Serangan Udara Turki Hantam 93 Target IS di Suriah

ANKARA (Jurnalislam.com) – Angkatan Bersenjata Turki menghantam 93 target kelompok Islamic State (IS) termasuk tempat penampungan dan pusat komando dan kontrol di Suriah pada hari Senin, menurut pernyataan yang dirilis Selasa, Anadolu Agency melaporkan, Selasa (22/11/2016).

Militer Turki menegaskan bahwa seorang pejuang Tentara Pembebasan Suriah (the Free Syrian Army-FSA) terluka dalam pertempuran pada hari Senin itu.

Tentara pasukan khusus FSA, yang didukung oleh Turki, terus meluncurkan serangan darat untuk mengendalikan wilayah timur dan barat kota Al-Bab.

Gerakan itu adalah bagian dari Operasi Perisai Efrat yang dimulai pada akhir Agustus untuk membersihkan wilayah perbatasan utara Suriah dari ekstremis PYD dukungan AS dan milisi IS. Selasa menandai operasi hari ke-91.

Lebih dari 215 daerah pemukiman, termasuk lebih dari 1.800 kilometer persegi (694 mil persegi), tanah di Suriah utara sejauh ini telah dibersihkan dari IS sebagai bagian dari Operasi Perisai Efrat.

Pernyataan militer pada hari Selasa tersebut juga mengatakan total 40 tambang dan 1.673 bahan peledak improvisasi telah dijinakkan sejak awal operasi

Tidak Adil, Sudah Tersangka Tapi Tak Ditahan

SERANG (Jurnalislam.com) – Tidak ditahannya Gubernur DKI non-aktif, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama dinilai Habib Rizieq sebagai bentuk ketidakadilan.

“Jangan mau dibohongi pakai status tersangka,” kata Habib dalam Tabligh Akbar dan Istighotsah ‘Bela Agama dan Negara’ di Alun-alun Kota Serang, Selasa (22/11/2016).

Ia mengatakan, dalam sejarah hukum penistaan agama di Indonesia, baru kasus Ahok yang tidak ditahan usai menjadi tersangka.

“Kita lihat kasus Lia Aminuddin, Musadek, Permadi dan pelaku penistaan agama dijerat dengan pasal 156a KUHP, kenapa kunyuk ini tidak ditahan? Adil tidak?,” sindir Habib.

Sebab itu, berangkat dari perlakuan ‘istimewa’ yang diberikan kepada Ahok. GNPF MUI bersama puluhan elemen dan ormas akan menggelar aksi super damai pada 2 Desember nanti.

“Siap berkumpul kembali? Siap membela agama Allah? Siap datang pada 2 Desember nanti? Takbir!” Serunya diiringi pekikan takbir peserta.

Reporter: Muhammad Fajar

Akibat Kalah Perang, Militer Suriah Buka Pendaftaran Pasukan Relawan Internasional Secara Terbuka

SURIAH (Jurnalislam.com) – Militer rezim Suriah mengumumkan akan membentuk komando kekuatan baru, menyerukan relawan Internasioanl yang tertarik untuk mendaftar, “melawan pasukan oposisi Suriah dan mujahidin Suriah,” Aljazeera melaporkan, Selasa (22/11/2016).

Pengumuman pada hari Selasa, yang menyebut kekuatan baru itu Korps Kelima (the Fifth Corps), tidak menentukan kemana kekuatan itu akan dikerahkan.

Setelah pertempuran berlangsung hampir enam tahun, angkatan bersenjata Suriah berbasis wajib militer telah mengalami banyak kekalahan hingga kewalahan dan semakin mengandalkan sekutu regionalnya yang telah meningkatkan baik dalam jumlah dan kemampuan tempur.

Iran pada hari Selasa mengumumkan kematian 1000 lebih pasukan mereka di Suriah sejak perang dimulai pada tahun 2011.

Tentara rezim Suriah mengatakan membentuk korps relawan untuk bertempur bersama tentara rezim Syiah Assad dan milisi sekutu dalam menghadapi kekuatan mujahidin Suriah dan oposisi Suriah.

Sebuah pernyataan militer mengatakan langkah itu diambil “dalam menanggapi perkembangan peristiwa yang pesat, untuk mendukung angkatan bersenjata Suriah yang sudah kelelahan, dan untuk memenuhi keinginan untuk mengakhiri aksi para pejuang di Suriah”.

Pasukan Penyerang Korps Sukarelawan Kelima (The Fifth Attack Troops Corps of Volunteers) akan terdiri dari rekrutan berusia di atas 18 tahun dari seluruh negara “yang belum memenuhi syarat untuk dinas militer atau desertir”, katanya.

Tidak segera ada kejelasan berapa banyak orang yang akan terlibat.

