Gedung Parlemen Inggris Dihantam Serangan Mobil

LONDON (Jurnalislam.com) – Seorang pria telah ditangkap karena dicurigai melakukan aksi terorisme setelah ia menabrakkan mobilnya ke barikade keamanan di luar Gedung Parlemen Inggris.

Layanan Ambulans London mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah membawa dua orang ke rumah sakit pada hari Selasa (14/8/2018) setelah Ford Fiesta berwarna perak menabrak sekelompok pengendara sepeda dan pejalan kaki, beberapa meter dari lokasi dimana lima pejalan kaki tewas dalam serangan tahun lalu. Satu orang lagi yang terluka dirawat di tempat kejadian, Aljazeera melaporkan.

Menurut rekaman CCTV yang diperoleh BBC, mobil itu menaiki trotoar, melaju melawan arus lalu lintas, dan menabrak penghalang di luar gedung parlemen.

Gambar yang beredar di media sosial menunjukkan polisi menangkap seorang pria yang mengenakan jins dan jaket puffer hitam, setelah petugas mengerumuni kendaraannya dan memindahkannya di bawah todongan senjata.

“Pada tahap ini, kami memperlakukan ini sebagai insiden teroris,” kata Neil Basu, wakil komisaris asisten polisi Metropolitan, menambahkan tidak ada luka yang mengancam jiwa.

“Pria itu berusia akhir 20-an, telah dibawa ke kantor polisi London selatan dan masih dalam tahanan. Tidak ada informasi adanya bahaya lanjutan untuk London atau seluruh Inggris yang terhubung ke insiden ini.

“Prioritas kami sekarang adalah untuk secara formal menetapkan identitas tersangka dan menetapkan motifnya jika kami bisa. Dia saat ini tidak mau bekerja sama,” kata Basu.

BBC, mengutip sumber tanpa nama, mengatakan pria itu berasal dari daerah Birmingham di Inggris tengah dan, walaupun tidak diketahui oleh agen mata-mata domestik MI5 atau jaringan kontraterorisme Inggris, namun diketahui oleh polisi.

Serangan Mobil pada Jamaah Masjid Kembali Terjadi di Paris

Parlemen segera dijaga ketat dan jalan-jalan sekitarnya di distrik London pusat ditutup bagi publik.

Saksi mata Ewalina Ochab mengatakan kepada kantor berita Press Association, insiden itu “tampak disengaja”.

“Saya sedang berjalan di sisi lain. Saya mendengar beberapa suara dan seseorang menjerit. Saya berbalik dan saya melihat sebuah mobil perak mengemudi sangat cepat di dekat pagar, mungkin bahkan di trotoar. Saya pikir itu tampak disengaja, mobil melaju di kecepatan tinggi dan menuju penghalang,” kata Ochab.

Perdana Menteri Theresa May men-tweet, “pikirannya bersama dengan mereka yang terluka dalam insiden itu”.

Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa mendesak tindakan keras terhadap “hewan” di balik serangan yang tampak.

“Serangan teroris lain di London … Hewan-hewan ini gila dan harus ditangani dengan ketangguhan dan kekuatan!” Trump tweeted.

Koresponden Euronews / NBC UK, Vincent McAviney, men-tweet video petugas polisi yang bergegas ke tempat kejadian.

Laurence Lee dari Al Jazeera, melaporkan dari Millbank, beberapa ratus meter dari kecelakaan itu, mengatakan ketika mobil itu sengaja dibawa menuju ke penghalang, itu bukan serangan yang sukses.

“Walaupun insiden itu telah membutakan semua orang, di sini sangat tenang. Parlemen saat ini sedang istirahat musim panas, jadi jika itu adalah serangan yang disengaja, itu bukanlah sebuah serangan yang berhasil,” katanya.

Kecelakaan itu terjadi 17 bulan setelah Khalid Masood, yang dibesarkan dengan nama Adrian Russell Elms, mengendarai kendaraannya menabrak para pejalan kaki di Westminster Bridge sebelum menikam seorang polisi yang berada di luar gedung parlemen.

Serangan itu menyebabkan lima orang tewas dan sekitar 50 luka-luka, dan hanya berakhir ketika polisi menembak Masood hingga tewas.

