Siapakah Temanmu….?

Oleh: Hamzah Baya S.Pd.I

(Ketua Mimbar Syari’ah Indonesia)

Banyak orang yang terjerumus ke dalam lubang kemakisatan dan kesesatan karena pengaruh teman bergaul yang jelek. Namun juga tidak sedikit orang yang mendapatkan hidayah dan banyak kebaikan disebabkan bergaul dengan teman-teman yang shalih. sungguh merupakan nikmat Allah yang paling besar bagi seorang hamba yang beriman yaitu Allah memberinya taufik berupa teman yang baik. Sebaliknya, hukuman bagi seorang hamba adalah Allah mengujinya dengan teman yang buruk.

Rasulullah Shallahu alaihi wasallam bersabda:

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Hadits ini menunjukkan keutamaan bergaul dengan teman shalih dan orang baik yang memiliki akhlak mulia, sikap wara’, ilmu, dan adab. Sekaligus juga terdapat larangan bergaul dengan orang yang buruk, ahli maksiat, dan orang-orang yang mempunyai sikap tercela lainnya.

Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah mengatakan : “Hadits di ini menunjukkan larangan berteman dengan orang-orang yang dapat merusak agama maupun dunia kita. Hadits ini juga mendorong seseorang agar bergaul dengan orang-orang yang dapat memberikan manfaat dalam agama dan dunia.”( Fathul Bari 4/324)

Sementara memilih teman yang jelek akan menyebakan rusak agama seseorang. Jangan sampai kita menyesal pada hari kiamat nanti karena pengaruh teman yang jelek sehingga tergelincir dari jalan kebenaran dan terjerumus dalam kemaksiatan. Renungkanlah firman Allah berikut :

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً خَلِيلاً لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولاً

“ Dan ingatlah ketika orang-orang zalim menggigit kedua tanganya seraya berkata : “Aduhai kiranya aku dulu mengambil jalan bersama Rasul. Kecelakaan besar bagiku. Kiranya dulu aku tidak mengambil fulan sebagai teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur’an sesudah Al Qur’an itu datang kepadaku. Dan setan itu tidak mau menolong manusia” (Q.S Al Furqan:27-29)

Mari kita renungkan nasehat Ali Zaenal Abidin bin husain bin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhum ajma’in kepada anaknya Muhammad agar tidak memilih teman yang menjrumuskan kedalam kerusakan dunia dan akhirat.

Beliau berkata Wahai putraku janganlah engkau berteman dengan 5 orang, baik sedang safar melakukan perjalanan atau yang terkait semua pekerjaan:

1.Janganlah berteman dengan orang fasik, karena sesungguhnya dia akan menjualmu dengan sesuap makanan atau lebih sedikit lagi dari hal itu yang ia belum memperolehnya

2.Janganlah berteman dengan orang bakhil ( pelit ) karena sesungguhnya dia akan mentelantarkanmu di dalam apa yang dia miliki, sedangkan engkau sangat membutuhkannya.

3.Janganlah kamu berteman dengan seorang pembohong, karena sesungguhnya dia adalah seperti fatamorgana, ia membuat sesuatu yang jauh nampak dekat dihadapanmu dan membuat sesuatu yang dekat nampak jauh dari dirimu.

4.Janganlah kamu berteman orang yang tolol, karena sesungguhnya ia ingin menguntungkan dirimu ( tapi karena ketololannya ) maka ia malah menyengsarakan dirimu.

5.Janganlah kamu berteman dengan orang yang suka memutuskan tali persaudaraan, karena dia adalah orang yang mendapat laknat Allah, sebagaimana firmanNya :

“Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah swt, maka Allah swt menulikan telinga mereka dan membutakan penglihatan mereka.” (Q.S Muhammad :22-23 )

(sumber: kitab hilyatul auliya’)

Semoga Allah menjauhkan kita dari teman yang akan menjerumuskan dalam kehancuran di dunia dan akhirat, dan Allah pertemukan kita dengan teman dan sahabat yang soleh yang akan memberikan syafaat kelak di akhirat, Imam Hasan al-Bashri rahimahullah berkata:

استكثروا من الأصدقاء المؤمنين فإن لهم شفاعة يوم القيامة

”Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman. Karena mereka memiliki syafaat pada hari klamat.”

