Resmi Umumkan Gugurnya Yahya Sinwar, Hamas: Pejuang yang Teguh dan Tak Kenal Takut

PALESTINA (jurnalislam.com)- Pejabat Senior Hamas Khalil Hayya mengeluarkan pernyataan yang disiarkan di televisi terkait gugurnya pemimpin Hamas Yahya Sinwar oleh pasukan Israel di Gaza pada Jum’at,(18/10/2024).

Dalam Pidatonya, Hayya menggambarkan Yahya Sinwar sebagai sosok yang “teguh, berani, dan tak kenal takut”, Hayya mengatakan, “Sinwar mengorbankan hidupnya demi pembebasan kita.”

“Dia menemui ajalnya dengan berani, dengan kepala tegak, memegang senjatanya, menembak hingga nafas terakhir, hingga momen terakhir dalam hidupnya,” lanjut Hayya.

Hayya melanjutkan bahwa Yahya Sinwar merupakan sosok pejuang yang senantiasa memperjuangkan Palestina.

“Sinwar telah menjalani seluruh hidupnya sebagai pejuang suci. Sejak awal, dia terlibat dalam perjuangannya sebagai pejuang yang melawan. Dia berdiri teguh di balik jeruji besi Israel dan setelah dibebaskan dalam kesepakatan pertukaran, dia melanjutkan perjuangannya dan dedikasinya demi tujuan tersebut,” terangnya.

Ia menjelaskan, “Rekan-rekan kami di lapangan melaporkan sedikitnya tiga warga Palestina telah tewas dalam serangan udara Israel baru di wilayah al-Fakhoura di Jabalia.” pungkasnya.

Bhineka Festival SMP Muhammadiyah PK Solo

SOLO (jurnalislam.com)- Sebagai ajang unjuk kreativitas dan memperkuat rasa cinta budaya Indonesia, SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo gelar Bhineka Festival Pesona Keberagaman Indonesia bertema hangatnya akulturasi di bumi nusantara. Acara diikuti 119 siswa kelas 9 dan digelar di gedung dakwah balai Muhammadiyah Solo pada Sabtu (12/10/2024).

Wakil Kepala Sekolah, Latifah Suryani menjelaskan bhineka festival merupakan puncak dari P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dan memberikan ruang kepada anak-anak untuk menyikapi keberagaman di Indonesia. Para siswa diajak untuk berpikir kritis, kreatif, dan inovatif terkait perbedaan yang ada di negara kita. 

Melalui acara ini, semoga bisa memperkuat karakter rasa cinta budaya dan cinta tanah air dalam diri siswa.

“Acara ini mengajarkan kepada siswa untuk mampu beradaptasi, berakulturasi, dan percaya diri, serta memahami budaya di Indonesia,” jelasnya.

Bhineka Festival menampilkan 12 kreativitas dari 119 siswa kelas 9. Produk kreativasnya antara lain, fashion show budaya Jawa Tengah; maket rumah adat kebaya, honai, bolon, tongkonan, dan joglo; lagu tradisional Papua; maket rumah adat Betawi, Bali, Sulawesi Tengah; Tari Wonderfull Indonesia; penyajian makanan khas Papua dan Sumatera; film pendek tolerasi keberagaman; lagu tradisional Kalimantan Selatan; Tari Zapin Melayu; makanan dan minuman khas Jawa Tengah; film keberagaman etnis; dan fashion show pakaian NTT. 

Akhir acara, 4 kelompok yang mendapatkan nilai tertinggi mendapatkan apresiasi hadiah dari panitia.

Sementara itu, Ketua Komite kelas 9, Pradani Diah mengapresiasi jalannya acara bhineka festival. Menurutnya para siswa perlu diberi ruang untuk berkreativitas dan tampil agar lebih percaya diri. 

