Ini Harapan Bupati di Kepengurusan Baru MUI Sukoharjo

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)–Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya berharap kepengurusan MUI Sukoharjo periode tahun 2019-2024 dapat bersinergi dengan pemerintah dan memberikan kebaikan untuk umat Islam di Sukoharjo.

Hal itu ia katakan saat memberikan sambutan dalam acara Musyawarah Daerah (Musda) IX MUI Sukoharjo di Pendapa Graha Satya Praja komplek Gedung Kabupaten Sukoharjo, sabtu, (3/8/2019) pagi.

“MUI adalah rumah besar para ulama dan cendikiawan muslim, sehingga MUI diharapkan terus memberikan bimbingan serta tuntunan kepada umat Islam dalam mewujudkan kehidupan beragama dalam masyarakat yang diridhoi oleh Allah Subhanahu Wata’ala,” ungkapnya.

“Saya berharap agar MUI dapat menjadi jembatan antara Ulama dan Umaro untuk bersama sama mendukung dan mendukung dan mensukseskan pembangunan daerah,” imbuh Wardoyo.

Lebih lanjut, MUI Sukoharjo bisa membentengi umat dari paham radikalisme dan aliran sesat serta menjadi garda terdepan dalam terciptanya ukhuwah Islamiyah dan kerukunan antar umat beragama.

“Sekaligus meningkatkan kegiatan yang mempererat ukhuwah Islamiyah, mewujudkan kerukuran antar umat beragama dan meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa,” paparnya.

“Serta dalam berperan dalam menangkis paham paham radikalisme dan paham paham yang menyesatkan lainnya di Kabupaten Sukoharjo,” tandasnya.

Dalam Musda yang dihadiri ratusan peserta yang terdiri dari perwakilan ormas dan ponpes tersebut rencananya akan melakukan pemilihan kepengurusan MUI Sukoharjo periode tahun 2019-2024 dan dihadiri perwakilan MUI Jateng.

Ustaz Wahyuddin, Ketua Yayasan Ponpes Al-Mukmin Ngruki Tutup Usia

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Ponpes Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah. Ketua Yayasan Ponpes Al Mukmin Ngruki, KH Wahyudin tutup usia pada Ahad (4/8/2019) pukul 15.35 Wib. Ustadz Wahyudin, sapaannya, wafat pada usia 67 tahun.

Kabar duka tersebut disampaikan salah satu putranya, Nurdin Urbayani melalui pesan singkat kepada Jurnis, Ahad (4/8/2019) sore.

“Inalillahi wa Inna ilaihi Raji’un, telah meninggal dunia ustadz Wahyudin pada hari Ahad 04 Agustus 2019 pukul15.35 wib di RS PKU Surakarta mohon dimaafkan segala khilaf, atas nama keluarga Nurdin Urbayani,” katanya.

Ustaz Wahyudin sebelumnya mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Surakarta.

Putra ketiga KH Wahyudin Hilmi Zulkarnain sebelumnya menyebut bahwa ayahnya mengalami penyakit komplikasi seperti Diabetes dan Fertigo yang membuat Wahyudin harus dirawat di rumah sakit selama 3 hari.

“Jumat sore mengeluarkan keringat dingin dan muntah, saat itu kami langsung membawa ke RS,” katanya sebagaimana dikutip tribunsolo.com

“Pada sabtu dini hari tidak sadarkan diri, dan sekitar pukul 06.00 wib mulai masuk ICU,” imbuhnya.

Saat di ICU, kata Hilmi, tim Dokter RS PKU Muhammadiyah menemukan adanya gangguan infeksi paru paru yang membuat KH Wahyudin harus bernafas mengunakan alat bantu pernafasan.

“Dokter memasang alat bantu ventilator, untuk menopang pernafasan pada sabtu sekitar pukul 15.00 wib,” jelasnya.

Hilmi mengatakan ada tiga dokter yang menangani ayahnya saat di RS yakni dr. Arifin, dr. Suryo yang merupakan dokter kontrol ustaz Wahyudin, dan dokter spesialis saraf dr. Karmila.

Rencananya jenazah KH Wahyudin akan dimakamkan di Kabupaten Ciamis Jawa Barat pada ahad, (4/8/2019) pukul 20.00 Wib dan sebelumnya akan dishalatkan di Masjid Baitussalam Komplek Ponpes Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo

Musda ke-9 MUI Sukoharjo Bentuk Kepengurusan Periode 2019-2024

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Mengusung tema ‘Aktualisasi Peran MUI Dalam  Membangun Kerukunan Umat Beragama dan Mengatasi Degradasi Moral’, Musyawarah Daerah (Musda) IX MUI Sukoharjo secara resmi dibuka di Pendapa Graha Satya Praja komplek Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (3/8/2019).

