Bahas Revisi UU Terorisme, HTI Bima Gelar Muzakarah Tokoh Umat

HTI Bima Gelar Muzakarah Tokoh Umat di Aula Kantor Yayasan Islam, Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, pada Ahad (21/8/2016)
HTI Bima Gelar Muzakarah Tokoh Umat di Aula Kantor Yayasan Islam, Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, pada Ahad (21/8/2016)

BIMA (Jurnalislam.com) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Bima menggelar acara Muzakaroh Tokoh Umat di Aula Kantor Yayasan Islam, Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, pada Ahad (21/8/2016).

“Muzakarah tokoh umat bertujuan untuk membahas persoalan keummatan pada hari ini, terlebih dengan adanya keinginan dari pemerintah untuk merevisi undang-undang anti terorisme,” terang ketua panitia, Ruslan S.pd kepada Jurnalislam.

“Dengan dimasukannya Bima ke dalam daftar daerah yang menjadi zona merah dalam kasus terorisme, maka secara otomatis Bima ini akan dicap sebagai daerahnya para pelaku terorisme,” sambungnya.

Acara yang dihadiri puluhan ulama di Bima itu digelar untuk memahamkan kondisi umat Islam yang selalu disudutkan khususnya dalam kasus terorisme.

“Oleh karena itu kami mengumpulkan para tokoh umat Islam agar bisa mengetahui dan memahami tentang kondisi dan keadaan umat Islam pada hari ini, dimana umat Islam posisi mereka selalu menjadi korban, dan setiap ada kejadian selalu diarahkan kepada umat Islam,” terangnya.

Ulama sebagai simbol umat, mempunyai peran sentral dalam menghadang stigmatisasi buruk tersebut serta memberikan pencerahan kepada umat.

“Dengan tema revisi undang-undang terorisme untuk siapa? Akan menyadarkan kita terhadap undang-undang terorisme yang hari ini didengung-dengungkan oleh pemerintah, bisa kita antisipasi lebih lanjut serta menyadarkan umat bahwa umat Islam bukanlah teroris, umat Islam adalah tertuduh, karena umat islam adalah sebaik-baik umat,” pungkasnya.

Reporter: Sirath | Editor: Ally Muhammad Abduh

Tolak Revisi UU Terorisme, HTI Bima: Itu Pesanan Asing

Ketua DPD HTI Bima, Muhammad Ayyubi
Ketua DPD HTI Bima, Muhammad Ayyubi

BIMA (Jurnalislam.com) – Ketua DPD Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Bima, Muhammad Ayyubi mengatakan, meskipun mayoritas akan tetapi umat Islam di Indonesia selalu dianaktirikan. Pernyatan tersebut disampaikan menanggapi Revisi Undang-undang Anti Terorisme yang sedang digodok pemerintah.

“Negara Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, tetapi kenapa penduduk yang beragama Islam selalu dianaktirikan,” katanya dalam acara muzakarah tokoh umat di Aula Kantor Yayasan Islam, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bima, Ahad (21/8/2016).

Langkah pemerintah merevisi undang-undang terorisme, dinilai Ayyubi hanya akan membuat rakyat semakin diteror. Sebab, lanjutnya, di dalam pasal 1 ayat 5 UU Terorisme dikatakan ancaman kekerasan adalah setiap perbuatan melawan hukum berupa ucapan, tulisan, gambar, simbol, atau gerakan tubuh, baik dengan ataupun tanpa menggunakan sarana elektronik yang dapat menimbulkan rasa takut terhadap orang atau masyarakat secara luas atau mengekang kebebasan hakiki seseorang atau masyarakat.

“Pada pasal ini saja masih multi tafsir, dapat menimbulkan rasa takut yang dimaksudkan itu kepada siapa? Ini tidak jelas, dan akan rawan untuk dijadikan sebagai sarana politik,” tegasnya.

Oleh karena itu, Ayyubi menilai revisi undang-undang terorisme hanyalah sebuah pesanan dan mengikuti keinginan dari barat dan asing.