“Apresiasi yang sebesar-besarnya kepada anak-anak yang sudah berlatih luar biasa dan pentas bagus semua. Mereka bisa belajar langsung aneka ragam di Indonesia. Semoga anak-anak mendapatkan manfaat dari acara ini. Tidak lupa juga support orang tua yang maksimal tentunya menunjang acara hari ini sukses dan luar biasa,” jelasnya.

Dzikron Zaidan Ahmad mengaku berkesan dengan adanya bhineka festival. Ia bersama teman-teman menampilkan tari zapin dari melayu. Memilih tari zapin karena tari ini tari tradisional yang belum banyak orang mengenal sehingga bisa mengetahui tari zapin. Hal yang serupa disampaikan Almira Syakira Rifda Yokhisuno tentang pentingnya bhineka festival. 

Ia bersama teman-teman berhasil menampilkan kolaborasi antara musik dan video. Karyanya menceritakan sebagai manusia kita harus saling support satu sama lain meskipun berbeda suku agama. Indonesia mempunyai satu simbol bhineka tungal ika, berbeda tetapi satu jua. 

“Harapan ke depan semoga semua siswa lebih mengenal budaya Indonesia dari sabang sampai merauke dan saling menghargai satu sama lain,” Almira menandaskan.

 

Hari Pertama Kemwil IX Sako Pramuka SIT Jawa Tengah, Ribuan Peserta Berlaga di 7 Cabang Lomba

SEMARANG (jurnalislam.com)- Hari pertama gelaran Kemah Ukhuwah Wilayah (Kemwil) IX Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Sekolah Islam Terpadu (SIT) Jawa Tengah diramaikan dengan berbagai lomba dalam Ragam Gelar Prestasi, Senin (14/10/2024) di Bumi Perkemahan Specta Merbabu, dan Lapangan Sepak Bola Tajuk, Getasan, Kabupaten Semarang. 

Ketua Panitia Kemwil IX, Widiyanto, S.Tr.Kom, menyampaikan bahwa hari pertama kegiatan Kemwil IX, perwakilan peserta dari masing-masing pangkalan mengikuti perlombaan dalam Ragam Gelar Prestasi.

“Ada beragam lomba gelar prestasi yang diikuti oleh perwakilan masing-masing pangkalan gugus depan/sekolah, baik untuk penggalang SD maupun SMP putra dan putri. Lomba Cerdas Cermat Islami (LCCI), Panahan, Semaphore Morse, Tahfidz, Teknologi Tempat Guna, Hasta Karya, dan Lomba Vlog,” terang Widiyanto.

“Kita berharap dengan kegiatan Ragam Gelar Prestasi semakin meningkatkan daya kompetisi peserta, baik dalam pengetahuan Islam, kemampuan menghafal Al-Quran, skill kecakapan keterampilan, kreativitas dan kolaborasi, maupun dalam pemanfaatan teknologi tepat guna. Adapun total peserta Kemwil ini adalah 2.481 peserta,” lanjut Widiyanto.

Ternyata kegiatan Ragam Gelar Prestasi ini mampu memacu adrenalin peserta untuk berkompetisi secara jujur dan fair. 

Salah satu peserta lomba hasta karya dari Pangkalan Gugus Depan SDIT Nur Hidayah Surakarta, Syakira Hanin Daiyyah, menyampaikan rasa senangnya dapat berkreativitas membuat hasta karya.

“Senang ikut lomba hasta karya. Lombanya unik dan menantang. Membuat kostum pasukan janeserri Muhammad Al Fatih. Saya buatnya dari barang (kardus) bekas. Melatih kreativitas sembari menyelami inspirasi-inspirasi dari tokoh Islam legendaris, penakluk konstantinopel,” kata Syakira.

Ketua Pimpinan Sako Pramuka SIT Jawa Tengah, Kak Priyono menyampaikan agenda Kemwil di hari pertama.

