KPK Berencana Periksa James Riady soal Suap Izin Meikarta

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil sejumlah saksi terkait suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi. Saksi yang akan diperiksa ini termasuk petinggi Lippo Group James Riady.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Jumat (19/10), mengatakan tim nanti akan melakukan proses pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Saksi-saksi ini dari pihak Pemkab Bekasi dan pihak Lippo, termasuk juga rencana pemeriksaan terhadap saksi James Riady. “Dari pihak Pemprov (Jawa Barat) jika dibutuhkan,” kata dia, lansir Republika.co.id.

Dalam kasus itu, KPK telah menetapkan sembilan tersangka, yaitu konsultan Lippo Group masing-masing Taryudi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), pegawai Lippo Group Henry Jasmen (HJ). Selanjutnya, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin (J), Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat MBJ Nahor (SMN), dan Kepala Dinas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi Dewi Tisnawati (DT).

Berikutnya Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro (BS), Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin (NNY), dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi (NR).

Menurut Febri, KPK perlu mendalami keterangan James Riady atau pengetahuan para saksi lainnya yang akan dipanggil terkait dengan perkara tersebut. “Misalnya terkait dengan pertemuan yang kami duga pernah dilakukan oleh saksi dari pihak Lippo dengan bupati atau pihak yang terkait dengan perkara ini untuk membahas sejumlah hal terkait proyek ini,” ungkap Febri.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menggeledah 12 lokasi sejak Rabu (17/10) sampai Kamis (18/10) sore dalam penyidikan kasus tersebut. Salah satu yang digeledah adalah rumah James Riady.

“Terkait kasus Meikarta ini, memang salah satu lokasi yang digeledah oleh penyidik itu adalah rumah James Riady dan ada sekitar 11 lokasi lainnya yang digeledah selama dua hari kemarin,” kata Febri.

Sebelas lokasi lain yang digeledah itu antara lain kantor Lippo Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, kantor bupati Bekasi, rumah pribadi bupati Bekasi dan kantor Lippo Group di gedung Matahari Tower Tangerang. Selain itu, rumah tersangka Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, dan kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi.

Selanjutnya apartemen Trivium Terrace, kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi, dan Hotel Antero di Cikarang. Sejauh ini disita dokumen terkait perizinan oleh Lippo ke Pemkab Bekasi, catatan keuangan, dan barang bukti elektronik seperti komputer dan lain-lain. 

Selain itu dalam penggeledahan di rumah bupati Bekasi, KPK juga menemukan uang dalam bentuk rupiah dan yuan China dengan jumlah total sekitar Rp 100 juta.

sumber: republika.co.id

BPBD Lumajang Bawa Bantuan Warga untuk Korban Tsunami Palu

LUMAJANG (Jurnalislam.com)– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang kirimkan bantuan ke lokasi bencana Gempa dan Tsunami di Palu dan Donggala.

Bantuan tersebut diberangkatkan secara resmi oleh Bupati Lumajang, Thoriqul Haq dari kantor BPBD Lumajang, Kamis (17/10/2018).

Dalam Sambutannya, Bupati yang akrab dipanggil Cak Thoriq ini menyampaikan agar masyarakat Lumajang memiliki kesadaran evakuasi kebencanaan sehingga saat terjadi bencana tiba-tiba, tidak sampai memakan banyak korban jiwa.

Peristiwa gempa bumi baru-baru ini yang terasa hingga ke Lumajang, tambah Thoriq, harus jadi pembelajaran tanggap bencana.

“Semoga Lumajang dijauhkan dari bencana,” paparnya

Wawan Hadi selaku Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Lumajang menyampaikan Jenis bantuan yang dikirim meliputi sembako, makanan bayi, makanan instan, baju layak pakai, terpal, dan obat-obatan.

Selain barang, BPBD Lumajang mengirimkan bantuan uang sejumlah Rp. 156.967.000.  “Bantuan ini  merupakan hasil pengumpulan dana dari beragam elemen kelompok masyarakat, di Lumajang” papar Wawan.

Lanjutnya, pihak BPBD masih siap menerima dan menyalurkan bantuan dari masyarakat.

