Catatan Jamaah Ansharu Syariah Pasca Aksi 22 Mei

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kerusuhan yang terjadi pasca aksi menolak kecurangan Pemilu 2019 di depan Kantor Bawaslu RI pada 21 dan 22 Mei lalu menyisakan catatan bagi umat Islam. Jamaah Ansharu Syariah mencatat ada beberapa hal yang harus dicermati oleh umat Islam dalam pergerakannya ke depan.

Berikut ini catatan Jamaah Ansharu Syariah Pasca Aksi 22 Mei yang diterima redaksi:

1. Masyarakat Tidak Diberi Ruang Untuk Menyampaikan Hak Konstitusionalnya

Juru bicara Jamaah Ansharu Syariah, Ustaz Abdul Rochim Ba’asyir mengatakan, menyampaikan aspirasi akan ketidakpuasan rakyat terhadap kinerja pemerintah merupakan hak warga negara yang dilindungi hukum. Akan tetapi dalam aksi 22 Mei, Ustaz Iim menilai justru aparat telah menghalangi hak-hak tersebut.

Hal itu dapat dilihat dari banyaknya upaya penghadangan massa yang ingin mengikuti aksi yang digelar di depan kantor Bawaslu RI, Jl.Thamrin, Jakarta Pusat itu.

“Upaya menghalangi perjalanan mereka itu begitu masif, banyak yang dicegat dijalan disuruh balik dan bahkan ditangkap lalu dibawa ke kantor polisi dan di proses,” katanya.

Aparat, kata dia, seharusnya melayani hak konstitusi warga untuk menyampaikan pendapat, bukan menjadi alat untuk melanggengkan kekuasaan. Tindakan aparat tersebut justru menjatuhkan simpati masyarakat terhadap institusi kepolisian.

“Seharusnya tidak boleh menghalanginya tapi memberikan ruang untuk supaya rakyat menyampaikan ketidakpuasannya kemudiannya pemerintah mengambil langkah-langkah yang terbaik untuk menangani atau mengatasi permasalahan-permasalahan yang diadukan rakyat itu dan merespon dengan sebaik-baiknya, lalu kemudian mencari solusi terbaik dari permasalahan yang ada sehingga tidak terjadi kekacauan dan tidak ketidapuasan yang berkepanjangan di masyarakat,” paparnya.

2. Aksi 22 Mei Dimanfaatkan Kelompok “Jadi-jadian”

Ustaz Iim menilai, aksi damai menolak kecurangan pemilu yang diinisiasi oleh Gerakan Nasional untuk Kedaulatan Rakyat (GNKR) juga telah ditunggangi oleh pihak ketiga yang ingin mengacaukan situasi. Ia menyebutnya dengan kelompok ‘jadi-jadian’.

Menurutnya, kelompok tersebut membuat provokasi-provokasi agar massa umat Islam melakukan tindakan-tindakan melawan hukum. Padahal, lanjutnya, dalam aksi-aksi besar sebelumnya umat Islam telah membuktikan bahwa mereka adalah massa yang santun dalam menyampaikan aspirasinya.

“Kelompok ‘jadi-jadian’ inilah pengacau yang sebenarnya, mereka melakukan aksi provokatif untuk memancing kemarahan kedua belah pihak hingga terjadilah bentrokan yang berlangsung selama dua hari tersebut,” katanya.

Ia juga mengutuk keras tindakan represif aparat melakukan serangan-serangan membabi buta dan brutal.

Ustaz Iim mengatakan, tindakan aparat yang berlebihan tersebut membuat jatuhnya korban jiwa dari kalangan umat Islam. Kendati sebagian para perusuh telah ditangkap, namun Ustaz Iim juga meminta pemerintah untuk menidak tegas oknum aparat yang bertindak melawan hukum.

3. Menyaring informasi

Ustaz Iim juga meminta umat Islam untuk bijak dalam menyikapi informasi yang berkembang khususnya melalui media sosial. Ia mengatakan, umat Islam untuk melakukan verifikasi informasi kepada pihak-pihak yang terpercaya di kalangan umat.

Dalam kondisi seperti ini, kata dia, umat Islam wajib mengamalkan surat Al-Hujurat ayat 6.

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”.