“Hari pertama difokuskan untuk perlombaan antar pangkalan gugus depan baik di jenjang SD maupun SMP. Malam harinya, peserta akan menikmati Konser Kemanusiaan Peduli Palestina bersama Group Nasyid Azzam Haroki. Adapun upacara pembukaan Kemwil IX akan dilaksanakan pada hari kedua, Selasa (15/10) di Lapangan Sepak Bola Tajuk, Getasan, Kabupaten Semarang,” ungkap Kak Priyono.

Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Semarang Tandatangani Dua Perjanjian Kerjasama dengan Unimus

SEMARANG (jurnalislam.com)- Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Semarang melaksanakan penandatanganan dua perjanjian kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) pada Ahad, (13/10/2024).

Perjanjian kerjasama yang pertama adalah antara PDA Kota Semarang dengan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora (FIPH) Unimus, dan perjanjian kerjasama kedua adalah dengan Prodi S1 Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Unimus. 

Pihak PD ‘Aisyiyah Kota Semarang diwakili oleh Ibu Aminah Kurniasih, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua PDA, pihak FIPH Unimus diwakili oleh ibu wakil dekan, Dr. Endang Tri Wahyuni Maharani, M.Pd., dan sebagai wakil dari Prodi S1 PBI Unimus adalah ibu Kaprodi, ibu Dr. Testiana D. W., M.Pd. 

Ibu Aminah Kurniasih selaku Ketua PDA Kota Semarang menandatangani Perjanjian Kerjasama antara PDA Kota Semarang dan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora Unimus. 

Perjanjian kerjasama ini digagas dengan tujuan agar para pihak dapat saling bersinergi dan berkolaborasi di bidang yang berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan dan pengabdian masyarakat. 

Acara seremonial penandatanganan tersebut dilaksanakan di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 1 Unimus pada acara pembukaan kegiatan “Pelatihan Kreator Digital Penggerak ‘Aisyiyah”. Pelatihan yang diikuti oleh peserta sebanyak 80 orang ini merupakan kegiatan perdana dari implementasi pelaksanaan perjanjian kerjasama yang ditandatangani tersebut.

Dalam pidato sambutannya, Ketua PDA Ibu Aminah Kurniasih menyampaikan rasa syukur dan harapan atas kerjasama yang terjalin antara PDA Kota Semarang dan Unimus. 

Perjanjian ini merupakan gerbang pembuka atas kolaborasi para pihak di masa mendatang. Harapannya, dalam 5 (lima) tahun mendatang selama masa perjanjian kerjasama ini berlaku, Badan Pembantu Pimpinan PDA Kota Semarang dapat mengoptimalkan kesempatan ini dan dapat menginisiasi banyak program kerja bermanfaat lainnya bersama dengan Unimus untuk memberikan dampak positif bagi umat. 

Harapan yang sama terkait perjanjian kerjasama ini juga disampaikan oleh ibu Endang Tri Wahyuni, Wakil Dekan FIPH dari Unimus. Selain itu, beliau juga memberikan apresiasi kepada kegiatan “Pelatihan Kreator Digital Penggerak ‘Aisyiyah” sebagai implementasi awal perjanjian kerjasama ini. 

Melalui pelatihan ini beliau berharap ‘Aisyiyah juga mampu meningatkan kemampuan kreasi digital dan dapat memanfaatkan media sosial seoptimal mungkin sebagai sarana syiar dakwah Islam di era digital ini.

Perkuat Peran dalam Syiar Dakwah Digital, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Semarang Adakan Pelatihan Kreator Digital Penggerak 

SEMARANG (jurnalislam.com)- Ruang kuliah GKB 1 Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) ramai dipenuhi ibu-ibu berpakaian seragam ‘Aisyiyah pada Ahad pagi, (13/10/2024). Pada hari tersebut, Lembaga Pendidikan dan Penelitian Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (LPPA PDA) Kota Semarang berkolaborasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora (FIPH) Unimus menyelenggarakan kegiatan “Pelatihan Kreator Digital Penggerak ‘Aisyiyah”. 

Pelatihan ini merupakan kegiatan perdana dari implementasi perjanjian kerjasama antara PDA Kota Semarang dengan FIPH Unimus yang ditandatangani pada pembukaan acara pelatihan tersebut.