“Siapa nantinya yang akan menilai dan mengkritisi undang-undang itu, karena undang-undang itu seperti rel yang dimana orang-orang yang berada di atas mengikutinya dalam menentukan sikap dan keputusan, kalau sudah seperti ini, maka nantinya undang-undang itu jelas akan menjadi ancaman buat umat Islam,” jelasnya.

Pemerintah dinilainya terlalu mudah menyudutkan umat Islam dengan label teroris. Padahal menurutnya, banyak kelompok separatis di negeri ini yang melakukan tindakan terror tetapi tidak dimasukkan dalam kategori terorisme.

“Orang non muslim saja yang sudah nyata-nyata melakukan pengeboman serta para separatis yang melakukan kekacauan terhadap negara, kenapa tidak didakwa dan dijerat dengan undang-undang terorisme,” tandasnya.

Ayyubi menegaskan, pihaknya menolak revisi undang-undang terorisme ini karena pada hakikatnya justru pemerintah sendiri yang menteror rakyatnya, karena masyarakat merasa tidak aman selama ini.

“Dan kalaupun undang-undang itu harus di revisi, paling tidak undang-undang itu harus bisa menghilangkan ambigu terhadap makna teroris dan menghilangkan diskriminasi terhadap umat Islam,” pungkasnya.

Reporter: Sirath | Editor: Ally Muhammad Abduh

 

Olimpiade dan Bekam Nabi Muhammad Saw

Olimpiade dan Bekam Nabi Muhammad Saw

BRAZIL (Jurnalislam.com) – Olimpiade 2016 di Rio sedang berlangsung dan beberapa atlet telah memenangkan emas dengan menjalankan terapi thibbun nabawi sebelum pertandingan, lansir World Bulletin, Sabtu (20/08/2016).

Terapi thibbun nabawi yaitu bekam adalah bentuk kuno dari pengobatan alternatif di mana terapis menempatkan alat khusus pada kulit selama beberapa menit untuk menghisap. Terapi itu sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad Saw.

Namun, banyak orang yang berbicara tentang tanda merah yang terlihat pada tubuh para atlet seperti perenang AS Michael Phelps, pesenam Alex Naddour dan lainnya. Tanda merah ini disebabkan oleh bekam dan banyak orang ingin tahu tentang hal itu.

Namun hal ini sama sekali tidak terlalu mengejutkan bagi umat Islam. Mengapa? Karena telah menjadi tradisi Nabi Muhammad Saw (damai dan berkah besertanya) yang mempraktekkan dan merekomendasikan bekam lebih dari 1400 tahun yang lalu.

bekam-9-620x330Jadi, apa itu bekam?

Hijama حجامة “menghisap” adalah istilah bahasa Arab untuk bekam basah, di mana darah diambil oleh vakum dari sayatan kulit kecil untuk tujuan terapeutik.

Ada juga bekam kering yang tidak menarik darah keluar. Beberapa orang menggunakannya untuk memijat; menggunakan minyak zaitun untuk memudahkan gerakan darah ke cangkir.

Apakah itu menyakitkan?

Rasa sakitnya sedikit, seperti tertusuk, tapi sekali lagi tergantung tubuh masing-masing orang. Namun, ini adalah Sunnah utama dan manfaatnya bagi tubuh anda banyak. Jadi jangan khawatir.

Keuntungan kesehatan lainnya …

Terapi Hijama membantu mengobati kondisi berikut: sakit kepala, racun, kelelahan, nyeri haid, sembelit dan diare, nyeri punggung, radang sendi, cedera, asma, anemia, atrofi, linu panggul, flu dan batuk, masalah kulit, depresi dan masalah emosional dan banyak lagi.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

 

Kini Taliban Rebut Distrik Khanabad di Kunduz, Afghanistan

taliban_1 (1)KUNDUZ (Jurnalislam.com) – Setelah terlibat pertempuran sengit beberapa hari, mujahidin Imarah Islam Afghanistan (Taliban) telah menguasai satu dari lima distrik (kabupaten) di provinsi Kunduz, Afghanistan utara, menurut pihak berwenang setempat melaporkan, lansir Aljazeera Sabtu (20/08/2016).

