

Dia menyerukan masyarakat internasional untuk mengambil sikap umum terhadap semua kelompok ekstrimis untuk melenyapkan mereka sepenuhnya.

“Semua pihak yang memerangi ISIS tidak semuanya dapat digambarkan sebagai organisasi teror,” katanya.

Menunjuk ke keadaan darurat yang dinyatakan Turki selama tiga bulan setelah kudeta 15 Juli, Erdogan mengatakan tujuannya adalah untuk secara efektif dan cepat melaksanakan proses hukum.

“Ini adalah masalah internal Turki, dan kami membuat keputusan kami sendiri.”

Menurut Konstitusi Turki, keadaan darurat dapat dideklarasikan untuk jangka waktu maksimal enam bulan ketika ada indikasi serius bahwa kekerasan dapat meluas, yang bertujuan untuk menghilangkan lingkungan demokrasi bebas atau hak-hak dasar dan kebebasan yang ditetapkan oleh Konstitusi, atau ketika ketertiban umum terdistorsi berat karena tindak kekerasan.

Kudeta 15 Juli menewaskan sedikitnya 238 orang dan melukai lebih dari 2.200 orang lainnya, yang turun ke jalan untuk memprotes upaya kudeta.

Erdogan mengatakan kudeta “itu sudah jelas ditolak (gagal).”

Turki mengatakan Fetullah Gulen dan negara paralelnya berada di balik kudeta gagal dan telah mengirimkan dua permintaan resmi kepada AS untuk ekstradisi dan diadili.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Mujahidin Suriah Patahkan Serangan Pasukan Rezim Assad di Daryya

DARYYA (Jurnalislam.com) – Faksi mujahidin Suriah pada Rabu berhadapan dengan pasukan Nushairiyah Assad yang berupaya menyerbu kota Daryya yang terkepung, ElDorar AlShamia melaporkan Rabu (03/08/2016).

Mereka untuk pertama kalinya menggunakan bom barel yang diisi dengan bahan pembakar napalm, dan menimbulkan kerusakan yang luas dan kebakaran sulit dipadamkan. Pejuang “Lwa ‘Shohada’ al-Islam” kemudian mampu merusak sebuah tangki dan memukul upaya mereka untuk maju.

Kota Daryya terkepung dalam serangan upaya konstan dan berulang, tetapi kuat bertahan dalam gelombang pertempuran, meskipun pengepungan berlangsung sejak 2012.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Bashar al-Assad menumpas protes unjuk rasa massa – yang meletus sebagai bagian dari gerakan Arab Spring – dengan keganasan militer yang tak terduga.

Sejak itu, lebih dari seperempat juta korban telah tewas dan lebih dari 10 juta lainnya menjadi pengungsi di seluruh negeri yang luluh-lantak akibat perang, menurut PBB.

Namun Pusat Penelitian Kebijakan Suriah menyebutkan korban tewas akibat konflik enam tahun tersebut lebih dari 470.000 orang.

 

 

Pengadilan Kejahatan Perang PBB Bebaskan Komandan Pembantai 8000 Muslim Bosnia

Part-PAR-PAR2005040732222-1-1-0BOSNIA (Jurnalislam.com) – Sebuah pengadilan kejahatan perang PBB pada hari Selasa lebih awal membebaskan mantan komandan polisi Serbia Bosnia yang dihukum dan dipenjara karena perannya dalam Srebrenica 1995, World Bulletin melaporkan Rabu (03/08/2016).

Borovcanin, wakil komandan satuan polisi khusus Serbia Bosnia yang dikirim untuk ambil bagian dalam genosida Srebrenica, dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman pada bulan Juni 2010 untuk kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang ia lakukan pada Muslim Bosnia.

Ia kemudian dipindahkan ke sebuah penjara di Denmark. Setelah waktu yang ia habiskan di balik jeruji setelah penangkapannya pada bulan April 2005 dan selama persidangan, ia kemudian dianggap layak untuk dibebaskan dengan alasan karena telah menjalani dua pertiga dari masa tahanannya.

Borovcanin, 56, berada di antara tujuh pejabat tinggi militer dan polisi Bosnia yang diadili oleh Pengadilan Kriminal Internasional untuk Bekas Yugoslavia (the International Criminal Tribunal for the Former Yugoslavia-ICTY) atas peran mereka dalam pembantaian biadab di mana sekitar 8.000 pria dan anak laki-laki Muslim tewas kemudian mayat mereka dibuang ke kuburan massal.

Dua terdakwa lainnya, Vujadin Popovic dan Ljubisa Beara, dipenjara seumur hidup karena ambil bagian dalam pembantaian terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II tersebut. Hukuman mereka ditegakkan di pengadilan banding Januari 2015.