Ibu Ir. Indah Sunarni, ketua LPPA PDA Kota Semarang selaku ketua panitia pelaksana kegiatan ini dalam laporannya menyampaikan bahwa salah satu tujuan diadakan pelatihan ini adalah agar ‘Aisyiyah, khususnya di Kota Semarang, dapat menjawab tantangan dunia digital saat ini di bidang desain grafis dan kemampuan editing video, sehingga mampu berkiprah dalam syiar dakwah digital secara interaktif dan menarik. 

Ia juga berharap dengan adanya pelatihan ini, akan tampak dan bermunculan para kreator-kreator ‘Aisyiyah yang nantinya dapat berkolaborasi membentuk sebuah tim khusus sebagai motor penggerak syiar digital ‘Aisyiyah Kota Semarang.

Sebanyak 80 orang peserta dari PDA Kota Semarang, perwakilan PCA se-Kota Semarang, dan juga anggota Nasyiatul ‘Aisyiyah Kota Semarang bersemangat menimba ilmu dalam pelatihan ini. 

Sebagai instruktur, telah hadir Bapak Sonni Kurniawan, S.Tp., Wakil Sekretaris Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, yang juga merupakan anggota pleno Pimpinan Cabang Muhammadiyah Banyumanik. Bapak Sonni didampingi oleh tim PSDM Banyumanik sebagai fasilitator pelatihan.

Materi pelatihan menitikberatkan kepada praktek langsung desain grafis melalui aplikasi canva dan editing video menggunakan aplikasi capcut. Materi disampaikan secara terstruktur dan mudah dipahami. Hadirnya fasilitator dari tim PSDM Banyumanik sangat membantu peserta dalam melakukan praktek atas materi yang diberikan. 

“Seru!”, “Mantap!”, “Keren!” adalah beberapa ekspresi dari peserta di akhir acara terkait kesannya terhadap kegiatan pelatihan dan materi yang disampaikan oleh instruktur.

Melihat antusiasme peserta selama kegiatan pelatihan berlangsung, besar harapan panitia penyelenggara bahwa kegiatan pelatihan ini dapat bermanfaat dan akan menguatkan peran ‘Aisyiyah dalam syiar dakwah secara digital di masa mendatang.

Politeknik BPI Mengadakan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru Angkatan Pertama

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- Politeknik Bisnis dan Perpajakan Indonesia (Politeknik BPI) mengadakan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Angkatan Pertama dengan berbagai rangkaian acara menarik pada Sabtu-Minggu, (5-6/10/2024).

Kegiatan ini dibuka pada Sabtu (5/10) oleh Direktur Politeknik BPI, Dr. Hasman Budiadi, SE, MM. Hadir pula dalam menyampaikan sambutan Dr. Agus Widodo, ST, MM, mewakili Pembina Yayasan Smart Insan Mandiri. 

Turut hadir Saras Pramudya, ST, Ketua Yayasan Smart Insan Mandiri dan Dr. Sakidi, SE,M.Si, Akt selaku founder Politeknik BPI. 

Setelah acara pembukaan, PKKMB dilanjutkan dengan berbagai sesi materi dengan pembicara dari internal dan eksternal kampus. Salah satu sesi penting disampaikan oleh Wakil Kasatintelkam Polres Sukoharjo, Hery Prasaja, yang membahas tentang Pentingnya Anti Terorisme dan Sikap Intoleran bagi Mahasiswa. 

Sesi ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa baru terkait ancaman terorisme dan pentingnya menjaga sikap toleran dalam kehidupan sehari-hari.

Kemudian dilanjutkan materi bela negara dari Bidang Intelkam Dandim Sukoharjo, Bahrun, ST,

 menyampaikan tema tentang Mental Positif dan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, yang bertujuan untuk menanamkan sikap mental yang positif dalam konteks kebangsaan.

