Operasi Perisai Efrat: Setelah ISIS Kini Milisi Kurdi YPG Mundur dari Jarablus

Operasi Perisai Efrat Setelah ISIS Kini Milisi Kurdi YPG Mundur dari Jarablus

SURIAH (Jurnalislam.com) – Faksi mujahidin Suriah telah menguasai 12 daerah baru selama operasi Perisai Efrat pada hari Senin setelah serangan lain yang dilancarkan terhadap milisi YPG, sayap bersenjata Partai Uni Demokratik PYD di barat daya Kota Jarabulus, ElDorar AlShamia melaporkan, Senin (29/08/2016).

Faksi-faksi jihad Suriah menguasai 12 daerah yang berada di bawah kontrol milisi YPG, yaitu desa Emm Sous dan al-Hdra, atau secara lokal disebut (Boldakk Kecil dan Boldakk Besar). “Faksi juga menguasai desa-desa Dulaimi, Aldokhar dan Hlonji, Dahr al-Mughara, peternakan al-Tamorah, Umm Rosoum, al-Malhamyah, al-Yakobya, Arab Hassan dan Mahsenli,” koresponden dari jaringan ElDorar AlShamia menjelaskan.

Faksi mengambil kendali pada hari Ahad di kota-kota el-Amarna, dan Dabes, Ain al-Beida, Be’r al-Kosa, dan Balaban,yang terletak antara Jarabulus dan Manbej, setelah pertempuran sengit yang melibatkan penerbangan pesawat tempur Turki dan membunuh 15 milisi.

Dalam laporan lain, kelompok Islamic State (IS) kemarin malam melancarkan serangan dengan kendaraan yang dipasangi bom pada posisi milisi YPG di selatan kota Manbej yang sebelumnya dikuasai IS.

 

Deddy | Al Shamia | Jurnalislam

Tak Sesuai Syariat, Persis Dukung Upaya Muhammadiyah Ajukan JR UU Tax Amnesty

Illustrasi Tax Amnesty
Illustrasi Tax Amnesty

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) mendukung upaya Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) PP Muhammadiyah yang akan mengajukan judicial review (JR) Undang-Undang Pengampunan Pajak (tax amnesty).

Melalui Waketumnya Dr Jeje Zaenudin Persis juga mengajak masyarakat untuk mendukung langkah Muhammadiyah tersebut.

“Saya sangat mendukung langkah PP Muhammadiyah melakukan JR dan mengajak seluruh masyarakat mendukung langkah Muhamadiyah tersebut,” kata Ustadz Jeje kepada Jurnalislam, Senin (29/8/2016).

Selain sasarannya yang tidak jelas, pengampunan pajak juga dinilai tidak sesuai dengan hukum Islam.

“Kalau ditinjau dari teori hukum Islam yang menyatakan bahwa pada dasarnya harta manusia dilindungi oleh syariat dan haram diambil oleh siapapun termasuk oleh penguasa atas nama negara,” tegasnya.

Diketahui pengajuan Judicial Review UU pengampunan pajak merupakan hasil dari rapat kerja nasional (Rakernas) Majelis Hukum dan HAM (MHH) PP Muhammadiyah di Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta yang berlangsung pada 26-28 Agustus 2016 kemarin.

Reporter: Muhammad Fajar | Editor: Ally Muhammad Abduh

ISAC Desak Polri Usut Tuntas Kasus Teror Pembakaran Mapolsek Sugapa Papua

polsek-di-bakarITrmo
Mapolsek Sugapa

SOLO (Jurnalislam.com) – The Islamic Study and Action Center (ISAC) mendesak aparat untuk mengusut tuntas kasus pembakaran Mapolsek Sugapa, Kabupaten Intan Jaya pada Sabtu (27/8/2016). ISAC menilai peristiwa tersebut merupakan perilaku teror. Sebab sudah mengancam nyawa masyarakat bahkan aparat.

“Tindakan pembakaran Mapolsek Sugapa Kabupaten Intan Jaya yang disertai dengan pemutusan jaringan seluler dan pemalangan jalan akses bandara Sugapa sudah masuk kategori tindakan teror, karena sudah merusak obyek vital, mengganggu masyarakat luas dan melawan simbol Negara,” tegas Sekjen ISAC, Endro Sudarsono kepada Jurnalislam, Senin (29/8/2016).