Para mujahidin merebut distrik Khanabad, yang menghubungkan Kunduz ke Takhar dan provinsi utara lainnya, pada Sabtu pagi, dengan bentrokan berat dilaporkan di beberapa kabupaten lainnya.

“Taliban menyerang distrik kami dari posisi yang berbeda. Kami berusaha melawan selama beberapa jam dan tidak menerima dukungan akhirnya Kabupaten jatuh ke Taliban,” kata Hayatullah Amiri, kepala Khanabad.

Taliban telah mengintensifkan serangan di Kunduz dalam operasi Omari dan juga melakukan penyergapan di beberapa kabupaten utama lainnya di provinsi Kunduz beberapa pekan terakhir.

“Laporan yang saya miliki dengan berbicara kepada orang-orang di Kunduz adalah bahwa kabupaten jatuh ke tangan Taliban tanpa pertempuran atau konflik,” Habib Wardak, yang berkampanye untuk pemerintahan yang baik, mengatakan kepada Al Jazeera dari Kabul.

“Sepertinya terlepasnya Khanabad akan memiliki dampak kuat pada situasi sosial-ekonomi, politik dan keamanan pemerintah tidak hanya di Kunduz tetapi seluruh bagian utara negara itu.”

Jatuhnya Khanabad terjadi hanya lima hari setelah mujahidin Taliban merebut sebuah distrik di negara tetangga provinsi Baghlan, merebut sejumlah kendaraan pasukan pemerintah Kabul dukungan AS (NATO) dan sejumlah besar amunisi.

Taliban meluncurkan serangan terkoordinasi di Dahana-e-Ghori pada 12 Agustus, yang mengarah ke pertempuran berat di sanadan lalu berhasil menguasainya pada 15 Agustus.

Peperangan meningkat di Afghanistan saat operasi militer Taliban “Omari” menyebar dari benteng Imarah Islam Adghanistan di selatan dan timur negara ke daerah di utara.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Setelah Kehilangan 150 Pasukan, Assad Balas Serangan pada Warga Sipil Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Kota dan pedesaan Aleppo pada hari Sabtu dikejutkan oleh pemboman berat dengan roket thermobaric, bom cluster dan bom barel yang menyebabkan tewasnya 29 warga sipil, termasuk tujuh anak dan dua wanita.

Koresponden ElDorar Al Shami melaporkan, Sabtu (20/08/2016) bahwa pesawat militer telah melakukan tiga pembantaian mengerikan, satu di Aleppo, yang merenggut nyawa seluruh anggota keluarga (empat anak dan dua wanita), dan dua serangan udara lainnya dilakukan di pedesaan barat Aleppo. Serangan pertama menewaskan lima warga desa “Kafr GOM” dan serangan kedua merenggut nyawa 15 orang dari “Orem al-Kobra.”

Koresponden mengatakan bahwa pesawat tempur dan helikopter tidak berhenti menyerang kota Aleppo sejak rezim Nushairiyah Suriah kehilangan lebih dari 150 pasukan dalam serangan Assad yang gagal terhadap lokasi Jaysh al Fath di “proyek Perumahan 1070″ dan ” Akademi Teknis Angkatan Udara.” (baca juga: Jabhat Fath al Syam: 150 Pasukan Assad dan Sekutunya Tewas pada Pertempuran Terbaru di Aleppo)

Laporan menambahkan bahwa keluarga yang tewas dalam serangan bom barel rezim di Aleppo adalah aktivis media Haj Ali Abu Goud.

 

Irak: Komandan Senior Islamic State Terbunuh dalam Serangan Udara di Anbar

Irak Komandan Senior Islamic State Terbunuh dalam Serangan Udara di Anbar

BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Seorang Komandan senior Islamic State (IS) terbunuh di Anbar di Irak barat, seorang komandan militer Irak mengatakan pada hari Sabtu (20/08/2016), Anadolu Agency melaporkan.

Militan, yang diidentifikasi sebagai “Abu Arrab”, terbunuh dalam serangan udara koalisi pimpinan AS di Anbar barat, Mayjen. Qassim al-Muhammadi mengatakan kepada Anadolu Agency.

Dia mengatakan sejumlah pasukan IS tewas dalam serangan di desa al-Wasilia.