Terkait Aksi Bela Islam III, Ini Tausyiah Kebangsaan MUI

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Mencermati perkembangan kehidupan kemasyarakatan dan kebangsaan akhir-akhir ini, khususnya terkait adanya rencana Aksi Damai Bela Islam III, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan Tausyiah Kebangsaan.

Pernyataan yang ditandatangani oleh Ketua Umum MUI KH. Ma’ruf Amin dan Sekretaris Jenderal Dr. Anwar Abbas tersebut disampaikan saat konferensi pers di Gedung MUI Pusat, Jl. Proklamasi 51, Jakarta, Selasa (22/11/2016).

Berikut poin lengkap Tausyiah Kebangsaan Dewan Pimpinan MUI:

  1. MUI menghimbau masyakarat agar dalam ikhtiar memperjuangkan aspirasinya dilakukan melalui saluran demokrasi, seperti lobi, perundingan, musyawarah dengan para pihak pengambil kebijakan, baik eksekutif, termasuk aparat keamanan dan penegak hukum maupun legislatif serta bisa menyampaikan pernyataan pendapat melalui pers dan media komunikasi lainnya karena hal tersebut dinilai lebih efektif dan memberikan citra positif bagi pendidikan demokrasi di Indonesia.
  2. Apabila terpaksa hendak melakukan demonstrasi, MUI menghimbau agar dilakukan dengan sopan, tertib, damai, akhlaqul karimah, serta mematuhi peraturan yang berlaku.
  3. Terkait dengan rencana aksi pada 2 Desember 2016 yang antara lain akan dilajukan oleh GNPF MUI, maka MUI memandang perlu untuk menegaskan bahwa GNPF MUI bukanlah merupakan bagian dari Dewan Pimpinan MUI, dan tidak ada hubungan struktural formal apapun juga antara DP MUI dengan baik GNPF MUI.
  4. MUI meminta apabila terdapat kelompok masyarakat tetap melakukan aksi demo pada 2 Desember 2016 hal tersebut hendaknya dilakukan dengan tidak menggunakan atribut atau logo atau simbol-simbol MUI.
  5. MUI juga mengingatkan peserta unjuk rasa agar tetap fokus pada tema penegakan hukum kasus penistaan agama serta tidak menyimpang untuk tujuan lainnya yang tidak sesuai dengan semangat menjaga kebhinekaan dan keutuhan NKRI.
  6. MUI menghimbau kepada pihak kepolisian dan aparat keamanan lainnya, hendaknya dalam menghadapi para peserta unjuk rasa tetap mengedepankan pendekatan persuasif, dialogis, professional, dan proporsional menghindari penggunaan kekerasan.

Reporter: Yahya G Nasrullah (JITU Islamic News Agency)

 

GNPF-MUI: Jika Memang Ada Makar, Tangkap Saja!

JAKARTA (Juralislam.com) – Wakil Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Ust KH. Zaitun Rasmin menyatakan rencana aksi damai pada tanggal 2 Desember akan tetap berjalan.

“Insya Allah tetap (berjalan). Proses makin bagus ada konsolidasi, termasuk dengan para ulama semakin mantap. Kita rencana Insya Allah mulai dari pagi,” ungkapnya kepada JITU Islamic News Agency di gedung MUI, Jakarta, Selasa (22/11/2016) siang.

Ust. Zaitun juga menyatakan bahwa tuntutan yang akan disampaikan kepada Pemerintah sama halnya dengan yang sebelumnya, yaitu penahanan Ahok sebagai penista agama.

“Saya kira sama dengan 4 November, ditahan bagaimana kasus-kasus yang sama. Yurisprudensinya sudah jelas. Ada banyak kasus penistaan, semua ditahan,” tuturnya.

Mengenai tudingan makar yang menunggangi aksi 2 Desember nantinya, Ust. Zaitun meminta Polri untuk segera menangkap pihak yang ditengarai melakukan makar, dan memprosesnya sesuai undang-undang yang berlaku.

“Itu kan GNPF sudah terkenal demo damai, tuntutannya juga jelas, tidak ada neko-neko. GNPF jelas hanya ingin penegakan hukum. Kalau misalnya mengetahui ada makar, laporkan. Atau kalau aparat tahu, tangkap saja (pelaku) makar itu. Kalau GNPF kan jelas niatnya cuma satu untuk menuntut bagaimana supaya yang sudah tersangka segera ditahan sesuai undang-undang yang berlaku,” tegasnya.

Menjawab kekhawatiran hal-hal yang tidak diinginkan dalam demo itu nantinya, Ust. Zaitun menegaskan bahwa aksi mendatang akan dilakukan dengan super damai.