4. Memperjelas kembali arah perjuangan

“Apa yang kita perjuangkan bukan semata-mata kemenangan 02, akan tetapi ada cita-cita lain yang lebih mulia yaitu kemaslahatan Islam dan kaum muslimin,” kata Ustaz Iim.

Umat Islam seyogyanya kembali menyadari bahwasannya tujuan utama perjuangan umat bukan hanya kemenangan Prabowo. Ustaz Iim mengingatkan, dukungan umat Islam kepada pasangan Prabowo-Sandi hanyalah wasilah (jalan) untuk mengembalikan kedaulatan umat Islam di Indonesia.

“Artinya ketika memang upaya untuk mendukung pasangan 02 ini adalah dalam rangka untuk merealisasikan kemaslahatan buat Islam dan kaum muslimin. Walaupun seharusnya standar perjuangan yang harusnya dilakukan oleh umat Islam lebih dari itu, yaitu tegaknya Izzul Islam Wal muslimin dan tegaknya nilai-nilai keislaman secara murni di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, itu seharusnya itu yang diperjuangkan,” paparnya.

Ia menjelaskan, perjuangan itu harus dilakukan secara bertahap sebagaiman yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Dalam negara demokrasi seperti Indonesia, kata dia, umat Islam dituntut untuk jeli dalam memaknai siasah (politik) yang dilakukan.

“Dalam beberapa hal seakan-akan itu bertentangan dengan nilai-nilai Islam, akan tetapi sebenarnya di sana ada tujuan-tujuan siyasah yang lurus dengan nilai-nilai Laailaah illallah. Disinilah kita dituntut untuk jeli dan pintar, umat harus mau belajar dan meluruskan niatnya dalam rangka menegakkan Izzul Islam wal muslimin,” jelasnya.

5. Hari kedepan akan semakin berat
Ustaz Iim mengatakan, jika hari-hari umat Islam kedepan akan semakin berat. Umat Islam akan dituntut untuk mempunyai kesabaran ekstra.

Ia melihat rezim saat ini adalah ujian bagi kaum muslimin. Dengan segala kedzaliman yang dilakukan rezim kepada umat Islam, Ustaz Iim menilai semua itu adalah cara Allah untuk mengangkat derajat umat Islam Indonesia.

“Semua ujian itu tujuannya adalah untuk mengangkat derajat seseorang hamba itu di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kalau kita lulus maka nilainya akan semakin tinggi, kalau kita gak lulus ya kita akan terjerembab di situ, kita akan termasuk orang yang terhina dan bisa jadi kita termasuk orang yang telah meninggalkan nilai-nilai Dinul Islam itu,” tegasnya.
Oleh sebab itu, ia mengimbau umat Islam untuk bersabar dan tetap istiqomah dalam perjuangan menegakkan Dinul Islam sembari terus melakukan evaluasi internal.

6. Tetap jaga Ukhuwah Islamiyah dan Berhusnuzhan kepada Allah SWT

Dalam kondisi seperti ini, Ustaz Iim meminta umat Islam untuk tetap menjaga ukhuwah islamiyah dengan mengenyampikan perbedaan-perbedaan yang tidak bersifat prinsip.
Seluruh elemen umat Islam harus terbuka dan saling menasehati dalam kesabaran dan kebenaran. Menurutnya, hal itulah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya dalam meraih kemenangan.

“Kalau perbedaan yang sifatnya tidak prinsip, sekali lagi harus kita buang jauh dan kita harus menyatukan langkah-langkah kita, harus ada husnuzan kepada sesama kaum muslimin sambil menasehati jika ada kekurangan, memang begitulah akhlak setiap muslim itu pada muslim yang lainnya,” tuturnya.

Jika tidak demikian, kata dia, umat Islam akan terus menjadi objek dan diadu domba dan kekuatan umat dihabiskan hanya untuk berseturu dengan sesamanya.
Untuk itu, ia meminta seluruh elemen umat untuk kembali merapatkan barisan dan menyusun strategi selanjutnya untuk kemenangan Islam dan kaum muslimin.

“Yang ini saya garis bawahi adalah kebersamaan dan kesatuan kaum muslimin, hubungan silaturahmi dengan berbagai elemen yang ada di berbagai daerah itu harus diintensifkan harus ditingkatkan supaya nyambung kembali, supaya kemudian bersatu kembali mungkin dinding-dinding yang selama ini terkunci itu bisa kita hancurkan untuk kemudian menggalang kekuatan yang padu yang satu karena kita akan bisa jadi ke depan ini kita akan menghadapi situasi yang berat,” pungkasnya.