Musda MUI tersebut dihadiri oleh Bupati  Sukoharjo Wardoyo Wijaya, Sekertaris MUI Jawa Tengah Drs. Muhyidin, Ketua MUI Sukoharjo Yazid Anwari dan sejumlah pimpinan ormas Islam dan perwakilan Pondok Pesantren sekabupaten Sukoharjo.

Ketua Panitia Dr Guntur Subiyantoro mengatakan, agenda Musda tersebut adalah untuk memilih Ketua dan kepengurusan MUI Sukoharjo yang baru periode  tahun 2019-2024.

“Musda kali ini untuk memilih pengurus harian 2019-2024 dan bendahara, Walaupun pelaksaan Musda mundur, tapi alhamdulillah bisa terlaksana,” katanya kepada Jurnis.

“Kita juga mengundang MUI Jateng, Bupati Sukoharjo, Dewan Pertimbangan MUI kabupaten dan utusan MUI kecamatan masing masing 4 orang, sementara tim peninjau dari ponpes, ormas, dan undangan khusus,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya berharap siapapun yang terpilih menjadi ketua MUI nanti, dapat bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan memberikan kebaikan untuk umat Islam di Sukoharjo.

“Siapapun pengurus yang terpilih nanti saya berharap, MUI Sukoharjo bisa bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun kebaikan dalam kehidupan umat, sehingga dapat mewujudkan masyarakat kabupaten Sukoharjo yang aman, damai dan toleran,” ungkapnya.

Panen Perdana Bawang Putih Pinbas MUI Jatim Dihadiri Gubernur Jatim

BONDOWOSO (Jurnalislam.com) – Bertempat di desa Sempol, Kecamatan Ijen, Bondowoso, Sabtu (3/8) siang, Guberner Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah menghadiri panen perdana bawang putih Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (Pinbas) Majlis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur.

Menurut Ketua Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (Pinbas) Majlis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur Ir Wahid Wahyudi, panen perdana ini merupakan hasil tanam pertama yang dimulai bulan Pebruari 2019.

“Panen ini agak terlambat, Karena baru kita mulai tanam bulan Pebruari. Biasanya tanam bawang di musim hujan, sekitar bulan Oktober-Nopember, ” ujar Wahid Wahyudi dalam sambutannya.

Wahyudi menjelaskan, Pinbas MUI Jatim adalah satu satunya lembaga ekonomi di bawah MUI yang otonom, untuk mengenbangkan ekonomi berbasis syariah.

Sampai hari ini, Pinbas MUI Jatim termasuk produktif.

Ia menjelaskan, kebutuhan bawang putih di Jawa Timur cukup banyak, tetapi masih kurang.

“Kebutuhan bawang untuk Jatim 5650 ton perbulan, tetapi yang bisa dipenuhi hanya 3040 ton, 94 % sisanya, masih impor dari China.”

Ia mengatakan, secara kualitas, bawang putih lokal dari Ijen ini cukup bagus, lebih pedas dan berkualitas. Hanya saja, harganya kalah dengan impor dari China.

“Impor dari China, murah, perkilo 23 ribu. Sementara harga bawang okal, 50 ribu.”

Ia mengajak semua pihak untuk meningkatkan kualitas dan produksi, agar bawang putih lokal tidak hilang.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansah menyambut gembira atas apa yang telah diinisiasi MUI Jatim untuk meningkatkan ekonomi keumatan.

“Terima kasih MUI, atas inisiasinya mengenbangkan potensi masyarakat,” kata Khofifah di hadapan masyarakat, ulama dan petani bawang putih.

Selanjutnya ia mengaku akan menfasilitasi Pinbas-MUI untuk menemui investor asal Taiwan yang sudah beberapa hari mencari lokasi yang kayak untuk menanam bawang putih.

“Besuk pagi Pinbas MUI harus ke Surabaya karena ada calon investor dari Taiwan. Sebelumnya saya sudah minta mereka tiga hal; bibit , teknologi dan pendampingan yang harus mereka siapkan,” ujarnya.

Khofifah berharap, keputusan Kementerian Pertanian, tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) terkait kewajiban penanaman bawang putih sebanyak 5 persen dari total impor bisa dimanfaatkan mengisi tanam bawang putih lokal.