“Status tanggap darurat di Sulteng masih diperpanjang sampai akhir bulan. Termasuk di BPBD Jatim juga masih menerima donasi dari kota-kota se Jatim. _Monggo_ bila masih ada yang ingin menyalurkan bantuan,” ajaknya.

Reporter: Budi

Ormas Islam Banyuwangi Datangi Desa Pemilik Akun Penghina HRS

BANYUWANGI (Jurnalislam.com) – Pemilik akun media sosial atas nama Nanang Kholik dinilai melakukan pelecehan terhadap tokoh Islam Habib Rizieq Syihab dan Prof. Dr. Amien Rais.

Sejumlah ormas Islam Banyuwangi melakukan investigasi dan menembukan informasi bahwa Nanang Kholik berasal dari  Desa Gambiran, kecamatan Gambiran, Banyuwangi.

Kepala Desa Gambiran, Eko Hadi Riyanto menyampaikan apresiasi kepada tim Investigasi yang datang untuk bertabayun dan memberi nasihat kepada pemilik Akun Facebook Nanang Kholik.

“Sebagai sesama muslim kami wajib bertabayun terkait maksud Nanang Kholik mengunggah gambar pelecehan itu. Sudah sepantasnya dia meminta maaf karena hal ini masuk ranah pelanggaran hukum” terang Agus Iskandar, selaku koordinator Tim Investigasi.

Merespon hal ini Kades Gambiran langsung menugaskan stafnya guna menghadirkan Nanang Kholik untuk diajak berembug secara kekeluargaan

“Staf kami sudah mengajak baik-baik Nanang untuk datang namun dia tidak berani dan menyampaikan maaf lewat telepon kepada saya.” papar Eko Hadi.

Jika melalui proses kekeluargaan ini, lanjut Eko Hadi, tidak bisa membuat Nanang jera, ia persilakan ormas Islam menempuh cara hukum untuk menyadarkan warganya.

“Kami mengapresiasi tanggapan pak Kades dan menyesalkan tindakan pelecehan Ulama yang dilakukan warganya. Kami akan memantau kasus ini demi kemaslahatan bersama. Semoga ke depannya hal semacam ini tidak terjadi lagi di daerah kita” tegas Agus Iskandar.

 

kontributor : Moch Ihsan

Siap Tutup Tempat Maksiat, Bupati Lumajang : Semoga Terhindar dari Bencana

LUMAJANG (Jurnalislam.com)–Bupati Lumajang, Thoriqul Haq berkomitmen akan menutup semua tempat maksiat di Lumajang.

Hal tersebut, disampaikan saat penandatanganan Surat Pernyataan Anti Maksiat yang disaksikan oleh Forkopimda, tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam acara  Istigosah dan Do’a Bersama, di Alun-Alun Lumajang, Jumat (19/10/2018) siang.

Kegiatan yang bertemakan “Mengetuk Pintu Langit, Menggapai Ridho Ilahi” digagas oleh Umat Islam Lumajang yang tergabung Jaringan Masyarakat Anti Maksiat (JIMAT).

Acara ini sebagai bentuk dukungan warga kepada pemerintah Kabupaten Lumajang agar menutup tempat-tempat usaha yang mengakomodir kemaksiatan sehingga meresahkan warga.

“Saya mendapat kepercayaan dari masyarakat agar selalu menjaga Kabupaten Lumajang Lebih bermartabat dan terhindar dari tindakan maksiat. Mari kita saling berkomitmen agar kota kita bersih, selamat dan terhindar bencana akibat tempat maksiat “, papar Cak Thoriq, panggilan akrab Bupati Lumajang.

Ribuan peserta yang hadir berasal dari para santri pondok pesantren, remaja masjid, kelompok pengajian, dan ormas Islam se Lumajang. Mereka antusias hadir sebelum sholat Jum’at meski acara baru di mulai siang.

 

reporter : Edi Siswanto

Polisi Diminta Adili 22 Pelaku Tragedi Rabu Kelabu

SOLO (Jurnalislam.com) – Sejumlah elemen masyarakat Soloraya berunjuk rasa di depan Mapolresta Solo pada Jum’at (19/10/2018) mengenang 19 tahun pembakaran balaikota Solo. Mereka menuntut aparat segera menangkap dalang dari peristiwa yang 20 Oktober 1999 yang sering disebut Tragedi Rabu Kelabu itu.