Polisi Amankan Ustaz Umar Pimpinan Ponpes Attaqwa Cianjur

CIANJUR (Jurnalislam.com) – Aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya didampingi Polres Cianjur mengamankan Ustaz Umar Burhanudin atau Abah Umar, pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Attaqwa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Jabar), Jumat (24/5/2019). Penangkapan tersebut diduga terkait penemuan amplop dari santri saat kerusuhan aksi 22 Mei lalu.

Penangkapan Ustaz Umar Burhanudin oleh aparat kepolisian dibenarkan oleh Sekretaris Ponpes Attaqwa, Sobihin. Ustaz Umar diamankan dari pondok pesantrennya, Jalan Muhammad Ali Noor 7b, Cikidang, Kabupaten Cianjur.

Petugs tidak membawa barang bukti saat itu. Sementara Uztaz Umar didampingi oleh pengacara dan keluarga. Bahkan, Densus juga sempat mengajak makan Ustaz Umar di sebuah restoran di Kota Cianjur untuk berbuka puasa. Setelah itu, tim membawanya langsung ke Jakarta.

“Ya betul, saya mendapat informasi dari sekretaris Ustaz. Posisinya sedang berada di Ponpes Attaqwa. Beliau didampingi tim pengacara dan keluarga. Ustaz Umar juga menerima saja, pasrah karena posisinya untuk memperjuangkan santri yang ditangkap dan tidak bersalah. Di Jakarta juga ada tim pengacara yang membantu,” kata Sobihin sebagimana dilansir INews.

Kabar itu juga dibenarkan oleh mantan pengacara Ustaz Umar, Ang Asep. Namun ia menolak menyampaikan lebih detail.

“Betul (diambil aparat), setahu saya amplop itu buat imam masjid, kebawa ke Jakarta sama santrinya,” katanya kepada Jurnalislam, Sabtu (25/5/2019).

Ustaz Umar adalah salah satu ulama terkemuka di Kabupaten Cianjur. Selain ulama, ia juga dikenal sebagai aktivis anti korupsi.

Pada Desember lalu, ia menggagas gerakan 1000 kastrol (semacam panci) untuk menggelar makan bersama di Alun-alun Cianjur dalam rangka tasyakuran tertangkapnya Bupati Cianjur dalam OTT KPK.

Berita ini telah diedit karena ada kesalahan data. Klarifikasi dan permohonan maaf Redaksi kami sampaikan dalam berita berjudul “Ustaz Umar Dijemput Polda Metro Jaya Bukan Densus 88”.

Ustaz Umar Dijemput Polda Metro Jaya Bukan Densus 88

Bloody Hands

Oleh: M Rizal Fadillah
Ketua Maung Institute

Media Australia “The Courier Mail” pernah menjadikan headline beritanya soal Presiden Jokowi dengan judul “Bloody Hands” saat peristiwa yang menimpa WN Australia yang dieksekusi kasus narkoba yang dikenal dengan Bali Nine tahun 2015. Dalam media itu digambarkan Presiden berpakaian jas dasi tersenyum dengan tangan kanan terangkat dan tapak tangannya bersimbah darah. Tentu itu adalah reaksi Australia atas hukum tembak yang dilaksanakan Pemerintah terhadap warga negaranya. Sedangkan Herald Sun memberi gambar sampul wajah Jokowi dengan tulisan “Portrait of the Killer”.

Nah entah dari mana asal muasalnya kini tiba tiba beredar kembali di medsos kita media Australia dengan profil Presiden Jokowi “tangan berdarah” di tengah peristiwa tragedi penembakan dan tindakan brutal aparat kepolisian Indonesia dalam menangani aksi 21-22 Mei yang menewaskan dan melukai banyak peserta aksi damai tersebut. Menampilkan sosok sang Presiden yang mesti bertanggungjawab atas pembunuhan atau pembantaian di area gedung Bawaslu dan sekitarnya seperti Petamburan Tanah Abang. Tangan Presiden yang berdaran–Bloody Hands.