“Tanggal 4 November kan juga ada kekhawatiran tapi nyatanya lebih damai lagi. Super damai, Insya Allah,” pungkasnya.

Reporter : Ali Muhtadin (JITU Islamic News Agency)

Jika Jadi Demo, MUI Imbau Pendemo dan Aparat Hindari Tindak Kekerasan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Mencermati perkembangan kehidupan kemasyarakatan dan kebangsaan akhir-akhir ini, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) mengimbau kepada masyarakat agar tetap ikhtiar memperjuangkan aspirasinya melalui saluran demokrasi.

“Saluran (aspirasi melalui jalur) demokrasi seperti lobi, perundingan, musyawarah dengan para pihak pengambil kebijakan, baik eksekutif, termasuk aparat keamanan dan penegak hukum maupun legislatif,” sebut Wasekjen MUI KH. Salahuddin Al-Ayyubi di Kantor MUI Pusat saat konferensi pers Tausiyah Kebangsaan, Selasa (22/11/2016).

Hal tersebut, masih menurut Shalahudin dinilai lebih efektif dan memberikan citra positif bagi pendidikan demokrasi di Indonesia.

“Apabila terpaksa hendak melakukan demokrasi, MUI menghimbau agar dilakukan dengan sopan, tertib, damai, akhlaqul karimah, serta mematuhi peraturan yang berlaku,” imbuhnya.

Dilansir dari JITU Islamic News Agency, Salahuddin juga mengingatkan agar para pengunjuk rasa tetap fokus pada tema penegakan hukum kasus penistaan agama serta tidak menyimpang untuk tujuan lainnya yang tidak sesuai dengan semangat menjaga kebhinekaan dan keutuhan NKRI.

“MUI juga meminta pihak aparat kepolisian hendaknya menyikapi para penegunjuk rasa tetap mengedepankan pendekatan persuasif, dialogis, professional serta menghindari penggunaan kekerasan,” tutupnya.

Sementara itu terkait rencana aksi unjuk rasa pada 2 Desember 2016 yang antara lain, akan dilakukan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI), MUI menegaskan bahwa (GNPF MUI) bukanlah merupakan bagian dari DP MUI.

“MUI tidak ada hubungan struktural formal apapun juga antara DP MUI dengan GNPF MUI. MUI meminta apabila terdapat kelompok masyarakat tetap melakukan aksi demo pada 2 Desember hendkanya tidak menggunakan atribut MUI,” katanya.

Reporter: Zulfikar (JITU Islamic News Agency)

Pro-Kontra Shalat Jumat di Jalan Raya, MUI Segera Keluarkan Fatwa

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kapolri Jend. Tito Karnavian secara tegas melarang pelaksanaan demo yang akan diselenggarakan GNPF-MUI pada 2 Desember 2016 mendatang.

Selain dikhawatirkan akan mengganggu ketertiban umum, pelaksanaan shalat Jumat yang menjadi acara utama dalam aksi tersebut, juga memantik pro dan kontra.

Terkait hal itu, Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjend) MUI yang bertanggung jawab Komisi Fatwa, Sholahuddin Al-Ayubbi mengaku mendapat surat tembusan dari Polri.

“Suratnya hari ini kita langsung disposisi kepada Komisi Fatwa. Insya Allah dalam waktu dekat Komisi Fatwa akan menjawab,” tuturnya dalam saat Konferensi Pers di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta Pusat, Selasa (22/11/2016) siang.

Pantauan JITU Islamic News Agency, konferensi pers itu sendiri terkait pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang akan digelar Rabu, 23 November 2016 – Jum’at, 25 November 2016.

Reporter : Ali Muhtadin (JITU Islamic News Agency)

MUI Tegaskan Pihaknya Tak Bisa Larang Aksi Demo

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mencium adanya agenda makar dalam rencana demonstrasi lanjutan yang digelar pada 2 Desember. Terkait sinyalemen tersebut, Wasekjend MUI Dr. Zainut Tauhid, M.Si menyatakan bahwa pernyataan tersebut harus sesuai dengan undang-undang yang berlaku, lapor JITU Islamic News Agency.

“MUI belum memiliki info cukup terkait adanya gerakan makar pada rencana demo. Yang punya kewenangan (informasi) adanya makar itu dari pihak aparat keamanan. Dan itu (pernyataan makar) harus sesuai dengan peraturan perundang undangan,” ujarnya saat Konferensi Pers di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta Pusat, Selasa (22/11/2016) siang.

Sementara itu, terkait aksi demo yang akan dilaksanakan, KH. Anwar Abbas, selaku Sekretaris Jendral (Sekjend) MUI Pusat menyatakan MUI tidak memiliki wewenang untuk melarang demonstran.