Rumahnya Hancur, Kakek Sarujip Kini Tinggal di Tenda Beratap Daun Kelapa

LOMBOK (Jurnalislam.com) – Musibah gempa bumi yang menggoncang Nusa Tenggara Barat sekitarnya beberapa waktu lalu telah menyisakan duka yang mendalam.
Selain itu, warga korban gempa juga mengalami trauma berat, dimana gempa berkekuatan besar melanda daerah itu tiga kali berturut-turut.
Seperti diungkapkan Sarujip, kakek 60 tahun warga Dusun Rempek, Desa Rempek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara ini mengaku masih trauma akan datangnya gempa bumi susulan.

Rumahnya hancur digoncang gempa 7 SR pada Ahad (5/8/2018) lalu. Beruntung Kakek Sarujip yang hanya tinggal bersama istrinya itu masih bisa menyelamatkan diri. Tiga anaknya telah menetap di Pulau Jawa dan Kalimantan.

Rumah Kakek Sarujip yang hancur akibat gempa. FOTO: Sirath/Jusnicom

“Rumah saya juga telah rata dengan tanah,” tuturnya kepada Jurnalislam.com saat ditemui di tempat pengungsian pagi ini, Rabu (15/8/2018).

“Alhamdulillah saya bersama istri tidak mengalami luka, padahal ketika terjadi gempa rumah kami langsung roboh, dan saat itu istri saya masih di dalam rumah,” sambungnya lirih.

Tempat mengungsi Kakek Sarujip saat ini hanya beratapkan daun kelapa, dinding bilik bambu dikelilingi barang-barang miliknya yang masih bisa diselamatkan. Lokasinya tak jauh dari rumahnya yang telah hancur.

“Sekarang kami hanya bisa tinggal di tenda-tenda pengungsian, sambil mengais puing-puing bekas rumah yang akan dijadikan sebagai rumah tinggal sementara,” kata Sarujip.

Rumah Kakek Sarujip di pengungsian. FOTO: Sirath/Jurniscom

Sarujip bersama warga Dusun Rempek lainnya saat ini hanya mengandalkan bantuan yang dibawa para relawan.

“Kami berharap pemerintah lebih tanggap kepada kami, karena kami sudah tidak memiliki tempat tinggal lagi,” ujarnya.

Gempa bumi pertama menggoncang wilayah ini pada 29 Juli lalu dengan kekuatan 6,3 SR. Gempa kedua yang lebih besar datang pada 5 Agustus lalu, berkekuatan 7 SR. Ratusan jiwa meninggal dunia akibat gempa kedua ini.

Lombok kembali digoncang gempa ketiga dengan kekuatan 6.5 SR pada Kamis 9 Agustus 2018. Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mencatat total korban tewas akibat gempa Lombok hingga Sabtu (12/8/2018) 392 orang.

Reporter: Sirath

Jembatan Roboh di Italia, 35 Orang Tewas 10 Lainnya Hilang

ROMA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 35 orang, termasuk seorang anak, tewas  ketika sebuah jembatan jalan raya ambruk pada hari Selasa (14/8/2018) di kota Genoa di barat laut, kata wakil menteri transportasi.

Edoardo Rixi mengatakan kepada Sky TG24, sebuah media Italia, jumlah korban lemungkinan akan meningkat.

Dia mengatakan 13 orang luka parah sementara 10 lainnya masih tetap hilang.

Sebuah bagian setinggi 100 meter dari Jembatan Morandi di jalan raya A10 runtuh sekitar pukul 11.30 pagi waktu setempat (0930GMT), menurut kantor berita Italia ANSA.

Sejumlah besar kendaraan terperosok, dan beberapa akhirnya terkubur di bawah puing-puing.

Meskipun jembatan itu mungkin runtuh karena masalah struktural, hujan deras dan badai juga diduga memicu insiden itu.

Jembatan Morandi melintasi jalur kereta Genoa-Milan dan sungai.

Dalam pidatonya setelah pertemuannya dengan Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi di ibukota Ankara, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah Italia dan warganya atas insiden tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan: “Kami berbagi kesedihan dengan orang-orang yang ramah di Italia. Kami menyampaikan belasungkawa tulus kami kepada kerabat yang ditinggalkan oleh mereka yang kehilangan nyawa mereka sebagai akibat dari tragedi ini, kepada pemerintah Italia dan rakyat Italia.”

