Ganti Dolar AS ke Euro, Turki Tingkatkan Hubungan Ekonomi dengan Perancis

PARIS (Jurnalislam.com) – Turki dan Perancis pada hari Senin (27/8/2018) sepakat untuk lebih meningkatkan hubungan ekonomi mereka, termasuk di bidang energi, pertanian, teknologi dan industri pertahanan, Menteri Keuangan dan Keuangan Turki Berat Albayrak mengatakan di Paris, lansir Anadolu Agency.

Berbicara pada konferensi pers bersama dengan Menteri Ekonomi dan Keuangan Prancis Bruno Le Maire, Albayrak mengatakan: “Kami juga berpikir bahwa peningkatan kerjasama di sektor keuangan, perbankan dan sektor asuransi akan bermanfaat.”

Kedua negara juga menegaskan kembali sikap mereka untuk bersama-sama mengambil tindakan terhadap langkah AS yang menargetkan Turki, Uni Eropa dan negara lainnya, katanya.

“Langkah-langkah seperti [yang AS] lakukan itu dengan motivasi politik akan mempengaruhi tidak hanya sistem keuangan global tetapi juga perdagangan global dan stabilitas regional; itu akan menciptakan ketidakpastian dan masalah besar.”

Dia mengatakan pendekatan AS juga akan menyebabkan kekacauan, yang pada gilirannya menyuburkan terorisme dan krisis pengungsi.

Albayrak menambahkan: “Dolar, sayangnya, telah kehilangan statusnya sebagai instrumen yang dapat diandalkan dalam perdagangan global”.

Dia mengatakan Turki bertujuan untuk meningkatkan perdagangannya dengan Uni Eropa dalam mata uang euro.

Le Maire mengatakan stabilitas ekonomi Turki dan perusahaan Turki bermanfaat bagi Perancis, Eropa, dan semua orang.

“Prancis akan terus mendukung semua perusahaan Prancis yang berdagang dan ingin berdagang dengan Turki,” kata Le Maire.

Turki dan AS saat ini sedang mengalami keretakan besar setelah Washington memberlakukan sanksi terhadap dua menteri Kabinet Turki karena tidak melepaskan seorang pendeta Amerika yang menghadapi tuduhan terkait terorisme di Turki.

Pada 10 Agustus, Presiden AS Donald Trump meningkatkan serangannya ke Turki dengan menggandakan tarif AS pada impor aluminium dan baja Turki. Sebagai pembalasan, Turki meningkatkan tarif untuk beberapa produk asal AS, termasuk alkohol dan produk tembakau dan mobil pada 15 Agustus.

HUT PII Wati Mengusung Tema Peran Pelajar Putri di Era Milenial

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Korps PII Wati yang ke-54, Koordinator Wilayah Korps PII Wati menyelenggarakan rangkaian kegiatan Main Event Hari Lahir Korps PII Wati yang ke-54 yang dilaksanakan pada tangal 25-26 Agustus 2018 di Gedung Bandung Creative Hub, Bandung, Jawa Barat. Kegiatan yang menyusung tema peran pelajar puteri di era milenial ini dihadiri oleh 50 pelajar puteri yang diwadahi dalam Koordinator Daerah Korps PII Wati se-Jawa Barat.

Kegiatan ini bertujuan untuk meluncurkan gerakan Korps Koordinator Wilayah PII Wati Jawa Barat Brotherhood: Pelajar Subject Perubahan dalam bentuk realisasinya dengan menyelenggarakan rangkaian kegiatan berupa peer counselor, beauty and handsome class yang bekerja sama dengan Wardah, kelas mendongeng bekerja sama dengan Gerakan Para Pendongeng untuk Kemanuasiaan (GePPUk)  dan peer counseler, Refleksi Hari Lahir PII Wati ke-54 yang dihadiri oleh seluruh Ketua Koordinator Daerah Korps PII Wati  Se-Jawa Barat, serta beberapa rangkaian pentas seni.