Tapi hakim Theodor Meron, pada hari Selasa memberikan permintaan untuk pembebasan awal bagi Borovcanin yang efektif 1 Agustus 2016 atau sesegera mungkin.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Taliban Bantah Gubernurnya Tewas Dalam Serangan Udara AS di Helmand

Mullah-Manan-audio-768x353

HELMAND (Jurnalislam.com)Imarah Islam Afghanistan, Taliban, membantah laporan bahwa gubernur bayangan untuk provinsi Helmand dan komandan militer tewas dalam serangan udara AS di provinsi Helmand selatan Afghanistan. Pemerintah Afghanistan memiliki track record yang buruk ketika melaporkan kematian komandan Taliban.

The Long War Journal mengutip laporan Khaama Press Selasa (02/08/2016) bahwa, kantor gubernur provinsi Helmand hari ini mengumumkan “Mullah Abdul Rahim dan Komandan Mustaqiim,” gubernur bayangan Taliban untuk Helmand dan komandan militer, tewas dalam serangan pesawat tak berawak (drone) AS. Serangan udara tersebut konon menargetkan keduanya di desa Zarghoon distrik Nad Ali.

Militer AS belum mengomentari serangan udara tersebut, tetapi telah meningkatkan serangan terhadap para pemimpin Taliban dan tokoh kunci lainnya setelah Taliban meningkatkan perlawanannya melawan pasukan Kabul sepanjang tahun lalu.

Taliban, melalui salah seorang juru bicara resmi, Qari Yousuf Ahmadi, dengan cepat mengeluarkan bantahan tentang tewasnya dua pemimpin mereka di Helmand dalam serangan udara. Pernyataan Ahmadi diterbitkan pada akun Twitter milik Zabihullah Muhajid, juru bicara resmi Taliban lainnya. Ahmadi membantah bahwa kedua pemimpin Taliban tersebut tewas dan menyebut klaim pemerintah Kabul itu sebagai “rumor palsu” yang dirancang untuk menutupi kekalahan militernya di Helmand.

“Kami sangat menolak propaganda ini,” kata Ahmadi dalam pernyataannya.

Gubernur Taliban untuk Helmand adalah Mullah Abdul Manan Akhund, bukan Mullah Abdul Rahim, sebagai mana diklaim pemerintah Afghanistan. Gubernur Taliban untuk Helmand diidentifikasi oleh Taliban sebagai Mullah Abdul Manan Akhund pada tahun 2015 setelah mengumumkan kematian amir Taliban Syeikh Mullah Umar, dan lagi pada 2016 setelah kematian pengganti Syeikh Mullah Umar, Syeikh Mullah Mansour. Dan dalam laporan yang dirilis oleh Ahmadi, gubernur bayangan juga diidentifikasi sebagai Mullah Abdul Manan Akhund.

Selain itu, Ahmadi merilis klip audio yang mengakui bahwa gubernur bayangan Helmand adalah Mullah Manan.

Dalam audio, Taliban mengatakan bahwa distrik Nad Ali dan Nawa-i-Sarraj di Helmand berada “di bawah kendali Mujahidin” setelah pertempuran sengit melawan pasukan Nasional Afghnaistan (ANA). Secara akurat Taliban melaporkan mengenai kontrol kabupaten di masa lalu saat pemerintah boneka Kabul meremehkan atau mengabaikan kehilangan kabupaten mereka di tangan Taliban.

Imarah Islam Afghanistan saat ini menguasai lebih dari 80 dari 400 lebih kabupaten Afghanistan, menurut sebuah studi oleh The Long War Journal. Angka itu mungkin lebih tinggi karena laporan dari beberapa kabupaten yang dikenal sebagai benteng Taliban tidak tersedia.

Militer Afghanistan di Helmand memburuk saat Taliban menekan untuk mendapatkan kembali tanah yang hilang di sana antara 2009-2011. Dari 14 kecamatan Helmand, lima diantaranya secara efektif dikendalikan oleh Taliban (Sekarang Zad, Musa Qala, Baghran, Dishu, dan Khanashin), dan tujuh lainnya dalam proses kembali ke pangkuan Taliban (Nahr-i-Sarraj, Kajaki, Nad Ali, Nawa-i -Barak, Marjah, Garmsir, dan Sangin).

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Senator McCain Kecam Trump atas Pernyataan Anti Muslim

thumbs_b_c_9d79d44986027317d8f9ded912de18f2WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Senator Republik John McCain mengecam tajam calon presiden partainya pada hari Senin, mencaci Donald Trump yang meremehkan keluarga seorang tentara Muslim yang dibunuh, lansir Anadolu Agency Selasa (02/08/2016).