Sementara itu, pasukan Irak telah menduduki benteng terakhir IS di pulau Khalidiya di Irak barat.

Mayjen. Ismail al-Mahlawi mengatakan pasukan Irak dan sekutu Syiah mengusai distrik al-Bokan’an.

“Sekarang, pulau Khalidiya telah sepenuhnya dikuasai,” katanya kepada Anadolu Agency.

Pasukan Irak sedang bersiap meluncurkan serangan besar untuk merebut kembali Mosul, kota terbesar kedua di negara itu, yang diserbu oleh kelompok IS pada 2014.

Didukung oleh serangan udara yang dipimpin AS, pasukan Irak telah mengusai t kembali sebagian besar wilayah yang diduduki oleh IS sejak 2014. Namun IS masih menguasai beberapa bagian di negara itu.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Iran Bentuk Tentara Pembebasan Syiah untuk Disebar ke Luar Negeri

TEHERAN (Jurnalislam.com) – Iran membentuk Tentara Pembebasan Syiah yang akan ditempatkan di negara-negara Arab, menurut laporan, lansir World Bulletin Sabtu (20/08/2016).

Saat ini, Iran terlibat dalam beberapa konflik di mana sekte Syiah dan Muslim terkunci dalam perang di Suriah dan Yaman.

Muhammad Ali Al Falaki, yang mengepalai Korps Pengawal Revolusi Syiah Iran, mengatakan dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Jumat oleh Al Mashriq News bahwa Republik Syiah Iran sedang berjuang di tiga peperangan: Irak, Suriah dan Yaman.

“Iran menciptakan Tentara Pembebasan di Suriah di bawah kepemimpinan Qassem Soleimani,” kata Falaki, yang memimpin pasukan di Suriah.

Soleimani adalah kepala Korps Garda Revolusi elit Quds Force.

Tidak jelas akan seberapa besar kekuatan Tentara Pembebasan Syiah itu.

“Tentara ini sekarang pertempur di tiga peperangan, di Irak, Suriah dan Yaman,” kata Jenderal Falaki.

Falaki menjelaskan bahwa tujuan Iran adalah untuk melatih, memasok dan menginstruksikan kelompok-kelompok Syiah.

“Pasukan milik tentara ini tidak Iran saja, tetapi di setiap tempat di mana ada pertempuran Syiah kita akan mengatur, dan menyediakan tentara dari orang-orang Syiah di daerah tersebut,” dan “Tidaklah bijaksana jika pasukan Syiah Iran kami secara langsung dilemparkan ke dalam perang di Suriah, karena itu peran kita harus dibatasi hanya untuk melatih, memasok, dan mempersiapkan warga Syiah Suriah untuk berperang di wilayah mereka.”

Jabhat Fath al Syam: 150 Pasukan Assad dan Sekutunya Tewas pada Pertempuran Terbaru di Aleppo

 

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Pasukan Pembebasan Syam atau Jabhat Fath al Syam mengumumkan terbunuhnya lebih dari 150 pasukan Nushairiyah Assad dan gerilyawan Syiah Hizbullah Libanon pada hari Sabtu (20/08/2016), pada pertempuran di gerbang barat dan selatan, Aleppo, ElDorar AlShamia melaporkan Sabtu.

Biro Media Jabhat Fath al Syam mengatakan koalisi mujahidin Suriah, Jaysh al Fath, mematahkan upaya pasukan rezim Assad untuk merebut dua lokasi mereka, yaitu “Perumahan 1070” dan “Akademi Teknis Angkatan Udara” dan menderita kerugian besar, lebih dari 150 pasukan Assad dan sekutu mereka tewas.

jabhat-ramouseh-video-screenshot

Jaysh al Fath kemarin menewaskan puluhan pasukan al-Assad di garis depan “Ramouseh” wilayah barat daya dari Aleppo setelah mereka menargetkan wilayah Syiah Assad dengan rudal anti-armor “Vagout”, dan juga menghancurkan sebuah tank .

Perlu dicatat bahwa semua upaya oleh pasukan Assad tidak berhasil membuat kemajuan sejak pengepungan militer di kota Aleppo dipatahkan.

