Hadapi Serangan Assad di Wadi Barada, Komandan Revolusi Suriah Batalkan Gencatan Senjata

DAMASKUS (Jurnalislam.com) – Dua komandan faksi Revolusi Suriah yang menandatangani perjanjian gencatan senjata di Suriah menyatakan mengakhiri komitmen mereka untuk gencatan senjata karena pasukan rezim Nushairiyah Assad dan milisi Iran terus menyerang daerah Wadi Barada di Timur Ghouta, provinsi Rif Dimashq, ElDorar AlShamia melaporkan, Ahad (08/01/2017).

Komandan Jaysh al-Mujahidin, Abu Baker, mengatakan dalam tweet-nya: “Kami sepakat dengan gencatan senjata untuk melindungi orang-orang kami di Wadi Barada dan Ghouta, tetapi karena Anda (para pengkhianat Iran) melanggar perjanjian jadi tunggu saja apa yang akan menghancurkan Anda.”

Komandan Soqur al-Sham, Syeikh Abu Issa, menekankan bahwa desakan rezim Assad dan milisi Syiah dukungan Iran untuk menyerang Wadi Barada dan Timur Ghouta akan berhadapan dengan pasukan lini depan, seraya mengatakan, “bahwa gencatan senjata hanyalah sia-sia dan merupakan penghinaan.”

Faksi dari Timur Ghouta pada hari Ahad berhasil untuk mendapatkan kembali kontrol atas batalyon rudal di daerah “Hazerma” setelah pasukan Assad maju selama beberapa jam lalu dipukul mundur, sedangkan intervensi rezim Suriah dan milisi Syiah Hizbullah Lebanon pada Wadi Barada memasuki pekan ketiga meskipun terdapat gencatan senjata di Suriah.

4 Tentara Zionis Tewas dan 17 Lainnya Terluka Ditabrak Truk di Yerusalem

AL QUDS (Jurnalislam.com) – Sedikitnya lima orang, termasuk 4 serdadu Israel dan seorang warga Palestina yang diduga sebagai penyerang tewas setelah sebuah truk menabrak tentara di Yerusalem pada hari Ahad (08/01/2017), Anadolu Agency melaporkan.

Juru bicara polisi zionis Luba Samri mengatakan empat tentara Israel tewas diduga oleh penyerang di lingkungan Armon Hanatziv.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa seorang warga Palestina ditembak mati. Kantor berita Palestina Ma’an mengidentifikasi pria tersebut adalah penduduk Yerusalem berusia 28 tahun, Fadi Ahmad Hamdan al-Qunbar.

Militer Israel mengatakan tiga taruna dan seorang perwira tewas sementara 17 lainnya luka-luka. Situs Israel The Times melaporkan tentara berada di daerah tersebut sebagai bagian dari perjalanan rutin mereka ke situs sejarah dan budaya yang diselenggarakan oleh tentara.

Berbicara dari tempat kejadian, Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu membandingkannya dengan serangan serupa menggunakan kendaraan berat di Jerman dan Perancis.

Mantan Presiden Iran Tewas Terkena Serangan Jantung

TEHERAN (Jurnalislam.com) – Mantan Presiden Iran Akbar Hashemi Rafsanjani tutup usia, pada usia 82 tahun di sebuah rumah sakit di Teheran pada hari Ahad (08/01/2017), menurut media Iran, lansir Al Arabiya News Channel.

Rafsanjani, yang memimpin Dewan Kebijaksanaan Iran, dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami serangan jantung di sore hari, menurut kantor berita Fars.

Tasnim News Agency mengatakan langkah-langkah yang diambil oleh dokter untuk menghidupkan dia kembali tetap sia-sia.

Pemakaman akan berlangsung pada Selasa pagi, kantor berita Iran IRNA mengutip Humas Kantor Kebijaksanaan Dewan mengatakan.

Kantor Kebijaksanaan Dewan juga menyatakan masa berkabung selama tiga hari, IRNA menambahkan.

Rafsanjani adalah politisi berpengaruh yang lahir pada 25 Agustus 1934. Rafsanjani telah bergabung dengan gerakan Syiah Ayatollah Khomeini sebelum revolusi Iran tahun 1979 dan memainkan peran berpengaruh selama Perang Iran-Irak antara tahun 1980 dan 1988.

Dia adalah presiden keempat Republik Syiah Iran, yang menjabat antara tahun 1989 dan 1997. Dia memimpin Dewan Kebijaksanaan sejak tahun 1987.