“MUI tidak melakukan pelarangan (demo) karena MUI tidak punya kewenangan. Demo adalah hak konstitusi warga negara yang itu dilindungi UUD,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Anwar menjelaskan bahwa demo masih bisa dilaksanakan jika tidak ada titik temu dalam musyawarah. “Jika tidak ditemukan titik temu dalam musyawarah, maka dimungkinkan untuk demo tapi dengan catatan harus damai,” ujarnya dalam acara yang sama.

Sebagai catatan, hari ini MUI mengadakan konferensi pers terkait pelaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang akan digelar Rabu, 23 November 2016 – Jum’at, 25 November 2016.

Reporter : Ali Muhtadin (JITU Islamic News Agency)

Pejabat Teheran: Kini Lebih dari 1.000 Tentara Iran Tewas dalam Pertempuran di Suriah

TEHERAN (Jurnalislam.com) – Lebih dari 1.000 pasukan Iran telah tewas di Suriah sejak Teheran memulai intervensi di negara itu untuk mendukung rezim Assad lima tahun yang lalu, seorang pejabat Iran mengumumkan Selasa (22/11/2016), Anadolu Agency melaporkan.

“Jumlah korban sejauh ini bertambah melebihi 1.000,” Mohamed Ali Shahidi Mahallati, direktur Yayasan Iran untuk Urusan Martir dan Veteran, yang menyediakan dukungan keuangan untuk keluarga tentara Iran yang terbunuh, seperti dikutip oleh lembaga semi-resmi Iran Tasneem press agency. (baca juga: https://jurnalislam.com/wartawan-iran-banyaknya-pasukan-iran-yang-tewas-picu-teheran-untuk-negosiasi/ )

Jumlah pasukan yang terbunuh di Suriah dinyatakan oleh Mahallati tersebut merupakan peningkatan dari jumlah empat bulan yang lalu, ketika para pejabat Iran melaporkan 400. (baca juga: https://jurnalislam.com/pasukan-karbala-brigade-iran-ditarik-dari-suriah-setelah-kekalahan-telak-di-pertempuran-khan-tuman/ )

Syiah Iran adalah pendukung setia rezim Syiah Assad, yang telah berperang melawan kelompok-kelompok jihad dan oposisi bersenjata berat sejak unjuk rasa anti-rezim meletus di Suriah pada awal tahun 2011.

Selama lima tahun terakhir, tentara Iran, bersama dengan anggota pasukan Syiah Hizbullah Lebanon, telah berjuang bersama pasukan rezim Syiah Suriah.

Lagi, Puluhan Pasukan Rezim Assad Tewas di Empat Lokasi Pertempuran

SURIAH (Jurnalislam.com) – Puluhan pasukan rezim Assad dan milisi pendukung mereka tewas, saat mencoba masuk ke daerah Timur Ghouta, dalam operasi yang sedang berlangsung selama lebih dari lima bulan, Jaysh al Islam mengumumkan, lansir ElDorar AlShamia, Selasa (22/11/2016).

Pasukan rezim Syiah Nushairiyah Assad melancarkan serangan sengit di garis depan di Timur Ghouta dari empat sumbu, yaitu: Medaani, al-Bahariyah, al-Rihan dan jalan tol Internasional Damaskus-Homs (Damascus-Homs International Highway). Di saat yang sama pesawat-pesawat tempur mereka meluncurkan bom curah dalam serangan udara intensif di Douma dan kota Arbin serta daerah lain.

Mujahidin Jaysh al Islam mampu membunuh 15 pasukan al-Assad dalam sebuah serangan balik yang diluncurkan terhadap salah satu titik di al-Bahariyah yang sebelumnya dikuasai oleh pasukan rezim Assad. Dua tank juga hancur, satu titik lainnya di jalan tol internasional Damaskus-Homs.

Sekitar 20 pasukan rezim Assad tewas, Dua tank di garis depan al-Rayhan dan Medaani lainnya juga hancur setelah serangan sengit sebelumnya, Kantor Media Jaysh al Islam mengkonfirmasi.

Berdekatan dengan Damascus-Homs International Highway, wilayah al-Karm, pasukan Assad kehilangan 6 pasukan dalam usaha yang gagal untuk masuk ke daerah Ghouta, sedangkan Jaysh al Islam dalam serangan yang sama kehilangan seorang jihadis dan beberapa lainnya terluka.

Sebelumnya pasukan rezim Assad dan milisi pendukungnya membuat kemajuan beberapa hari yang lalu di garis depan “Medaani”, tapi Jaysh al Islam berhasil mendapatkan kembali semua titik beberapa hari kemudian sebelumnya, namun beberapa titik di garis depan al-Bahariyah masih di bawah kendali pasukan al-Assad.