Dan harapan kita kepada Allah dalam pertemanan ini seperti Imam Ibnul Jauzi yang berpesan kepada teman-temannya:

إن لم تجدوني في الجنة بينكم فاسألوا عني وقولوا : يا ربنا عبدك فلان كان يذكرنا بك

”Jika kalian tidak menemukan aku di surga, maka tanyakanlah tentang aku kepada Allah. Ucapkan: ’Wahai Tuhan kami, hambaMu fulan, dulu dia pernah mengingatkan kami untuk mengingat Engkau.” Kemudian beliau menangis.

Waallahua’lam bisshowab

ACT & MRI Babel Bagikan Takjil Gratis kepada Pengguna Jalan

PANGKALPINANG (Jurnalislam.com) – Relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) membagikan takjil gratis untuk pengguna jalan yang melintas di depan markas ACR kelurahan Pintu Air, Rangkui, Pangkalpinang, Sabtu (3/6/2017).

Koodinator aksi, Riki mengatakan, kegiatan tersebut sebagai salah satu bentuk kepedulian mereka kepada masyarakat yang melaksanakan ibadah shaum Ramadhan. Riki menambahkan ada 100 paket lebih takjil berisi bubur ayam dan lainnya itu dibagikan kepada pengguna jalan.

Ada 100 lebih takjil yang kita bagikan, dan dana kegiatan ini kita peroleh dari patungan sesama relawan yang tergabung di ACT & MRI Babel,”ungkapnya.

Dari pantauan awak media di lokasi terlihat antusiasme para pengguna jalan saat dibagikan takjil tersebut, dan setelah bagi-bagi takjil dilanjutkan dengan buka puasa bersama di Warung Ramadhan milik ACT & MRI Babel.

Kontributor: Revan, Pangkalpinang

API Jabar Ready to Protect, Habib Rizieq’s Case Be Finalized

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Chairman of the Alliance of Islamic Movement (API) of West Java, Asep Syaripudin asserted, that he will protect Habib Rizieq case .

“We will protect, if tomorrow and the day after tomorrow action is taken,” he told reporters in front of Gedung Sate, Bandung, Friday (2/6/2017).

He considered the case is not to be a legal matter. Because in the ITE Act that should have been investigated is the makers and spreaders of gossip.

“It’s not a legal matter, if it’s legal, it’s the first one that spreads gossip and that was not Habib Rizieq, someone who does not Habib Rizieq. Habib Rizieq does not know Habib Rizieq’s suspect period, “he said.

According to him, cases of alleged pornography that ensnare the High Priest of the Islamic Defenders Front (FPI) was imposed. Because the authorities did not conduct legal process based on the rules of law applicable in this country.

“The process of making the suspect is very wrong and so the witness was not right. For not knowing. Here we see the police here to criminalize, “he said.

Reporter: Agus Dwi Cahyanto

Translator: Taznim

Freedom for Ranu Muda and LUIS is a Sign of Allah Intervention

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)Anshorusy Syariah (JAS) Jamaah spokesman, Ustadz Abdul Rochim Ba’asyir is grateful for the freedom gained by LUIS leaders and journalists of panjimas.com Ranu Muda. According to him, this is a form of help from Allah, as written in th words of the of Ali Imran verse 160.

“Thank God we are grateful fo there freedom. If you are helped by God then nothing can overcome you.Since the beginning, ‘with’ the arrest of friends being thrown into prison, a feeling thick with political agenda, Until without suprise even lawyers are not actually able to ensure freedom, “he told Journalislam.com at Baitussalam Mosque, Cemani, Wednesday (31/05/2017).

The man who is hailed by this ustadz Iim said that the courage of judges to make disions according to the law is a triumphal form of Allahs will, and this proves that they are innocent and do not do damage to the Social Kitchen.

“Although help came from the courage of judges with this verdict, in accordance to the procedure process, then this is what we consider to be a victory from God,” he said.

Ustadz Iim added, the month of Ramadan always brings blessings for the Muslims, especially for people who believe that are being tyrannized.

“Ramadan always brings victory to the Muslims. Today we see it, and we are very happy with this news, “he concluded.