Kegiatan ini juga diawali dengan dialog terbuka yang dihadiri oleh Bapak Andi Akbar, ketua Lembaga Advokasi Hak Anak dan Ibu Neneng Ahiatul Faiziyah selaku Komisaris KPID Jawa Barat yang keduanya sama-sama berpesan supaya pelajar bisa lebih memahami kondisi sekitar untuk bisa berperan aktif melakukan prubahan yang lebih baik sesuai dengan tupoksinya.

Pasca kegiatan ini Koordinator Wilayah Korps PII Wati Jawa Barat akan melakukan pengumpulan donasi berupa buku dan mainan anak yang akan disebarkan ke daerah se-Jawa Barat. Kegiatan ini juga merupakan salah satu bentuk pilot project korps PII Wati dalam merealisasikan gerakan Brotherhood: Pelajar Subject Perubahan untuk menyelamatkan dan mengembalikan peran pelajar Jawa Barat supaya bisa lebih produktif dan menjadi subject perubahan di era mendatang.

Kontributor: Aini Nur Firani

Pemerintah Targetkan Pembangunan Fasilitas Publik di Lombok Selesai Desember 2018

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan, pihaknya menargetkan pembangunan kembali fasilitas publik di Lombok yang rusak akibat gempa selesai pada Desember 2018.

Target tersebut sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2018 tentang percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa bumi di Provinsi NTB.

“Fasilitas publik itu segera fungsional sampai Desember,” katanya dalam diskusi bertema ‘Rekonstruksi Fasilitas Dasar Pasca Gempa Lombok 2018’ di Aula Serbaguna Kominfo, Jakpus, Senin (27/8/2018).

Baca juga: Ambruk, Masjid di Lombok Utara Ini Belum Tersentuh Bantuan Pemerintah

Danis menjelaskan, berdasarkan data yang ada, fasilitas publik yang mengalami kerusakan yakni 330 sekolah, 400 rumah ibadah, 118 rumah sakit atau puskesmas, 12 jembatan dan 22 pasar.

“Ini data akan terus bertambah,” kata dia.

Selain itu, pemerintah juga akan memberikan dana bantuan sebesar Rp50 juta untuk rumah rusak berat, Rp25 juta rumah rusak sedang dan Rp10 juta rumah rusak ringan.

“Pemerintah berpesan uang tersebut digunakan untuk memperbaiki rumah,” ucap dia.

Reporter: Tommy Abdullah

Pemerintah Janjikan Bantuan Rp50 Juta untuk Rumah Rusak Berat di Lombok

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Proses tanggap darurat akibat gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) telah selesai. Untuk itu, pemerintah melalui instansi terkait terus bekerja untuk melakukan rekonstruksi.

Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan, Presiden Joko Widodo telah mendatangani Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2018 tentang percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa bumi di Provinsi NTB.

“Saat tanggap darurat kami PUPR nomor 1 memastikan infrastruktur PU terutama jalan, jembatan dan sebagainya itu berfungsi. Waktu itu ada 12 jembatan yang bergeser atau rusak kami langsung perbaiki. Itu tugas yang dilakukan oleh PUPR,” katanya dalam diskusi media Forum Media Barat ‘Rekontruksi Fasilitas Dasar Pasca Gempa Lombok 2018’ di Aula Serbaguna Kominfo, Jakpus, Senin (27/8/2018).

Baca juga: Forum Me-DAN Selesaikan Pembangunan Shelter Tahap 1 di Lombok Utara

Dia menjelaskan, saat ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendata 124 ribu rumah rusak, di mana 74 diantaranya masuk dalam kategori rusak berat.

Danis berujar, pemerintah akan memberikan dana bantuan sebesar Rp50 juta untuk rumah rusak berat, Rp25 juta rusak sedang dan Rp10 juta rusak ringan. Dana tersebut diperuntukkan untuk membangun kembali rumah tahan gempa.

