Ribuan Warga Cilegon Gelar Aksi Solidaritas Bela Palestina

CILEGON (jurnalislam.com)- Ribuan Warga Cilegon, Banten mengikuti Aksi Solidaritas Kemanusiaan Cinta Cilegon untuk Palestina pada Sabtu (25/11/2023).

Aksi solidaritas tersebut, diawali dengan Shalat Subuh berjamaah di Masjid Agung Cilegon kemudian shalat Gaib dan dilanjutkan dengan longmarch dari Masjid Agung Cilegon menuju Tugu Landmark Cilegon.

Dalam aksi tersebut, nampak hadir Walikota Cilegon Helldy Agustian, ia mengatakan bahwa aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas untuk rakyat Palestina yang saat ini masih dijajah oleh Zionis ‘Israel’.

“Kegiatan ini lahir dari Organisasi Organisasi Islam yang ada di kota Cilegon sebagai Solidaritas Kemanusiaan dari kota Cilegon untuk Palestina,” katanya kepada jurnalislam.com di sela sela aksi.

“Untuk saat ini, yang bisa kita lakukan sebagai aksi solidaritas baru berupa do’a dan pengumpulan dana untuk saudara saudara kita di Palestina. Untuk do’a secara bersama sama sudah kita lakukan tadi di Masjid Agung Cilegon dan pengumpulan dana akan berlangsung selama kegiatan aksi solidaritas ini,” imbuhnya.

Pantauan jurnalislam.com di lapangan, terlihat orang tua, anak muda hingga anak anak turun antusias untuk mengikuti aksi ini.

“Aksi ini mungkin hanya aksi kecil tapi sebagai bukti bahwa kami mendukung kemerdekaan Palestina dan mengecam pembantaian warga Palestina oleh Israel,” kata Eki salah satu peserta aksi asal Warnasari Cilegon.

Sampai berita ini diterbitkan, kegiatan Aksi Solidaritas Kemanusiaan Cilegon untuk Palestina masih terus berlangsung dengan konsentrasi kegiatan di panggung depan Tugu Landmark Cilegon.

Reporter: Jajat Sudrajat

Aksi Solidaritas Jadi Momen Edukasi Anak Tentang Palestina

KARANGANYAR (jurnalislam.com)- Lebih dari 1000 warga berkumpul di Bundaran HI Tawangmangu untuk melakukan aksi konvoi solidaritas untuk Palestina pada Jum’at, (24/11/2023). Tak hanya orang dewasa, nampak juga sejumlah anak anak ikut dalam aksi ini.

Peserta tampak berkumpul dengan mengunakan kendaraan bermotor usai melakukan sholat jum’at. Mereka memakai atribut bernuansa Palestina dan juga membawa bendera Indonesia dan Palestina.

Seperti warga Tawangmangu, Zahra (32) yang mengajak istri dan kedua anaknya untuk ikut aksi konvoi solidaritas untuk Palestina dengan mengendarai sepeda motor.

Zahra mengaku sengaja untuk mengajak anak anaknya yang berusia 10 tahun dan 5 tahun untuk ikut dalam aksi tersebut. Ia ingin mengajarkan kepada anak anaknya tentang kepedulian terhadap Palestina dan apa yang dialami oleh anak anak disana.

“Biar anak-anak bisa tahu dari sekarang bahwa Palestina sudah dijajah berpuluh-puluh tahun oleh Israel, biar dia tahu ke depannya bisa mendukung Palestina,” ungkapnya.

Zahra juga mengaku sedih melihat korban serangan ‘Israel’ yang hingga saat ini berjumlah 14.532 orang, termasuk diantaranya 6000 anak-anak dan 4000 wanita.

“Kita mendukung Palestina agar free dari Israel. Karena kan kita juga prihatin dengan yang terjadi di Palestina, kita selalu berdoa setiap hari agar perang ini bisa segera berhenti,” pungkasnya.

Dalam aksi konvoi solidaritas tersebut juga dilakukan penggalangan dana untuk rakyat Palestina dan terkumpul sebesar 25 juta.

Reporter: Jono Riyanto

Dukung Palestina, Masyarakat Tawangmangu Gelar Aksi Konvoi Solidaritas

KARANGANYAR (jurnalislam.com)- Lebih dari 1000 orang berkumpul dalam aksi Konvoi Solidaritas untuk Palestina yang digelar di Lereng Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah pada Jum’at, (24/11/2023).