Endro menegaskan, Polri harus tegas terhadap semua pelaku teror. Selain itu, Densus 88 juga harus dilibatkan untuk membongkar otak dari kasus tersebut.

“Disamping itu, Ditpropam Polda Papua juga harus segera mengusut kematian Etinus Songgonau yang juga masih dibawah umur,” lanjutnya.

“Jika Polri tidak tegas penegakan hukum di Papua maka potensi gangguan kamtibmas semakin besar dan meluas,” sambungnya.

Selain itu, ISAC juga meminta Polri untuk menindak aparat yang melakukan penembakan. “Itu harus dipertanggungjawabkan secara hokum,” tegasnya.

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh

Gelar Mukernas Perdana, Wajah Baru Jurnal Islam Segera Diluncurkan

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Jurnal Islam menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di villa Hanif, Sekipan, Tawangmangu, Karanganyar, Sabtu (27/6/2016).

Musyawarah yang berlangsung hingga Ahad (28/6/2016) membahas pembenahan struktur kepengurusan dan tampilan baru Jurnalislam.

“Tujuan kami dalam mukernas pertama ini adalah membenahi dan mengukuhkan struktur pengurusan dan kinerja, dengan harapan kami dapat bekerja lebih baik lagi ke depan,” kata Pemimpin Redaksi Jurnalislam.com, Deddy Purwanto.

Selain itu, dirinya akan melakukan perubahan baru pada tampilan Jurnalislam. Tampilan baru yang akan dirilis dalam waktu dekat itu diharapkan menjadi semangat baru media Islam yang profesional.

“Kami juga membahas layout baru Jurnis (Jurnal Islam), perbaikan dan penambahan pada konten juga kami lakukan, ‎sehingga penampilan baru Jurnis yang akan kami rilis ini diharapkan semakin memudahkan pengunjung dalam mengeksplor situs kami,” jelasnya.

Dibawah kepemimpinannya, Deddy menargetkan Jurnalislam akan menjadi rujukan utama informasi umat dalam menghadang sekularisasi yang digencarkan media-media arus utama.

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh

Al Shabaab Serang Pantai Restoran Asing di Mogadishu, 10 Tewas

A Somali policeman looks at the wreckage of a vehicle destroyed in a car bomb explosion at the Banadir beach restaurant at Lido beach in Somalia's capital Mogadishu, August 25, 2016. Picture taken August 25, 2016. REUTERS/Feisal Omar

SOMALIA (Jurnalislam.com) – Sejumlah pria bersenjata meledakkan sebuah bom mobil dan menyerbu restoran pantai di ibukota Mogadishu, menewaskan sedikitnya 10 orang.

Sedikitnya 10 orang tewas setelah al-Shabab menyerang sebuah restoran asing di pantai ibukota Mogadishu dengan bom mobil sebelum terlibat baku tembak dengan pasukan Somalia, menurut polisi setempat dan Al Shabaab.

“Sebuah bom mobil meledak di restoran pantai Banadir di pantai Lido dan terjadi tembak-menembak. Kami tidak memiliki rincian lainnya sejauh ini,” Mayor Ahmed Ibrahim, seorang polisi, mengatakan kepada kantor berita Reuters, Kamis.

Al-Shabab yang merupakan al-Qaeda di Somalia mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

“Kami menyerang restoran pantai Banadir dan sekarang para mujahidin kami bertempur di dalamnya,” Abdiasis Abu Musab, juru bicara operasi militer, kepada Reuters.

Al-Shabab telah melakukan serangkaian serangan mematikan di Somalia untuk menggulingkan pemerintah korup yang didukung Barat.

Pada bulan Januari, para pejuangnya menyerbu restoran lain di pantai Lido, menewaskan 17 orang.

Pada hari Kamis, saksi Reuters di dekat lokasi serangan pantai mengatakan restoran telah ditutup oleh aparat bersenjata dan bahwa penyerang melemparkan granat ke arah petugas dan menembaki mereka.

Mereka mengatakan mereka juga melihat dua mayat tergeletak di tanah.