“Pemerintah berpesan uang tersebut digunakan untuk memperbaiki rumah,” tukasnya.

Untuk memastikan uang tersebut digunakan untuk membangun rumah tahan gempa, Kementerian PUPR nantinya akan menyediakan tim pendamping. Pihaknya juga mengajak mahasiswa teknik untuk turut serta menjadi tim pendamping.

“Dalam membangun itu, yang perlu didampingi,” kata dia.

Proses pembangunan rumah itu diharapkan akan selesai pada 2019 mendatang.

Gereja Danukusman Ditolak Warga, FKUB Solo Diminta Tegas Jalankan Aturan

SOLO (Jurnalislam.com) – Humas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Endro Sudarsono meminta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Surakarta untuk menegakkan aturan pendirian tempat ibadah. Hal itu menyusul adanya surat penolakan warga Danukusuman Surakarta atas pendirian dan atau pemindahan Gereja Kristen Jawa Danukusuman, Serengan Surakarta pada Ahad, (19/8/2108) lalu.

“Kepada FKUB harus mengkaji secara utuh tentang syarat pendirian tempat ibadah yang mengacu pada peraturan bersama 2 menteri nomer 8 dan 9 tahun 2006,” kata Endro kepada Jurnalislam.com, Selasa, (21/8/2018).

Menurut Endro, hal itu diatur sebagaimana dalam pasal 13 tersebut, dijelaskan bahwa pendirian rumah ibadat didasarkan pada keperluan nyata dan sungguh-sungguh berdasarkan komposisi jumlah penduduk bagi pelayanan umat beragama yang bersangkutan di wilayah kelurahan atau desa.

“Pendirian rumah ibadat tesebut dilakukan dengan tetap menjaga kerukunan umat beragama, tidak mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum, serta mematuhi peraturan atau perundangan yang berlaku,” ungkapnya.

Untuk itu, Endro berharap, agar pihak gereja tidak memaksakan kehendaknya karena adanya penolakan dari warga tersebut, jika disatu tempat yang tidak ada jemaatnya lalu mendirikan tempat ibadah, kata Endro, maka hal ini tidak sesuai dengan aturan yang ada, yaitu menyelisihi makna keperluan nyata.

“Selanjutnya jika warga yang mulanya hidup dalam damai dan rukun lalu ada pihak yang akan mendirikan tempat ibadah lalu ada penolakan, jika hal ini berlarut-larut maka hal ini akan menimbulkan gangguan ketentraman dan ketertiban umum,” ujarnya.

“LUIS juga berharap panitia tidak memaksakan kehendak, jika warga telah menyampaikan penolakan, demi kondusivitas kota Surakarta,” tandasnya.

Reporter : Arie Ristyan

Panitia Haornas Solo Desak Polisi Usut Munculnya Spanduk Anonim Tolak Neno Warisman

SOLO (Jurnalislam.com) – Panitia aksi Jalan Sehat Umat Islam Hari Olahraga Nasional (Haornas) dan Masyarakat Solo, Dadyo Hasto menyayangkan pihak-pihak yang membuat spanduk provokatif tanpa nama yang menolak kedatangan Neno Warisman ke Solo yang muncul di beberapa titik kota Solo beberapa waktu yang lalu.

Dijadwalkan, salah satu tokoh gerakan 2019GantiPresiden itu akan menjadi pembicara bersama musisi Ahmad Dani, dan ustaz Tengku Zulkarnaen dalam aksi Jalan Sehat Umat Islam dan masyarakat Solo dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) pada 9 september nanti.

“Sangat menyayangkan pembuatan spanduk tersebut oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, karena Solo sebagai kota budaya dan pariwisata terkenal sebagai masyarakat yang santun dan ramah terhadap tamu yang berkunjung, jadi oknum ini salah jika mengatasnamakan warga Solo karena perilaku oknum ini berbeda dengan warga Solo,” katanya kepada Jurnalislam.com sabtu, (25/8/2018).