Ditambah dengan tewasnya hampir 700 pelaksana Pemilu di bulan sebelumnya, maka Pemilu saat ini telah menimbulkan “tragedi berdarah” yang luar biasa. Meski dirasakan aneh oleh rakyat bahwa Pemerintahan Jokowi menyikapi hal ini dengan “adem ayem” saja. Tak ada kebijakan krisis yang seharusnya diambil. Mungkin cocok dengan foto tertawa di media Australia tersebut.
Jatuhnya korban tanpa upaya pencegahan sehingga terkesan adanya pembiaran itu dalam hukum bisa masuk dalam kategori suatu kejahatan (crime by omission).

Presiden yang tidak menindak aparat yang melakukan perbuatan melawan hukum apalagi pelanggaran berat HAM tentu menjadi penanggungjawab atas kejahatan tersebut. Nampaknya pas jika kasus Pemilu saat ini beban tanggungjawab ada pada Presiden. Sebab Jokowi di samping sebagai kandidat juga de facto dan de jure adalah Presiden Republik Indonesia. Pengendali dan Kepala Pemerintahan. Darah yang mengalir baik akibat tindakan aparat maupun sikap pembiaran adalah “the bloody hands” sang Presiden. Tuntutan akan berlanjut untuk aspek pertanggungjawaban politik dan hukum.
Meskipun masih bisa tersenyum bahkan tertawa namun tangan Presiden memang telah berlumuran darah.
Bloody hands, Mr President !

Bandung, 26 Mei 2019

Sosok Ustaz Arifin Ilham di Mata Habib Novel Alaydrus

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Meninggalnya ulama karismatik Ustaz Arifin Ilham meninggalkan banyak kenangan.

Termasuk kenangan di mata ulama kondang Habib Novel Alaydrus.

Pengasuh Ponpes Ar-Raudhah, Solo menilai akhlak ustaz Arifin Ilham luar biasa.

“Yang saya lihat akhlaknya ma shaa allah. Kalau ketemu orang tua beliau panggil ayah, lebih tua darinya dipanggil kakak, ketemu ulama panggilnya guru. Selalu menempatkan orang lain lebih mulia dari dirinya,” kenangnya saat menceritakan kepada Jurnalislam.com usai mengisi kajian Hijrah Fest 2019 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakpus, Sabtu (25/05/2019).

Lelaki yang akrab disapa Habib Novel ini juga mengatakan mental pengasuh ponpes Az-Zikra saat menghadapi ujian sakitnya luar biasa. Pasalnya, saat orang menghadapi ujian sakit itu tidak mudah, ibadah akan menurun. Tetapi beliau tidak, tetap istiqomah.

“Kita saja saat terkena flu sedikit, ibadah langsung kurang. Sedangkan Ustaz Arifin dengan penyakit yang dideritanya, bahkan ketika paham penyakitnya akan membuatnya bisa kehilangan nyawanya, dia mempersiapkan diri untuk menyambut nyawanya diambil. Beliau menyambutnya dengan terus beribadah,” tuturnya.

Hari Terakhir Hijrahfest 2019 Akan Didedikasikan Untuk Almarhum Ustaz Arifin Ilham

Ustaz Arifin Ilham di Mata Keluarga Ustaz Abu Bakar Ba’asyir

Mengenang Kembali Pesan Cinta Ustaz Arifin untuk Para Peserta Aksi 212

Sikapi Perlakuan Pemerintah, Umat Islam Diminta Bersabar Sambil Terus Berjuang

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Juru bicara Jamaah Ansharu Syariah, Ustaz Abdul Rochim Ba’asyir angkat suara pasca aksi represif aparat terhadap para pengunjuk rasa 22 Mei lalu.

Melihat situasi terakhir, pria yang karib disapa Iim ini mengatakan bahwa hari-hari umat Islam ke depan akan semakin berat.

Menurutnya, umat Islam akan dituntut untuk mempunyai kesabaran ekstra.

Ia melihat rezim saat ini adalah ujian bagi kaum muslimin.

Dengan segala kedzaliman yang dilakukan rezim kepada umat Islam, kata Iim, semua itu  adalah cara Allah untuk mengangkat derajat umat Islam Indonesia.

“Semua ujian itu tujuannya adalah untuk mengangkat derajat seseorang hamba itu di hadapan Allah kalau kita lulus maka nilainya akan semakin tinggi, kalau kita gak lulus ya kita akan terjerembab di situ,” katanya dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Sabtu (25/5/2019).