Menteri Keamanan Internal Abdirizak Omar Mohamed mengatakan di akun Twitter-nya: “Peringatan: Orang-orang yang berada dekat lokasi ledakan harus tinggal di hotel dan di rumah-rumah mereka dan yang sedang berada di dalam mobil tidak seharusnya masuk daerah pantai Lido..”

Al-Shabab didorong dari Mogadishu oleh pasukan AMISOM Uni Afrika pada tahun 2011 tetapi tetap menjadi ancaman potensial di Somalia, dan sering meluncurkan serangan yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintah boneka Barat.

Dalam insiden terpisah di Somalia selatan, sebuah bom pinggir jalan yang diyakini telah ditanam oleh para pejuang al-Shabab melukai tiga orang di kota Baardheere di wilayah Gedo, Kolonel Hussein Nur, seorang perwira polisi di kota itu, mengatakan kepada Reuters melalui telepon.

Pada hari Ahad, lebih dari 20 orang tewas ketika pembom yang meledakkan dua bom mobil di sebuah markas militer pemerintah daerah di wilayah semi-otonomi Puntland Somalia.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Evakuasi Warga Sipil Daraya atas Kesepakatan untuk Akhiri Pengepungan Pasukan Assad

Evakuasi Warga Sipil Daraya atas Kesepakatan untuk Akhiri Pengepungan Rezim Assad 2

SURIAH (Jurnalislam.com) – Bus pertama pengungsi meninggalkan pinggiran Damaskus yang dikepung, sebagai kelompok oposisi bersiap untuk menyerahkan kontrol wilayah kepada pasukan rezim Nushairiyah Assad, Aljazeera melaporkan Jumat (26/08/2016).

Warga dan kelompok oposisi mulai meninggalkan Daraya, pinggiran Damaskus yang terkepung hari Jumat, sebagai bagian dari kesepakatan evakuasi untuk mengakhiri salah satu perang terpanjang lima tahun lamanya di Suriah.

Konvoi bantuan yang diatur oleh badan amal medis Bulan Sabit Merah memasuki pinggi kota awal hari Jumat, saat ratusan pejuang oposisi bersiap menyerahkan kontrol wilayah kepada pasukan rezim.

Pejuang oposisi dan pasukan rezim Assad setuju mencapai kesepakatan pada hari Kamis untuk mengevakuasi kota, yang telah dikelilingi pasukan dan milisi Syiah pro-rezim sejak 2012. Sejak itu, hanya satu pengiriman bantuan yang telah mencapai daerah tersebut, menurut PBB.

Seorang saksi kantor berita Reuters melihat enam bus meninggalkan kota, dan rekaman di televisi pemerintah menunjukkan bus dengan hati-hati berkendara melewati sekelompok besar prajurit melalui jalan-jalan yang berjajar dengan puing-puing.

Sumber mengatakan kepada Al Jazeera bahwa sekitar 8.000 warga sipil dan 800 pasukan oposisi akan dievakuasi dari pinggiran Damaskus, yang sebelum perang adalah rumah bagi seperempat juta orang.

Reporter Al Jazeera Hashem Ahelbarra, melaporkan dari Gaziantep di sisi Turki perbatasan Suriah-Turki, mengatakan kelompok oposisi “dipaksa untuk menandatangani kesepakatan”.

“Selama hampir empat tahun, warga Daraya telah hidup di bawah pengepungan, dengan warga sipil kelaparan sampai mati oleh pasukan rezim Suriah. Ini adalah kesepakatan yang harus ditandatangani kelompok pejuang oposisi dan sekarang kita akan melihat warga sipil pindah ke Sahnaya – sebuah kota di Gubernuran Damaskus – di bawah kendali rezim, “katanya.

PBB, yang telah berulang kali menyerukan pencabutan pengepungan, mengatakan bahwa mereka “tidak terlibat dan tidak berkonsultasi dalam kesepakatan ini,” dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura.

De Mistura, yang bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Jenewa, Jumat, mengatakan situasi di Daraya “sangat serius dan tragis” dan bahwa “permintaan berulang untuk mencabut pengepungan Daraya belum menuju terlaksana.”

Dilansir dari Jenewa, editor diplomatik Al Jazeera, James Bays mengatakan pemerintah Suriah “strategi kebijakan menyerah karena kelaparan sebenarnya telah sukses karena mereka sekarang berhasil menutup Daraya dan mengeluarkan semua orang dari Daraya.”