Lebih lanjut, ustaz Hasto meminta pihak yang kontra dengan kegiatan tersebut untuk dapat menyampaikan keberatannya kepada panitia langsung, ia menjelaskan bahwa panitia akan menerima dengan tangan terbuka masukan dari pihak manapun.

“Bukankah jika keberatan, bisa bertemu panitia, selama niat baik maka kita akan terima dan berdiskusi bersama, karena sudah tidak jamannya intimidasi dan lempar batu sembunyi tangan transparansi, komunikasi adalah hal utama saat ini,” ujarnya.

Ustaz Hasto meminta semua pihak untuk tenang dan tidak terprovokasi. Ia mendesak aparat kepolisian untuk dapat mengusut tuntas terkait munculnya spanduk provokatif yang sudah meresahkan masyarakat kota Solo tersebut.

“Meminta kepolisian agar mengusut kejadian ini karena oknum tidak bertanggungjawab ini telah memprovokasi dan menyebar perasaan tidak suka terhadap seseorang secara terbuka, dan saya yakin kepolisian akan mengusut masalah ini secara profesional, transparan dan akuntabel,” tandas ustaz Hasto.

Sebelumnya, muncul spanduk penolakan yang mengatasnamakan masyarakat Solo terhadap Neno Warisman di beberapa titik di kota Solo, seperti di Sriwedari, Kotabarrat, Gendengan, dan Jongke.

Reporter: Arie Ristyan

Di Solo, Muncul Spanduk Tolak Neno Warisman Ikuti Jalan Sehat Haornas

SOLO (Jurnalislam.com) – Meski sempat muncul spanduk penolakan terhadap kedatangan Neno Warisman, panitia Jalan Sehat Umat Islam dan Masyarakat Solo tetap menargetkan 10 ribu peserta dalam kegiatan yang akan berlangsung 9 September 2018 nanti.

“Insya Allah, panitia akan tetap melaksanakan kegiatan ini karen tidak ada yang perlu dikhawatirkan terkait acara ini,” ungkap salah satu panitia aksi ustaz Dadyo Hasto kepada Jurnalislam.com,  Ahad, (26/8/2018).

“Diharapkan lebih dari jalan sehat pertama dulu karena banyak doorprize yang akan dibagikan serta tema yang diangkat berbeda, semoga peserta lebih dari 10 ribu,” imbuhnya.

Sementara itu, Humas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) ustaz Endro Sudarsono yang juga menjadi panitia mengatakan, surat pemberitahuan terkait aksi jalan sehat tersebut sudah di berikan kepada pihak yang berwenang dan sesuai peraturan yang berlaku.

“Kita sudah sampaikan ijin pada pihak Kepolisian, bahkan saran dari Kasat Intel bila mendatangkan artis ibukota harus diberitahukan pada Polda, maka besok Senin kami beritahukan ke Polda,” terang  ustaz Endro sebagaimana dilansir dari RMOL Jateng Ahad, (26/8/2018).

Ustaz Endro juga membantah tuduhan yang menyebut aksi jalan sehat tersebut disusupi agenda politik tertentu, menurutnya, jalan sehat yang direncanakan start dan finish di depan lapangan Kotabarat itu, murni dalam rangka memperingati puncak Hari Olahraga Nasional (Haornas).

“Tidak ada agenda lain, hanya jalan sehat. Kegiatan kami sudah kami beritahukan pada Polsek, Polresta Solo,” tandasnya.

Reporter : Arie Ristyan

Ini Kronologi Persekusi Deklarasi Relawan #2019GantiPresiden Jatim

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Deklarasi Relawan 2019 Ganti Presiden di Surabaya Ahad (26/8) kemarin diwarnai insiden persekusi. Sekretaris relawan 2019 ganti presiden, Agus Maksum menceritakan bagaimana persekusi dilakukan oleh beberapa pihak.