Ketua Tim Advokasi Reaksi Cepat (TARC),  M Taufiq menyayangkan lambannya aparat dalam memproses kasus tersebut.

“Jangan kita dibodohi kasusnya ini kadaluarsa, tidak ada kasus kadaluarsa, diperiksa aja belum kok kadaluarsa, kalau mau di tutup SP3 periksa dulu baru pengadilan yang menyatakan SP3,” tegasnya.

Taufiq menyatakan sudah memberikan data kepada kepolisian tentang 22 nama tersangka yang berhasil dihimpun oleh tim pencari fakta.

“Sudah kami serahkan bukti 22 nama lengkap dengan alamatnya tolong manusia-manusia itu dipanggil mumpung masih hidup, tinggal nanti dibuktikan,” jelasnya.

Massa menunjukkan bukti-bukti gambar provokasi pendukung Megawati pada Tragedi Rabu Kelabu

Taufiq juga membeberkan bukti-bukti berupa foto-foto spanduk provokatif dan rekaman suara melalui Handy Talky yang berisi hasutan. “Mega kalah Solo hangus, Mega kalah Solo habis,” kata Taufiq menjelaskan isi rekaman tersebut.

Senada dengan itu, salah satu anggota TPF tragedi Rabu Kelabu, Usman Amirudin menjelaskan, kerusuhan pada tahun 1999 itu diawali dengan gerakan pendukung Megawati yang memasang spanduk- spanduk provokatif.

“Mereka memasang spanduk-spanduk warna merah tulisan putih yang intinya Megawati atau revolusi, Megawati atau NKRI bubar dan ternyata setelah Megawati kalah mereka merealisasikan apa yang menjadi slogan-slogan yang tertulis dalam spanduk, dan saya punya bukunya,” katanya.

Dengan ditangkapnya 22 pelaku itu, Usman berharap Kota Solo aman dari para perusak. “Solo ini tidak diporak-porandakan para penghianat bangsa dan negara,” tegasnya.

Tragedi Rabu Kelabu adalah peristiwa ketika para pendukung Megawati mengamuk karena kalah dalam Pilpres tahun 1999. Pendukung Megawati itu kemudian membakar balaikota, kantor kemenag, dan beberapa bangunan lainnyaya.

MUI Sulteng Sering Melarang Palu Nomoni Tapi Tak Didengar

Mayoritas warga Palu berkeyakinan salah satu penyebab bencana gempa bumi dan tsunami dikarenakan ritual adat Palu Nomoni yang dihidupkan kembali.

PALU (Jurnalislam.com) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Habib Ali bin Muhammad Al-Jufri mengatakan, pihaknya sering menyampaikan bahwa ritual adat Palu Nomoni dan ritual balia di dalamnya bertentangan dengan ajaran Islam.

Hal itu dikarenakan dalam ritual tersebut terdapat banyak unsur yang bertentangan dengan ajaran Islam dan kesyirikan seperti membunuh binatang dengan cara disiksa untuk dijadikan sesajen.

“Baik dalam pandangan Islam maupun pandangan yang bukan, sebagai manusia yang tidak beragamapun melihat ini sesuatu yang tidak wajar dilakukan khususnya di zaman modern begini yang mempercayai animisme dan lain sebagainya,” papar Habib Ali kepada Jurnalislam.com saat ditemui kediamannya Jl. Sis Al-Jufri, Rabu (17/10/2018).

Musabab itulah yang membuat MUI Sulteng mengeluarkan larangan ritual tersebut. Meski Habib Ali tidak menjelaskan bentuk larangan tersebut tertuang dalam fatwa, akan tetapi masyarakat muslim Sulteng manut pada imbauan para ulama.

Jembatan Ponulele atau jembatan kuning di Kota Palu roboh diterjang tsunami. Foto: Ally/jurniscom

Baca juga : Tsunami Itu Pecah Di Atas Kubah

“Saya kira kita sudah pernah, kita punya dai-dai juga sudah sering (menyampaikan perihal larangan ritual balia-red), tetapi mungkin tidak didengar atau bagaimana,” katanya.