As reported earlier, the panel of Justice of the District Court (PN) of Semarang, sentenced the LUIS and Journalists Ranu Muda to freedom and not guilty of vandalizing Social Kitchen cafes.

Reporter: Arie Ristyan

Translator: Taznim

Gelar Shalat Jumat di Jalan, Ektremis Budha Pidanakan Muslim Myanmar

MYANMAR (Jurnalislam.com) – Pemerintah Myanmar pada hari Jumat (2/6/2017) pidanakan tiga orang Muslim karena menyelenggarakan shalat Jumat di jalan, setelah sekolah tempat mereka biasa sholat ditutup oleh sekelompok nasionalis, lansir World Bulletin.

Dua sekolah Islam di dekatnya ditutup pada akhir April setelah kaum ektremis Budha ultra-nasionalis mengeluh bahwa umat Islam setempat secara tidak sah menggunakan sekolah tersebut untuk melakukan sholat.

Pihak berwenang mengatakan penutupan tersebut bersifat sementara, namun tidak diberi batas waktu kapan bisa dibuka kembali.

“Kami merasa menyesal. Bulan ini penting bagi kami,” pemimpin Muslim setempat Zaw Min Latt mengatakan kepada AFP, mengacu pada bulan suci Ramadhan yang dimulai pekan lalu.

“Kami menggunakan sekolah tersebut selama beberapa dasawarsa. Pembatasan ini dilakukan setelah lebih dari 60 tahun.”

Pemerintah setempat mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa sesi sholat tersebut mengancam “stabilitas dan supremasi hukum” di lingkungan Muslim terutama di timur ibukota komersial Myanmar.

Seorang polisi yang meminta untuk tidak diberi nama mengkonfirmasi tuduhan tersebut.

Dua petugas mencoba menghentikan wartawan AFP untuk mengambil gambar saat mereka mengunjungi salah satu sekolah pada hari Jumat.

“Ini adalah masjid kami sekaligus juga sekolah kami. Kami tidak tahu kapan akan dibuka kembali,” Khin Soe, seorang penduduk setempat berusia 50-an, mengatakan saat dia berangkat untuk sholat di bagian lain kota.

Kasus tersebut muncul saat pemerintah Myanmar berusaha untuk memberhentikan pidato kebencian setelah tindakan anti-Muslim oleh kelompok garis keras melonjak di negara mayoritas Buddhis tersebut.

Ketegangan religius melonjak sejak sekelompok Muslim Rohingya menyerang pos polisi di Negara Bagian Rakhine pada bulan Oktober, hingga memicu tindakan keras militer penuh darah yang dikecam luas secara internasional.

Pekan lalu, otoritas Buddhis tertinggi Myanmar secara resmi melarang Ma Ba Tha, sebuah gerakan ultra-nasionalis yang berafiliasi dengan bikshu Wirathu. Ma Ba Tha hanya menanggapi larangan tersebut dengan mengganti namanya.

Langkah tersebut dilakukan setelah kelompok ektremis Budha nasionalis bulan ini bentrok dengan umat Islam di lingkungan Muslim lainnya di Yangon, setelah mendorong polisi untuk menyerang sebuah rumah di sana untuk mencari tempat persembunyian Muslim Rohingya yang ilegal.

Badan Bantuan Turki Kirim Paket Sembako ke Muslim Rohingya

TURKI (Jurnalislam.com) – Sebuah kelompok bantuan Turki membagikan 2.300 paket sembako kepada Muslim Rohingya yang terkena badai topan tropis di Bangladesh, kata kelompok tersebut pada hari Kamis, lansir Anadolu Agency Jumat (2/6/2017).

Paket makanan, termasuk beras, minyak, kacang chickpea yang penuh nutrisi, tepung terigu, garam dan gula, didistribusikan ke 1.300 keluarga yang dilanda badai Topan Mora pada hari Selasa, kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Yayasan Bantuan Kemanusiaan (IHH).

Munevver Huseyin, koordinator yayasan Asia Timur, mengatakan bahwa tujuh orang kehilangan nyawa mereka dalam badai tropis tersebut dan lebih dari 50 lainnya terluka.

“Sebagian besar rumah telah runtuh dan atap rumah mereka hilang tersapu badai. Di kamp Kutupalong dan Balukhali, 10.000 rumah telah hancur, membuat 400.000 orang terkena dampak,” kata Huseyin.