“Sebelum acara ini digelar, kami telah taati seluruh persyaratan hukum sesuai perundang undangan untuk menggelar aksi ini. Sesuai dengan UU Nomor 9 Tahun 1998 Tentang Kebebasan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum,” kata Agus Maksum kepada Jurnalislam.com.

Namun, katanya, pihak aparat penegak hukum khususnya polisi menyatakan bahwa aksi Deklarasi #2019GantiPresiden sebagai aksi terlarang karena tak prosesural.

Menurutnya, polisi berdalih bahwa panitia aksi ini tidak dapat menunjukkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP). Padahal perihal ini tidak diatur dalam perundang-undangan sebagaimana yang telah dijelaskan.

Dan surat pemberitahuan kami tersebut sudah diterima dan sudah ada tanda tangan aparat saat surat tersebut diterima.

Suasana menjelang deklarasi Relawan Ganti Presiden di Surabaya, Ahad (26/8/2018). FOTO: Tyo

“Komitmen kami untuk menggelar aksi secara damai dan bermartabat tetap kami gelar dengan dasar menghormati aspirasi publik yang semakin menguat.Sayangnya polisi bersikap Tidak adil!,” keluhnya.

Aksi relawan, kata Agus malah dibubarkan dengan tindakan represif dan sikap ini dinilai telah menciderai kebebasan berpendapat di muka umum.

“Kami tak gentar karena seluruh kewajiban hukum telah kami laksanakan. Beban moral atas atas aspirasi publik, aksi  dalam kondisi darurat di bawah tekanan represif polisi tetap kami gelar di depan DPRD Jawa Timur, Aksi Deklarasi tetap digelar secara damai,” tegasnya.

Walhasil, deklarasi tetap berjalan walau tanpa 2 mobil komando karena disita. Ia menilai bahwa ada perbedaan perlakuan kepada deklarasi lain  yang jelas-jelas mengusung nama Joko Widodo.

“Ketika di waktu yang sama, ada aksi serupa di depan Hotel Majapahit yang mengepung Ahmad Dhani agar membatalkan kehadirannya ke lokasi deklarasi. Peristiwa ini menunjukkan kembali Ketidakadilan polisi dalam menegakkan hukum,” tambahnya.

Ia menilai terjadi pembiaran bahkan polisi terkesan memfasilitasi penutupan Jalan Tunjungan dengan tujuan agar aksi kontra #2019GantiPresiden leluasa menyampaikan orasinya.

“Mobil komando mereka dibiarkan berada disitu dalam kondisi baik. Sedang 2 Mobil komando disita,” kata Agus.  Ia dan kawan-kawannya akhirnya melanjutkan aksi di depan DPRD Jawa Timur dengan damai.

“Kami selenggarakan dengan segala keterbatasan. Akhirnya ada tukang becak yang mempersilahkan kami untuk memakai becaknya sebagai panggung orasi sekaligus deklarasi yang berhasil di bacakan oleh saya,” tegasnya.

Dan pada saat bersamaan massa aksi deklarasi #2019GantiPresiden semakin berdatangan. Saat itu, kata Agus, polisi tetap berkeinginan kuat membubarkan massa. Massa aksi kontra #2019GantiPresiden pun akhirnya datang. Gesekan hampir  tak terhindarkan.

“Kami putuskan untuk membubarkan diri demi keamanan dan menjaga situasi tetap kondusif,” tambahnya.

Seluruh peserta aksi membubarkan diri, sebagian masuk ke Masjid Kemayoran untuk bersiap melaksanakan Sholat Dhuhur.

“Tak lama kemudian BANSER dan GP ANSOR masuk ke Masjid Kemayoran dan melakukan persekusi terhadap massa #2019GantiPresiden yg sedang beriatirahat menunggu shalat zuhur,” kenang Agus.