Bahkan tambahnya, umat harus bersabar dan terus berjuang.

“Bersabar dan tetap istiqomah dalam perjuangan menegakkan Dinul Islam sembari terus melakukan evaluasi internal,” pungkasnya.

Lakukan Verifikasi, Media Islam Disarankan Jadi Sumber Informasi Netizen Muslim

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Juru bicara Jamaah Ansharu Syariah, Ustaz Abdul Rochim Ba’asyir mengatakan bahwa para netizen muslim diminta bijak bermedia sosial.

Ustaz Iim juga meminta umat Islam untuk bijak dalam menyikapi informasi yang berkembang.

“Umat Islam untuk melakukan verifikasi informasi kepada pihak-pihak yang terpercaya di kalangan umat seperti media-media Islam,” katanya dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Sabtu (25/5/2019).

Dalam kondisi seperti ini, kata dia, umat Islam wajib mengamalkan surat Al-Hujurat ayat 6.

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”.

Seperti diketahui, banyak hoax-hoax bertebaran di media sosial, yang tidak terverifasi kebenarannya.

Bahkan hoax ini disebarkan oleh kalangan umat Islam sendiri.

 

Aparat Diminta Jangan Halangi Hak Warga untuk Sampaikan Aspirasi

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Juru bicara Jamaah Ansharu Syariah, Ustaz Abdul Rochim Ba’asyir mengatakan, menyampaikan aspirasi akan ketidakpuasan rakyat terhadap kinerja pemerintah merupakan hak warga negara.

Hak ini yang dilindungi oleh Undang-undang. Akan tetapi dalam aksi 22 Mei, Ustaz Iim, sapaan karibnya, menilai justru aparat telah menghalangi hak-hak tersebut.

Hal itu dapat dilihat dari banyaknya upaya penghadangan massa yang ingin mengikuti aksi yang digelar di depan kantor Bawaslu RI, Jl.Thamrin, Jakarta Pusat itu.

“Upaya menghalangi perjalanan mereka itu begitu masif, banyak yang dicegat dijalan,” katanya dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Sabtu (25/5/2019).

Belum lagi, tambahnya, ada yang disuruh kembali dan bahkan ditangkap lalu dibawa ke kantor polisi dan di proses,”

Aparat, kata dia, seharusnya melayani hak konstitusi warga untuk menyampaikan pendapat.

Bukannya, kata Iim, malah  menjadi alat untuk melanggengkan kekuasaan.

Tindakan aparat tersebut justru menjatuhkan simpati masyarakat terhadap institusi kepolisian.

“Seharusnya tidak boleh menghalanginya tapi memberikan ruang untuk supaya rakyat menyampaikan ketidakpuasannya,” kata Iim Baasyir, panggilan karibnya.

Kemudian, pemerintah dimintanya mengambil langkah-langkah yang terbaik untuk menangani atau mengatasi permasalahan-permasalahan.

Khususnya yang diadukan rakyat itu dan merespon dengan sebaik-baiknya.

“Lalu kemudian mencari solusi terbaik dari permasalahan yang ada sehingga tidak terjadi kekacauan dan tidak ketidapuasan yang berkepanjangan di masyarakat,” pungkasnya.

Delegasi Hamas Akhiri Kunjungan Resminya ke Malaysia

KUALA LUMPUR (Jurnalislam.com) – Delegas pemerintahan Palestina,  HAMAS yang dipimpin oleh tokoh Palestina Khaled Meshaal telah mengakhiri kunjungan resminya ke Malaysia pada hari Jumat 24 Mei.

Kunjungan ini bertepatan dengan acara buka tahunan iftar akbar ke-9 yang dihelat Organisasi Budaya Palestina Malaysia (PCOM).

Delegasi memulai kunjungan dengan pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad.

Delegasi juga mengadakan pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri Tan Sri Muhyiddin Yassin, Menteri Pertahanan Mr. Mohamad Sabu, Menteri Wilayah Federal Mr. Khaled Samad.

Delegasi juga bertemu dengan para pemimpin partai politik seperti pemimpin PKR Dato ‘Seri Anwar Ibrahim, pemimpin PAS Dato Seri Abdulhadi Awang.

Ada juga pemimpin UMNO Dato’ Seri Zahid Hamidi, dan Wakil Menteri Luar Negeri Dato ‘Marzouki Yahya.