Sebuah undang-undang yang disahkan di Myanmar pada tahun 1982 menolak kewarganegaraan Rohingya sehingga mereka tidak memiliki kewarganegaraan, kebebasan bergerak, akses terhadap pendidikan dan layanan sosial lain, dan menderita penyitaan sewenang-wenang atas harta mereka. Padahal banyak di antara warga Rohingya yang telah tinggal di Myanmar selama beberapa generasi.

Mereka telah berbondong-bondong melarikan diri dari Myanmar sejak pertengahan 2012, setelah terjadi kekerasan komunal di provinsi Rakhine yang dilakukan Buddha Rakhine pada Muslim Rohingya.

Selama bertahun-tahun, anggota minoritas muslim Rohingya telah melarikan diri ke negara-negara yang berbatasan, termasuk Bangladesh.

Yayasan Bantuan Kemanusiaan Turki, salah satu kelompok bantuan utama negara tersebut, mengirim bantuan kemanusiaan kepada orang-orang yang menderita di seluruh dunia, termasuk Suriah yang terdampak akibat perang, Somalia yang dilanda kekeringan, dan daerah-daerah yang dilanda konflik di Myanmar.

250.000 Warga Palestina Shalat Jumat Bulan Ramadan Pertama di al Aqsha

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Ratusan Ribu warga Palestina dari Tepi Barat yang diduduki, Jalur Gaza yang diblokade dan komunitas Arab di dalam Israel berkumpul di kompleks Masjid Al Aqsha di Yerusalem Timur untuk melakukan sholat Jum’at pertama (2/6/2017) di bulan puasa Ramadhan.

Pria di atas usia 40 tahun, anak-anak di bawah usia 12 tahun dan wanita dari segala usia diizinkan oleh pihak penjajah zionis untuk memasuki Yerusalem Timur dalam kesempatan tersebut tanpa perlu mengurus perizinan.

Sejak Jumat pagi, pihak berwenang Israel telah meningkatkan keamanan di sekitar lokasi flashpoint, mengerahkan ribuan tentara di gang-gang sekitar dan mendirikan penghalang jalan di pintu masuk Kota Tua Yerusalem.

“Karena semua pembatasan keamanan, saya butuh waktu empat jam untuk mencapai Yerusalem dari kota Nablus (di Tepi Barat),” kata Salem Abdulhadi, 52 tahun, kepada Anadolu Agency.

“Saya sudah biasa melaksanakan sholat Jum’at di Al-Aqsha untuk Ramadhan meski ada peningkatan keamanan,” katanya.

Sheikh Azzam al-Khatib, direktur jenderal wakaf dan urusan Al-Aqsa, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa sekitar 250.000 jamaah telah muncul di Al-Aqsa untuk melakukan shalat Jumat.

“Kami memperkirakan sekitar 150.000 jamaah Palestina dari Tepi Barat dan Jalur Gaza akan menetap untuk Taraweeh (sholat malam hari),” katanya.

Al-Khatib menambahkan bahwa Otoritas Wakaf yang dijalankan Yordania akan mendistribusikan makanan dan air bagi jamaah setiap hari saat matahari terbenam.

Salem Sabaana, seorang warga Palestina berusia 40 tahun dari kota Jenin, Tepi Barat, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa ini adalah pertama kalinya dia mengunjungi Al-Aqsha sejak kecil.

“Saya senang akhirnya bisa berkunjung dan shalat di Al-Aqsha lagi,” katanya. “Saya sudah menunggu saat ini selama 30 tahun.”

“Bersama istri dan dua anak perempuan saya, saya berencana untuk tinggal di sini malam ini untuk melakukan sholat Taraweeh,” tambahnya.

Anak perempuannya yang berusia 12 tahun, Safaa, menyuarakan keinginannya untuk datang ke Al-Aqsha setiap hari Jumat Ramadan.

“Ini adalah pertama kalinya saya mengunjungi Al-Aqsha,” katanya. “Al-Aqsha sangat indah.”

“Ayah saya telah berjanji untuk membawa kita ke sini setiap hari Jumat,” tambahnya.