Aksi yang diinisiasi oleh Forum Umat Islam Tawangmangu (FUIT) tersebut dilaksanakan usai sholat Jum’at. Masyarakat yang datang mengunakan sepeda motor, mobil jeep, mobil bak terbuka hingga truk barang berkumpul di Bundaran HI Tawangmangu.

Peserta aksi kemudian melakukan aksi konvoi dengan rute kawasan wisata Lawu Park, kemudian turun melewati jalan baru hingga finish di terminal Tawangmangu dengan mengibarkan bendera Indonesia dan Palestina sebagai bentuk dukungan.

Massa kemudian mendengarkan orasi di Terminal TawangTawangmangu yang diantaranya oleh Ustaz Ziyad Ar-Roziy dan Ustaz Yusuf Helmi Ahmad.

Ketua FUIT Warseno menegaskan bahwa pihaknya mengutuk serangan yang dilakukan oleh zionis ‘Israel’ terhadap warga sipil di Palestina, menurutnya, tindakan tersebut melanggar prinsip kemanusiaan dan keadilan.

“Kami sangat mengecam keras tindakan Zionis Israel yang sudah melakukan Genocide terhadap Warga Gaza,” tegasnya.

“Kegiatan ini kami selenggarakan dalam rangka bukti kepedulian kami masyarakat Tawangmangu, khususnya kepada saudara kita di Palestina, kami juga melakukan penggalangan dana yang nantinya akan kita salurkan untuk meringankan beban saudara kita di Gaza,” katanya.

Sementara itu, koodinator aksi Maman Sunarman, S. Sos menjelaskan, bahwa dalam aksi tersebut terkumpul donasi 25 juta yang nantinya akan disalurkan untuk korban serangan zionis ‘Israel’ di Palestina.

“Total dana yang berhasil dikumpulkan mencapai 38.760.000, yang kemudian disalurkan melalui Lazismu. Aksi ini tidak hanya menjadi bentuk dukungan simbolis, tetapi juga upaya nyata untuk memberikan bantuan kepada mereka yang menjadi korban di Palestina,” ungkapnya.

Aksi kepedulian Palestina tersebut juga dihadiri dari Forkopimcam setempat mulai dari Kecamatan, jajaran Polsek dan Koramil serta berbagai elemen dan organisasi kemasyarakatan yang ada di Tawangmangu.

Acara di tutup dengan doa bersama untuk kemenangan warga Palestina atas kedholiman yang dilakukan Israel yang di pimpin oleh Ustadz Ziyad Ar-Roziy. Ribuan masa aksi tertunduk haru sembari memanjatkan doa-doa untuk warga Palestina.

Reporter: Jono Riyanto

Masyarakat Lereng Gunung Lawu Tuntut Zionis Israel Hentikan Genosida di Palestina

KARANGANYAR (jurnalislam.com)- Ketua Forum Umat Islam Tawangmangu (FUIT) Warseno, menegaskan bahwa pihaknya mengutuk keras tindakan yang dilakukan Israel kepada warga sipil di Palestina.

Hal itu, ia katakan saat menggelar aksi konvoi Solidaritas untuk Palestina di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah pada Jum’at, (24/11/2023). Sebagaimana diketahui, 14.532 orang, termasuk diantaranya 6000 anak-anak dan 4000 wanita menjadi korban serangan yang dilakukan Israel sejak 7 Oktober yang lalu.

“Pertama, menolak penjajahan diatas negeri Palestina. Kedua, mengutuk dengan keras agresi militer yang banyak memakan korban baik wanita maupun anak-anak. Ketiga, menuntut dihentikannya genosida terhadap rakyat Palestina yang dilakukan oleh Israel,” katanya.

“Keempat, boikot produk Israel yang digunakan untuk membantu membunuh saudara kita di Palestina,” imbuhnya.

Warseno melanjutkan, bahwa dunia Internasional terutama negara negara Islam untuk bisa menghentikan penjajahan yang dilakukan zionis ‘Israel’ di Palestina.

“Kelima, menuntut agar Israel segera menghentikan penjajahan atas saudara-saudara kita di Palestina dan mengembalikan tanah Palestina. Keenam, Palestina harus merdeka,” pungkasnya.