Polisi Saudi Tembak Mati Perancang Serangan ke Masjid Nabawi

RIYADH (Jurnalislam.com) – Polisi Saudi menembak mati satu dari dua ekstremis Saudi dalam operasi pada Sabtu (7/1/2017). Korban diketahui bernama Yaslam al-Sayari yang dianggap terlibat dalam perencanaan serangan ke Masjid Nabawi tahun lalu.

Seperti dikutip Al Arabiya, Al Sayari disebut merancang sabuk peledak dan perangkat mematikan lain yang digunakan dalam serangan ke Masjid Nabawi pada Juli 2016.

Perangkat itu juga digunakan dalam serangan ke masjid yang kerap dipenuhi tentara Saudi di kota sebelah selatan, Abha, sebulan kemudian.

Polisi mengaku mendapat laporan intelijen tentang kehadiran pria dicari tersebut di Distrik Yasmen, utara Riyadh. Mereka menggunakan rumah di Riyadh untuk merancang bom.

“Mereka mencoba melarikan diri dan melakukan perlawanan ke petugas. Pelaku melepaskan tembakan yang melukai seorang petugas. Keduanya juga mengenakan sabuk peledak,” ujar juru bicara Kementerian Dalam Negeri Saudi Mayor Jenderal Mansour Al-Turki dalam keterangan pers, Sabtu malam.

Menurut pejabat lain, Sayari merupakan mahasiswa kelulusan Selandia Baru. Ia kemudian bergabung dengan ISIS di Suriah. Ia sempat melintas ke Turki, Sudan, Yaman sebelum balik lagi ke Saudi.

Sumber: Republika

Dalam Tabligh Akbar 7117, Habib Rizieq Didaulat sebagai Imam Besar Umat Islam Indonesia

PALEMBANG (Jurnalislam.com) – Gabungan ulama, pemimpin Pondok Pesantren (Ponpes) serta organisasi masyarakat (Ormas) Islam di Sumatera Selatan, sepakat mendaulat Habib Rizieq Syihab (HRS) sebagai Imam Besar Umat Islam Indonesia. Kehormatan itu diberikan dalam acara Tabligh Akbar 7117 dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW di Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang, Sumsel, Sabtu (7/1/2017) malam.

Deklarasi yang dibacakan oleh Ketua Forum Umat Islam (FUI), KH Umar Said itu didasarkan atas kebangkitan serta kesadaran umat Islam setelah aksi 212 (2 Desember). Deklarasi pun langsung disambut takbir.

Ribuan Umat Islam menghadiri Tabligh Akbar 7117 di Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Sabtu (7/1/2017). Foto: Sumeks

Dalam tausyiahnya, HRS mengingatkan kembali perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah di jalan Allah. Ia mengungkapkan, dalam perjalanan dakwahnya, Nabi Muhammad SAW dihadapkan pada upaya musuh-musuhnya untuk menangkap, mengusir hingga upaya pembunuhan.

Ia menyebut upaya-upaya tersebut dalam bahasa arab disebut makar, yaitu bentuk tipu muslihat atau memperdaya untuk menghentikan dakwah Nabi Muhammad. Oleh sebab itu, ia mengingatkan para ulama dan umat Islam yang meneruskan ajaran Al Quran serta Nabi Muhammad untuk tidak takut difitnah atau dicaci maki.

“Karena itu resiko dalam berdakwah,” cetusnya sembari duduk sebab kondisi kesehatannya yang kurang baik.

Sementara itu, Wakil Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, KH Zaitun Rasmin, mengungkapkan karunia yang didapat dari aksi bela Islam. Karunia dimaksud adalah bersatunya umat Islam sebagai generasi yang memperjuangkan surat Al Maidah. “Lalu, spirit luar biasa ditunjukan jutaan umat tersebut,” katanya.

Meski acara diguyur hujan, namun ribuan umat Islam yang memadati area BKB tetap antusias menghadiri Tabligh Akbar. Sebagian dari mereka bahkan harus rela menyaksikan acara dari perahu-perahu di atas sungai Musi.

Sumber: Sumatera Ekspress

Petisi Bubarkan FPI Sepi Peminat

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Petisi Bubarkan Front Pembela Islam (FPI) yang dibuat oleh tiga kelompok masa, diantaranya Solidaritas Merah Putih, Aksi Barisan Relawan Basuki Djarot, dan Dukung Ahok Club di Arena CFD Jalan Thamrin, sepi peminat, demikian dilapor vivanews.