Kompleks Masjid Al-Aqsha sangat suci bagi Muslim dan Muslim menganggapnya sebagai situs tersuci ketiga di dunia.

Zionis Yahudi menyebut daerah itu sebagai “Bukit Bait Suci (Temple Mount),” mengklaim bahwa itu adalah situs dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Israel menjajah Tepi Barat dan Yerusalem Timur – di mana Al-Aqsha berada – selama Perang Arab-Israel tahun 1967. Dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional, Israel mencaplok seluruh kota pada tahun 1980, mengklaimnya sebagai ibukota mereka yang “abadi dan tak terbagi”.

Taliban Cegat Konvoi Militer, 17 Tank dan 9 Kendaraan Tempur Hancur di Herat

HERAT (Jurnalislam.com) – Laporan Al Emarah News Jumat (2/6/2017) mengatakan, sebuah konvoi pasukan besar yang terdiri dari 70 kendaraan dan tank yang sedang menuju distrik Farsi terpaksa melarikan diri setelah menderita kerugian besar.

Konvoi tersebut sedang menuju Farsi yang dikepung ketat Taliban di distrik Adraskan. 45 tank dan kendaraan lainnya bergabung kemudian.

Menurut rincian, konvoi tersebut kehilangan 17 tank, 5 pickup ranger, 4 truk Kamaz di tengah pengepungan erat selama 3 hari, sementara 67 personel musuh tewas dan 46 lainnya luka-luka.

Dikatakan bahwa hanya 2 pasukan Taliban yang terluka dalam keseluruhan operasi.

Namun klaim musuh bahwa pemimpin distrik mujahidin telah tewas adalah berita bohong.

Distrik Farsi telah dikepung mujahidin selama 5 bulan terakhir dan musuh setiap saat menyerang distrik tersebut melalui udara namun kali ini mereka mencoba merebutnya melalui darat dan menghadapi kekalahan memalukan, koresponden Al Emarah menambahkan.

Terpasung Di Negeri yang Katanya Demokrasi

JURNALISLAM – Kapal besar ini semakin tak jelas arah serta tujuannya, sang nahkoda seperti kelimpungan tersesat arah untuk membawa bahtera ini menuju dermaga tujuan. Terlalu banyak para penyamun ikut menumpang, memanfaatkan kepolosan sang nahkoda. Para penyamun berhasil menyusup, seolah memberi angin surga, padahal sejatinya sedang bersiasat menggiring para penumpang untuk masuk ke dalam perangkap liciknya.

Perlahan mereka mulai menyandera kapal besar ini. Para penyamun memberikan dua pilihan kepada para penumpang: tetap tinggal di kapal dengan syarat loyal dan taat atau bagi yang melakukan perlawanan dan mengenggam erat idealismenya, maka tanpa iba akan menyeret mereka lalu menenggelamkannya ke dasar lautan.

Sungguh memilukan, kapal yang dibangun dengan jerih payah para penumpang tetapi hasilnya dinikmati oleh penumpang gelap yang tak jelas sumbangsih serta diragukan asal usulnya.

Cerita diatas kiranya menjadi gambaran dari realita kehidupan berbangsa serta bernegara yang nampak di pelupuk mata kita sebagai bagian dari bangsa ini. Akhir-akhir ini negeri titipan Sang Rahman bertubu-tubi dirundung duka. Detik ke detik rakyat dibuat resah dengan perilaku elit berbaju negara yang begitu diskriminatif memperlakukan rakyatnya. Kata demokrasi yang sering menggema tatkala pidato kenegaraan hanya kaya secara wacana namun miskin dalam tataran praksis. Mantra demokrasi hanya menjadi senjata kekuasaan untuk menebar ancaman dan ketakutan bagi rakyatnya. Dengan jumawa mereka memainkan skenario kejinya untuk menyeret siapa saja yang dianggap ‘mengancam keutuhan NKRI’.

Alasan ini terkesan ambigu, indikatornya tidak jelas, perlu kajian mendalam agar alasan yang diutarakan logis dan rasional. Alasan yang begitu diskriminatif, hanya menyasar pada golongan tertentu saja, sementara bagi mereka antek-antek kekuasaan melenggang bebas, mendapatkan privilege. Padahal kita adalah ahli waris republik ini.

