MOJOKERTO (Jurnalislam.com) – Sejumlah tokoh masyarakat, alim Ulama beserta warga Desa Wonokusumo, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur melakukan aksi penolakan atas renovasi Kompleks Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di Jalan Wonokusumo Gang VI, RT 01 RW 01, Kelurahan Wonokusumo, Selasa (4/10/2016).
Selain melanggar perjanjian yang pernah dibuat pada 23 Juli 2009 antara GKJW dengan warga sekitar, renovasi itu juga dinilai menyalahi perizinan terkait renovasi rumah ibadah. Dalam perjanjian tersebut, warga menolak bila adanya renovasi yang dilakukan pihak GKJW berupa perubahan bangunan baik memperkecil atau memperbesar bangunan.
Namun, pihak GKJW mengklaim pihaknya telah mendapat izin dari warga Wonokusomo untuk merenovasi gereja yang lokasinya berdekatan dengan mushola itu.
“Hasil komunikasi dengan warga sekitar tidak ada masalah dengan renovasi kompleks gereja yang dilakukan oleh pihak Gereja,” kata Pdt. Kukuh.
Pernyataan itu dibantah oleh salah satu tokoh masyarakat setempat, KH Baderun, yang menyatakan tidak pernah ada pemberitahuan dari pihak GKJW terkait renovasi. KH Baderun juga mengatakan bahwa tidak ada satu pun warga Wonokusumo yang menjadi jamaat di GKWJ.
“Semua orang luar lingkungan tersebut, kami selaku warga wonokusumo tidak pernah ada pemberitahuan atau perizinan akan proses renovasi yang dilakukan oleh pihak GKJW,” ungkap KH. Baderun.
Pihak Kelurahan Wonokusumo akhirnya menggelar mediasi di Pendopo Kelurahan Wonokusumo untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Pertemuan yang dihadiri pihak Polsek dan Koramil itu menghasilkan beberapa poin keputusan yang diantaranya, renovasi dibatalkan karena tidak memenuhi ketentuan Peraturan Bupati Mojokerto Nomor 44 Tahun 2011 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) khususnya Pasal 19 ayat 1 huruf a.
“Pihak GKJW untuk tidak melanjutkan proses dari renovasi karena adanya keberatan oleh warga Wonokusumo, hingga keluar surat izin dari pemerintah,” tegas Kepala Kelurahan Wonokusumo, Sunaryo.
Selanjutnya, penyelesaian polemik renovasi gereja GKJW sepenuhnya diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Mojokerto.
Hari pertama 21 September 2016 relawan FPI terjun ke lokasi banjir bandang Garut dengan berbekal semangat melayani dan membantu umat, terutama korban dampak bencana, kebingungan mengiringi mereka dalam mencari tempat untuk dijadikan posko relawan.
Lobi-lobi pun dilakukan, tepatnya di Kp. Rengganis RW 02 Kel. Paminggir kec. Garut Kota, relawan dipersilahkan membuka posko di sebuah lahan terbuka ukuran 4 x 5 m.
Bantuan berupa pakaian bekas layak pakai dan sembako mulai berdatangan, relawan pun bingung untuk menampung dan mengamankannya ditambah cuaca hujan yang terus turun. Hingga mereka lobi kembali tokoh setempat agar diperkenankan memakai Pos Yandu disamping posko terbuka itu.
Alhamdulillah, sesepuh setempat disana mengizinkan gedung Posyandu yang berukuran 3 x 5 m untuk dipakai gudang penyimpanan sejumlah barang bantuan dan masjid untuk relawan shalat dan istirahat.
Hari demi hari bantuan terus berdatangan, termasuk relawan dari luar garut secara bergantian datang untuk membantu mengevakuasi korban, memberikan pelayanan pengobatan dan membersihkan daerah-daerah beserta bangunan yang penuh dengan lumpur. Membereskan puing reruntuhan rumah warga, serta pendistribusian bantuan setepat mungkin.
Subhanallah, Posko FPI menjadi salah satu posko yang dipercaya oleh para dermawan. Terbukti, baik pribadi ataupun kelompok, hingga perusahaan menitipkan sumbangannya ke posko FPI untuk disalurkan kepada yang berhak menerimanya. Sampai bangunan yang dipakai posko penuh sesak dengan barang titipan, walaupun tiap hari tak kurang dari seribu paket disalurkan ke tiap lokasi banjir. Masyaallah.