Dikutip dari vivanews, aksi dimulai sejak pukul 07.00 WIB pagi ini, hingga menjelang siang ternyata belum banyak diminati. Hanya hadir puluhan partisipan, atau 50 persen dari list yang terdaftar.

“Ini secara list sebenarnya yang sudah terdaftar ada 50 orang, Ini spontanitas aja. Karena kemungkinan terjebak macet, atau karena tertutup jalurnya di Car Free Day, tapi beberapa teman masih on the way. Saat ini yang hadir sekitar 25 orang-an, kurang lebih ya,” kata Emy, humas aksi, dari Solmet, di kawasan patung kuda, Silang Monas, Jakarta Pusat, Ahad (8/1/2017).

Aksi ini dimulai dengan jalan santai, penyebaran brosur untuk informasi dan dilakukan penandatangan petisi di spanduk sepanjang 1×4 meter. Aksi tersebut diamankan lebih dari sekitar 40 orang personel kepolisian dari Polda Metro Jaya.

“Brosur itu bukan apa-apa, hanya untuk kilas balik pejuang-pejuang pahlawan nasional, perkembangan tentang Jakarta dan juga Indonesia. Kita mengumpulkan petisi satukan suara NKRI (Negara Kesaturan Republik Indonesia), kita ingin FPI dibubarkan,” kata dia.

Ia mengungkap alasan aksi penolakan terhadap FPI tersebut dilakukan. FPI diklaim telah melakukan tindakan premanisme dan disebut melakukan penganiayaan kepada rekannya pendukung Ahok-Djarot.

“Alasannya FPI itu biang keributan, mereka selalu premanisme, dan mereka tidak jelas apa unsurnya. Mereka mengatasnamakan agama dengan meneriakkan takbir tapi mereka melakukan keributan,” kata dia.

Sumber: vivanews

Pendukung Ahok Warnai Deklarasi Anti-Hoax dengan Petisi Bubarkan FPI

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sekelompok masa yang menamakan dirinya Solidaritas Merah Putih dan sejumlah aktivis pendukung Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, membuat petisi Bubarkan Front Pembela Islam (FPI) di arena CFD kawasan silang monas.

Sebagaimana dilansir vivanews, aksi tersebut berjumlah sekitar 20 hingga 30 orang dari total terdaftar sebanyak 75 orang, dengan menggunakan seragam merah dan ada yang menggunakan baju kotak-kotak khas pendukung Ahok. Mereka melakukan aksi mengitari jalan Thamrin dengan menyanyikan lagu kebangsaan.

Berdasarkan undangan yang disebarkan ke media, acara tersebut akan dilangsungkan pukul 06.00 WIB. Namun, aksi itu baru dimulai pada pukul 07.00 WIB. Aksi itu pun diamankan oleh sekitar 40 orang personel dari Polda Metro Jaya.

“Ayo kita bubarkan FPI, kita semua tolak FPI, setuju? Yang tidak setuju dengan FPI mari berkumpul di sini, ayo tanda tangan petisi,” kata Emy, orator Solidaritas Merah Putih (Solmet), di Sekitaran Patung Kuda, Silang Monas, Jakarta Pusat, Ahad (8/1/2017).

Tak jauh dari lokasi itu, sekelompok massa dari Komunitas Masyarakat Indonesia Anti Hoax berkumpul di arena CFD, Jl MH Thamrin untuk Deklarasi Masyarakat Jakarta Anti-Hoax. Turut hadir Menkominfo Rudiantara dan memberi sambutan singkat tentang cara memberantas hoax. Menurutnya, memblokir situs bukan merupakan satu-satunya jalan untuk membasmi hoax

deklarsi anti-hoax. foto: Detik

“Kita tidak boleh berasumsi akan ada yang diblokir, kita harus berpikiran baik. Pasti ada yang tidak benar, tapi kita tidak perlu langsung ke sana. Nomor satu, blokir itu bukan satu-satunya jalan,” kata Rudiantara di atas panggung, Ahad (8/1/2017), dilansir detikcom.

Sebagaimana diketahui, sejumlah situs media berkonten Islam pada 31 Desember lalu diblokir secara sepihak oleh Kemkominfo dengan alasan menyebarkan hoax. Sejumlah portal berita Islam berbadan hukum pun tak luput dari pemblokiran.

Ini Langkah-langkah Besar Koperasi Syariah 212

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Suatu yang patut kita syukuri bahwa aksi damai 2 Desember 2016 atau yang lebih dikenal dengan sebutan aksi damai 212, yang dihadiri oleh jutaan masyarakat dari berbagai daerah dan golongan, telah menjadi tonggak sejarah baru bangsa Indonesia.