Perkembangan demokrasi di Indonesia

Konstitusi Indonesia, UUD 1945, menjelaskan bahwa Indonesia adalah sebuah negara demokrasi. Presiden dalam menjalankan kepemimpinannya harus memberikan pertanggungjawaban kepada MPR sebagai wakil rakyat. Oleh karena itu, secara hierachy rakyat adalah pemegang kekuasaan tertinggi.

Namun, dalam perjalanannya demokrasi di Indonesia berakhir dengan sangat tragis. Selain runtuhnya kekuasaan, dinamika demokrasi pun memakan korban dan terekam jelas dalam potret sejarah Indonesia tumbal demokrasi selalu mengarah terhadap umat Islam.

Pada era Soekarno, Indonesia sempat menerapkan demokrasi terpimpin tahun 1956, tak bertahan lama demokrasi terpimpin rubuh beserta para inisiatornya. Era orde baru ditandai dengan didaulatnya Soeharto sebagai kepala Negara pernah menggunakan demokrasi semu (demokrasi Pancasila).

Periode kelam dalam sejarah negeri ini dimana kebebasan dibelenggu, kontras dengan prinsip dasar demokrasi yang menggaungkan nilai kebebasan. Era demokrasi Pancasila pun tumbang setelah sebelumnya banyak menelan korban, terutama umat Islam yang kembali menjadi tumbal kekejaman demokrasi Pancasila rasa orde baru.

Hari ini kita memasuki alam reformasi. 19 Tahun reformasi membersamai kehidupan berbangsa dan bernegara tetapi belum menampakan kemajuan berbangsa serta bernegara yang signifikan. Reformasi dengan demokrasi sebagai fondasinya hanya kian melemahkan kedaulatan bangsa. Demokrasi di era reformasi seperti pil pahit yang terpaksa kami telan. Semangat kritis sebagai kontrol kami terhadap kekuasaan menjadi sesuatu yang harus kami bayar mahal, kemerdekaan kami terpasung di negeri yang katanya sudah 72 tahun meneguk manisnya kemerdekaan.

Demokrasi detik ini kembali menjadi alat gebuk kekuasaan bagi mereka yang dirasa merongrong kekuasaan. Hari ini umat Islam kembali menjadi korban utama, dari mulai ulama sampai kalangan biasa. Dengan merancang skenario peradilan sesat mereka sukses menghantarkan target menuju jeruji besi. Dibangun narasi bahwa umat Islam tidak layak dijadikan tuntunan dan panduan, citra umat Islam dirusak dengan jargon ‘anti kebhinekaan dan keberagaman’. Sehingga membangun persepsi terhadap publik bahwa Islam tidak layak menjadi tuntunan dan panduan. Padahal jauh sebelum negeri ini lahir umat Islam di nusantara telah mengaplikasikan keberagaman yang begitu otentik di tengah-tengah masyarakat yang begitu majemuk serta heterogen.

Kembali kepada khittah pendiri bangsa

Pernyataan berani Hamka dalam Sidang Konstituante harus menjadi refleksi di tengah kondisi bangsa yang kering mata air keteladanan.

“Bila negara kita ini mengambil dasar negara berdasarkan Pancasila, sama saja kita menuju jalan ke neraka”.

Neraka ini bisa kita maknai neraka dunia. Sejak lahir kesusahan dan kesedihan terus bergelayut, seakan tak mau berpisah dari negeri ini. Negeri yang katanya gemah ripah lohjinawi ini hanya menjadi bancakan para elit, rakyatnya seolah mati dilumbung padi. Bangsa yang katanya besar seolah kesepian di tengah keramaian bahkan bodoh di perpustakaan.

Segenap elemen bangsa wajib memuhasabah diri, mengembalikan bangsa ini kepada khittah para pendirinya. Kembali menjalankan amanatnya untuk menerapkan nilai-nilai intervensi ilahiah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pertumbuhan islam di negeri ini jangan dimaknai sebagai ancaman, pertumbuhan ini harus dirawat sebagai modal berharga untuk kembali mendorong negeri ini ke pintu kedaulatan dan kemerdekaan yang sesungguhnya. Sebab kemerdekaan hakiki adalah lahirnya sistem yang amanah yang menghantarkan rakyatnya menuju gerbang kemenangan.