Tiba dihari ke-7, Rabu 28 September 2016, dengan alasan bangunan Posyandu yang dipakai posko relawan FPI akan dipakai kegiatan, begitu pula masjid yang biasa dipakai relawan untuk shalat dan beristirahat akan dipakai pengajian. Dengan berat hati sesepuh setempat memberi himbauan kepada relawan agar segera mencari tempat lain untuk dijadikan posko sampai batas hari Jum’at. Tempat dan masjid tersebut harus dikosongkan.
Hari Jum’at tiba, para relawan harus angkat kaki dari tempat itu, mereka pamit dan memberikan sejumlah uang kepada sesepuh kampung sebagai penggati listrik dan PDAM yang dipakai relawan selama seminggu, dengan senang hati sesepuh pun menerimanya.
Posko FPI Garut
Sabar, itulah bekal mereka para relawan menghadapi keadaan pahit ini. Dengan patungan uang dari sejumlah relawan yang masih bertahan, layaknya pengungsi mereka mencari rumah atau apa saja yang dapat dijadikan posko tempat penyimpanan berbagai macam bantuan dan tempat berlindung para relawan dari guyuran hujan dan dinginnya cuaca.
Singkat cerita mereka mendapati sebuah rumah yang kecil dengan harga sewa 2,5 juta/bulan dan transaksi pun dilakukan. Tapi, disaat mereka tengah bertransaksi sewa rumah, tiba-tiba datanglah seseorang menghampiri relawan dan bertanya: “Sedang apa tuan tuan berkumpul disini?”
Wakil relawan pun menjawab: “Kami sedang mencari kontrakan untuk posko relawan”
Ia pun kembali bertanya: “Bukankah Posko FPI disana” sambil menunjukan ke kampung sebelah dimana posko FPI bernah berdiri,
Wakil relawan menjawab: “Benar pak Haji, tadinya kami disana, tapi kami harus pindah karena bangunan Posyandu dan masjid yang kami pakai posko akan dipakai kegiatan oleh sesepuh disana,”
Terlihat ungkapan sedih pada wajah Pak Haji dan tanpa pikir panjang “Sudah jangan sewa rumah disini, saya punya ruko cukup besar, gudang dan mesjid di dalamnya, mari tak usah sewa”
Wakil relawan: “Kami malu Pak Haji, kami bukan hanya sehari dua hari membuka posko, tapi sampai warga tidak membutuhkan kami lagi,” ungkap relawan
Pak Haji dengan yakin menegaskan: “Tak usah khawatir mau sebulan, dua bulan, tiga bulan pun selagi dibutuhkan, silahkan pakai,” imbuh Pak Haji
Subhanallah Walhamdulillah walaa Ilaha illallah Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar…. begitulah ungkapan hati para relawan yang hanya bisa di ungkapkan dengan deraian airmata, berbaurlah perasaan tidak karuan antara senang dan sedih saat itu. Sujud syukur pun dilakukan atas rahmat dan pertolongn Allah SWT melalui hambanya yang baik itu.
Saat ini para Relawan FPI menempati ruko yang bukan hanya cukup untuk menyimpan barang, didalamnya terdapat sebuah mesjid besar untuk relawan shalat berjama’ah, serta tempat untuk beristirahat yang baik, untuk memulihkan tenaga mereka dalam berjuang di esok hari.