Kemakmuran Masyarakat

Sementara itu, Ketua MUI Jatim, KH Abdussomad Buchori mengajak semua pihak ambil bagian memakmurkan masyarakat.

“Membangun negara diperlukan ilmunya ulama, adilnya para pejabat, dan kedermawanan orang-orang kaya.Karenanya, Jangan sampai kekayaaan berputar pada orang-orang tertentu, tapi harus merata, ” ujarnya.

Menurut Kiai Somad, arus baru ekonomi harus dimulai dari bawah, sambil mengutip Quran Surat al- a’raf: 96, Yang artinya “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri (al-quro) beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”

“Al-Quro adalah jamak dari al-qoriyah yang artinya kampung/desa. Jadi membangun ekonomi ummat harus dari desa,” tambahnya.

Ekonomi harus kita garap, karena kefakiran mendekatkan orang pada kerusakan, tambah Kiai Somad.

“Ulama umara perlu menyatu dalam pembangunan umat agar lahir baldatun tayyibatun warabun ghafur.”

Kepala Perhutani Divisi Regional Jatim Oman Suherman mengatakan, pihaknya siap menfalitasi Pinbas MUI, untuk menfaatkan lahan agar bisa memberi kesejahteraan masyarakat.

“Penananaman uji coba yang dilakukan pinbas-MUI Jatim baru 41 hektar.Kalau MUI mau, masih ada 500 ha masih bisa dikelola,” katanya.

Herman menambahkan, krrjasama Pinbas MUI dengan Perhutani ini adalah sharing krrjasama: 70 % untuk masyarakat, 20 kembali ke Pinbas, 10 % sisanya ke Perhutani.

Sebelum ini, melalui proyek percontohan program domba nasional (Prodombas) dengan memanfaatkan lahan hutan Perum Perhutani, Pinbas sudah berhasil mengenbangkan domba dan sapi.

“Menjelang Idul Adha ini kita sudah laku 8000 ekor domba, ” kata drh Haryo, penanggung jawab Prodombas.*

Ahmad

Amien Rais: Sikap Oposisi Lebih Bermartabat dan Terhormat

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menyampaikan surat yang berisikan sikap politiknya kepada para kader partai tersebut. Salah satunya, menegaskan posisi PAN sebagai partai oposisi karena dianggap lebih bermartabat.

“Sikap oposisi lebih bermartabat, terhormat, dan sesuai aspirasi mayoritas anggota dan para pemilih PAN,” kata senior instruktur PAN Icu Zukafril saat membacakan surat dari Amien yang dibacakan dalam acara FGD “Oposisi Tugas Suci Amanat Rakyat” di Jakarta, Jumat (2/8).

Amien berpandangan, kalau PAN mendukung tanpa syarat pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, maka masyarakat luas akan sangat sinis melihat sikap partainya. Kalau itu terjadi menurut Amien, PAN akan ditinggalkan pemilihnya dan jangan berharap bisa lolos ambang batas parlemen pada Pemilu 2024.

“Kalau PAN mendukung tanpa syarat pemerintahan Jokowi, masyarakat luas sangat sinis dan jangan harap PAN bisa lolos ambang batas pileg yang akan datang,” kata Amien.

Amien juga menegaskan bahwa PAN akan hina di hadapan Tuhan Yang Maha Esa apabila menggadaikan aqidah dan politik untuk kepentingan sesaat. Menurut dia, masa depan PAN sungguh tragis dan tidak ada lagi jalan kembali kalau sampai menggadaikan politik partai.

“Hidup cuma sekali, hidup bagaikan sandiwara singkat, cuma puluhan tahun saja. Mari kita ambil peran dan posisi yang diridhoi-Nya, jangan sebaliknya,” ujarnya. Surat tersebut dibacakan Icu sebelum FDG dimulai yang menghadirkan beberapa pembicara seperti Rocky Gerung, Ubaidillah Badrun dan Chusnul Mariyah.

sumber: republika.co.id

109 Rumah di Pandeglang Dilaporkan Rusak Pasca Gempa

PANDEGLANG(Jurnalislam.com) — Sekitar 109 Bangunan rumah mengalami kerusakan akibat bencana Gempa yang menguncang Provinsi Banten dengan magnitudo 7,4 skala richter (SR) pada Jumat (2/8) pukul 19.03 WIB. Satu orang dilaporkan meninggal dunia.

Hal ini disampaikan Wakapolda Banten Brigjen Pol Tomex Koerniawan dengan rincian kerusakan sebanyak 23 rumah di wilayah Lebak dan 86 rumah di Pandeglang.