AQL Tawarkan Berbagai Program Ramadhan Berbasis Qur’an

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Bulan suci Ramadhan yang telah berjalan ini, Ar-Rahman Qur’anic Learning (AQL) menawarkan berbagai program berbasis Al – Qur’an. Karena AQL ini selalu konsisten dengan jalur dakwah dan tadabbur Al – Qur’an.

Program unggulan AQL di bulan Ramadhan tahun ini adalah pelatihan The Qur’an Way yang akan dibimbing lansung oleh Pimpinan AQL Islamic Center KH Bachtiar Nasir. Selain itu, ada program Wakaf Sejuta Mushaf Al-Qur’an untuk Indonesia, Daurah Tahfizh Spesial Ramadhan, Ceria Bersama Anak Yatim, dan Menjadi Orang Tua Asuh Santri Tahfizh Al-Qur’an.

Khusus untuk program The Qur’an Way akan digelar Sabtu, 3 Juni 2017, pukul 08.00-12.00 WIB di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta. Inti pelatihan The Qur’an Way adalah mengupas mutiara dan rahasia di balik al-Qur’an Surat Al-Fatihah yang berjumlah tujuh ayat. Peserta dikenai syarat berinfaq untuk Pembebasan Tanah AQL Islamic Center.

Untuk diketahui, Surat Al-Fatihah adalah ringkasan jalan Al-Qur’an untuk mencapai kebahagian di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang ingin menemukan jalan kebahagian menurut Al-Qur’an, maka ia bisa melihatnya di dalam Al-Fatihah.? Barangsiapa yang ingin menemukan jalan kesuksesan menurut Al-Qur’an, maka ia bisa mendapatkannya di dalam Al-Fatihah.

Para mufassir berkata, seluruh isi kitab suci di muka bumi ini sudah tertuang dalam surat al-Fatihah. Jadi, jika ingin mempelajari ilmu terbaik orang masa lalu maka cukup mempelajari tujuh ayat ini. KH Bachtiar Nasir mengatakan, secara ringkas ada tiga bagian penting dalam surat al-Fatihah. Pertama, berisi pujian kepada Allah SWT, kedua, penyerahan diri secara total kepada Allah SWT, dan ketiga, permintaan yang paling hebat.

“Jika ingin selamat, bahagia, sukses, dan mulia dalam hidup ini, maka permintaan yang paling tepat adalah memohon kepada Allah agar ditunjuki jalan lurus. Ayat enam al-Fatihah didetilkan oleh Allah SWT bahwa karakter shirat al-Mustaqim dijelaskan di ayat selanjutnya. Yaitu, “Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat” (QS. al-Fatihah: 7).

Untuk program wakaf mushaf Al-Qur’an, AQL membuka donasi wakaf lewat pembelian mushaf untuk pembebasan lahan AQL Islamic Center di Tebet, Jakarta Selatan. Tujuan program ini adalah menyebarkan Mushaf Al-Qur’an ke pelosok Indonesia, beramal jariyah untuk Pembebasan Tanah AQL yg Insya Allah akan dibangun Menjadi Pusat Tadabbur Qur’an Indonesia. Cetakan Al-Qur’an wakaf ini dilengkapi dengan sisipan Tadabbur Ayat Keluarga.

“Sebuah program eksklusif juga dibuka Hanya untuk 25 peserta untuk mengikuti Daurah Spesial Ramadhan dengan lima program andalan yakni tahsin metode Ar-Rahman, tahfizh plus muroja’ah, tadabbur juz 30, pengenalan Qiro’at Asyaroh, perolehan sanad. Program ini dibimbing oleh para asatidz AQC bersanad qiroah ‘Ashim dan bersanad Qiro’at Asyarah sampai dengan Rasulullah SAW,” ujar pengurus AQL kepada beritalima.com, Jum’at (2/6/2017)

Ditambahkam Tina, acara ini akan digelar selama 10 hari, yaitu 10-20 Ramadhan atau 5 Juni s/d 15 Juni 2017. Acara ini sekaligus itikaf di Ar Rahman Quranic College, Desa Sirimpak, Mega Mendung, Bogor.

Reporter: Muhammad Firdaus