Khaled Meshaal menyoroti situasi Palestina saat ini, terutama pelanggaran terhadap Yerusalem, pengepungan Israel di Gaza, dan “Kesepakatan Satu Abad”.

Yaitu, Amerika yang ingin menjadikan al Quds sebagai Ibu Kota Israel.

Meshaal menekankan pentingnya menangani rencana-rencana ini dan mengambil posisi yang jelas untuk menolaknya.

Dia juga memuji peran dan kepemimpinan Malaysia yang berani dalam mendukung perjuangan dan hak-hak rakyat Palestina.

Perdana Menteri Malaysia menegaskan kembali posisinya yang teguh dalam mendukung rakyat Palestina dan tujuan mereka yang adil serta menolak proyek politik apa pun yang tidak memenuhi hak-hak rakyat Palestina.

Bukan Teroris, Warga Ciamis Gembira Safri Kembali

CIAMIS (Jurnalislam.com) – Safri (42) warga Lingkungan Karang, Kelurahan Ciamis, Kabupaten Ciamis Jawa Barat, yang sempat ditangkap karena di duga teroris di Jalan Malangbong Garut kemarin, kini sudah berakrifitas biasa dan berbaur bersama warga tempat tinggalnya. Ia dilepaskan setelah mendapat pemeriksaan sehari semalam.

Terlihat Safri sedang berkumpul bersama para tokoh masyarakat di mushala sekitar rumahnya, Sabtu (25/5/2019). Sehabis salat dzuhur Sapri terlihat akrab berbincang bersama RT, RW dan warga sambil menunggu waktu asar.

Itu membuktikan Safri selalu bersosialisasi baik dengan warga sekitar. Tak ada kecurigaan apapun terhadap Safri. Warga sangat mengenal kepribadian Safri yang sudah lama tinggal di Lingkungan Karang, meskipun sebagai pendatang. Sehingga warga tak percaya Safri dituduh teroris, saat terjadi penangkapan.

“Warga disini gembira Safri bisa kembali bersama kami, jadi kami memang tak percaya dengan hal itu. Karena Safri ini baik, bersosialisasi, prilakunya disenangi masyarakat. Tak menunjukan gejala itu. Mungkin dengan adanya kejadian ini ambil hikmahnya,” ujar Ketua RW setempat Agus Heryadi.

Sementara itu, Safri berterimakasih kepada aparatur pemerintah dan warga Ciamis yang telah memberikan dukungan kepadanya. Ia lega setelah pihak keamanan menyatakan bahwa tidak terindikasi jaringan teroris.

“Masyarakat sudah menerima saya, dukungan sangat penuh dari semuanya,” ucapnya.

Safri bercerita, awal keberangkatannya ke Jakarta sebenarnya ke Depok mengantar rekannya bernama Yahya untuk menjemput saudaranya yang sakit. Namun saat itu ada dua rekan lainnya yang ikut dan berniat ingin melihat situasi di Jakarta yakni aksi 22 Mei.

Selama perjalanan, Sapri mengaku banyak diberhentikan oleh pemeriksaan polisi dari berangkat sampai ke Malangbong. Karena berpikir akan lama sampai dengan pemeriksaan petugas keamanan di jalan, ia bersama rekannya memutuskan untuk kembali ke Ciamis. Setelah balik kanan, di Malangbong sempat melaksanakan solat asar. Sewaktu balik arah tak ada yang mengejar.

“Setelah disitu baru ada yang kejar ada yang datang, katanya harus nunggu, saya menyarankan di Pos Malangbong kepada petugas itu. Sudah menunggu, saya kaget luar biasa, polisi bersenjata datang menyuruh angkat tangan dan tiarap, dan mobil digeledah,” ungkapnya.

Setelah itu, Safri bersama 4 rekannya dibawa ke Polsek Malangbong, setelah itu dibawa ke Polres Garut dan dilakukan pemeriksaan sehari semalam.

“Pertanyaan memang banyak ditujukan ke saya karena memang saya yang bawa mobil. Pemeriksaan semalam saja, pagi-pagi sudah beres. Saya di sana duduk-duduk tak ada pengawalan, baru diperbolehkan pulang jam 5 sore,” ucapnya.

Setelah diperbolehkan pulang oleh Kapolres Garut, lalu ia bersama 4 rekannya diantar oleh aparat kepolisian pulang ke Ciamis.