Reporter: Jono Riyanto

Krisis Kemanusiaan di Gaza, Ribuan Terbunuh dan Infrastruktur Hancur Akibat Serangan Israel

GAZA (jurnalislam.com)- Sejak dimulainya operasi Badai Al Aqsa oleh Hamas pada 7 Oktober, korban tewas akibat serangan udara dan darat Israel di Jalur Gaza telah mencapai 14.532 orang, termasuk diantaranya 6000 anak-anak dan 4000 wanita, sebagaimana yang dilaporkan kantor media di Gaza, pada Rabu (23/11/2023).

Sebanyak 210 tenaga medis, termasuk dokter, perawat, dan paramedis, turut menjadi korban. Selain itu, 45 anggota pertahanan sipil dan 64 jurnalis juga meninggal.

Kantor media itu juga menyebutkan terdapat 35.000 korban luka, di mana 75% diantaranya adalah anak-anak dan wanita.

Serangan Israel juga menyebabkan kerusakan parah pada bangunan di Gaza diantaranya 102 gedung pemerintahan, 266 gedung sekolah dan 67 lainnya tidak lagi berfungsi.

Rumah ibadah juga menjadi sasaran, dengan 85 masjid hancur, 174 lainnya rusak parah, dan 3 gereja juga terkena dampak.

Sementara kerusakan pada rumah penduduk mencapai 45.000 yang hancur total dan 233.000 mengalami kerusakan sebagian.

Fasilitas kesehatan juga terpukul, di mana 26 rumah sakit dan 55 pusat kesehatan tidak dapat beroperasi. Israel juga menargetkan 56 unit ambulan, serta mengakibatkan kekurangan bahan bakar sehingga banyak fasilitas tidak dapat beroperasi.

Pasar dan toko kebutuhan pokok mengalami kesulitan pasokan bahan makanan dan kebutuhan penting lainnya. Sementara itu, toko roti telah menutup seluruh operasional produksi karena tidak ada bahan baku.

Sumber: Anadolu Ajansi

Reporter: Samsul

Wahdah Islamiyah Luncurkan Program Wakaf Uang Bersama Ketua BWI Di Arena Mukernas

MAKASSAR (jurnalislam.com)– Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia Prof. Mohammad Nuh., DEA memberikan paparan tentang wakaf dengan tema “Era Baru: Wakaf sebagai Lifestyle” dalam gelaran Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) XVI Wahdah Islamiyah di Asrama Haji Embarkasi Makassar, Jumat (24/11/2023)

Dalam kesempatan itu, Prof. Mohammad Nuh didampingi oleh Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah KH Muhammad Zaitun Rasmin dan legislator RI Tamsil Linrung meluncurkan Program Wakaf Uang Wahdah Islamiyah sebelum memberikan materi ceramahnya.

Ustaz Zaitun mengatakan, untuk mendampingi program nasional wakaf uang ini, pihaknya telah membentuk satu badan khusus bernama One Wakaf.

Diawal ceramah kebangsaan, Prof Mohammad Nuh menitikberatkan persoalan wakaf ini sebagai bagian dari gaya hidup. Ia mengatakan bahwa wakaf ini sudah jelas dan terang. Sudah teruji dan sudah ada bukti sejak zaman Nabi.

“Wakaf bukanlah hal yang baru, wakaf telah ada sejakdahulu dan telah teruji. Ummat Islam jaya dengan wakaf, terlebih di zaman Turki Utsmani. Mari membangun inisiatif kita dalam melakukan gerakan revival bersama ONE WAKAF. Maka tugas kita sekarang adalah bagaimana meneruskan ini, memajukan dan mensosialisasikannya ke masyarakat,” ujarnya.

Wakaf kata Menteri Pendidikan Indonesia Masa Bakti 2009-2014 ini mengatakan, bahwa zakat adalah bagian dari ikhtiar kita menyiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.

“Mari kita siapkan bekal akhirat agar tidak menjadi pengemis dan gelandangan disana,” katanya, sembari menyetir QS Al Kahfi ayat 110.