Ia juga berharap pemulihan cepat untuk yang terluka.

Sebelumnya, juru bicara kepresidenan, Ibrahim Kalin, juga menyampaikan belasungkawa kepada para korban runtuhnya jembatan itu.

Ini Enam Pesan Penting PP Muhammadiyah Untuk Prabowo-Sandi

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pasangan Prabowo-Sandiaga mendapat enam pesan penting dari PP Muhammadiyah saat silaturahim pada Senin (13/8/2018). Pesan yang disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nasir itu seputar agenda strategis yang dapat menjadi bahan kebijakan pemerintah lima tahun ke depan.
Pertama, Agama, Pancasila, dan Kebudayaan luhur bangsa Indonesia hendaknya menjadi pondasi nilai dan sumber inspirasi dalam mewujudkan kebijakan-kebijakan strategis negara serta arah moral-spiritual bangsa.

“Jangan sampai terdapat kebijakan-kebijakan pemerintah yang bertentangan dengan nilai-nilai dasar dan luhur yang hidup dalam jati diri bangsa Indonesia tersebut, seraya menghindari primordialisme SARA yang dapat meruntuhkan keutuhan, persatuan, dan kesatuan bangsa,” kata Haedar.

Kedua, menegakkan kedaulatan negara di bidang politik, ekonomi, dan budaya termasuk dalam pengelolaan sumberdaya alam melalui kebijakan-kebijakan strategis yang pro-rakyat dan mengutamakan hajat hidup bangsa.

“Termasuk di dalamnya dalam menjaga kedaulatan negara dari penetrasi asing, menegakkan kedaulatan pangan, dan memutus mata-rantai ketergantungan impor yang merugikan kehidupan rakyat dan masa depan bangsa,” jelas Haedar.

Ketiga, mengatasi kesenjangan sosial-ekonomi secara progresif dengan kebijakan-kebijakan yang berani khususnya dalam menghadapi sekelompok kecil yang menguasai ekonomi dan kekayaan Indonesia agar tidak merugikan hajat hidup mayoritas rakyat.

Hal itu sesuai dengan amanat konstitusi pasal 33 UUD 1945 dan sila kelima Pancasila tentang Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Keempat, rekonstruksi pendidikan dan pembangunan sumberdaya manusia sebagai prioritas penting dalam kebijakan pemerintah ke depan untuk menjadikan Indonesia unggul dan berdaya-saing tinggi dengan negara-negara lain yang telah maju. Termasuk dalam memanfaatkan 20 persen anggaran pendidikan sebagaimana amanat konstitusi.

Kelima, melakukan kebijakan reformasi birokrasi yang progresif dan sistemik dengan prinsip good governance serta birokrasi pemerintahan untuk semua rakyat yang menjunjung tinggi meritokrasi tanpa disandera oleh kepentingan-kepentingan politik partisan dari para pejabat pemerintahan maupun partai politik dan golongan.

Dalam reformasi birokrasi tersebut penting menjadikan pemberantasan korupsi sebagai agenda kebijakan utama sehingga pemerintahan bebas dari penyakit yang menghancurkan tatanan bangsa dan negara tersebut.

“Keenam, melaksanakan politik luar negeri yang bebas aktif dan berdaulat dalam melindungi kepentingan dalam negeri, serta menjadikan Indonesia selaku negara dengan penduduk muslim terbesar sebagai kekuatan strategis di dunia Islam,” pungkasnya.

Reporter: Gio

Prabowo-Sandi Kunjungi PP Muhammadiyah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pasangan capres dan cawapres Prawobo Subianto dan Sandiaga Uno silaturahim ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Senin (13/8/2018). Kunjungan diterima langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, , Menteng, Jakarta Pusat.

“Capres dan cawapres terpilih adalah pemegang mandat rakyat,” kata Haedar Nasir.

Ia menjelaskan, pemimpin itu wajib melindungi seluruh tanah air Indonesia untuk sebesar-besarnya dipergunakan bagi hajat hidup rakyat. Maka betapa berat kewajiban dan tugas konstitusional yang harus ditunaikan oleh para pemimpin rakyat itu.