 

Hapus Stikma Buruk terhadap Nahi Munkar, KONAS Lakukan Aksi Sosial

Pelayanan Pengobatan Gratis Dari KONAS
Pelayanan Pengobatan Gratis Dari KONAS

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)– Dalam rangka kepedulian terhadap sesama dan memberikan pemahaman tentang amar ma’ruf nahi munkar kepada masyarakat, Komunitas Nahi Munkar Surakarta (KONAS) menggelar Bakti Sosial (Baksos) di Pendopo kelurahan Cemani, Grogol, Sukoharjo, sabtu (20/8/2016).

Ditemui jurnalislam.com, Dadio Hasto Kuncoro kordinator baksos KONAS menyatakan, tujuan dari diadakannya kegian baksos ini adalah untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat dan dalam rangka untuk menghapus citra buruk terhadap aksi-aksi amar ma’ruf nahi munkar.

“Program ini mendekatkan kita dengan masyarakat, dan menghapus stikma yang ada di masyarakat bahwa nahi munkar terkadang identik dengan kebrutalan. Konas kali ini akan Baksos didua tempat ini yang di Cemani dan besok yang di Kenteng, Semanggi,” ujar Hasto.

Pembagian Sembako Secara Cuma-Cuma Oleh KONAS
Pembagian Sembako Gratis Oleh Tim KONAS

Sementara itu, Bibit warga Cemani yang kebagian sembako gratis, mengutarakan kebahagiaannya dengan aksi KONAS. Dirinya mengharap aksi KONAS tidak hanya sekali namun berlanjut.

“Jos mas, Jos ini, alhamdulillah saya sebetulnya tidak tahu kalau ada aksi KONAS. Tapi malem kemarin saya dapet kupon dari takmir masjid untuk ngambil paket sembako di kelurahan, ternyata yang ngadakan KONAS. Semoga KONAS mendukung masyarakat yang kurang mampu dan kami akan mendo’akan pergerakan KONAS,” ucap Bibit.

Sebelum aksi bakti sosial KONAS diawali dengan kajian keIslaman dengan pemateri ustadz Taufiq Ustman dari Ponpes Al mukmin Ngruki. Kegiatan baksos yang dilakukan KONAS antara lain pembagian sembako, Donor darah, Pengobatan gratis, dan bagi-bagi nasi bungkus.

Reporter: Dyo | Editor: Irfan Yusuf | Jurnalislam

Operasi Omari: 3 Basis Militer dan 4 Pos Pemeriksaan di Farah Direbut Taliban

Operasi Omari 3 Basis Militer dan 4 Pos Pemeriksaan di Farah Direbut Taliban

FARAH (Jurnalislam.com) – Di tengah operasi militer tahunan Omari yang sedang berlangsung, mujahidin Imarah Islam Afghanistan (Taliban) melakukan serangan terkoordinasi pada basis militer Afghanistan dan pos pemeriksa yang berada di bawah pengepungan selama sebulan terakhir di daerah Chek, Charmas dan Dokin kabupaten Pusht Rod Jumat malam (19/08/2016), lansir Al Emarah News.

Serangan senjata berat dan ringan berlangsung sampai tengah malam, mengakibatkan 3 pangkalan militer musuh dan 4 pos pemeriksaan di daerah yang disebutkan di atas dikuasai Taliban, sedangkan musuh melarikan diri.

Berbagai peralatan perang telah disita dan sejumlah luas wilayah jatuh di bawah kendali Imarah Islam.

Basis dan pos tersebut dikepung ketat sejak bulan lalu. Musuh melakukan beberapa serangan untuk mematahkan pengepungan tapi setiap kali mereka menghadapi perlawanan tangguh dari mujahidin Taliban dan dipaksa untuk mundur.

Selama satu bulan, lebih dari 130 pasukan komando, ANA (Afghanistan Nasional Army) dan polisi telah tewas dengan 15 tank hancur dan sejumlah besar peralatan disita.

21 Mujahidin juga telah terluka dan 11 orang lainnya memeluk kesyahidan selama pertempuran.

 

Deddy | Al Emarah | Jurnalislam