“Saat partai kami telah memberikan nominasi kepadanya, tidak berarti disertai dengan izin bebas untuk mencemarkan nama baik orang-orang yang terbaik di antara kita,” kata McCain dalam sebuah pernyataan yang luar biasa panjang. “Saya menantang calon presiden kami untuk memberi contoh bisa dan harus mewakili apakah negara kita ini.”

Khizr dan Ghazala Khan memanfaatkan Konvensi Nasional Partai Demokrat pada Kamis malam untuk menolak usulan Trump melarang Muslim memasuki AS. Khizr Khan dikenal mengangkat salinan Konstitusi AS selama pidatonya yang berapi-api, menawarkan referensi kepada Trump dan mengatakan bahwa miliarder itu tidak mengorbankan apapun dan siapa pun.

Anak Khan Capt. AD Humayun Khan meninggal saat berperang di Irak. Dia dianugerahi Bronze Star dan Purple Heart atas pengabdiannya.

Republican U.S. presidential candidate Donald Trump speaks during a campaign rally at the Treasure Island Hotel & Casino in Las Vegas, Nevada June 18, 2016. REUTERS/David Becker

Trump mengkritik Ghazala Khan, menunjukkan bahwa dia tidak diizinkan untuk berbicara karena dia adalah seorang wanita Muslim.

“Saya tidak bisa cukup menekankan betapa saya tidak setuju dengan pernyataan Pak Trump,” kata McCain. “Saya berharap Amerika memahami bahwa komentarnya tidak mewakili pandangan dari Partai, pejabat, atau calon Republik kita.”

Trump belum mundur pada komentarnya.

“Pada akhirnya, saya secara moral terikat untuk berbicara hanya untuk hal-hal yang memerintah kesetiaan saya, dan kepada siapa saya mendedikasikan karya hidup saya: Partai Republik, dan yang lebih penting, Amerika Serikat,” kata McCain dalam sebuah pernyataan.

Mantan kapten Angkatan Laut tersebut telah lama bertentangan dengan calon Partai Republik.

Trump mengejek McCain, mengatakan bahwa ia “bukan pahlawan perang”. McCain ditangkap oleh pasukan musuh selama Perang Vietnam dan ditahan selama hampir enam tahun, dimana selama waktu itu dia disiksa.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Erdogan: Ternyata Barat Pendukung Terorisme dan Kudeta

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Selasa mengatakan Barat yang mendukung terorisme dan kudeta, lansir Anadolu Agency Selasa (02/08/2016).

Berbicara pada pertemuan investor internasional di kompleks presiden di Ankara, Erdogan mengkritik putusan pengadilan Jerman yang menggagalkan kedatangannya ke protes anti-kudeta di Cologne, mengutip bagaimana pada tahun 2011 Jerman membolehkan seorang pemimpin senior PKK untuk berbicara di sebuah festival di kota yang sama.

“Sekarang aku bertanya, adalah Barat mendukung terorisme dalam peristiwa ini? Apakah Barat mengambil sisi pemerintah sah atau kudeta dan terorisme?” Presiden menanyakan.

Erdogan, yang sebelumnya mengisyaratkan kecurigaan atas keterlibatan asing dalam kudeta 15 Juli, juga mengkritik beberapa negara Barat yang mendesak rakyatnya untuk tidak mengunjungi Turki.

“Barat mendukung terorisme dan memilih sisi kudeta (karena) mereka tidak terluka separah seperti kita,” katanya.

Dalam sambutannya, Presiden mengatakan kudeta yang gagal itu tidak dipimpin dan direncanakan di Turki tapi diatur di luar negeri.

Turki berulang kali mengatakan Fetullah Gulen, tokoh yang berbasis di AS, mengorganisasi kudeta dan mengatakan mereka yang terlibat dalam upaya kudeta adalah anggota Organisasi Teroris Fetullah yang dilarang atau Feto.

Dalam tudingannya yang jelas untuk sebuah papan elektronik di bandara Wina yang digunakan oleh surat kabar Kronen Zeitung untuk menyiarkan berita utama, Erdogan mengatakan: “Sayangnya, beberapa negara Eropa menunjukkan iklan di bandara mereka seperti ‘Jangan pergi ke Turki. Anda akan mendukung Erdogan’.

“Demokrasi macam apa itu? Saya bukan presiden yang berkuasa oleh kudeta militer, bukan presiden yang mendapat 52 persen suara dari masyarakat,” kata Erdogan.

Pada hari Ahad, Menteri Luar Uni Eropa Omer Celik juga mengecam pesan yang ditampilkan di Wina melalui akun Twitter-nya dan menggambarkannya sebagai “tanda skandal”, “permusuhan belaka” dan “melawan nilai-nilai Uni Eropa”.