“Memang kalau waktu itu kami tak balik arah mungkin tak ada kejadian ini. Cuma karena balik arah saja jadi mungkin ada kecurigaan,” pungkasnya.

Sumber: Kabar Priangan

Doa Untuk Keselamatan dan Kejayaan Bangsa Indonesia

١- بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
الحمد لله رب العالمين
الصلاة والسلام علي رسول الله قائد المجاهدين
اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِيْنُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنُثْنِيْ عَلَيْكَ وَلاَ نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ

Artinya :

“Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Alloh Rob/Tuhan Pemelihara semesta alam. Semoga sholawat dan salam selalu tercurah kepada junjungan kita Rasulullah Panglima bagi para pejuanh (mujahid)

Ya Allah! Sesungguhnya hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan, meminta ampunan, dan senantiasa memuji-Mu atas kebaikan yang diberikan. Kami tidak kufur kepada-Mu, dan kami berlepas diri serta meninggalkan orang-orang yang durhaka kepada-Mu”.

٢- اَللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّى وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ. نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ إِنَّ عَذَابَكَ بِالْكُفَّارِ مُلْحِقٌ

Artinya :

“Ya Allah! Hanya kepada Engkau kami beribadah, hanya karena Engkau kami shalat dan sujud, hanya kepada Engkau pula kami berusaha dan berkhidmat. Kami sangat mengharap rahmat-Mu dan kami pun takut akan siksa-Mu, karena sesungguhnya siksa-Mu itu tidak akan pernah berkurang atas orang-orang kafir”.

٣- اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ

Artinya :

“Ya Allah ! Ampunilah kami, ampunilah kaum mukminin dan mukminat, ampinilah kaum muslimin dan muslimat.

Persatukanlah hati mereka. Perbaikilah hubungan di antara mereka dan menangkanlah mereka atas musuh-Mu dan musuh mereka”.

٤- اَللَّهُمَّ اهلك الكَفَرَةَ والمشركين والمنافقين الَّذِيْنَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيْلِكَ وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَائَكَ

Artinya :

“Ya Allah! Hancurkanlah orang-orang kafir ,musyrik dan munafiq yang senantiasa menghalangi jalan-Mu, mendustakan rasul-rasul-Mu, dan memerangi wali-wali-Mu”.

٥- اَللَّهُمَّ خَالِفْ بَيْنَ كَلِمِهِمْ وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِيْ لاَ تَرُدُّهُ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِيْنَ

Artinya :

“Ya Allah! Cerai beraikanlah persatuan dan kesatuan mereka. Goyahkanlah langkah-langkah mereka, dan turunkanlah atas mereka siksa-Mu yang tidak akan Engkau jauhkan dari kaum yang berbuat jahat”.

٦- اللهم ارزقنا اماما عادلا وفتحا مبينا ٣×

“Ya Alloh karuniakan kepada kami (Bangsa Indonesia) pemimpin yang adil dan kemenangan yang nyata. 3x

٧- اللهم اجعل بلدتنا اندونيسيا بلدتا طيبة آمِنَةً مُّطْمَئِنَّةً عامرة معمورة مباركة

“Ya Alloh jadikanlah negeri kami Indonesia: negeri yg baik, aman, tenteram, makmur dan penuh berkah”.

٨- اللهم اجعل بلدتنا اندونيسيا سالمة من كيد أعادئك وأعادئنا واعداء الاسلام واعداء المسلمين من داخلها ومن جارجها.

“Ya Alloh jadikan negeri kami Indonesia “terselamatkan” dari tipu daya musuh -musuh MU, juga muauh kami, musuj Islam dan musuh kaum muslimin, baik dari dalam nrgeri maupun luar negeri

٩-اللهم تقبل منا اخواننا المقتولين في حادثة ٢١ مايو شهداء

“Ya Alloh terimalah dari kami saudara-saudara yg terbunuh dalam tragedi 21 Mei berdarah sebagai para Syuhada’ disisiMU.

١٠- وصلي الله علي نبينا محمد وعلي اله واصحابه اجمعين
واخر دهوانا ان الحمد لله رب العالمين

“Dam semoga “sholawat” selalu tercurah untuk junjungam nabi kita Muhammad, keluarga dan para shahabat.