Al-Hafizh an-Nawawi rahimahumallah berkata, “Sesungguhnya kesabaran adalah amalan yang terpuji dan pelakunya akan selalu terbimbing di atas kebenaran.” (Syarh Shahih Muslim 3/101)
Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahumallah berkata, “Sesungguhnya Allah SWT menjadikan sabar sebagai kuda tunggangan yang tak kenal lelah, pedang yang tak pernah tumpul, prajurit yang pantang menyerah, benteng kokoh yang tak bisa dihancurkan dan ditembus. Sabar merupakan saudara kandung kemenangan. Di mana ada kesabaran, di situ ada kemenangan.” (Uddatush Shabirin, hlm. 4)
Sabar merupakan sebuah kata yang ringan diucapkan, namun sangat bermakna dalam kehidupan. Dengannya, perjalanan hidup seseorang akan selalu terbimbing di atas kebenaran. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kesabaran itu adalah cahaya.” (HR. Muslim no. 223, dari sahabat Abu Malik al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu)
Kiriman Kang Opan, Koordinator Posko FPI Banjir Bandang Garut
INDIA (Jurnalislam.com) – Tepat 600 tahun yang lalu, empat orang bernama Ahmad berdiri di sisi sungai Sabarmati dengan tali di tangan untuk meletakkan dasar kota Ahmedabad. Kehadiran empat Ahmad bukannya kebetulan; mereka dipilih atas visi Sultan Gujarat Ahmad Shah I yang baru dinobatkan. Menurut visinya, kota pertama yang direncanakan di abad pertengahan India itu harus didirikan oleh empat orang bernama Ahmad yang tidak pernah meninggalkan salat wajib mereka. Setelah pencarian di Gujarat, empat Ahmad tersebut – Sultan Ahmad Shah I, Shaikh Ahmad Khattu dari Sarkhez, Qazi Ahmad Jod dari Patan, dan sarjana Malik Ahmad datang bersama-sama pada 7 Zil Qa’da 813 (2-3 Maret 1411) untuk membangun sebuah kota yang telah bertahan melalui pasang surut sejarah 600 tahun lamanya.
Tapi sejarah Islam Gujarat tidak dimulai dengan pembentukan Ahmedabad. Bahkan, umat Islam sudah ada di Gujarat selama 600 tahun sebelum tentara Allauddin Khilji muncul di wilayah ini di tahun 1297. Sama seperti umat Islam yang tiba di Malabar di Kerala, segera setelah Islam mulai menyebar di Semenanjung Arab, Muslim mulai membuat kehadiran mereka terasa di wilayah pesisir Gujarat. Muslim pertama yang datang ke Gujarat tampaknya di tahun 15 Hijriah atau 635 Masehi ketika gubernur Bahrain mengirimkan ekspedisi ke Thana dan Bhaurch. Kontak dengan Muslim terus berlanjut selama beberapa abad dalam bentuk serangan, perdagangan, dan migrasi.
Setelah Sindh, kekuasaan Islam pertama yang didirikan di sub-benua India adalah di Gujarat. Kerajaan independen terbentuk di Sanjan, sebuah kota kecil di pantai. Tiga penguasanya, Fadl Ibn Mahan, Muhammad bin Fadl, dan Mahan bin Fadl bin Mahan memerintah berturut-turut dari 813 CE hingga 841 CE. Sanjan, yang disebut Sandan oleh orang Arab dalam catatan perjalanan penulis Arab dianggap sebagai pelabuhan penting dan kota industri.
Masjid Jami’ yang didirikan oleh dinasti Mahan terus berfungsi bahkan setelah dinasti berakhir. Penguasa Hindu lokal memperbolehkan penduduk Muslim hidup, berdagang, dan beribadah. Tapi Sanjan bukan satu-satunya kediaman Muslim. Historigrapher Abul Hasan Ali Masudi mencapai Cambay di 915 CE dan ia melihat sejumlah besar Muslim Arab menetap di Cambay, Chembur, Thana, Sopara, Sanjan, dan Bharuch. Dia menulis bahwa Muslim memiliki kehidupan yang terhormat di bawah raja-raja Hindu dan mereka telah membangun sejumlah Masjid untuk mendirikan shalat berjamaah.
Sejumlah Masjid ini bertahan, membuat Gujarat menjadi situs dari beberapa Masjid tertua India. Sanjan masih memiliki Masjid Jama yang berfungsi namun usianya tidak dapat dipastikan. Masjid tertua di Gujarat adalah Jama Masjid di Bharuch yang selesai pada tahun 1065. Struktur Islam yang kemungkinan tertua juga terletak di Bharuch, yaitu Madrasa Maulana Ishaq yang dibangun di 1038 CE. Kedua bangunan dibangun sebelum Muslim memerintah Bharuch.
Selain menarik pedagang dan migrasi, kekayaan Gujarat juga menjadi target yang menarik bagi Mahmood Ghaznavi yang menyerang kuil di Somnath di tahun 1024. Sekitar 150 tahun kemudian Shahabuddin Ghori juga menyerang Gujarat tetapi gagal dua kali dan baru pada tahun 1197 ketika jenderalnya Qutubuddin Aibak memiliki beberapa keberhasilan di Gujarat.