Erdogan mengatakan Turki harus membentuk mekanisme intelijen yang kuat untuk menghentikan kegiatan ilegal yang dilakukan oleh Organisasi Teroris Fetullah, yang ia katakan telah merusak badan intelijen negara itu, mencegahnya menerima informasi yang diperlukan tentang upaya kudeta.

“Kami tidak hanya memiliki Badan Intelijen Nasional [MIT]. Kami juga memiliki Intelijen Keamanan dan Intelijen Gendarme (polisi),” kata Erdogan.

“Intelijen ini tidak memperingatkan pihak berwenang yang relevan, sebaliknya, mereka berperilaku seperti musuh,” katanya. “Kita harus menyiapkan mekanisme intelijen yang kuat untuk menargetkan kegiatan Feto.”

Erdogan juga mengatakan presiden telekomunikasi dan komunikasi Turki akan ditutup sebagai bagian dari penyelidikan nasional terhadap komplotan kudeta terkait dengan organisasi teror Feto.

“Ini adalah salah satu lembaga yang rusak (korup),” tambahnya.

Erdogan mengatakan bahwa diantara lebih dari 3,3 juta pejabat publik, 62.000 dipecat di negara itu menyusul kudeta.

“Kita tidak boleh lupa bahwa mereka akan dapat kembali bertugas jika tuduhan tentang mereka terbukti tidak berdasar setelah interogasi dan penyelidikan,” katanya.

Erdogan juga mengkritik orang-orang yang meragukan Gulen terlibat dalam upaya kudeta meskipun terbukti dengan kesaksian dan dokumen.

“Masih ada beberapa orang yang tidak menyadari apa yang sedang terjadi di dunia dan mengatakan ‘Kami tidak tahu apakah orang di Amerika (Fetullah Gulen) itu berada di balik ini upaya (kudeta).

“Semuanya jelas, terbukti dengan dokumen,” kata Presiden.

Selain itu, Erdogan mendesak masyarakat internasional untuk membentuk konsensus terhadap kegiatan teroris, memperingatkan bahwa kegagalan untuk melakukannya akan memukul balik terhadap negara-negara lain seperti bumerang.

“Kami mengirim nama-nama teroris ke Belgia, tetapi mereka mengatakan orang-orang ini bukan teroris dan mereka dilepaskan. Kemudian, orang-orang yang sama meledakkan diri di bandara (Belgia),” tambahnya.

Menlu Palestina: Zionis akan Yahudisasi Masjid Ibrahimi

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Kementerian Luar Negeri Palestina memperingatkan bahwa tindakan Israel di flashpoint kota Tepi Barat Al-Khalil (Hebron) bertujuan menggusur penduduk asli daerah dan Yahudisasi Masjid Ibrahimi, World Bulletin melaporkan, Selasa (02/08/2016).

“Sejak penjajahan kota (oleh Israel) pada tahun 1967, Masjid Ibrahimi di Al-Khalil telah terkena serangan harian dan provokasi oleh ekstrimis Israel yang didukung oleh lembaga-lembaga politik dan militer pendudukan,” kementerian itu menegaskan dalam sebuah pernyataan.

Kementerian melanjutkan dengan mengatakan zionis terus memberlakukan kebijakan agresi terhadap daerah sekitar Masjid yang suci, dan mencatat bahwa pemerintah Israel baru-baru ini mendirikan gerbang elektronik di pintu masuk Masjid.

“Israel mendirikan rintangan yang bertujuan mencegah warga (Palestina) memasuki Masjid, yang merupakan bukti lebih banyak lagi rencana Israel untuk mengusir penduduk asli daerah itu dan … Yahudisasi seluruh wilayah,” kata kementerian itu.

Ia menambahkan: “Kami menuntut tanggung jawab Israel atas konsekuensi pelanggaran terhadap tempat-tempat suci Islam, terutama tindakan terbaru di Masjid Al-Khalil Ibrahimi.”

Selama hari ritual Yahudi, pemerintah zionis melarang kaum Muslim beribadah di Masjid Ibrahim, yang diklaim oleh orang Yahudi sebagai “Makam para Leluhur.”

Pada tahun 1997, kesepakatan yang dikenal sebagai Hebron Protocol secara efektif membagi kota menjadi dua.

Berdasarkan ketentuan protokol ini, warga Palestina menguasai 80 persen dari kota tua Al-Khalili, yang dikenal sebagai “Lokasi H1”. 20 persen sisanya, yang dikenal sebagai “Lokasi H2” tetap di bawah kontrol militer zionis Yahudi.

Hari ini, Al-Khalili adalah rumah bagi sekitar 160.000 warga Palestina dan sekitar 500 pemukim Israel. Pemukim Israel tinggal di bangunan yang dilindungi secara ketat oleh militer zionis.