Fenomena 212 merupakan perwujudan dan Semangat persatuan, rasa keadilan, ukhuwah Islamiyah dan kecintaan kepada nusa dan bangsa Indonesia. Suatu yang di luar dugaan ternyata di balik aksi damai 212 terdapat energi kebangkitan ekonomi umat yang luar biasa besarnya. Hal ini tercermin dengan sangat banyaknya inisiatif pendirian badan usaha, minimarket dan waralaba dan serba serbi usaha yang berlabel 212. Secara cepat dan dahsyat ternyata menjadi trade mark yang sangat menarik untuk diperebutkan.

Dalam rangka optimalisasi potensi ekonomi umat sekaligus sinkronisasi dan penertiban, GNPF MUI merasa perlu mengambil beberapa langkah, dan inilah langkah-langkah besar tersebut yang diterima redaksi dari GNPF pusat:

  1. Melakukan registrasi hak paten dan merek dagang 212, sehingga segala sesutau yang berkaitan dengan penggunaan merek 212 wajib mendapat persetujuan dan izin tertulis dari GNPF MUI.
  2. Melakukan musyawarah dan focus grup discussion (FGD) yang melibatkan berbagai pakar ekonomi dan keuangan. FGD dilaksanakan pada 21 Desember 2016 lalu dan kemudian melahirkan terbentuknya Dewan Ekonomi Syariah (DES) 212 yang dipimpinan Dr Muhammad Syafi’I Antonio.
  3. Diantara rekomendasi DES 212 adalah perlunya mendirikan wadah bisnis yang dapat menampung aspirasi dan kontribusi jutaan masyarakat melalui koperasi serba usaha syariah.
  4. Koperasi ini diharapkan akan menjadi investment holding yang akan menanungi segenap usaha produktif pilihan, baik di bidang jasa keuangan, ritel dan waralaba, distribution centre, pabrik makanan halal skala nasional, property dan usaha-usaha produktif lainnya.
  5. Unit usaha di bawah invesment holding pada gilirannya wajib untuk bekerjasama dengan usaha-usaha umat lain dalam bentuk kemitraan yang saling menguntungkan dan menjunjung tinggi ukhuwah Islamiyah dan profesionalisme.
  6. Usaha produktif di bawah payung Investment Holding 212 wajib merangkul usaha-usaha umat yang selama ini termarginalkan seperti warung-warung, sebagian pasar tradisional dan usahawan kecil mikro.
  7. Menyerukan sepada segenap pihak yang telah melakukan inisiasi usaha atas nama 212 untuk melakukan langkah-langkah antara lain:
  • Mengembalikan dana masyarakat jika ada yang terlanjur telah dikumpulkan
  • Menghentikan segala kegiatan usaha jika masih tetap mengatasnamakan 212 tanpa ijin tertulis dari GNPF dan tanpa kerjasama resmi dengan Koperasi Syariah 212
  • Koordinasi dengan Koperasi Syariah 212

8. Menginformasikan kepada masyarakat jika pernah memberikan dana kepada pihak-pihak tertentu yang mengatasnamakan 212 atau GNPF agar meminta kembali dananya. Jika pihak pengumpul dana tidak dapat memberikan dana yang telah diberikan harap segera melaporkan kepada pihak yang berwenang, karena GNPF sama sekali tidak bertanggungjawab dan tidak pernah merestui pengumpulan dana tersebut

Sumber: Muslimdaily.net

Erdogan: Meski Tidak Dibantu Koalisi Internasional, Turki Tetap Lakukan Operasi Militer di Suriah

Sanliurfa (Jurnalislam.com) – Turki akan tetap teguh dalam perlawanannya menghapus semua bentuk ektremisme di Manbij dan al-Bab, Suriah, Presiden Recep Tayyip Erdogan, Jumat (06/01/2017), lansir Anadolu Agency.

Berbicara dalam upacara pelantikan di provinsi tenggara Sanliurfa, Erdogan mengatakan bahwa operasi Turki yang sedang berlangsung untuk mengambil kendali kota-kota Al-Bab dan Manbij di Suriah utara dari organisasi teror terus berlanjut.

Mengkritik pasukan koalisi yang dipimpin AS, Presiden Turki mengatakan telah ditinggalkan mereka dalam memerangi kelompok Islamic State (IS) sendiri di wilayah tersebut, tanpa bantuan dari sekutu-sekutunya.