Kisah Gujarat modern tidak dimulai sampai terjadi pembentukan kedaulatan Kesultanan Gujarat oleh Muzaffar Shah I dengan menyatakan kemerdekaannya di 1407. Empat tahun kemudian cucunya Ahmad Shah I, pendiri Ahmedabad, menjadi Sultan dan mulai memberikan bentuk untuk daerah yang kita kenal sebagai Gujarat saat ini.
WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Amerika Serikat pada hari Senin (03/10/2016) tangguhkan negosiasi dengan Rusia pada upaya untuk menghidupkan kembali gencatan senjata di Suriah yang gagal dan mendirikan sebuah sel militer bersama untuk menargetkan jihadis.
“Ini bukan keputusan yang bisa dianggap enteng,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri John Kirby, menuduh Rusia dan sekutu Suriahnya meningkatkan serangan terhadap daerah sipil, lansir World Bulletin, Senin (03/10/2016).
Kirby mengatakan militer Rusia dan AS akan terus menggunakan saluran komunikasi yang dibentuk untuk memastikan pasukan mereka tidak saling menghambat jalan satu sama lain selama “operasi kontraterorisme di Suriah.”
Tapi Amerika Serikat memanggil petugas yang telah dikirim ke Jenewa untuk merencanakan serangan terkoordinasi dengan petugas Rusia dalam sebuah “Pusat Implementasi Gabungan (Joint Implementation Center).”
Dan diplomat AS akan menangguhkan diskusi dengan Rusia untuk menghidupkan kembali kesepakatan September 9 yang dicapai antara Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.
Di bawah protokol itu, gencatan senjata mulai berlaku pada tanggal 12 September tetapi runtuh dalam waktu seminggu di tengah saling tuduh dan gelombang pertempuran dalam perang saudara lima tahun di Suriah.
Washington menuduh Moskow gagal mengendalikan pasukan pemerintah rezim Bashar Assad dan bersekongkol melakukan serangan pada sasaran sipil.
Sebaliknya Moskow mengatakan Amerika Serikat gagal memisahkan kelompok oposisi moderat anti-Assad dari faksi-faksi jihad Al Qaeda.
“Sayangnya, Rusia gagal memenuhi komitmennya sendiri, termasuk kewajibannya di bawah hukum kemanusiaan internasional,” kata Kirby, dalam pernyataan itu.
Menurut juru bicara AS, Rusia “tidak mau atau tidak mampu memastikan kepatuhan rezim Suriah untuk pengaturan yang telah disetujui Moskow.
“Sebaliknya, Rusia dan rezim Suriah malah memilih untuk menggelar operasi militer, tidak konsisten dengan gencatan senjata, seperti yang ditunjukkan oleh serangan intensif mereka terhadap daerah sipil.”
Kirby menuduh Moskow dan Damaskus “menargetkan infrastruktur penting seperti rumah sakit, dan mencegah bantuan kemanusiaan mencapai warga sipil yang membutuhkan.”
Dan ia mengulangi tuduhan Washington bahwa Rusia dan rezim bertanggung jawab atas serangan 19 September yang mematikan pada konvoi bantuan PBB di Suriah utara, di luar Aleppo.
KASHMIR (Jurnalislam.com) – Tentara Pakistan dan India saling melepaskan tembakan di seberang perbatasan de facto Kashmir, militer Pakistan mengatakan, menyusul serangan semalam di sebuah kamp militer India di mana seorang tentara India tewas, Aljazeera melaporkan, Senin (03/10/2016).
Tidak ada korban yang dilaporkan dalam pertempuran terbaru pada hari Senin, yang terjadi lima hari setelah India mengatakan pasukannya telah menyeberangi perbatasan untuk melaksanakan “serangan bedah” di Garis Kontrol (the Line of Control-LoC) yang memisahkan wilayah sengketa – sebuah klaim yang dibantah Pakistan.
“Pasukan India sekali lagi menembak tanpa beralasan lewat tengah malam di Garis Kontrol di sektor Iftikharabad dan tentara Pakistan melepaskan tembakan balasan,” kata militer Pakistan dalam sebuah pernyataan, menambahkan aksi tembak menembak tersebut berakhir di pagi hari.
Pasukan Pakistan juga membalas tembakan tak beralasan India di sektor Nezapir dan Kailer.