Prof Mohammad Nuh menguraikan bahwa wakaf bukan hanya investasi akhirat, tetapi juga investasi yang manfaatnya bisa didapat di dunia dan diakhirat, bagi diri sendiri dan masyarakat. Beberapa contoh suksesi perzakatan di tanah air yang ia deskripsikan dalam vceramah tersebut adalah RS Mata Wakaf Achmad Wardi di Kota Serang, Banten yang menarget sebanyak 2.513 pasien selama 5 tahun dan pengadaan mobil ambulance gratis.

Ia pun mengajak kepada peserta Mukernas untuk tetap berwakaf setiap hari. Menurutnya, tidak mengapa sedikit asalkan rutin dan berkelanjutan.

“Kalau disuruh milih, penjenengan pilih wakaf uang langsung banyak, atau sedikit saja tapi rutin. Kalau boleh jujur lebih baik pilihan yang kedua,” jelasnya.

Dalam sesi terakhir yang menutup ceramahnya dengan mengatakan, wakaf yang sukses manakala para nazir sudah mencapai level nazir 3.0, artinya nazir itu bisa kelola wakafnya, otaknya cerdas, dia bisa memperbanyak pewakif, dan melahirkan pewakif-pewakif baru.

“Nazir itu harus expert di bidang pengelolaan aset umat. Bisa membaca, menangkap dan menciptakan peluang, menjadi real power. Punya sertifikasi kompetensi, kemampuan melipatgandakan nilai aset,” tutupnya.

Hamas Kian Populer, 75% Warga Palestina Setuju Serangan 7 Oktober

Oleh, Pizaro Gozali

Baru-baru ini survei yang digelar di Palestina menunjukkan fakta yang menarik. Survei yang digelar oleh lembaga penelitian Arab World for Research and Development pada 14 November lalu itu ingin mencari tahu seberapa besar dukungan bangsa Palestina terhadap serangan Taufan Al Aqsha yang dikomandani Hamas untuk melumpuhkan penjajah Zionis.

Hasilnya: sebanyak 75% responden setuju dengan serangan Hamas dan 74,7% setuju bahwa mereka mendukung berdirinya negara tunggal Palestina.

Ketika warga Palestina dihadapkan dengan pertanyaan “Seberapa besar Anda mendukung operasi militer yang dilakukan perlawanan Palestina yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober?”

Tanggapan warga Palestina menunjukkan dukungan yang kuat atas serangan tersebut.

Warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat, misalnya, sebagian besar mereka mendukung serangan tersebut dengan presentase 83,1%.

Hanya 6,9% yang menjawab bahwa mereka “sangat” atau “agak” menentang serangan tersebut. Selain itu, 8,4% tidak menyatakan pendapatnya.

Sementara itu, sebanyak 63,6% warga di Jalur Gaza menyatakan mereka sangat mendukung serangan Hamas. Sedangkan, 14,4% lainnya menjawab bahwa mereka tidak menentang atau mendukung serangan tersebut.

Selanjutnya, sebanyak 20,9% warga Palestina yang tinggal di Gaza menentang serangan tersebut sampai tingkat tertentu.

Hasilnya secara keseluruhan sebanyak 75% responden setuju dengan serangan 7 Oktober tersebut.

Ketika ditanya pertanyaan, menurut mereka apa alasan utama dilancarkannya operasi perlawanan Palestina pada tanggal 7 Oktober?

Sebanyak 31,7% responden yang tinggal di Tepi Barat dan 24,9% responden yang tinggal di Gaza mengklaim alasan serangan itu adalah untuk “membebaskan Palestina.”

Sebanyak 23,3% responden yang tinggal di Tepi Barat dan 17,7% responden yang tinggal di Gaza menyatakan bahwa alasan serangan tersebut adalah “menghancurkan pengepungan di Jalur Gaza.”

Sementara, sebanyak 35% dari total responden mengatakan serangan itu adalah untuk “menghentikan pelanggaran HAM terhadap Masjidil Aqsa”.

Sementara itu, saat ditanya “Apakah Anda mendukung solusi pembentukan satu atau dua negara?” mayoritas (74,7%) responden menjawab bahwa mereka mendukung negara tunggal Palestina.

Meskipun perang dikatakan terjadi antara Israel dan Hamas, hanya 18,6% responden yang setuju dengan hal tersebut.

Mayoritas (63,6%) merasa ini adalah perang antara “Israel dan Palestina secara umum” dan 9,4% lainnya menyatakan bahwa mereka melihat ini sebagai perang antara “dunia Barat dan dunia Arab.”