Demi menghormati Masjid, mereka  membubarkan diri  dan membatalkan untuk shalat zuhur di Masjid Takmiriyah.

Reporter: Yan Aditya

 

Rayakan Hari Pertempuran Malagirt ke-947, Erdogan Bicara Kejayaan Islam

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Ahad (26/8/2018) bahwa “yang menjadi ancaman mereka” bukanlah tentang dirinya dan partainya tetapi “Turki dan Islam”.

Berbicara di provinsi timur Mus pada sebuah upacara yang menandai ulang tahun Pertempuran Malazgirt ke-947, Erdogan menekankan bahwa keamanan Turki tidak terbatas pada perbatasannya, menambahkan bahwa keamanan dimulai kapan pun ada saudara Muslim yang terancam.

“Jadi, kita harus kuat dalam politik, diplomasi, ekonomi, perdagangan, dan teknologi. Jika tidak, semisal kita tidak memiliki tanah air dan geografi ini, mereka tidak akan memberi kita satu hari pun untuk hidup di dunia ini,” kata Erdogan.

“Jika kita menunjukkan sedikit tanda kelemahan, atau merasakan situasi dengan cara itu, kamu akan melihat mereka akan datang kepada kita seperti gagak berkerudung.”

Menunjuk pada “beberapa orang yang tidak waspada di antara kita” yang menurut Erdogan menganggap bahwa masalah ini adalah tentang presiden atau dirinya sendiri dan Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) yang berkuasa.

“Tidak, masalahnya adalah tentang Turki. Isunya adalah tentang Islam, yang mereka simboliskan dengan bangsa kita,” katanya.

Memuji kemenangan Turki di Anatolia hampir satu milenium lalu, Erdogan mengatakan Pertempuran Malazgirt (Manzikert) membuka jalan ke Eropa untuk Turki.

Baca juga: 

Seljuk Turks yang dipimpin oleh Sultan Alparslan dalam Pertempuran Malazgirt pada 26 Agustus 1071 berhasil mengalahkan tentara Bizantium dan membuka Anatolia untuk didominasi Turki.

Menggambarkan Anatolia sebagai tonggak masa depan kemanusiaan, Erdogan mengatakan: “Jika Anatolia jatuh, baik Timur Tengah maupun Afrika, Asia Tengah, Balkan, atau Kaukasus tidak akan tetap ada.”

Presiden juga meminta pemuda Turki untuk mengambil kepemilikan warisan berusia berabad-abad di negara itu.

“Tidak hanya kami yang menang di [Pertempuran] Malazgirt, kami juga menunjukkan kepada seluruh dunia bangsa yang seperti apa kita ini. Wahai para pemuda! Lindungi warisan yang lahir di masa lalu, bergerak majulah ke masa depan,” kata Erdogan.

Presiden juga mengatakan semangat Malazgirt adalah kunci untuk masa lalu, serta masa depan, mengacu khususnya pada tujuan-target Turki untuk tahun 2023.

“Turki memikul tanggung jawab peradaban besar, sejarah besar dan kemanusiaan yang hebat … Saya mengharapkan Anda, [kaum muda] untuk bertindak juga di bidang apa pun yang Anda pilih,” kata Erdogan.

Ketua Parlemen Turki dan mantan Perdana Menteri Binali Yildirim juga menghadiri acara ini.

Selama pidatonya, Yildirim mengecam mereka yang mencoba menghancurkan persatuan Turki, dan mengatakan: “Mereka tidak akan pernah bisa mencapai ini (menghancurkan persatuan Turki).”

“Di Turki, upaya kudeta ekonomi atau upaya kudeta seperti yang dilakukan pada 15 Juli oleh pengkhianat tidak pernah membuahkan hasil, juga tidak akan berhasil [di masa depan].”

Baca juga: 

Mengacu pada administrasi Washington, Yildirim menyerukan upaya baru untuk menormalkan hubungan.