Aksi tembak menembak terbaru tersebut terjadi setelah penyerang menembaki sebuah kamp militer di kota Baramulla di Kashmir India pada hari Ahad. Pejabat polisi senior lokal Imtiyaz Hussain Mir mengatakan kepada media bahwa sekitar dua dan empat penyerang terlibat dalam serangan tersebut.
Kepala polisi Kashmir India Danish Raja mengatakan hingga lima orang terluka di dua tempat lain di sepanjang LoC.
“Ada pelanggaran gencatan senjata di Sawjian dan Syahpur di sektor Poonch. Lima orang terluka … Penembakan telah berhenti.”
Lonjakan ketegangan antara dua rival bersenjata nuklir tersebut terjadi setelah protes mematikan yang berlangsung berminggu-minggu di Kashmir.
Lebih dari 80 warga sipil Muslim Kashmir telah tewas, sebagian besar dalam bentrokan dengan pasukan India saat melancarkan protes terhadap penjajahan India, dan merupakan kekerasan terburuk di kawasan itu sejak 2010.
Pada tanggal 18 September, sedikitnya 17 tentara India tewas dalam serangan di pangkalan militer Uri, yang India laporkan dilakukan oleh pejuang Islam yang didukung Pakistan.
SURIAH (Jurnalislam.com) – Perempuan Relawan Angkatan Darat di jajaran pasukan rezim Assad melaporkan sebuah skandal seks, dalam rekaman yang diposting oleh sekelompok relawan yang disebut “secret Panthers” dari Brigade 130 yang digunakan oleh Rusia dalam operasi mereka, ElDorar AlShamia melaporkan, Senin (03/10/2016).
Para relawan menekankan pada pengakuan mereka bahwa petugas Brigade 130 ini memilih beberapa relawan untuk dieksploitasi secara “seksual”, dan yang lainnya juga diperlakukan buruk, tidak diberikan makanan, minuman atau tempat tinggal, dan tidak ada pelatihan yang diberikan untuk relawan; ketika petugas Brigade ini berpura-pura sebagai ahli Rusia yang berkunjung ke kamp mereka, dan mengklaim bahwa mereka melatih relawan untuk bertempur.
“Kami menemukan bahwa pasukan Pertahanan Nasional lebih mendingan daripada pasukan Kementerian Pertahanan Suriah, mereka merekrut perempuan untuk fantasi seksual pribadi, dan mengabaikan yang lain.” salah satu relawan yang muncul dalam video tersebut mengatakan.
Dokumen yang bocor mengungkapkan pemerasan sebelumnya oleh personil Departemen Pertahanan terhadap perempuan yang kehilangan suami mereka selama bertugas bersama milisi pertahanan nasional dalam operasi rezim Suriah Assad.
ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Diberlakukannya undang-undang 9/11 AS yang melemahkan kekebalan berdaulat akan mempengaruhi semua negara, termasuk Amerika Serikat, Kabinet Saudi mengatakan Senin (03/10/2016), lansir Al Arabiya News Channel.
Hukum tersebut dikatakan berkontribusi terhadap melemahnya prinsip kekebalan berdaulat, yang selama ratusan tahun telah mengawal hubungan internasional, dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita SPA.
Hukum ini katanya, akan memiliki “dampak negatif” pada semua negara, termasuk Amerika Serikat.
Kabinet juga mengatakan Arab Saudi berharap Kongres AS akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menghindari konsekuensi berbahaya dari hukum itu.
Undang-Undang Keadilan melawan Sponsor Terorisme (The Justice Against Sponsors of Terrorism Act-Jasta) memungkinkan keluarga korban 9/11 untuk menuntut kerajaan atas kerusakan.
Kementerian luar negeri Saudi mengutuk bagian hukum pada hari Kamis, mengatakan “erosi” terhadap prinsip kekebalan berdaulat tersebut akan memiliki dampak negatif pada semua bangsa
SURIAH (Jurnalislam.com) – Jabhat Fath al Syam (JFS) Senin malam mengumumkan kematian salah satu pemimpin dalam serangan udara yang dilakukan oleh koalisi internasional pimpinan AS di pedesaan barat Idlib, ElDorar AlShamia melaporkan, Senin (03/10/2016).