– Aspirasi Bangsa Palestina

Menurut penulis, ada beberapa analisa yang dapat diketengahkan melihat survei ini.

Pertama, survei ini menunjukkan semakin populernya gerakan Hamas di Palestina yang mendapatkan dukungan dari bangsa Palestina. Sebab banyak 75% responden Palestina ternyata menyetujui serangan 7 Oktober tersebut yang telah meluluhlantahkan kekuatan penjajahan Israel.

Padahal banyak opini berkembang di luar Palestina yang menyudutkan Hamas, menolak aksi Hamas dan bahkan mendorong warga Palestina untuk hijrah ke negeri lain dan tunduk pada kekuasaan Zionis. Faktanya opini-opini tersebut tidak tervalidasi di internal warga Palestina.

Kedua, hasil survei ini menunjukan bahwa Operasi Taufan Al Aqsha bertujuan untuk membebaskan Palestina, bukan hanya Gaza. Seperti namanya “Al Aqsha” yang menegaskan bahwa Hamas memang berada di jalur Gaza tapi mata mereka tertuju ke Masjid Al Aqsha yang terus dinodai oleh penjajah Zionis.

Ini juga terkonfirmasi dari besarnya dukungan masyarakat Palestina yang melihat gerakan perlawanan Hamas bertujuan untun memerdekakan Palestina.

Ketiga, survei ini juga bisa menjadi kesimpulan bahwa popularitas Hamas saat ini sudah melampaui kepemimpinan Mahmoud Abbas yang banyak mendapat kritik karena hanya menjadi penonton dari bombardir yang dilakukan Israel terhadap bangsa Palestina.

Abbas dinilai lebih suka duduk di atas meja melakukan negosiasi-negosiasi dengan Israel yang hasilnya lebih banyak membuat tanah Palestina terus dicaplok oleh kekuatan penjajah.

– Meredupnya Abbas

Popularitas Otoritas Palestina di Tepi Barat memang telah mengalami penurunan tajam di tanah Palestina. Abbas dinilai tidak banyak melakukan tindakan merespons kebiadaban yang dilakukan Zionis terhadap Masjidil Aqsha, Tepi Barat, dan jalur Gaza. Kepercayaan publik kepada Abbas pun telah menurun tajam.

Sebaliknya, Hamas dan Jihad Islam dianggap masyarakat sebagai representasi perlawanan bangsa Palestina yang melawan kepongahan Zionis.

Juli 2023 lalu, survei yang dilakukan the Palestinian Center for Policy and Survey Research di Universitas Tel Aviv Israel, telah mendesak pemerintah Israel untuk memperkuat Otoritas Palestina (PA) dan meningkatkan perekonomiannya karena semakin redupnya populariats Abbas dan pengaruhnya bagi bangsa Palestina.

Hal itu digambarkan oleh think tank penjajah tersebut sebagai upaya untuk memperkuat kepentingan Israel di Palestina untuk menghadapi Hamas atau faksi perlawanan lainnya.

“Tampaknya PA – di bawah kepemimpinan Abu Mazen (Abbas) – berada dalam situasi paling parah sejak intifada kedua dan berada di jalur penurunan yang mungkin berakhir dengan keruntuhannya,” kata studi tersebut.

Sementara itu, jajak pendapat terpisah yang dilakukan pada Juni 2023 oleh the Palestinian Center for Policy and Survey Research menunjukkan 63 persen warga Palestina percaya bahwa Otoritas Palestina merupakan beban bagi mereka, sementara 80 persen tidak puas dengan kinerja Abbas.

Selain itu, sebanyak 50 persen warga Palestina berpendapat pembubaran Otoritas Palestina akan menjadi yang terbaik bagi masyarakat Palestina, sementara 63 persen berpendapat kelangsungan Otoritas Palestina adalah untk melayani kepentingan Israel.

Gambaran ini sebenarnya adalah tamparan bagi Mahmoud Abbas yang dinilai gagal memberikan perlindungan kepada bangsa Palestina, yang lebih banyak menyatakan kutukannya ketimbang benar-benar terjun menghalau penjajahan Israel.