Juga berbicara pada upacara tersebut, lepala Partai Gerakan Nasionalis Turki (MHP) Devlet Bahceli, menarik kesejajaran antara kejadian saat ini dan peristiwa selama era Byzantium.

“Inspirasi bagi mereka yang secara brutal melakukan fiksi operasi politik dan ekonomi didorong oleh provokasi Byzantium,” kata Bahceli.

“Permainan valuta asing dan kurs asing adalah metode Bizantium.”

Ketegangan politik antara Ankara dan Washington telah memicu kekhawatiran di pasar awal bulan ini, setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menggunakan tekanan ekonomi atas penahanan seorang pendeta Amerika yang menghadapi tuduhan terkait terorisme di Turki.

Lira Turki menurun tetapi berhasil pulih baru-baru ini, setelah pesan positif dari ibu kota Eropa dan keputusan Qatar untuk menginvestasikan $ 15 miliar di Turki.

Kini Penembakan Massal di Turnamen Video Game Florida, AS

FLORIDA (Jurnalislam.com) – Penembakan massal di turnamen video game menyebabkan “korban jiwa ganda” di negara bagian Florida, AS, menurut polisi.

Penembakan itu terjadi pada hari Ahad (26/8/2018) di tempat makan, hiburan dan belanja di tepi pantai di pusat kota Jacksonville, menurut media setempat. Mengutip sumber polisi, laporan mengatakan empat orang tewas dan sedikitnya 10 orang terluka.

“Kami melihat korban tewas di tempat kejadian. Kami juga mendapatkan sejumlah korban yang terluka di rumah sakit. Kami akan merilis jumlahnya nanti,” kata Sheriff Mike Williams pada konferensi pers singkat, menggambarkan tersangka yang mati sebagai pria kulit putih yang belum diidentifikasi.

Baca juga: 

“Kami tidak memiliki tersangka yang luar biasa saat ini, pemandangannya aman, dan kami akan menindaklanjutinya dalam beberapa jam.”

Serangan itu terjadi selama turnamen game online Madden 19 di GLHF Game Bar, menurut situs web venue.

Turnamen video game sedang berlangsung secara online dari restoran. Pemain dapat terlihat bereaksi terhadap tembakan dan tangisan dapat didengar sebelum rekaman terputus.

“SWAT sedang melakukan pencarian metodis di dalam … Kami akan menghubungi Anda,” kata Kantor Sheriff Jacksonville sebelumnya di Twitter.

Media lokal News4Jax mengatakan beberapa ambulans, serta petugas pemadam kebakaran dan polisi, berada di tempat kejadian, dan jalan-jalan di pusat kota diblokir.

Baca juga: Pentagon: Pembunuh Massal di Gereja Texas adalah Anggota Militer AS

Enam korban dibawa ke rumah sakit UF Health di Jacksonville, lima dalam kondisi stabil dan satu serius, kantor berita Reuters mengutip staf rumah sakit mengatakan.

Peter Moberg, juru bicara Rumah Sakit Memorial Jacksonville, mengatakan mereka merawat tiga korban, semuanya dalam kondisi stabil.

Serangan itu terjadi di tengah perdebatan tentang undang-undang senjata AS yang mendapat dorongan baru setelah pembantaian 17 orang di sebuah sekolah menengah di Parkland, Florida, pada bulan Februari.

Baca juga: 

Korban penembakan Parkland mengungkapkan kesedihan mereka pada hari Ahad di berita tentang penembakan massal lainnya di negara bagian itu.

“Sekali lagi, hati saya sakit dan saya benar-benar sangat marah. Kami tidak bisa menerima ini sebagai kenyataan kami,” Delaney Tarr, salah satu penyelenggara gerakan March for Our Lives yang dipimpin mahasiswa, menulis di Twitter.

Dua tahun lalu, seorang pria bersenjata membunuh 49 orang di klub malam Pulse di Orlando, Florida.