Dalam kesempatan itu, Haedar berpesan kepada calon Presiden dan Wakil Presiden untuk dapat memelihara keadaban, kebersamaan, kedamaian, toleransi, kebajikan, dan keutamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kontestasi politik tidak perlu menjadi penyebab dan membawa pada situasi keretakkan, konflik, dan permusuhan antar komponen bangsa. Semua dituntut berkomitmen menjaga politik dari berbagai penyimpangan dan transaksi yang menyebabkan kerugian besar bagi kehidupan bangsa dan negara,” tuturnya.

Selain itu, Haedar juga menyampaikan bahwa kontestasi politik tidak hanya untuk meraih kekuasaan. Tetapi, kata dia, yang lebih penting adalah berkomitmen dan berusaha dengan sungguh-sungguh dalam mewujudkan idealisme, nilai dasar, dan cita-cita nasional yang luhur sebagaimana telah diletakkan oleh para pendiri bangsa.

“Inilah yang penting menjadi komitmen dan visi kenegaraaan para pemimpin, elite, dan segenap komponen bangsa saat ini dan ke depan. Pertaruhan politik kebangsaan itu meniscayakan konsistensi pada integritas, etika, kehormatan, pemenuhan janji, serta kata sejalan tindakan,” pungkasnya.

Sementara itu, Prabowo menuturkan, Muhammadiyah adalah organisasi kemasyarakatan yang telah memainkan peranan penting dalam perjuangan membangun Republik ini.

“Muhammadiyah sebagai organisasi yang ikut mendirikan Republik ini termasuk tokohnya KH Ahmad Dahlan, Kahar Muzakir, dan Ki Bagus Hadikusumo telah berkontribusi pada perjuangan bangsa ini sebelum dan sesudah kemerdekaan,” ungkapnya.

Prabowo juga mengapresiasi sambutan PP Muhammadiyah dalam silaturahim tersebut.

“PP Muhammadiyah menyambut kunjungan ini sebagai bagian dari tradisi dan dinamika silaturahim,” ujar Prabowo.

Reporter: Gio

AS Lancarkan Serangan Ekonomi, Erdogan: Kami Akan Boikot Produk Amerika

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Recep Tayyip Erdogan pada hari Selasa (14/8/2018)  mengumumkan Turki akan memboikot produk elektronik Amerika.

Pengumuman itu dinyatakan dalam pidatonya di sebuah simposium yang diselenggarakan oleh Yayasan Penelitian Politik, Ekonomi dan Sosial (SETA) pada ulang tahun ke-17 berdirinya Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) yang berkuasa.

“Kami akan memboikot produk elektronik Amerika,” kata Erdogan, menambahkan bahwa Turki akan menghasilkan versi yang lebih baik dari setiap produk yang sebelumnya dibeli dengan mata uang asing dan mengekspornya, lansir Anadolu Agency.

“Mereka tidak ragu untuk menggunakan ekonomi sebagai senjata melawan kami, selain [juga] bidang diplomatik atau militer, serta melakukan upaya untuk menabur ketidakstabilan sosial dan politik,” tambahnya.

Turki dan AS saat ini menjalani hubungan yang keras setelah Washington memberlakukan sanksi pada Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu dan Menteri Kehakiman Abdulhamit Gul karena tidak melepaskan Pendeta Amerika Andrew Brunson, yang menghadapi tuduhan terorisme di Turki.

Presiden AS Donald Trump pada hari Jumat meningkatkan serangannya ke Turki dengan menggandakan tarif AS pada impor aluminium dan baja Turki masing-masing menjadi 20 persen dan 50 persen.

Trump Serang Turki dengan Tarif Impor, Erdogan: Ekonomi Kami Kuat

Mengenai “serangan ekonomi” di Turki, Erdogan mengatakan: “Negara kita saat ini memiliki salah satu sistem perbankan yang paling kuat di dunia dalam segala hal.”

Presiden mengatakan alasan serangan ekonomi tidak ada hubungannya dengan ekonomi Turki, tetapi di balik serangan itu ada “beberapa rencana lain.”

Untuk melawan serangan ini, Erdogan menekankan langkah ekonomi dan politik.

“Kami melaksanakan dan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam ekonomi … Poin kedua, dan yang paling signifikan bagi saya, adalah menjaga sikap politik kami tetap kuat,” tambah Erdogan.