Operasi Taufan Al Aqsha, sekali lagi, telah menjadi momentum Hamas untuk menjadi pemimpin sebenarnya di mata masyarakat Palestina.

Seperti dikatakan pemimpin Hamas Khalid Misyal: “Bahwa penjajah ini dapat dikalahkan, dan bahwa jalan menuju hal itu adalah jihad dan perlawanan, bukan memohon, mengemis, negosiasi, atau bersikap lemah.”

Penulis adalah peneliti Baitul Maqdis Institute
Kandidat Ph.D bidang Policy Research and International Studies Universiti Sains Malaysia

Sumber: FB Pizaro

Hari Ke-48 Operasi Badai Al Aqsa, Brigade Al Qassam Telah Hancurkan 335 Kendaraan Militer Israel

GAZA (jurnalislam.com)- Jelang gencatan senjata sementara, operasi Badai Al Aqsa telah memasuki hari ke-48. Juru bicara Al Qassam, Abu Ubaidah, menyatakan kesiapannya untuk berperang dalam jangka panjang. Pernyataan ini disampaikan melalui sebuah rekaman video sebagaimana yang ditayangkan oleh Al Jazeera Mubasher pada Jum’at dini hari (24/11/2023).

“Mujahidin kami terus menghadapi agresi brutal zionis, dan kami telah mendokumentasikan penargetan 335 kendaraan militer zionis sejak awal serangan. Kendaraan yang menjadi sasaran bervariasi antara pengangkut personel, tank, dan buldoser,” kata Abu Ubaidah.

Ia juga melaporkan peningkatan serangan Brigade Al Qassam ke Israel dalam tiga hari terakhir dengan rinci.

“Kami terus mengarahkan serangan rudal ke berbagai sasaran di dalam wilayah zionis. Kami hancurkan 33 kendaraan zionis dalam 72 jam terakhir,” terangnya.

“Selama tiga hari terakhir, kami melakukan operasi kualitatif terhadap pasukan musuh, yang mengakibatkan tewasnya mereka,” sambungnya.

Abu Ubaidah juga menyatakan bahwa Brigade Al Qasam berhasil menggagalkan rencana Israel untuk meraih kemenangan di Gaza.

“Mujahidin kami tetap ditempatkan di posisi mereka, tidak goyah. Mujahidin kami terus berada dalam posisi tempur mereka,” tegasnya.

Menurutnya, Israel masih menyembunyikan kerugian yang sebenarnya,

“Apa yang musuh banggakan untuk memperpanjang pertempuran hanya berupa pelecehan dan pembantaian, dan kami menegaskan kesiapan kami untuk terus berperang tidak peduli berapa lama agresi berlangsung!,” pungkasnya.

Sumber: Al Jazeera Mubasher

Reporter: Bahri

Buka Mukernas ke-16, Ketua DPD RI Apresiasi Konsistensi Wahdah Islamiyah dalam Memperjuangkan Pancasila Sebagai Falsafah Negara

MAKASSAR (jurnalislam.com)- Wahdah Islamiyah menggelar Mukernas ke-XVI dengan Tema “Meningkatkan Soliditas dan Kolaborasi Mewujudkan Indonesia Maju”. yang dihadiri oleh berbagai tokoh Nasional, pihak Pemerintah Kota Makassar, hingga ketua DPD RI, bertempat di Gedung Aula Arafah Asrama Haji Embarkasi Sudiang, Kamis (23/11/2023).

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Ir. H. AA Lanyalla Mahmud Mattalitti membuka secara resmi kegiatan tersebut, dalam sambutannya berharap Wahdah Islamiyah dapat melahirkan program yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim Musyawarah Kerja Nasional Ke-16 Wahdah Islamiyah saya nyatakan dibuka. Semoga Mukernas ke-16 kali ini dapat menghasilkan program kerja yang tetap bermuara kepada kepentingan umat dan semoga ikhtiar kita untuk umat dan untuk Indonesia yang lebih baik diridoi oleh Allah SWT,” terangnya.

Menurutnya, Mukernas Wahdah Islamiyah ini adalah salah satu wujud dari nilai-nilai bangsa ini dalam bernegara. Sebagaimana yang termaktub di dalam Pancasila yaitu musyawarah, yang juga termasuk sistem bernegara yang dirumuskan pada pendiri bangsa.