Pasukan oposisi dari Daraya akan dibawa ke provinsi utara Idlib, yang dikuasai oleh Tentara Pembebasan (Army of Conquest), sebuah koalisi kelompok bersenjata anti-Assad

Kelompok pejuang Suriah yang menguasai Daraya adalah Ajnad al-Sham dan the Martyrs of Islam, kelompok yang berafiliasi dengan Tentara Pembebasan.

1ab7a563740e4d75bfb111944c1d914f_18Namun, aktivis mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Pasukan oposisi sangat prihatin atas keselamatan warga sipil, banyak dari mereka adalah kerabat dari para pejuang oposisi, karena rezim hanya menawarkan sedikit atau bahkan tidak memberikan jaminan.

Berbicara kepada Al Jazeera dari Yordania, penasihat advokasi Charmain Mohamed dari Dewan Pengungsi Norwegia mengatakan meskipun akhir penyanderaan di kota itu adalah langkah positif, timnya “prihatin tentang perlindungan warga sipil” dan bahwa setiap evakuasi “seharusnya dilakukan secara sukarela.”

“Harus ada akses kemanusiaan yang benar-benar tak terkekang dan warga sipil harus dilindungi, menurut hukum kemanusiaan internasional.”

Beberapa kelompok oposisi lain juga mengkritik kesepakatan itu, menyebutnya sebagai kemunduran besar saat Muslim Sunni akan dipaksa keluar dari rumah mereka, yang selanjutnya akan memecah belah negara itu di sepanjang garis Sunni – Syiah.

“Ini adalah pola rezim Syiah untuk mendorong Sunni dari komunitas yang mereka kontrol dan telah tinggal di sana selama beberapa dekade. Pada 2015, ada kesepakatan serupa di Zabadani di pinggiran ibukota,” tambah wartawan kami.

Pada tahun 2012, beberapa ratus orang tewas di Daraya, termasuk warga sipil, banyak eksekusi terjadi, ketika pasukan Syiah Assad menyerbu pinggiran setelah penduduk setempat mengangkat senjata.

Menurut PBB, hampir 600.000 penduduk hidup di bawah pengepungan di Suriah, sebagian besar dikelilingi oleh pasukan rezim dan milisi Syiah pro Assad.

Di beberapa tempat, pengepungan pemerintah yang berlangsung lama telah mendorong pejuang Suriah menyetujui penawaran evakuasi oleh rezim, aktivis terkemuka menuduh Damaskus menggunakan taktik keji bagi warga sipil “kelaparan atau menyerah.”

Awal tahun ini, de Mistura memperkirakan bahwa 400.000 orang lebih telah meninggal sepanjang lima tahun terakhir.

PBB tidak lagi melacak korban tewas karena tidak dapat mencapai banyak daerah dan terdapat komplikasi navigasi statistik bertentangan yang diajukan oleh rezim Suriah dengan kelompok oposisi moderat dan faksi-faksi mujahidin Suriah

 

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

Serangan Bom Truk Hantam Markas Polisi Turki di Cizre, 11 Tewas dan 70 Terluka

TURKI (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 11 polisi tewas dan 70 lainnya luka-luka dalam serangan bom truk di sebuah markas polisi di Cizre di Turki tenggara, menurut kantor gubernur setempat, lansir Aljazeera Jumat (26/08/2016).

Bom itu meledak di sebuah pos pemeriksaan di luar kantor pusat pada hari Jumat, setelah penyerang gagal melewati para penjaga di sana, kata media pemerintah. Ledakan itu diikuti oleh pertempuran bersenjata antara polisi dan penyerang.

Cizre yang didominasi Kurdi berada di provinsi Sirnak Turki dan berbatasan dengan Suriah dan Irak.

Serangan itu menewaskan 11 polisi dan melukai 78 orang, 3 di antaranya adalah warga sipil, pernyataan kantor gubernur Sirnak mengatakan.

Asap besar mengepul dari lokasi serangan, rekaman di televisi Turki menunjukkan. Mereka juga menampilkan sebuah bangunan tiga lantai yang besar hancur lebur dan dikelilingi oleh puing-puing.