Satu orang yang meninggal pada saat gempa, tetapi sebab kematiannya bukan karena tertimpa bangunan rumah. Warga tersebut meninggal dunia karena sakit jantung yang diderita.

“Ada sekitar 109 bangunan rumah rusak di Lebak dan Pandeglang dan seorang meninggal karena sakit jantungnya kambuh saat gempa. Saat ini kita akan mengevaluasi dulu apa yang bisa kita bantu,” ujar Wakapolda Tomex, Sabtu (3/8).

Menurut Tomex, dengan tidak adanya korban jiwa, polisi tetap melaksanakan mitigasi pascagempa, yaitu melakukan patroli ke permukiman warga.

Hal itu dilakuka karena banyak rumah masih kosong akibat ditinggal mengungsi. Selain itu, polisi juga melakukan pendataan kebutuhan pengungsi, mencari korban hingga membersihkan puing bangunan.

Wakapolda mengimbau warga saat ini untuk tetap tenang dan tetap waspada. Dirinya juga berpesan agar warga tidak mempercayai informasi-informasi dari sumber yang tidak jelas yang cenderung kepada hoaks.

“Bagi warga agar tenang, jangan panik namun tetap waspada. Jangan terhasut oleh berita hoaks juga. Jika ingin tahu informasi terkini bisa lihat dari BMKG atau dari aparat keamanan,” ujarnya.

Sumber: republika.co.id

 

Presiden Jokowi Diminta Serius Hadapi Bencana Kekeringan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Politisi PKS Mardani Ali Sera mendesak Presiden Joko Widodo untuk serius mempersiapkan grand desain manajemen kekeringan nasional.

 

Hal itu dikatakan karena indonesia terus menerus menghadapi ancaman kekeringan siklus tahunan pada musim kemarau.

 

“Pak Jokowi harus serius memperhatikan masalah air di Indonesia karena sudah darurat.” kata Mardani kepada Jurnalislam.com, Jumat (02/08/2019).

 

Ia mendesak pemerintah serius mempersiapkan gran desain manajemen kekeringan nasional. Indonesia adalah negara tropis yang rawan bencana, bencana hidrometeorogi sudah menjadi siklus.

 

“Seharusnya pemerintah punya grand desain manajemen kekeringan nasional. Apalagi tahun ini diprediksi akan terjadi kemarau panjang dan perkiraan masyaraat terpapar sebesar 48 juta jiwa,” ujarnya.

 

Wakil Ketua Komisi II DPR itu mengatakan bahwa isu air seharusnya sudah jadi agenda prioritas pemerintah. Bank Dunia dan PBB sudah mempringatkan bahwa dunia saat ini sudah dalam ancaman krisis air global, 40 persen populasi dunia mengalami kelangkaan air.

 

“Oleh karena itu, sudah saatnya Indonesia lebih serius memikirkan solusi masalah ini,” kata Mardani.

PKS Beri Saran Pemerintah Hadapi Musim Kemarau

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Politisi PKS, Mardani Ali Sera memberikan masukan kepada Presiden Jokowi terkait menghadapi kekeringan nasional menyambut siklus tahunan pada musim kemarau.

 

Ada beberapa hal yang mardani usulkan kepada Presiden Jokowi dalam grand desain manjemen kekeringan nasional.

 

Pertama, ia meminta pemerintah lebih memperhatikan hutan di Indonesia dan juga menindak tegas pembalak dan pembakar hutan.

 

“Hutan tropis Indonesia adalah aset dunia. Pemerintah harus mencegah dan tegak terhadap perusak hutan, perlu kebijakan lain yang dipertimbangkan seperti melakukan konserbasi hutan dan dari dari aksi eksploitasi pembangunan untuk menjaga lingkungan kemarau yang melanda tiap tahunnya,” katanya kepada Jurnalislam.com, Jumat (02/08/2019)

 

Kedua, perlunya edukasi kemasyarakat menjaga air. Menurut dia, penting sosialisasi menjaga lingkungan, merawat air dan hemat dalam penggunaan air kepada masyarakat agar kesadaran masyarakat juga ada untuk menjaga lingkungan.

 

“Sehingga timbul kesadaran masyarakat merawat dan menjaga lingkungan sekitar,” ujarnya.

 

Ketiga, selain itu penting sekali melakukan sosialisasi kepada petani agar menanam jenis tanaman yang sesuai kondisi lahan dan air.