Pada hari kedua, Minggu, seluruh civitas akademika Politeknik BPI mengikuti kegiatan outbond, yang dirancang untuk memperkuat kekompakan, kerja sama tim, dan meningkatkan semangat kebersamaan di antara mahasiswa baru.

Direktur Politeknik BPI, Dr. Hasman Budiadi menyatakan, “Acara ini diharapkan dapat memberikan pengenalan yang komprehensif kepada mahasiswa baru tentang kehidupan kampus, serta memupuk sikap positif dan rasa kebangsaan di dalam diri mereka,” jelasnya.

Peringati Satu Tahun Taufan Al Aqsha, Ribuan Umat Islam Soloraya Gelar Aksi Damai di CFD

SOLO (jurnalislam.com)- Memperingati satu tahun Taufan Al Aqsha ribuan umat Islam Soloraya menggelar aksi Palestina di perempatan Ngapeman Jl Slamet Riyadi, Solo, Ahad (6/10/2024).

Beberapa acara untuk memeriahkan acara aksi dilakukan seperti, teaterikal, baca puisi dan juga penampilan nasyid.

Selain meneriakan pembebasan Palestina peserta aksi juga tampak membawa sejumlah bendera Palestina dan juga poster yang berisi kekejaman zionis Israel.

Sementara itu, orasi utama disampaikan oleh Syekh Yunus, warga Gaza yang memberikan kesaksian tentang kondisi terakhir masyarakat Gaza. Syekh Yunus juga mengajak umat Islam Soloraya untuk terus memberikan dukungan terhadap rakyat Palestina.

“Kita harus terus mendukung saudara kita di Palestina, kesabaran modal mereka bertahan, diuji dengan ketakutan serta kekurangan harta,” katanya.

Dalam acara tersebut juga dideklarasikan Panitia Solo Raya Persiapan Kemerdekaan Palestina.

Ahmad Sigit selaku koordinator acara aksi menjelaskan deklarasi ini merupakan wujud solidaritas masyarakat Solo Raya terhadap perjuangan rakyat Palestina untuk meraih kemerdekaannya.

“Kami membentuk panitia khusus untuk mendukung upaya-upaya kemerdekaan Palestina melalui berbagai kegiatan, baik kampanye maupun aksi nyata yang melibatkan masyarakat luas,” ungkapnya.

Ahmad Sigit menahmbahkan, tujuan utamanya adalah membangun kesadaran publik dan solidaritas internasional terhadap isu Palestina, khususnya di wilayah Solo Raya. Selain itu, kami juga berharap bisa menggalang dukungan moral, materi, dan diplomatik yang lebih luas untuk rakyat Palestina.

“Beberapa kegiatan yang sudah kami rencanakan antara lain seminar internasional, penggalangan dana, dan aksi damai yang akan melibatkan berbagai elemen masyarakat, dari tokoh agama hingga pemuda. Kami juga akan mengadakan kampanye di media sosial untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kemerdekaan Palestina,” tambahnya.

Lajut Ahma terkait deklarasi tersebut responsnya sangat positif. Banyak organisasi masyarakat, lembaga keagamaan, dan individu yang menyatakan dukungannya.

“Kami optimis bahwa gerakan ini akan terus berkembang dan mendapatkan dukungan yang lebih luas,” pungkasnya.

Beberapa elemen Islam yang hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya adalah FKAM, LUIS, Jamaah Ansharu Syariah, Al Islah, Majelis Mujahidin, Pagar Nusa, KOKAM, SHOHABAH, LIBAS, GPK, MT. AL IKHLAS MOJO , MT. SALAMAH, FORTAMMU.

Sementara Pondok pesantren yang ikut dalam berpartisipasi dalam kegiatan tersebut antara lain, Ponpes Ibnu Abbas Klaten, Ponpes Islam Al Mukmin Ngruki, Ponpes Minhajul Hayah, Ma’had Aly An Nur, Ponpes Menara Quran, Ponpes Markaz Iqra, Ponpes Al Kahfi Hidayatullah serta Ponpes Darul Fath.