Pada perkembangan ekonomi baru-baru ini di Turki, Erdogan mengatakan: “Baik pihak lokal atau asing, teman atau musuh, siapa pun dapat melihat bahwa ada sesuatu yang aneh dalam data ekonomi kami.”

Presiden juga mendesak bisnis untuk melakukan lebih banyak ekspor.

“Saya menyerukan kepada orang-orang kami dan terutama dunia bisnis kami bahwa jawaban terbaik yang dapat Anda berikan kepada para pembunuh ekonomi adalah dengan sepenuhnya merangkul bisnis Anda.

“Kita harus menghasilkan lebih banyak, mengekspor lebih banyak, karena tidak ada artinya mengunci [produk kami] di penyimpanan.”

Korban Ledakan di Idlib Meningkat, 67 Orang Tewas

IDLIB (Jurnalislam.com) – Jumlah korban tewas akibat ledakan di provinsi Idlib di barat laut Suriah telah meningkat menjadi 67 orang, menurut lembaga pertahanan sipil White Helmets.

Di antara para korban adalah 35 wanita dan anak-anak, pejabat White Helmets di Idlib, Mustafa Haj Youssef, mengatakan pada hari Senin (13/8/2018), lansir Anadolu Agency.

Pada hari Ahad, Haji mengatakan 32 orang tewas dalam ledakan yang terjadi di distrik Sarmada, yang menjadi tempat tinggal warga sipil yang mengungsi dari provinsi Homs utara.

Menurut Haji, sekitar 50 orang telah terluka dalam ledakan itu, yang menghancurkan dua bangunan berlantai 6 yang dihuni oleh warga sipil terlantar.

Bahas Zona De-Eskalasi Idlib, Turki, Rusia dan Iran akan Bertemu di Astana

Masih belum jelas apa penyebab ledakan itu.

Terletak di Suriah barat laut dekat perbatasan Turki, Idlib ditetapkan sebagai “zona de-eskalasi” pada bulan Mei di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.

Suriah baru saja mulai bangkit dari konflik dahsyat yang dimulai pada awal 2011, ketika rezim Assad menindak keras para pengunjuk rasa dengan keganasan yang tak terduga.

Pejabat PBB memperkirakan bahwa ratusan ribu orang telah tewas dalam konflik itu.

Serangan Taliban di Ghazni Masuk Hari Keempat

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Serangan Taliban di kota strategis Afganistan, Ghazni, memasuki hari keempat, dengan jumlah korban tewas meningkat di atas 300, termasuk warga sipil, militer dan pejuang Taliban, menurut pejabat pemerintah.

Menteri Pertahanan Tariq Shah Bahrami mengatakan pada hari Senin (13/8/2018) “sekitar 100 militer” tewas dalam pertempuran sengit itu, juga “sekitar 20 hingga 30 warga sipil tewas kena dampak pertempuran “.

Berbicara pada konferensi pers di ibukota, Kabul, Bahrami mengatakan ratusan pejuang Taliban, termasuk 12 “komandan utama” mereka juga telah tewas, sebagian besar oleh serangan udara AS.

Menurut markas militer AS di Kabul, pesawat AS melakukan sedikitnya sembilan serangan udara pada Sabtu dan Ahad.

Pasukan Afghanistan bertempur melawan Taliban setelah kelompok itu menyerbu kota Ghazni, ibukota provinsi dan titik strategis yang menghubungkan Kabul dengan Afghanistan selatan – di hari Jumat.

Efektif Lawan AS dan NATO, Taliban Promosikan Unit Pasukan Khusus

Informasi yang keluar dari kota masih simpang siur dan sulit untuk dikonfirmasi setelah pertempuran menghancurkan sebagian besar jaringan telekomunikasi dan media berita lokal hingga menghentikan penyiaran.

Jalan masuk dan keluar kota telah dirusak dan dihalangi oleh pasukan Taliban untuk mencegah masuknya pasukan Afghanistan.

Serangan itu datang sebagai pukulan telak bagi Presiden Ashraf Ghani dan telah mengurangi harapan kemungkinan pembicaraan perdamaian dengan Taliban untuk mengakhiri perang hampir 17 tahun.

Para pejabat pemerintah di Kabul mengaku terkejut oleh serangan itu tetapi bersikeras pada hari Senin bahwa Ghazni tidak akan jatuh ke tangan Taliban dan bahwa pasukan Afghanistan tetap mengendalikan posisi-posisi kunci pemerintah dan lembaga-lembaga lain di sana.