 

“Pemerintah perlu mengajak masyarakat untuk ikut ambil peran, karena pada umumnya masalah kekeringan, terutama di pedesaan, masyarakat kurang mengerti tentang pengetahuan mengelola sumber daya air,” katanya.

 

Menurut Mardani, masyarakat akan mentransfer ilmu tersebut agar dapat mengoptimalkan lahan yang kering. Mardani mencontohkan daerah Gunung Kidul Yogyakarta yang berhasil mengelola air tanah menjadi lebih baik.

 

Keempat, pemerintah harus terus melakukan terobosan teknologi baru mengadapi bencana kelangkaan air. Memanfaatkan teknologi penyuligan air dari laut misalnya bisa jadi salah satu contoh terobosan.

Tak Perlu Resmi Dilantik, Masalah Ekonomi Menanti Diselesaikan Jokowi

JAKARTA (Jurnalislam.com)- Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai bekerja, tidak perlu menunggu pelantikan pada Oktober 2019.

Ini mengingat, Indonesia kian dililit sejumlah permasalahan yang menunggu sentuhan tangan presiden.

 

“Pak Jokowi sudah banyak ditunggu masyarakat untuk segara melakukan terobosan baru sehingga bisa segera dilakukan dari sekarang. Tidak perlu menunggu dilantik dulu baru bekerja,” kata Mardani kepada Jurnalislam.com, Jumat (2/8).

 

Mardani menilai sektor ekonomi saat ini sangat memperingatkan. Jokowi harus segera membenahi agar masalah ekonomi tidak semakin menebal.

 

“Pak Jokowi bisa memulai dari mengganti menteri yang tidak kapabel dan tersangkut korupsi sehingga bisa jadi teiger atau stimulus agar kinerja pemerintahan lebih cepat, efektif dan efisien lagi,” ujarnya.

 

Apalagi, tantangan perekonomian global yang semakin tak jelas menyusul perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina.

 

Mengantisipasi hal-hal yang akan terjadi, seharusnya Jokowi sudah memerintahkan menteri ekonomi agar menyiapkan rencana jangka panjang.

 

Dia juga meminta agar seleksi menteri ekonomi di kabinet jilid II harus melalui seleksi ketat dan menerapkan zero tolerance yang menurutnya  bukan soal politik balas budi, tapi soal masa depan bangsa.

 

Dia berpandangan, proses seleksi ketat itu agar menteri ekonomi yang terpilih memiliki integritas dan kapasitas yang mumpuni. Dia juga menyarankan agar kabinet jilid II Jokowi tak perlu gemuk.

 

“Saran saya sebaiknya Kabinet Kerja jilid II lebih ramping agar kinerja lebih efektif dan efisien, dan betul-betul memperhatikan bidang ekonomi karena disitu banyak PR. Pertumbuhan ekonomi Indonesia selama ini rata-rata hanya 5.3 persen,” kata dia.

Gempa Magnitudo 7.4 di Banten, Warga Pesisir Mengungsi

LAMPUNG( Jurnalislam.com)–Sejumlah warga Telukbetung yang bermukim di pesisir Teluk Lampung beramai-ramai mengungsi ke tempat yang tinggi.

Mereka mengungsi karena khawatir terjadi gempa susulan setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,4 melanda di Banten, Jumat (2/8) pukul 19.03.

Arus kendaraan dan mobil meluncur dari Telukbetung ke arah Kantor Wali Kota Bandar Lampung, Masjid Agung Al-Furqon, dan juga Kantor Gubernur Lampung. Tampak suasana ramai dan macet, serta diiringi bunyi klakson mobil dan motor menuju tempat yang tinggi.

Selain itu, warga yang tidak membawa kendaraan berjalan kaki mengajak anggota keluarganya anak dan orang tua ke tempat yang aman, seperti di trotoar jalan, dan juga lapangan terbuka. Mereka khawatir terjadi gelombang tsunami bila berdiam atau tetap di rumahnya di dekat pesisir Teluk Lampung.

“Kami khawatir ada gelombang tsunami, jadi warga beramai-ramai mengungsi lagi seperti tsunami yang terjadi akhir tahun lalu. Kami belum berani pulang ke rumah,” kata Ardi, warga Telukbetung Utara.

Warga masih panik setelah getaran gempa terasa lama saat sedang bersantai di dalam rumah. Sebagian warga masih terbayang dengan bencana gelombang tsunami yang melanda di pesisir selatan Provinsi Lampung pada 23 Desember 2018.

Sumber: republika.co.id