“Mereka melihat Turki telah berhasil dan kemudian mereka mengubah rencana mereka. Kami tidak akan berhenti sampai membersihkan Manbij, al-Bab dan daerah lainnya dari teror,” kata Erdogan.

Dia mengatakan bahwa Turki akan melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk “memastikan bahwa saudara-saudara Muslim kita di Irak dan Suriah hidup damai. Jika kita tidak memiliki dukungan [militer], kami akan terus berjuang dengan cara kami sendiri,” tambahnya.

Terletak 30 kilometer dari perbatasan Turki, Al-Bab (pintu dalam bahasa Arab) digunakan sebagai rumah bagi sekitar 64.000 orang – terutama Sunni Arab – sebelum letusan perang global Suriah pada tahun 2011.

Kota ini terkenal sebagai salah satu pusat perdagangan aktif di Suriah dan memiliki lokasi khusus karena terletak pada banyak jalan yang menghubungkan kota-kota Latakia, Aleppo, Raqqa, al-Hasakah dan Irak Mosul.

Militer Turki telah mendukung pejuang oposisi Tentara Pembebasan Suriah (the Free Syrian Army-FSA) untuk membebaskan Al-Bab dari IS, sebuah kota yang strategis bagi kelompok itu. Sabtu adalah hari ke-123 sejak kota itu dikepung untuk dibebaskan.

Operasi ini bagian dari Operasi Perisai Efrat (Euphrates Shield) yang dipimpin Turki, yang dimulai pada akhir Agustus dengan tujuan meningkatkan keamanan, mendukung pasukan koalisi, dan menghilangkan ancaman teror di sepanjang perbatasan Turki.

Sekitar 840 kilometer persegi antara kota-kota Azaz dan Jarabulus di Suriah telah dibersihkan dari gerilyawan IS sejak operasi itu diluncurkan pada bulan Agustus.

Pembersihan kota dari kelompok akan menahan militan IS dalam jarak 30-35 kilometer dari perbatasan Turki dan akan membantu menciptakan daerah aman bagi para pengungsi Suriah.

Operasi ini juga dimaksudkan untuk menjaga kota dari pasukan rezim Nushairiyah Assad dan teroris komunis PKK / PYD, yang berusaha menciptakan sebuah “negara” di Suriah utara.

Kegagalan PKK / PYD merebut kota Al-Bab menyebabkan mereka tidak akan dapat menghubungkan kota Manbij di tepi barat Sungai Efrat dengan kota Afrin di dekat perbatasan Turki.

Pada 13 November, pasukan FSA yang didukung Turki telah merebut posisi dua kilometer dari Al-Bab.

Dan pada 9 Desember, FSA mulai maju di pusat kota, tapi mereka bertemu dengan perlawanan sengit saat pasukan IS menggunakan bom mobil dan jebakan untuk menghalangi kemajuan FSA ke kota.

PBB Kirim Utusan Khusus Selidiki Kekerasan Militer Myanmar di Rohingya

MYANMAR (Jurnalislam.com) – PBB pada hari Jumat (06/01/2017) mengatakan utusan hak asasi manusia untuk Myanmar akan menyelidiki meningkatnya kekerasan di negara itu, termasuk tindakan keras militer terhadap Muslim Rohingya, ketika ia berkunjung pekan depan, lansir World Bulletin.

Perjalanan 12-hari pelapor khusus PBB Yanghee Lee, yang dimulai hari Senin, juga akan membawanya ke negara bagian Kachin, di mana ribuan orang mengungsi akibat pertempuran antara oposisi etnis dan tentara Myanmar.

Semakin intensifnya bentrokan antara militer Myanmar dan etnis minoritas Muslim Rohingya telah melemahkan sumpah Aung San Suu Kyi untuk membawa perdamaian di Myanmar setelah partainya memenangkan kursi pemerintah Maret lalu.

Pemenang hadiah Nobel itu juga menghadapi kecaman internasional yang kuat karena gagal mengendalikan tindakan brutal militer Myanmar selama berbulan-bulan di desa Rohingya di utara negara bagian Rakhine.

Lee mengecam tindakan keras tersebut “tidak dapat diterima” dan menyerukan penyelidikan laporan bahwa tentara telah memperkosa, membunuh dan menyiksa warga sipil minoritas Muslim secara massal.

“Beberapa bulan terakhir telah menunjukkan bahwa masyarakat internasional harus tetap waspada dalam memantau situasi hak asasi manusia di sana,” kata Lee dalam sebuah pernyataan, Jumat.