Najib Danish, jurubicara Kementerian Dalam Negeri, mengatakan bala bantuan telah dikirim Ghazni dan berusaha untuk membersihkannya dari Taliban.

Baru Dipuji Jenderal AS Tentang Kemampuan Militer Afghanistan, Taliban Rebut 2 Distrik di Paktika

Bala bantuan sebelumnya telah menjadi mangsa penyergapan Taliban dan Zabiullah Mujahid, seorang juru bicara Taliban, mengatakan di Twitter bahwa pasukan Taliban memblokir semua jalan ke Ghazni.

Amerika Serikat juga telah mengirim penasihat militer untuk membantu pasukan Afghanistan dan melakukan serangan udara untuk mendukung pasukan Afghanistan di lapangan.

Serangan terhadap Ghazni adalah operasi taktis terbesar yang diluncurkan oleh Taliban sejak jeda sementara antara militer dan kelompok bersenjata setelah diberlakukannya gencatan senjata yang belum pernah terjadi sebelumnya pada bulan Juni.

Trump Serang Turki dengan Tarif Impor, Erdogan: Ekonomi Kami Kuat

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki memiliki dinamika ekonomi “padat dan kuat” dalam menghadapi “pengepungan ekonomi” baru-baru ini di negara itu, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Senin (13/8/2018).

“Dinamika ekonomi Turki solid, kuat dan utuh, dan mereka akan terus utuh,” kata Erdogan kepada duta besar Turki selama pidato di kompleks kepresidenan di ibukota Ankara.

Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump meningkatkan serangannya ke Turki dengan menaikkan tarif AS pada impor aluminium dan baja Turki masing-masing menjadi 20 persen dan 50 persen.

“Ada Organisasi Perdagangan Dunia tetapi ketika kita melihat langkah-langkah yang diambil [melawan Turki] apakah itu ada hubungannya dengan prinsip-prinsip Organisasi Perdagangan Dunia? Jadilah presiden atau apa pun yang Anda inginkan. [Tapi] Anda tidak bisa begitu saja bangun di suatu pagi dan berkata: “Saya menerapkan tarif sebanyak ini untuk aluminium dan baja,” kata Erdogan, lansir Anadolu Agency.

Erdogan: Kami Tidak Akan Pernah Akui Yerusalem Sebagai Ibukota Israel

Dia mengatakan tidak ada dasar untuk perkembangan nilai tukar baru-baru ini.

“Turki dikepung dalam ekonomi, seperti juga daerah lain.

“Di satu sisi Anda akan menjadi mitra strategis dan di sisi lain Anda menempatkan peluru ke dalam mitra strategis Anda,” kata Erdogan.

Hubungan antara negara-negara memburuk setelah Trump mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap Turki setelah Pendeta Amerika, Andrew Craig Brunson, ditangkap di provinsi Aegean Izmir pada bulan Desember 2016.

Brunson didakwa melakukan kejahatan, termasuk sebagai mata-mata PKK – yang terdaftar sebagai kelompok teroris baik oleh Turki – dan Organisasi Teror Fetullah (FETO), kelompok di balik upaya kudeta Juli 2016 yang berhasil dikalahkan.

Fokus Isu Yerusalem, OKI akan Gelar Konferensi Tingkat Tinggi Besok di Istanbul

Jaksa Turki menetapkan 15 tahun penjara untuk Brunson karena melakukan kejahatan atas nama kelompok teroris tanpa menjadi anggota, hingga 20 tahun untuk spionase politik atau militer.

Erdogan memberi jaminan bahwa nilai tukar akan “segera kembali ke level wajar.” Dia meminta duta besar Turki untuk terus bekerja dalam “semangat mobilisasi” dan mendesak mereka untuk bekerja lebih efisien dan dalam cara yang lebih berorientasi pada periode baru.

Pemerintah China Paksa Muslim Uighur Mengutuk Islam

CHINA (Jurnlalislam.com) – Sebuah surat kabar resmi Partai Komunis mengatakan kampanye tekanan China terhadap minoritas Muslim Uighur telah mencegah wilayah Xinjiang menjadi “Suriah China” atau “Libya China.”