Total dana yang dikumpulkan dalam kegiatan tersebut mencapai 20 Juta, menurut pantia dana tersebut akan disalurkan oleh Dewan Syariah Kota Surakarta melalui lembaga kemanusiaan yang terpercaya.

Pramuka SMA IT Nur Hidayah Selenggarakan Jelajah Keraton Solo-Jogja

SOLO (jurnalislam.com)- Pramuka SMA IT Nur Hidayah Sukoharjo selenggarakan kegiatan Jelajah Keraton Solo-Jogja pada Kamis-Jum’at (3-4/10/2024). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota Dewan Ambalan (DA), Komando Satuan Pramuka (KOSTRADA) dan anggota Pramuka SMA IT Nur Hidayah.

Hari pertama, para peserta melakukan penjelajahan menuju Keraton Kartasura, Keraton Pajang, Pura Mangkunegaran, dan Masjid Agung Surakarta. Pada hari kedua, mereka mengunjungi Masjid Kauman dan Keraton Kasultanan Yogyakarta.

Sebanyak 114 peserta memulai dengan berjalan kaki dari sekolah menuju Keraton Kartasura. Singgah di masjid Hastana, yang merupakan peninggalan Keraton Kartasura, untuk melaksanakan sholat dhuha. Selesai dari Keraton Kartasura mereka melanjutkan perjalanan ke Keraton Pajang. Di tempat ini, para peserta mendapat materi sejarah Mataram Islam yang disampaikan oleh Ustadz Kastoto.

Selain mendapat materi, para peserta juga mendapat tugas yang mendorong peserta untuk memahami nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan peduli sesama. Setelah dari Keraton Pajang, para peserta melanjutkan perjalanan menuju Pura Mangkunegaran dengan transportasi umum.

Dipandu oleh tour guide, mereka terlihat antusias saat berkeliling di Pura Mangkunegaran. Dari Pura Mangkunegaran, para peserta melanjutkan kunjungan ke Masjid Agung Surakarta. Disana mereka mendapat materi yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Kasori Mujahid, M.Ag., Ketua Umum Yayasan Nur Hidayah Surakarta, tentang sejarah kejayaan Islam di bumi Mataram.

Hari kedua para peserta melakukan kunjungan di Masjid Kauman dan Keraton Yogyakarta dengan menggunakan trasnportasi KRL untuk menuju Yogyakarta. Salah satu siswi yang berasal dari Papua, Fathiya Khaira Arfita, kelas X8, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan ini.

“Karena berasal dari luar Jawa, jadi bisa lebih tahu tentang kebudayaan Jawa dan peradaban Islam disini. Juga keraton-keraton yang ada disini, seperti Keraton pajang, Mangkunegaran dan sebagainya,” ujarnya.

Lestarikan Budaya, SD Muhammadiyah Palur Kenakan Batik Untuk Peringatan Hari Batik Nasional

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- Hari Batik Nasional adalah hari perayaan nasional Indonesia untuk memperingati ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada 2 Oktober 2009 oleh UNESCO.

Batik telah dianggap oleh masyarakat indonesia sebagai ikon budaya penting. Masyarakat Indonesia mengenakan batik sebagai busana kasual dan formal yang dapat digunakan dalam beragam acara.

Pada Rabu (02/10/24) seluruh warga SD Muhammadiyah Palur kompak mengenakan baju batik di sekolah. Baik guru, tenaga kependidikan, maupun siswa tampak antusias dan bangga memakai baju batik untuk memperingati Hari Batik Nasional.

Peringatan Hari Batik Nasional adalah kesempatan untuk mengingatkan bahwa meskipun beragam, batik adalah simbol persatuan dan identitas bangsa.

Noor Afifah Rachmawati, S.Si selaku kepala sekolah menyampaikan dalam apel pagi yang diikuti seluruh guru staff.