Milisi Partai Pekerja Kurdistan (PKK) mengklaim bertanggung jawab atas serangan hari Jumat itu.

“Tim pengorbanan kami menggelar aksi tindakan komprehensif di Cizre yang menewaskan puluhan polisi,” kata PKK, yang dikenal sering melebih-lebihkan jumlah korban.

Dalam pernyataan mereka mengatakan serangan itu adalah pembalasan atas “terus diisolasinya” pemimpin mereka yang dipenjarakan, Abdullah Ocalan, dan “kurangnya informasi” tentang kesejahteraannya.

Ocalan ditahan di pulau penjara Imrali di luar Istanbul namun belum diizinkan mendapat kunjungan pengacara atau pendukung selama lebih dari satu tahun.

PKK juga mengatakan tidak sengaja menargetkan pemimpin partai oposisi utama Turki dalam serangan di timur laut pada hari Kamis.

Pemerintah telah mengatakan PKK telah menargetkan konvoi Kemal Kilicdaroglu, pemimpin partai sekuler Partai Republik Rakyat (CHP), yang lolos tanpa cedera. Salah satu pejabat keamanan tewas dalam insiden itu.

“Kami akan memberikan mereka (para penyerang) jawaban keji yang layak mereka dapatkan,” kata Perdana Menteri Binali Yildirim dalam konferensi pers di Istanbul, Jumat.

PKK, kelompok bersenjata yang dipandang sebagai organisasi teroris oleh Turki dan Uni Eropa, baru-baru ini meningkatkan serangan mereka di Turki tenggara.

Serangan terbaru di Cizre terjadi dua hari setelah pasukan Turki meluncurkan serangan darat yang belum pernah terjadi sebelumnya dan serangan udara ke negara tetangga Suriah, yang menurut para pejabat Turki, menargetkan Islamic State (IS) dan Kurdi Suriah.

Ankara menyatakan Partai Uni Demokrat Kurdi Suriah (PYD) dan pasukan bersenjata Unit Perlindungan Rakyat (YPG) sebagai cabang dari ektremis PKK.

Turki tenggara akan melalui pertempuran paling intens dalam beberapa dekade setelah gencatan senjata antara negara Turki dan PKK runtuh pada bulan Juli tahun lalu.

Pihak militer telah berulang kali memerintahkan operasi militer dan jam malam di pusat-pusat perkotaan tenggara, termasuk Cizre, sejak saat itu.

Lebih dari 40.000 orang telah tewas sejak pemberontak PKK mengangkat senjata pada 1984.

 

 

Operasi Omari: 3 Tank Hancur di Faryab, 24 Arbaki Bergabung ke Taliban di Uruzgan

FARYAB (Jurnalislam.com) – Laporan datang dari kabupaten Shrin Tagab bahwa terjadi tembak-menembak berat mujahidin Imarah Islam Afghanistan (Taliban) melawan pasukan musuh di daerah Abad Faiz sekitar pukul 3:00 hari Kamis waktu Setempat, lansir Al Emarah News, Kamis (25/08/2016).

Serangan senjata berat dan ringan yang berlangsung sampai 07:00, menghancurkan 3 tank. 4 orang termasuk wakil kepala polisi, Haji Muqim, tewas. 10 lainnya termasuk kepala polisi distrik Shrin Tagab, Izatullah Sanger Mal, menderita luka kritis.

Musuh akhirnya terpaksa mundur dan gagal membangun pos pemeriksaan baru.

Mujahidin tidak mengalami korban dalam operasi itu.

Sementara di Uruzgan Al Emarah news juga melaporkan sebanyak 24 pasukan Arbaki dan milisi lokal telah meninggalkan barisan musuh dengan bertobat atas kesalahan mereka di Chinartu, kabupaten Chorah dan ibukota Tarinkot lalu bergabung ke Taliban.

Menurut rincian selama 3 minggu terakhir 14 polisi dan tentara Arbakis telah menyerah sebelum mujahidin Imarah Islam tiba di ibukota Tarinkot.

5 milisi lokal juga telah beralih ke sisi Mujahidin di distrik Chora provinsi Uruzgan pekan lalu.