Ritual balia sejatinya merupakan upacara adat khas suku Kaili untuk meminta kesembuhan. Ritual ini sudah lama dihilangkan oleh para ulama dari masyarakat Palu karena prosesinya yang kental dengan unsur kesyirikan.

Habib Ali menyampaikan, dalam ajaran Islam, ikhtiar untuk mencari kesembuhan merupakan kewajiban. Akan tetapi ikhtiar tersebut harus tidak boleh melenceng dari apa yang telah ditetapkan oleh Allah.

“Kita hanya melihat kehidupan dunianya, dunia kita, tetapi tidak melihat apa yang diajarkan oleh Allah Subahanahu Wata’ala,” pungkasnya.

Sebuah Masjid di tepi pantai Talise, Kota Palu pasca diterjang tsunami. Foto: Ally/Jurniscom

Baca juga : Habib Rotan: Insya Allah Tahun Depan Tak Ada Lagi Palu Nomoni

Untuk diketahui, semenjak Walikota Palu dijabat Hidayat pada 2016 lalu, ritual Palu Nomoni kembali dihidupkan. Warga Palu menceritakan, setidaknya sudah terjadi tiga kali kejanggalan ketika upacara adat Palu Nomoni kembali digelar semasa pemerintahan Hidayat.

“Yang pertama dulu nelayan dimakan buaya, yang kedua angin kencang, ini yang paling parah, tsunami,” kata salah seorang warga yang enggan disebut namanya.

Warga berkeyakinan, musibah-musibah yang menimpa warga semenjak Palu Nomoni digelar kembali merupakan teguran langsung dari Allah.

“Itu berarti Allah tidak suka dengan acara itu, tapi dia orang itu memaksakan, akhirnya kami yang jadi korban,” ucap warga Kota Palu lainnya.

Sejak 10 hingga 15 Oktober 2018, tim Jurnalislam.com di lapangan telah mewawancarai lebih dari 50 warga Kota Palu dan Donggala terkait Palu Nomoni ini. Jawabannya seragam, mereka berkeyakinan salah satu penyebab bencana gempa bumi dan tsunami ini disebabkan oleh dihidupkannya lagi Palu Nomoni.

 

SMAN 3 Cimahi Kumpulkan Rp.30 Juta untuk Korban Bencana di Sulteng

Dana tersebut dikhususkan untuk keperluan sekolah para korban musibah di Sulteng.

CIMAHI (Jurnalislam.com) – Simpati untuk korban gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi di Sulawesi Tengah terus berdatangan. Tak ketinggalan, para siswa, guru, dan orang tua siswa SMAN 3 Cimahi berpartisipasi untuk membantu meringankan beban saudara-saudara mereka di Palu, Donggala, dan Sigi.

Setiap walikelas di Sekolah ini mengintruksikan siswanya untuk mengumpulkan donasi termasuk dari orang tua mereka yang selanjutnya dikelola oleh bidang kesiswaan sekolah. Alhasil, donasi lebih dari Rp. 30 juta terkumpul dan akan disalurkan melalui Daarut Tauhid (DT) Peduli.

Kepala Sekolah SMAN 3 Cimahi, Nely Krisdayana mengatakan, penggalanangan dana tersebut berlangsung selama 4 hari.

“Kita selama empat hari melakukan pengumpulan dana, sisa-sisa jajan siswa dikumpulkan melalui bidang keiswaa,” kata Nelly di Cimahi, Kamis (19/10/18).

Kegiatan ini, lanjut Nelly, juga untuk melatih kepedulian siswa-siswi serta melatih keikhlasan mereka.

Nelly menjelaskan, dana tersebut dikhususkan untuk keperluan sekolah para korban musibah di Sulteng.

Laporan: Saifal / Cimahi

Penghina Habib Rizieq Ini Ketakutan Didatangi FPI

Jika melalui proses kekeluargaan ini tidak bisa membuat Nanang jera, pihaknya mempersilahkan FPI untuk memproses hukum.

BANYUWANGI (Jurnalislam.com) – Beberapa perwakilan ormas Islam dari FPI dan Jamaah Ansharusy Syariah menelusuri keberadaan pemilik akun facebook Nanang Kholik di Desa Gambiran, Gambiran, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (18/10/2018).

Kedatangan mereka untuk meminta klarifikasi (tabayun) terkait pelecehan terhadap Habib Rizieq Shihab dan beberapa tokoh nasional lainnya yang diposting dalam status facebook.

Terlebih dahulu, perwakilan FPI dan Ansharusyariah itu menemui Kepala Desa Gambiran, Eko Hadi Riyanto guna memastikan bahwa Nanang Kholik adalah warga desa tersebut.

“Sebagai sesama muslim kami wajib bertabayun terkait maksud Nanang Kholik mengunggah gambar pelecehan itu. Sudah sepantasnya dia meminta maaf karena hal ini masuk ranah pelanggaran hukum,” terang perwakilan FPI, Agus Iskandar.

Menanggapi hal itu, Kades Eko Hadi langsung menugaskan stafnya untuk menghadirkan Nanang Kholik. Namun Nanang menolak datang karena ketakutan.

“Staf kami sudah mengajak baik-baik Nanang untuk datang namun dia tidak berani dan menyampaikan maaf lewat telepon kepada saya,” papar Eko Hadi.

Eko menegaskan, jika melalui proses kekeluargaan ini tidak bisa membuat Nanang jera, pihaknya mempersilahkan FPI untuk memproses hukum Nanang jika mengulangi perbuatanya.

“Kami persilakan Bapak-bapak menempuh cara hukum untuk menyadarkan warga kami,” ucap Eko.

Untuk menjaga kondusifitas, perwakilan ormas menyerahkan kepada Kepala Desa untuk membina Nanang Kholik supaya tidak mengulangi perbuatannya.

“Kami mengapresiasi tanggapan pak Kades dan menyesalkan tindakan pelecehan ulama yang dilakukan warganya. Kami akan memantau kasus ini demi kemaslahatan bersama. Semoga ke depannya hal semacam ini tidak terjadi lagi di daerah kita,” papar Agus.

Dalam facebooknya, Nanang mengunggah gambar Habib Rizieq dengan mengenakan pakaian perempuan India sedang dipeluk oleh seorang pria Arab yang wajahnya diganti Amien Rais.

Laporan : Moch Ihsan / Banyuwangi

Sebelum Khashoggi Dimutilasi Ajudan Pangeran Salman Terlihat di Konsulat Saudi

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Foto-foto yang diterbitkan pada hari Kamis (18/10/2018) menunjukkan seorang teman dekat dan ajudan Pangeran Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, memasuki konsulat Saudi di Istanbul hanya beberapa jam sebelum jurnalis Jamal Khashoggi menghilang di dalam.

Surat kabar Turki, Sabah, mempublikasikan foto-foto dengan tanggal yang tertera, diambil dari rekaman pengawasan keamanan, yang menunjukkan Maher Abdulaziz Mutreb di luar konsulat Saudi pada pukul 9:55 waktu setempat, di luar kediaman konsul Saudi pada pukul 16:45, di sebuah hotel pada jam 5: 15 sore dan akhirnya di bandara jam 5:58 sore, Anadolu Agency melaporkan.

Foto-foto itu adalah bukti paling mendalam yang muncul sejauh ini yang menghubungkan dugaan pembunuhan Khashoggi dengan otoritas tertinggi keluarga kerajaan Saudi.

Baca juga: Saudi akan Salahkan Penasihat Pangeran Salman atas Terbunuhnya Khashoggi

Mutreb ditugaskan sebagai diplomat di kedutaan Saudi di London pada tahun 2007 dan sering terlihat dalam foto bersama Pangeran Salman di AS, Spanyol dan Perancis.

Khashoggi, seorang kolumnis untuk The Washington Post dan juga seorang warga negara Saudi, terakhir terlihat memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober. Bukti semakin jelas bahwa wartawan itu tewas dan dipotong-potong (mutilasi) oleh warga Saudi yang terbang ke Istanbul pada hari yang sama.

Menurut The New York Times, Mutreb termasuk di antara 15 warga Saudi, termasuk beberapa pejabat, yang tiba di Istanbul dan mengunjungi gedung itu sementara Khashoggi masih di dalam.

Baca juga: Trump: Ini Jelas Terlihat seperti Khashoggi Sudah Mati

Otoritas Saudi belum memberikan penjelasan yang jelas tentang nasib Khashoggi, sementara beberapa negara – terutama Turki, AS dan Inggris – telah menyatakan keinginan mereka bahwa masalah ini harus dijelaskan secepat mungkin.

The New York Times melaporkan pada hari Kamis bahwa ada rencana oleh pemerintah Saudi untuk menyalahkan pembunuhan Khashoggi pada Jenderal Ahmed al-Assiri, penasihat untuk Pangeran Salman.

Saudi akan Salahkan Penasihat Pangeran Salman atas Terbunuhnya Khashoggi

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Arab Saudi sedang mempertimbangkan menyalahkan pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi pada seorang perwira intelijen yang dekat dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, New York Times melaporkan pada hari Kamis (18/10/2018).

Sumber-sumber mengatakan kepada Times bahwa penguasa di kerajaan itu berencana untuk menimpakan kesalahan pada Jenderal Ahmed al-Assiri, seorang penasihat putra mahkota yang berusia 33 tahun.

“Para penguasa Saudi diperkirakan akan mengatakan bahwa Jenderal Assiri menerima otorisasi lisan dari Pangeran Muhammad untuk menangkap Khashoggi untuk diinterogasi di Arab Saudi, tetapi salah memahami instruksi-instruksinya atau melanggar otorisasi itu dan menghabisi nyawa pembangkang itu,” dua orang yang akrab dengan rencana mengatakan kepada Times dengan syarat anonimitas.

Baca juga: Komite Perlindungan Wartawan: Turki Harus Desak PBB Segera Selidiki Kasus Khashoggi

Bin Salman, penguasa de facto Arab Saudi, dilihat oleh banyak pihak di Barat sebagai seorang pembaharu yang telah membawa perubahan sosial besar dan reformasi progresif ke kerajaan.

Namun, citranya telah tercemar dalam beberapa pekan terakhir karena kecaman global atas jurnalis yang hilang.

Khashoggi, seorang kolumnis untuk The Washington Post yang juga warga negara Saudi, terakhir terlihat memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober. Bukti semakin jelas bahwa wartawan itu tewas dan dipotong-potong oleh warga Saudi yang terbang ke Istanbul pada hari yang sama.

Para pejabat dari tim gabungan Turki-Saudi menyelesaikan penyelidikan atas kasus tersebut pada Kamis pagi setelah menyisir tempat tinggal serta gedung Konsulat Saudi di Istanbul.

Sementara itu, mayoritas anggota parlemen AS telah mengambil sikap menentang Arab Saudi, menuntut jawaban atas hilangnya Khashoggi.

Baca juga: Trump: Ini Jelas Terlihat seperti Khashoggi Sudah Mati

Anggota Kongres Demokrat, Jim McGovern, memperkenalkan RUU di Dewan Perwakilan yang akan menghentikan penjualan senjata ke Arab Saudi kecuali Sekretaris Negara Mike Pompeo menyatakan bahwa kerajaan tidak memerintahkan pembunuhan Jamal Khashoggi. RUU saat ini memiliki 8 co-sponsor dari kedua partai politik.

Namun setelah kembali dari perjalanan ke Arab Saudi dan Turki, Pompeo mengatakan dia menyarankan Presiden AS Donald Trump untuk memberi waktu “beberapa hari lagi” bagi para pejabat Saudi untuk melanjutkan penyelidikan.

Trump, bersama dengan pejabat senior di pemerintahan, membela bin Salman, dengan Jared Kushner, menantu laki-laki Trump dan penasihat Timur Tengah, mengatakan kepada presiden untuk berdiri di belakang putra mahkota, surat kabar melaporkan.

The Times mengatakan bahwa Saudi telah memberi penjelasan kepada AS tentang rencana mereka, dan orang-orang “dekat Gedung Putih telah diberi pengarahan dan diinformasikan tentang Jenderal Assiri.”

Assiri sebelumnya adalah juru bicara koalisi pimpinan Saudi di Yaman dan telah dipromosikan menjadi penasehat tingkat tinggi tahun lalu.