“Hari ini, kita merayakan Hari Batik Nasional dengan penuh kebanggaan dan semangat. Setiap warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga staf, mengenakan batik sebagai bentuk penghormatan terhadap kekayaan budaya Indonesia yang harus kita lestarikan,” katanya.

Ia melanjutkan, Melalui penggunaan batik, kita tidak hanya menampilkan identitas budaya, tetapi juga menanamkan rasa cinta dan bangga terhadap warisan nenek moyang kita.

“Semoga melalui kegiatan ini, kita semakin memahami pentingnya melestarikan batik sebagai identitas bangsa dan menanamkan nilai-nilai kebanggaan pada generasi muda. Mari kita jadikan momen ini sebagai pengingat untuk terus menghargai dan melestarikan budaya lokal dalam kehidupan sehari-hari.l,” pungkasnya.

Sementara Kalila Praras Lituhayu siswi kelas 4D mengutarakan perasaanya.

“Bangga karena bisa mengenakan batik secara serentak dengan teman lainnya, selain itu sebagai wujud kecintaan dan melestarikan budaya Negara yang kita cintai,” katanya.

Selamat Hari Batik Nasional !

Marak Beredar Miras Hingga Obat Terlarang di Tasikmalaya, Al Mumtaz Desak Aparat Kepolisian Bertindak Tegas

TASIKMALAYA (jurnalislam.com)– Sejumlah Pengurus Aliansi Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Al Mumtaz) mendatangi Polres Tasikmalaya guna menyampaikan keprihatian akan permasalahan moral instabilitas kambtibmas yang dianggap semakin memburuk dalam satu tahun terakhir kali pada Selasa, (1/9/2024).

Selain dari pengurus Al Mumtaz, hadir juga perwakilan elemen umat Islam seperti Majelis Mujahidin, Jamaah Ansharu Syariah, Brigade Tholiban, Brigade Persis, Muhammadiyah, OKP dll. Rombongan diterima langsung oleh Kapolres Tasikmalaya, AKBP Joko Sulistiono, S.H., S.I.K., M.H., di kantornya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekjend Al Mumtaz Ustaz Abu Hazmi menyampaikan keprihatinannya terkait kondisi moral di wilayah Tasikmalaya, ia mengatakan bahwa pihaknya bersama elemen umat Islam sering menemukan miras hingga obat obatan terlarang yang beredar.

“Dan mirisnya mereka seakan berani bahwa mereka memiliki dugaan adanya oknum dari Polda Jabar,” ungkapnya sebagaimana dikutip dari inilah.com pada Selasa, (1/9/2024).

Sementara itu, Koordinator Al Mumtaz, Ustadz Hilmi Afwan berharap pihak aparat kepolisian bisa bertindak tegas dalam menanggulangi permasalahan yang meresahkan masyarakat tersebut.

“Pada intinya kami berharap pihak kepolisian merespon dengan sigap harapan dari para asatid tadi agar semua kompleksitas permasalahan kemaksiatan yg berujung kepada tindak kriminalitas bisa lebih di tekan oleh pihak kepolisian, kami para ulama sudah cukup sabar menyikapi permasalahan yang ada di Kota Tasikmalaya,” paparnya.

Menggapai hal tersebut, Kapolres Tasikmalaya, AKBP Joko Sulistiono akan segera berkoordinasi dengan unit terkait seperti Binmas, Satnarko, dan Satreskrim untuk mengambil langkah nyata di lapangan.

“Saya berterima kasih atas masukan yang sangat positif ini, Insha Allah dalam waktu dekat kami akan lakukan evaluasi ke dalam bersama para kepala satuan, dan terkait dugaan adanya oknum yang menjadi beking dari perderan miras dan obat terlarang ini, kita akan lakukan cros cek ke Pam Inal kami atau Orovost jika memang ada oknum yg melanggar tentu kami akan tindak tegas sesuai dengan peraturan di kepolisian,” tegasnya.

Sumber: InilahTasik