“Saya memberikan apresiasi Kepada Wahdah Islamiyah yang konsisten memperjuangkan sikap jalan tengah dengan tetap memperjuangkan Pancasila sebagai falsafah dasar tengah dan negara, sekaligus sebagai nilai-nilai yang berjalan seiring dengan nilai-nilai ajaran Islam,” pungkasnya.

Pemerintah Kota Makassar yang hadir dalam kegiatan Mukernas ini, diwakili oleh Staff Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Kota Makassar Drs. A. Irwan Bangsawan. Ia berharap kedepaanya antara Wahdah dan Pemkot dapat bersinergi dalam program keummatan.

“Mukernas ini sangat strategis dilaksanakan tentunya kita berharap bisa bersinergi dengan program pemerintah Kota Makassar, kami juga ada program penguatan keummatan dalam penyelesaiaan problematika perkotaan. Masalah anak-anak kita harus bagaimana menguatkan iman dan takwa mereka. Marilah kita menjaga keamanan dan kenyamanan sesuai tema Mukernas ini, meningkatkan soliditas dan kolaborasi,” katanya saat memberikan sambutan.

Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah KH. Dr. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., MA dalam sambutannya menyampaikan kondisi tragis yang dirasakan rakyat Palestina akibat pembantaian dan penjajahan yang terus dilakukan oleh Zionis Israel.

“Mukernas ini kita adakan dalam suasana yang tidak menyenangkan, dengan apa yang terjadi pada saudara-saudara kita di Palestina yang bukan sekedar pembantaian, tapi genosida yang terburuk, bukan dari segi jumlah akan, tetapi dari segi cara bahkan jauh lebih brutal dibandingkan perang-perang yang lalu. Sulit untuk menggambarkan kondisi ini, pembantaian yang dialami secara perlahan, di bombardir dimana-mana rumah sakit dan masyarakat sipil,” ungkapnya.

Ustaz Zaitun menegaskan bahwa kita harus menjadi solusi atas permasalahan ummat sebagai bentuk soliditas kita, bahkan sebagai bangsa kita punya hutang kemerdekaan terhadap Palestina yang harus dibayar.

“Dalam Mukernas ini, persoalan Palestina ini harus menjadi pemikiran bagi seluruh peserta Mukernas, yang mudah-mudahan dapat memberikan gagasan dan ide untuk perjuangan bangsa Palestina, baik dengan doa-doa kita. Maka pentingnya kita menguatkan soliditas, karena lemahnya soliditas kita sehingga terjadi pembantaiaan tersebut,” pungkasnya.

Kisah Mengharukan: Remaja Palestina di Bawah Reruntuhan Zionis

GAZA (jurnalislam.com)- Dalam kegelapan malam, ketika kota itu terperangkap dalam keadaan tanpa air, listrik, dan obat-obatan akibat blokade yang dilakukan oleh zionis Israel, pesawat tempur menyapu langit-langit dengan kekejaman yang tak terbayangkan.

Di bawah reruntuhan yang tak kenal ampun, terbaring syahid seorang remaja Palestina 16 tahun, didalam saku celananya ditemukan lembaran catatan kecil yang memaparkan keinginan baiknya. Lembar catatan itu mengisahkan perjalanan seorang pemuda yang merasa membawa beban dosa-dosanya.

Catatan itu menciptakan sebuah lukisan kelabu akan kehidupan yang terenggut oleh serangan udara zionis. Isi buku catatan itu, yaitu:

Senin : aku tertidur tanpa berwudhu.

Selasa: aku tertawa terlalu kuat.

Rabu: aku tidak mendirikan sholat ‘Isya tepat waktu.

Kamis: aku menjaringkan gol saat futsal dan terbit rasa bangga dalam hatiku.

Jum’at: seharusnya aku bershalawat 1000 kali sehari, tetapi hari ini aku hanya bershalawat 700 kali

Sabtu: aku terlupa dzikir pagi.

Di bawah langit kota Gaza yang penuh serangan, remaja Palestina itu menjadi saksi bisu kehancuran tanahnya yang tak terhingga. Catatan kecil yang terukir di bawah reruntuhan menciptakan gambaran seorang pemuda yang mencari kebaikan dalam keadaan yang penuh tantangan dan kegelapan.

Sumber: allaboutpalestine

Reporter: Bahri