Editorial Global Times, Senin (13/8/2018), terbit setelah komite anti-diskriminasi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengangkat kekhawatiran mereka pada hari Jumat atas perlakuan China terhadap warga Muslim Uighur, mengutip laporan penahanan massal yang dikatakannya “menyerupai kamp interniran besar yang diselimuti kerahasiaan.”

Lebih dari satu juta Muslim Uighur diperkirakan berada di tahanan di “pusat kontra-ekstremisme” di wilayah barat jauh China, kata wakil ketua Gay Gay McDougall dari komite anti-diskriminasi PBB.

Setelah serangan oleh separatis, anggota kelompok minoritas Muslim Uighur dan Kazakh Muslim di Xinjiang telah ditahan secara paksa di kamp-kamp indoktrinasi di mana mereka dipaksa untuk mengutuk Islam dan menyatakan kesetiaan kepada partai.

Global Times mengatakan bahwa peraturan ketat di kawasan itu hanyalah “fase yang harus dilalui Xinjiang dalam membangun kembali perdamaian dan kemakmuran”.

Editorial tidak secara langsung menyebutkan keberadaan kamp interniran.

Mencela apa yang disebut sebagai “opini publik Barat yang merusak”, surat kabar itu mengatakan, “perdamaian dan stabilitas harus di atas segalanya”.

“Melalui kepemimpinan yang kuat dari Partai Komunis China, kekuatan nasional negara itu dan kontribusi para pejabat lokal, Xinjiang telah diselamatkan dari ambang gejolak besar,” kata surat kabar itu. “Ini telah menghindari nasib menjadi ‘China Suriah’ atau ‘China Libya’.”

Baca juga: 

Xinjiang telah ditutupi selimut keamanan yang mencekik selama bertahun-tahun, terutama sejak kerusuhan anti-pemerintah yang mematikan terjadi di ibukota daerah Urumqi pada tahun 2009. Selama beberapa bulan terakhir, kelompok-kelompok pemantau dan saksi mata mengatakan orang-orang Uighur telah dipanggil dari luar negeri dan di seluruh China. dan dikirim ke pusat penahanan dan indoktrinasi, lansir Aljazeera.

Sekitar 10 juta orang Uighur membentuk proporsi kecil dari hampir 1,4 miliar orang China dan tidak pernah ada pemberontakan yang dapat menantang kekuatan luar biasa pemerintah pusat.

Ketika Komite PBB untuk Penghapusan Diskriminasi Rasial mulai meninjau laporan China di Jenewa pada hari Jumat , pemimpin delegasi Cina Yu Jianhua menyoroti kemajuan ekonomi dan meningkatnya standar hidup di antara hal-hal lainnya.

McDougall juga mengatakan ada perkiraan dua juta lainnya telah dipaksa masuk ke kamp-kamp pendidikan ulang untuk indoktrinasi politik dan budaya.

Dia tidak menyebutkan sumber informasi itu dalam sambutannya di persidangan.

Komite yang bermarkas di Jenewa melanjutkan dengar pendapat pada hari Senin dan China dengan tegas membantah tuduhan bahwa satu juta orang ditahan di kamp interniran sambil bersikeras semua kelompok etnis diperlakukan sama.

McDougall mengatakan China “tidak menyangkal” bahwa program pendidikan ulang sedang berlangsung.

“Kamu bilang 1 juta itu salah. Yah, jadi ada berapa banyak di sana? Tolong katakan padaku,” katanya. “Dan hukum apa yang menahan mereka, ketentuan khusus?”

Tidak ada tanggapan langsung terhadap hal itu di sesi Senin.

Seorang pejabat Cina mengatakan kepada komite bahwa tindakan pengamanan ketat di Xinjiang diperlukan untuk memerangi “ekstremisme dan terorisme”, tetapi mereka tidak menargetkan kelompok etnis tertentu atau membatasi kebebasan beragama.

“Warga Xinjiang, termasuk orang-orang Uighur, menikmati kebebasan dan hak yang setara,” Ma Youqing, direktur Departemen Kerja Depan China, mengatakan kepada Komite PBB tentang Penghapusan Diskriminasi Rasial.

Delegasi Cina lainnya, Hu Lianhe, mengatakan negaranya hanya “membantu mereka yang tertipu oleh ekstremisme agama melalui pemukiman kembali dan pendidikan”.