“Abu Faraj almasri” yang bertugas sebagai anggota Dewan Syura Jabhat Fath al Syam gugur, syahid, dalam serangan udara yang dilakukan oleh koalisi internasional pimpinan AS, biro media JFS, mengatakan.
Ahmed Salama al-Mabruk yang dijuluki sebagai “Abu al-Faraj” dianggap sebagai salah satu pemimpin yang paling terkemuka dan legislator di Jabhat Fath al-Syam yang berasal dari Governorat Giza di Mesir, ia pergi ke Afghanistan pada tahun 1988 dan bertemu Syeikh Ayman al Zawahiri kemudian masuk dalam Al Qaeda dan dari sana ia ke Suriah.
IRAK (Jurnalislam.com) – Komandan militer Irak memberikan sentuhan akhir pada sebuah rencana untuk merebut kembali kota utara Mosul dari kelompok Islamic State (IS), seorang pejabat militer mengatakan, lansir World Bulletin, Senin (03/10/2016).
“Rencana untuk membebaskan Mosul telah disusun dan kami menempatkan sentuhan akhir,” Jenderal Yahya Rasool, juru bicara Komando Operasi Gabungan mengatakan pada hari Senin.
Dia mengatakan rencana itu akan disampaikan kepada Perdana Menteri Haidar al-Abadi untuk menentukan tanggal yang tepat untuk menyerang.
“Kementerian Pertahanan saat ini menyelesaikan pembangunan militer dekat Mosul,” kata Rasool.
Pada pertengahan 2014, IS merebut Mosul – kota terbesar kedua Irak – bersama dengan sejumlah luas wilayah di utara dan barat negara itu.
Beberapa bulan terakhir tentara Irak – yang didukung oleh koalisi 60 negara pimpinan AS – merebut kembali banyak wilayah.
Pasukan Irak dan gerilyawan Kurdi Peshmerga baru-baru ini merebut sejumlah daerah di pinggiran.
KABUL (Jurnalislam.com) – Mujahidin Imarah Islam (Taliban) di Afghanistan utara kembali berhasil menyerbu kota kunci Kunduz, setahun setelah mundur dari kota Kunduz setelah sempat menguasainya, Anadolu Agency melaporkan, Senin (03/10/2016).
Pada dini hari Senin, Taliban menyerbu kota Kunduz dari empat arah dan berhasil memasuki kota pada sorenya.
Kementerian Pertahanan Afghanistan belum mengkonfirmasi laporan dari penduduk setempat bahwa Taliban memasuki kota, dan tidak ada laporan resmi mengenai korban.
Ameerudin Wali, anggota dewan provinsi, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa Taliban telah menguasai alun-alun kota dan mengibarkan bendera putih mereka yang terkenal.
Sementara Al Emarah News kantor berita resmi Taliban mengatakan, para pejabat melaporkan bahwa mujahidin telah mencapai alun-alun kota utama setelah menduduki bagian lain kota, merebut puluhan pos pemeriksaan, kantor polisi dan pangkalan serta merebut peralatan militer, menewaskan dan melukai puluhan tentara bayaran dan memaksa sisanya melarikan diri, kemudian bergerak ke gedung gubernur, markas besar polisi dan penjara utama.
Ghulam Rabbani, anggota dewan provinsi lain, memperingatkan bahwa jika tidak ada armada bantuan baru militer Afghanistan yang tiba, ibukota provinsi benar-benar bisa jatuh ke Taliban.
Serangan itu terjadi saat Presiden Mohammad Ashraf Ghani pergi menghadiri konferensi Brussels membahas Afghanistan di ibukota Belgia. Misi Dukungan Tegas (Resolute Support Mission) yang dipimpin NATO di Afghanistan mengatakan pihaknya siap untuk menanggapi situasi yang berkembang.
Oktober lalu, serangan udara AS menewaskan 42 korban di rumah sakit milik Doctors Without Borders. Badan amal ini harus membatalkan acara memperingati serangan karena kekerasan saat ini.
Juru Bicara Pentagon Capt. Jeff Davis mengatakan pasukan AS memiliki “beberapa aset” di Kunduz, yang mencakup Pasukan Khusus dan dukungan udara.
“Situasi masih cair, kami terus mengawasi ketat dan bekerja dengan mitra Afghanistan kami,” kata Davis. “Mereka menanggapi peningkatan aktivitas Taliban di sejumlah daerah.”