3 Arbakis juga telah meletakkan senjata sebelum Mujahidin tiba di distrik Chinarto kemarin.

 

Deddy | Al Emarah | Jurnalislam

Israel akan Bangun Kereta Gantung Sampai Lingkungan Masjid Al Aqsha

Israel akan Bangun Kereta Gantung di Lingkungan Masjid Al Aqsha

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pemerintah zionis berencana untuk mendirikan sebuah “kereta gantung” di Yerusalem, yang akan berhenti di lingkungan Silwan Yerusalem Timur, harian Haaretz Israel melaporkan pada hari Kamis (25/08/2016), lansir World Bulletin, Kamis.

Menurut rencana Dewan Kota Yerusalem, kereta gantung tersebut akan mencakup empat tempat perhentian utama; satu di Yerusalem Barat, yang kedua di pusat Kedem, yang termasuk milik kelompok sayap kanan Elad, yang ketiga di Silwan dan keempat di dekat gerbang Al-Jadeed (Lions).

Walikota Yerusalem yang dijajah Israel Nir Barkat mengatakan kereta gantung bukan hanya akan melayani kebutuhan ekonomi zionis dan pariwisata, tetapi juga mengakomodasi ritual Yahudi di lingkungan Yerusalem.

“Kereta gantung akan menunjukkan pada para pengendara untuk memahami siapa yang benar-benar memiliki kota ini,” Haaretz mengutip Barkat mengatakan.

Dewan Kota Yerusalem mengatakan kereta gantung masih dalam tahap perencanaan dan akan mengirimkannya saat sudah siap.

Rencana zionis segera menyulut ketegangan di Palestina.

Syeikh Najeh Bkerat, kepala Departemen Naskah dan Peninggalan/Pusaka/Warisan Masjid Al-Aqsha, memperingatkan bahwa rencana Israel tersebut bertujuan untuk mengkonsolidasikan cengkeraman Israel di kota suci.

“Setelah merebut sekitar Yerusalem dengan permukiman Yahudi dan melakukan penggalian di bawah Masjid Al-Aqsha, Israel sekarang mencari kontrol terhadap langit kota Al Quds,” katanya.

Zionis yahudi menduduki Yerusalem Timur dan Tepi Barat selama Perang Timur Tengah 1967. Israel kemudian menganeksasi kota pada tahun 1980, mengklaimnya sebagai ibukota negara Yahudi yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai “wilayah yang dijajah” dan menganggap semua pembangunan permukiman Yahudi di wilayah tersebut tidak sah.

13 Orang Tewas dalam Serangan di Kampus Universitas Amerika di Kabul

13 Orang Tewas dalam Serangan di Kampus Universitas Amerika di Kabul

KABUL (Jurnalislam.com) – Sebuah serangan 10-jam yang mematikan di Universitas Amerika di Afghanistan (American University of Afghanistan-AUAF) di Kabul berakhir Kamis pagi menewaskan sedikitnya 13 orang, termasuk tujuh mahasiswa, lansir World Bulletin Kamis (25/08/2016).

Taliban menyerbu kampus AUAF, yang terletak di jalan yang sibuk di bagian barat ibukota Afghanistan, Rabu malam. Menurut polisi seorang pembom mobil pertama-tama meledakkan perangkat saat Taliban lainnya menyerbu kampus. (baca juga: Serangan Mematikan di Kampus Universitas Amerika di Kabul, 1 Tewas dan 26 Terluka)

Jenderal Abdul Rahman Rahimi, Kepala Polisi Nasional Afghanistan di Kabul, mengkonfirmasi pada hari Kamis bahwa tujuh siswa, tiga polisi dan tiga personil universitas tewas dalam serangan itu, sementara 30 lainnya terluka.

Penjaga kampus baku tembak dengan Taliban sebelum unit khusus dari Pasukan Nasional Afghanistan tiba untuk melawan Taliban.

Sekitar 700 siswa, anggota fakultas dan warga lainnya sedang berada di universitas bergengsi tersebut saat itu.

Beberapa menit setelah ledakan pertama, semua yang hadir di kampus dilarikan ke bunker bawah tanah sementara yang lain melarikan diri dengan melompati dinding di sisi belakang kompleks kampus.

Ini bukan pertama kalinya AUAF ditargetkan. Dua guru asing universitas itu diculik di dekat kampus beberapa minggu yang lalu dan masih tetap ditahan.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam