Mantan Ketua M-16: Pangeran Arab di Balik Pembunuhan Khashoggi

LONDON (Jurnalislam.com) – Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman berada di balik dugaan pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi, mantan kepala badan intelijen Inggris MI6 mengatakan pada hari Jumat (19/10/2018).

Berbicara kepada BBC, Sir John Sawers mengatakan teori yang menyatakan bahwa ada unsur-unsur nakal di dalam militer Saudi yang bertanggung jawab adalah “fiksi yang menyolok,” lansir Anadolu Agency.

Komentar Sawers mengikuti pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa Khashoggi diduga tewas dan konsekuensinya bagi Arab Saudi akan “berat” jika para pemimpin Saudi ditemukan memerintahkan pembunuhan yang dituduhkan kepadanya.

Baca juga: Turki: Kasus Khashoggi Kami akan Sampaikan ke Dunia Secara Tranparan

“Saya pikir Presiden Trump dan tim kementeriannya sadar betapa berbahayanya jika orang bertindak dengan perasaan bahwa mereka memiliki kekebalan dalam hubungan mereka dengan Amerika Serikat,” kata Sawers.

“Jika terbukti, dan tampaknya sangat mungkin terjadi, bahwa [Pangeran Salman] memerintahkan pembunuhan sang jurnalis, itu adalah langkah yang terlalu jauh; yang harus ditanggung oleh Inggris, UE, dan AS.”

Sawers menggarisbawahi bahwa teori tentang “persengkokolan jahat” atas kematian jurnalis “benar-benar tidak masuk akal” dan malah “lebih jauh merongrong rasa hormat terhadap Amerika ketika jika memaksakan fiksi terang-terangan seperti itu”.

“Rincian yang keluar dari sumber keamanan Turki sangat jelas bahwa beberapa bentuk bukti rekaman (audio/video) memang ada,” katanya, memuji pekerjaan dinas intelijen Turki dalam kasus tersebut.

“Tingkat detail sangat memberatkan tim pembunuh, dan [identitas mereka yang dilaporkan] menunjukkan seberapa dekat mereka dengan putra mahkota.”

Sir John Sawers
Sir John Sawers

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt mengatakan akan ada “konsekuensi” yang akan mempengaruhi hubungan Inggris-Saudi jika Khashoggi dibunuh dengan cara brutal di konsulat Saudi di Istanbul.

Hunt mengatakan, dugaan pembunuhan Khashoggi “benar-benar tidak dapat diterima” bagi Inggris.

Namun, ia juga mengisyaratkan bahwa respon Inggris akan “dipertimbangkan” terhadap sekutu mereka dalam perang melawan terorisme tersebut dimana mereka juga memiliki kontrak senjata senilai multi-miliar poundsterling.

Baca juga: Ketika Semua Mata Tertuju ke Turki atas Jawaban Terbunuhnya Khashoggi

“Mari kita perjelas: jika cerita yang kita baca memang benar, dan jika Anda bertanya kepada saya apakah itu akan memiliki konsekuensi bagi hubungan dengan Arab Saudi, maka, ya, tentu saja karena apa yang diduga telah terjadi adalah benar-benar tidak konsisten dengan nilai-nilai kita … bukan hanya kebrutalannya, jika itu terjadi, tetapi juga fakta bahwa dia adalah seorang jurnalis,” kata Hunt, berbicara kepada BBC.

“Sebagian dari reaksi kita akan bergantung pada reaksi Saudi, dan apakah kita merasa bahwa mereka menganggapnya serius seperti kita memperlakukan masalah ini dengan serius. Tapi ini masalah yang sangat, sangat serius.”

Hunt mengatakan hubungan “Inggris dengan Saudi adalah hubungan strategis juga”.
“Tanggapan kami akan dipertimbangkan … (tetapi) pada akhirnya, jika kisah-kisah ini benar, kita harus benar-benar menegaskan; itu tidak konsisten dengan nilai-nilai kami,” tambahnya.

Pada hari yang sama dengan hilangnya Khashoggi, 15 warga Saudi lainnya, termasuk beberapa pejabat, tiba di Istanbul dengan dua pesawat dan mengunjungi konsulat ketika dia masih di dalam gedung, menurut sumber-sumber polisi Turki.

Semua individu yang diidentifikasi telah meninggalkan Turki.

Investigasi atas hilangnya Khashoggi terus berlanjut.

LSM Turki Bagikan 10 Juta Roti di Idlib Suriah

IDLIB (Jurnalislam.com) – Yayasan Bantuan Kemanusiaan Turki (IHH) membagikan 10 juta roti kepada warga sipil di Idlib Suriah bulan lalu, kata seorang pejabat.

Zeki Tahiroglu, yang bekerja sebagai koordinator lokal untuk IHH, mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Sabtu (20/10/2018) bahwa mereka membagikan roti kepada penduduk di daerah pedesaan dan di tenda-tenda yang didirikan untuk pengungsi internal di Suriah.

Baca juga: PBB Kirim 30 Truk Bantuan Kemanusiaan ke Idlib

“Kami meminta para dermawan untuk terus mendukung rakyat Suriah,” katanya.
Ada 4 juta warga sipil – termasuk penduduk lokal – tinggal di Idlib.

Suriah baru saja mulai bangkit dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011 ketika rezim Syiah Assad membantai para demonstran dengan keganasan militer yang tak terduga.

Kelompok amal IHH yang berbasis di Istanbul telah membantu para korban perang sejak awal perang global Suriah.

Bank Hati-hati Salurkan Kredit untuk Meikarta

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Buntut kasus Meikarta membuat sejumlah bank berpikir dua kali dalam menyaluran kredit pemilikan rumah (KPR)/kredit pemilikan apartemen (KPA).

Bahkan, PT Bank Artha Graha Internasional Tbk mengatakan, sebelum kasus penangkapan sejumlah pejabat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus Meikarta, pihaknya sudah mengerem penyaluran KPR.

Direktur Konsumer Bank Artha Graha Indrastomo Nugroho dalam keterangan resminya kepada Kontan.co.id menyebut, sejak akhir tahun 2017 perusahaan sudah melakukan penelaahan lebih lanjut terkait kasus tersebut secara internal.

Pihaknya juga melakukan pengkajian ulang terkait kerjasama yang dilakukan antara dua perusahaan, utamanya dikarenakan beredarnya berita-berita tentang proyek Meikarta yang kurang positif.

“Sehingga untuk penyaluran KPR kami menunggu informasi yang lebih positif tentang berbagai isu yang ada, khususnya tentang perizinan atas proyek itu sendiri,” ujarnya lansir Kontan.id.

Sayangnya, bank milik taipan ini belum merinci secara detail jumlah eksposur KPR yang diberikan ke nasabah terkait proyek Meikarta

Sedikti berbeda dengan Bank Artha Graha, PT Bank CIMB Niaga Tbk mengatakan pihaknya tidak mempunyai eksposur kredit pemilikan apartemen (KPA) dengan Meikarta.

Direktur Konsumer CIMB Niaga Lani Darmawan menambahkan dalam penyaluran kredit pihaknya selalu mengikuti aturan yang ada dan mengedepankan prinsip kehati-hatian atau prudensial.

“Kami selalu mengikuti aturan yagna ada termasuk secara pruden menyalurkan pembiayaan. Kami belum mempunyai eksposur KPA dengan Meikarta. Walaupun, fasilitas KPA bisa ditawarkan kepada calon debitur,” tuturnya.

Sebagai informasi, KPK telah menetapkan Direktur Operasional Lippo Group sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap ke Bupati dan beberapa pejabat dinas terkait di Kabupaten Bekasi terkait Meikarta. KPK masih mendalami kasus ini dengan memeriksa beberapa saksi dan mengumpulkan bukti dokumen terkait.

Sumber : kontan.co.id.

 

Warung Wakaf, Program Pemberdayaan Masyarakat Pasca Gempa di Lombok

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Membangun kembali perekonomian Lombok menjadi fokus Global Wakaf  di masa pemulihan pascabencana. Ikhtiar ini diwujudkan dengan pendirian Warung Wakaf di sejumlah wilayah di Lombok.

Warung Wakaf hadir untuk memberdayakan masyarakat terdampak melalui pengelolaan usaha ritel berbasis wakaf. Sistem yang digunakan sudah terkomputerisasi ala usaha ritel modern pada umumnya. Kelompok masyarakat yang diberdayakan oleh Global Wakaf melalui program ini akan diamanahkan untuk mengelola Warung Wakaf.

“Idealisme Global Wakaf melalui penguatan bisnis ritel bertemu dengan kebutuhan masyarakat Lombok. Ini yang sedang kami wujudkan, memulihkan perekonomian warga dengan pengelolaan bisnis ritel berbasis wakaf,” ujar Presiden Global Wakaf, N. Imam Akbari, lansir Republika.co.id, Jumat (19/10).

Untuk penyediaan isi outlet-outlet Warung Wakaf, pihaknya bekerja sama dengan PT Hydro Perdana Retailindo, sebuah korporasi wakaf yang bernaung di bawah Global Wakaf Corporation. Warung Wakaf berusaha memberdayakan warga lokal dengan muamalah syariah.

Imam memaparkan, hasil pengelolaan Warung Wakaf dapat memberikan manfaat bagi pengurus musala atau masjid sebagai pengelola. Selain itu, warga sekitar Warung Wakaf turut mendapatkan maslahatnya melalui rangkaian kegiatan sosial untuk pemenuhan kebutuhan pokok mereka.

Dalam jangka panjang, manfaat yang dihadirkan Warung Wakaf bahkan bisa untuk perguliran program-program pemberdayaan ekonomi berbasis wakaf selanjutnya. Hal ini mengingat Warung Wakaf juga menggerakkan baik penjual dan pembeli untuk berwakaf. “Dana wakaf ini akan kita kelola secara optimal, sehingga hasilnya bisa disalurkan untuk mauquf alaih atau untuk pengembangan program wakaf lainnya,” ujar Imam.

Dalam praktiknya, pengelolaan Warung Wakaf diserahkan sepenuhnya oleh kelompok masyarakat, seperti pengurus masjid dan musala. Global Wakaf berperan sebagai supervisor yang mendampingi masyarakat untuk menjaga kualitas pengelolaan yang ideal, mulai dari penyediaan barang hingga sistem yang berbasis syariah.

Program Warung Wakaf ini mendapat sambutan baik dari masyarakat Lombok. Senin (15/10) lalu, penandatangan Nota Kesepahaman antara Global Wakaf dan pengurus musala/masjid sebagai pengelola Warung Wakaf, diadakan. Sementara itu, sejumlah outlet Warung Wakaf mulai dibangun di beberapa wilayah di Lombok.

Pada tahap awal, Warung Wakaf akan berdiri di 10 lokasi yang tersebar mulai dari Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat. Sebelumnya, satu Warung Wakaf sudah dibangun di kompleks Integrated Community Shelter (ICS) Gondang. Dalam waktu dekat 10 Warung Wakaf akan mulai beroperasi.

Dedi Haris Sandi, salah satu pengelola Warung Wakaf, optimistis Warung Wakaf akan menjadi penopang ekonomi masyarakat sekitar. Manfaatnya tidak hanya dinikmati masyarakat yang membeli, tetapi juga masyarakat yang memiliki warung-warung kecil di sekitar Warung Wakaf.

“Seperti yang dijelaskan, Warung Wakaf nantinya akan menjual barang dengan harga terjangkau dan akan membina warung kecil lain di sekitarnya. Sehingga tidak akan merasa tersaingi, melainkan saling mengisi,” kata Dedi, pengurus Musala Nurul Huda Peringgasela Kec. Pringgasela Lombok Timur.

 

Potensi Wisatawan Muslim Milenial Tembus 180 Miliar Dolar

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Potensi wisatawan Muslim milenial dan generasi Z di pasar daring mencapai 180 miliar dolar AS pada 2026. Hal ini karena peningkatan ketergantungan terhadap internet, media sosial, dan smartphone untuk menemukan tempat-tempat wisata dan melakukan reservasi perjalanan secara online.

Dalam siaran pers yang diterima Republika, Jumat (19/10), Mastercard-Crescent Rating Digital Muslim Travel Report 2018 (DMTR2018) menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan pembelian online oleh wisatawan Muslim pada masa yang akan datang. Penelitian juga menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen wisatawan Muslim adalah Generasi Milenial ataupun Generasi Z.

DMTR2018 merupakan laporan komprehensif pertama yang menyuguhkan informasi mengenai pola perjalanan online dan sikap wisatawan Muslim dari berbagai kelompok demografis yang berbeda. Laporan ini memperluas penelitian pada populasi wisatawan Muslim digital, sebagai bagian yang lebih besar dari Muslim Milennial Travelers (MMT) pada Muslim Millenial Travel Report 2017.

Laporan ini disampaikan pada acara Halal-In-Travel Asia Summit yang diselenggarakan oleh CrescentRating di ITB Asia 2018. CEO CrescentRating dan HalalTrip, Fazal Bahardeen mengatakan DMTR2018 mengungkapkan hal-hal penting mengenai perilaku dan preferensi online wisatawan Muslim.

Laporan ini memberikan pandangan mengenai layanan platform online dan jejaring sosial untuk mengevaluasi potensi pasar Muslim bagi para pengelola tujuan wisata, operator tur, maskapai penerbangan, dan pemangku kepentingan lain di sektor pariwisata dan perhotelan.

Dengan cepatnya perkembangan teknologi online dan metode pembayaran, serta meningkatnya penduduk Muslim yang lahir di era digital, sebagai segmen utama dalam pasar perjalanan Muslim, maka prospek di ranah digital sangat positif.

Destinasi-destinasi wisata harus memastikan bahwa pesan yang mereka sampaikan dapat menjangkau wisatawan Muslim melalui saluran online. Laporan ini memberikan kriteria segmentasi yang praktis dan siap pakai bagi para pelaku di industri untuk menjangkau kelompok sasaran yang berbeda.

“Digital itu nyata dan melampaui generasi,” katanya.

Vice President Market Development Mastercard, Davesh Kuwedekar mengatakan pasar perjalanan Halal senantiasa menjadi salah satu segmen perjalanan yang bertumbuh paling cepat secara global. Dilihat dari kedatangan wisatawan Muslim yang mewakili sekitar 10 persen dari keseluruhan industri perjalanan global pada tahun 2017.

Wisatawan Muslim menghabiskan lebih banyak waktu untuk meneliti dan membandingkan informasi online sebelum akhirnya memilih dan membayar pengalaman perjalanan ideal mereka. Mastercard bekerja sama dengan mitra-mitra untuk menciptakan penawaran khusus di berbagai bidang yang menjadi minat para konsumen.

Seiring dengan meningkatnya jumlah konsumen yang menjelajahi lebih banyak negara dan wilayah, Mastercard melihat adanya peningkatan dalam penggunaan pembayaran non-tunai dan digital. Melalui opsi prabayar dan debit sebagai metode pembayaran elektronik yang lebih aman, nyaman, dan dapat diandalkan untuk memberikan ketenangan selama bepergian.

Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2018 yang dirilis pada bulan April tahun ini, menegaskan bahwa pasar perjalanan Muslim akan terus mengalami pertumbuhan yang cepat hingga mencapai 300 miliar dolar AS pada tahun 2026. Pada tahun 2017, diperkirakan terdapat 131 juta wisatawan Muslim secara global.

sumber : republika.co.id

 

MUI Minta Kepastian Hukum Soal LGBT

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis berharap ada kepastian hukum terkait dengan LGBT yang semakin marak di negeri ini.

“Saya pikir perlu dibuat regulasi tentang LGBT, karena ini lebih parah daripada zina, meskipun itu haram dan dosa tapi zina masih ada normalnya,” katanya kepada Jurnalislam.com, Sabtu (20/10/2018).

Saat ini, katanya, perilaku LGBT sudah dianggap meresehkan masyarakat. Apalagi, dalam agama Islam, LGBT jelas diharamkan.

“Jadi ada dua masalah, sudah tidak normal, diharamkan oleh Allah, merusak terhadap generasi baik yang sekarang maupun yang akan datang,” tambahnya.

Ia pun berharap pemerintah ataupun DPR berinisiatif membuat aturan soal LGBT.

“Oleh karena itu harus dirumuskan dalam peraturan perundang-undangan kita melalui inisiatif pemerintah atau DPR agar ada kepastian hukum masyarakat melakukan antisipasi terhadap perilaku LGBT ini,” pungkasnya.

4 Tahun Menjabat, KontraS Catat Jokowi Tak Berkomitmen soal HAM

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Komisi Nasional untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) merilis catatan dalam 4 tahun pemerintahan Jokowi-JK. Ketua KontraS, Yati Indriyani menyatakan bahwa evaluasi ini untuk mengukur antara janji Jokowi dan realisasinya di bidang HAM.

“Tujuan dari laporan ini untuk mengetahui sejauhmana tingkat realisasi janji dan komitmen jokowi di bidang HAM. Hasil dari penilaian ini diharapkan menjadi lecutan bagi pemerintah untuk memperbaiki catatan pemenuhan janjinya di waktu yang semakin sempit,” katanya dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta pada Jumat (19/10/2018).

Yati menerangkan bahwa dari 17 program HAM yang tertuang dalam Nawacita, ditemukan enam komitmen gagal dipenuhi. Sedangkan ada sebelas komitmen tidak dipenuhi secara sepenuhnya.

“Maka, kami beranggapan bahwa tidak ada komitmen janji Jokowi soal HAM yang terpenuhi secara utuh,” tuturnya.

Menurutnya, janji Jokowi yang jelas-jelas tidak terealisasikan adalah penuntasan pelanggaran HAM berat masa lalu. Ia menegaskan bahwa ini terjadi karena orang yang diduga menjadi aktor pelanggaran HAM berat masa lalu justru diberi jabatan di pemerintahan.

“Menjelang akhir masa kepemimpinannya, KontraS perlu mengingatkan bahwa elemen hak asasi manusia bukanlah ide yang “mengawang-awang,” pungkasnya.

Begini Pesan Terakhir Khashoggi pada Pemuda Arab sebelum Terbunuh

ANKARA (Jurnalislam.com) – Sebelum penghilangan mendadaknya awal bulan ini, jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi telah berpesan kepada para pemuda Arab untuk menghindari penjara dari para “diktator” sambil meneruskan perjuangan Arab untuk kebebasan yang sedang berlangsung.

Dalam sebuah esai yang ditulis pada bulan Juni untuk situs web independen, Raseef, Khashoggi mengutip sejumlah kenalan pribadi yang kini menjalani hukuman penjara karena alasan politik.

“Menjadi seorang intelektual bukanlah kejahatan,” tulisnya. “Pemegang ide bukanlah penjahat, jadi dia selalu tidak siap untuk dipenjara.”

Baca juga:Komite Perlindungan Wartawan: Turki Harus Desak PBB Segera Selidiki Kasus Khashoggi

Khashoggi kemudian menceritakan tentang seorang teman dari temannya, yang, katanya, telah “berakhir di penjara September lalu dan menjadi rusak akibat kurungan isolasi berbulan-bulan” , lansir Anadolu Agency, Jumat (19/10/2018).

Akhir tahun lalu, pihak berwenang Saudi menahan lusinan orang berprofil tinggi – termasuk pangeran dan menteri kabinet (baik mantan maupun yang masih menjabat) – dalam kampanye “antikorupsi” masif.

Milyarder Saudi Pangeran Alwaleed bin Talal dan Pangeran Miteb bin Abdullah, menteri untuk Pengawal Nasional Saudi, keduanya berada di antara mereka yang ditangkap.
Hanya dua bulan sebelumnya, pihak berwenang Saudi telah menindak para intelektual dan sarjana Muslim, termasuk tokoh-tokoh terkenal seperti Salman al-Awda, Waleed Ftaihi, Safar al-Hawali dan Ali al-Omari.

Baca juga: Turki: Kasus Khashoggi Kami akan Sampaikan ke Dunia Secara Tranparan

“Penjara telah menjadi alat pemerintahan,” tulis Kashoggi. “Penjara bukan lagi tempat bagi penjahat; penjara telah menjadi senjata di tangan pemimpin negara [diktator], partainya, pasukannya dan kelas penguasa.”

Dia melanjutkan untuk mendesak para pemuda Arab untuk menemukan “sarana yang layak untuk menentang rezim [Anda] yang tidak mengarah ke penjara dan konfrontasi”.

“Saya tahu ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan,” katanya. “Penjara di dunia kita tidak selalu menghukum; alih-alih, ini adalah bagian dari negosiasi politik, lobi, dan kontrol publik. ”

Dia melanjutkan: “Setiap partai politik yang mengeluarkan keputusan hingga membawa kader muda mereka ke penjara adalah partai yang tidak bertanggung jawab … Seperti yang selalu saya katakan kepada para pemuda di negara saya: jangan dengarkan mereka; hindari penjara sebisa mungkin.”

Dalam artikel yang sama, Khashoggi menyerukan kepada AS – sebagai hegemon global – untuk memikul tanggung jawabnya dalam menghadapi pelanggaran hak sistematis oleh rezim diktator.

“Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan laporan tentang hak asasi manusia setiap tahun … informasi yang terkandung dalam laporan ini kurang akurat dari apa yang dilaporkan oleh organisasi hak independen,” tegasnya.

Baca juga: Sebelum Khashoggi Dimutilasi Ajudan Pangeran Salman Terlihat di Konsulat Saudi

“Namun AS tidak melakukan tindakan lagi,” tambahnya. “Hanya ada beberapa sanksi – jika ada. AS menempatkan sanksi maksimum pada Iran sementara melupakan tentang Mesir dan Zimbabwe.”

Baik Mesir dan Zimbabwe sering menghadapi kritik dari kelompok-kelompok hak asasi internasional, yang menuduh kedua negara itu melakukan pelanggaran hak sistematis.

Rezim Mesir telah membunuh ratusan – dan memenjarakan ribuan orang (beberapa bahkan mengatakan puluhan ribu) – sejak kudeta militer berdarah tahun 2013 oleh as Sisi  melawan presiden Mursi yang terpilih secara sah.

Dan sebelum kemundurannya tahun lalu, Presiden Zimbabwe Robert Mugabe dituduh melakukan pelanggaran luas terhadap anggota oposisi politik negara itu, jelas Khashoggi.

Sebagai seorang wartawan dan intelektual Saudi terkemuka, Khashoggi menghilang sejak 2 Oktober, ketika ia memasuki konsulat Saudi di Istanbul.

Sejak dia hilang, spekulasi telah menumpuk bahwa dia dibunuh bahkan dipotong-potong oleh pihak berwenang Saudi, yang belum memberikan penjelasan yang meyakinkan atas kepergiannya hingga kini.

Turki: Kasus Khashoggi Kami akan Sampaikan ke Dunia Secara Tranparan

TURKI (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada hari Jumat (19/10/2018) mengatakan hasil penyelidikan terhadap hilangnya wartawan Saudi Jamal Khashoggi akan dibagikan kepada dunia “secara transparan”, Anadolu Agency melaporkan.

Cavusoglu, yang sedang berkunjung ke Albania, sedang berbicara pada konferensi pers bersama dengan timpalannya dari Albania, Ditmir Bushati.

“Kami memiliki beberapa informasi dan bukti berdasarkan penelitian dan penyelidikan atas kasus ini, tetapi kami akan membaginya dengan dunia setelah semuanya diungkapkan secara transparan,” kata Cavusoglu.

Baca juga: Komite Perlindungan Wartawan: Turki Harus Desak PBB Segera Selidiki Kasus Khashoggi

Khashoggi telah hilang sejak 2 Oktober ketika dia memasuki Konsulat Saudi di Istanbul.

Pada hari yang sama dengan hilangnya Khashoggi, 15 warga Saudi lainnya, termasuk beberapa pejabat, tiba di Istanbul dengan dua pesawat dan mengunjungi konsulat sementara Khashoggi masih di dalam gedung, menurut sumber-sumber polisi Turki. Semua individu yang diidentifikasi telah meninggalkan Turki.

Baca juga:Sebelum Khashoggi Dimutilasi Ajudan Pangeran Salman Terlihat di Konsulat Saudi

Pada hari Rabu, unit investigasi TKP tiba di kediaman resmi Konsul Jenderal Saudi Mohammad al-Otaibi sekitar jam 4.40 sore. waktu setempat (1340GMT). Al-Otaibi meninggalkan Turki menuju Riyadh pada hari Selasa.

Pejabat dari tim gabungan Turki-Saudi menyelesaikan penyelidikan atas kasus ini Kamis pagi setelah menyisir tempat tinggal serta Konsulat Saudi di Istanbul.

Tim Turki mengakhiri pencariannya setelah sembilan jam, kemudian pergi, tetapi kembali lagi ke Konsulat Saudi untuk terus mencari bukti.

Baca juga:Begini Pesan Terakhir Khashoggi pada Pemuda Arab sebelum Terbunuh

Hasil pemeriksaan, termasuk hasil laboratorium, sedang menunggu sekarang, kata Cavusoglu.

Menteri Turki menolak tuduhan bahwa mereka telah menyerahkan rekaman audio mengenai hilangnya Khashoggi ke Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo atau pejabat AS lainnya.

“Turki “tidak mungkin” menyerahkan rekaman audio apa pun terkait penghilangan Khashoggi ke Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo atau pejabat AS lainnya.”

 

 

Aa Gym Resmikan Rumah Tangguh Lombok

LOMBOK (Jurnalislam.com) — KH. Abdullah Gymnastiar pembina Daarut Tauhiid Peduli, meresmikan Rumah Tangguh Lombok, di dusun Teluk Dalam, Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, setelah hampir dua bulan pasca gempa yang mengguncang Lombok, pada Jum’at (19/10).

Turut hadir dalam peresmian tersebut, Zulkieflimansyah, Gubernur NTB, Najmul Akhyar, Bupati Lombok Utara, Gatot Kuntakumara, Ketua Yayasan Daarut Tauhiid serta Herman, Direktur Utama DT Peduli.

Aa Gym, panggilan akrab KH. Abdullah Gymnastiar dalam tausiyahnya meyakinkan warga agar jangan salah menyikapi ujian ini, melainkan harus menjadikannya sebagai ladang amal.

“Kita tidak lulus ujian disekolah bukan karena salah soalnya, tapi karena salah jawaban. Dan yakin, semua episode kehidupan yang Allah takdirkan ini semuanya adalah baik bagi kita,” tuturnya.

Luas setiap unit Rumah Tangguh Lombok ini adalah tiga puluh meter persegi, didalamnya terdapat dua kamar tidur dan satu ruang keluarga. Proses pembangunannya memakan waktu sekitar satu bulan dan dikerjakan secara gotong royong oleh warga.

“Alhamdulillah, dengan izin Allah dan dukungan para donatur serta berbagai pihak Rumah Tangguh Lombok tahap pertama sudah selesai di bangun. Saat ini baru 130 unit rumah, selanjutnya tahap kedua akan bangun lagi 100 unit. Semoga warga bisa lebih nyaman tinggal di Rumah Tangguh ini dan pahala kebaikannya juga akan terus mengalir kepada para donatur beserta keluarga,” ucap Herman.

Akibat gempa 7.7 SR yang mengguncang Lombok dua bulan lalu setidaknya ada 80 ribu rumah yang roboh. DT Peduli sendiri menargetkan dapat mendirikan 10 rumah bagi warga Lombok yang rumahnya roboh. [kaf]