Amer Azzikra: Anak Muda Terbaik Adalah yang ‘Mengakhirat’

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Muhammad Amer Azzikra, putra kedua almarhum KH. Arifin Ilham menjadi salah satu pemateri di hari pertama acara Muslim United 2019 di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Jumat (11/10/2019).

Dalam paparannya, Amer mengatakan bahwa salah satu tanda orang yang mendapat rahmat Allah Subhanahu wa ta’ala adalah orang yang berhijrah.

“Orang yang berhijrah, orang yang bertaubat, yang berusaha menjadi lebih baik lagi maka dia mendapat rahmat dari Allah Subhanahu wa ta’ala,” tuturnya di hadapan ribuan jamaah yang didominasi oleh kaum millenial.

“Karena anak muda yang terbaik bukan hanya anak muda yang mendunia, tapi juga anak muda yang mengakhirat,” sambungnya.

Amer yang baru berusia 18 tahun ini juga sekilas menceritakan kenangannya bersama sang Ayah. Ia mengatakan, KH Arifin Ilham selalu menekankan kepada anak-anaknya untuk senantiasa bertakwa kepada Allah.

“Sejak kecil saya kalau tidak salat, Subuh terutama, saya dikurung di kamar mandi sampai 20 menit, saya disuruh merenungi saat saya meninggal, saya kenang itu, sampai kemudian saya lihat sendiri saat Abi dikubur,” kenangnya.

Penyelenggara Jamin Tidak Ada Islam Radikal dalam Acara Muslim United

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Hari pertama acara Muslim United 2019, Jumat (11/10/2019) di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta dihadiri oleh ribuan peserta yang datang dari berbagai daerah.

“Acara MU telah berjalan dan dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah,” kata Ketua Presidium Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) Yogyakarta, Syukri Fadholi saat dihubungi Jurnalislam.com, Jumat (11/10/2019).

Meskipun tidak mendapat izin dari pihak Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, FUI selaku penyelenggara acara menjamin bahwa tidak ada konten yang bersifat anti pemerintah atau radikalisme di dalamnya.

“Kami berikan jaminan bahwa dalam rangkaian Kegiatan MU tidak ada yang bersifat anti pemerintah dan Islam Radikal,” tegasnya.

Syukri menjelaskan, selain diisi dengan kajian-kajian Islam, acara bertema “Sedulur Sak Lawase” ini juga diramaikan dengan kegiatan ekonomi yang diikuti oleh 120 UKM. Atas pertimbangan itu, pihaknya berharap acara bisa dilanjutkan sampai selesai.

“Jadi saya berharap kepada Keraton dan Kepolisian agar bisa memahami dan tetap berjalan sampai selesai,” katanya.

 

Muslim United 2019 Tetap Digelar, Begini Penjelasan Ketua Panitia

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Kendati acara terhambat perizinan dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, acara Muslim United 2019 yang digelar di Masjid Gedhe Kauman akan tetap digelar hingga selesai pada hari Ahad 13 Oktober 2019 seperti yang diagendakan.

Kegiatan yang diinisiasi Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) ini mengangkat tema ‘Sedulur Saklawase’ dengan menghadirkan sejumlah ustaz dan dai ternama untuk menyampaikan tausyiahnya.

Ketua Panitia Muslim United 2019, Nanang Syaifurozi menyampaikan, acara Muslim United murni syiar agama Islam dan tidak berbenturan dengan kepentingan manapun.

“Saya yakin ini murni syiar agama dan tidak berbenturan dengan kepentingan apapun, jadi tidak ada alasan untuk menghalanginya. Apalagi tempatnya di masjid dan ini memang pengajian,” ujar Nanang Syaifurozi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/10/2019).

Nanang menegaskan, kegiatan Muslim United 2019 tidak didasari dari kepentingan kelompok manapun dan murni hanya untuk mempersatukan kembali umat muslim di Indonesia, melalui kajian-kajian agama yang mengangkat tema tentang ‘Persatuan’.

“Perihal tuduhan yang macam-macam, kami ingin membuktikan kalau itu tidak benar. Jadi kajian, walau rame orang, tapi tertib, bersih, tidak ada provokator, tidak ada intimidasi, tidak ada ujaran kebencian,” katanya.

Dia menambahkan, kegiatan ini diadakan di Masjid Gedhe Kauman, di mana merupakan simbol Kerajaan Mataram di Yogyakarta yang memiliki nilai sejarah persatuan umat Islam. Sehingga Yogyakarta tentunya memiliki kontribusi cukup besar terhadap persatuan umat Muslim.

“Tetap datang, nggak usah takut, kita niatkan karena Allah. Dengan niat baik, dengan adab yang baik. Bismillah, insya Allah akan mendapatkan balasan pahala dari Allah SWT,” katanya.

Resmikan Pusat Dakwah, Ormas Hidayatullah Harap Kehadirannya Bermanfaat Bagi Umat dan Bangsa

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah pada Jumat (11/10/2019) melangsungkan hajatan berupa peresmian Pusat Dakwah Hidayatullah dan Masjid Baitul Karim di Jalan Cipinang Cempedak I/14, Polonia, Jakarta Timur.

Dalam hajatan yang dihadiri Wakil Presiden HM Jusuf Kalla dan ratusan kader Hidayatullah dari berbagai wilayah se Indonesia ini, Ketua Umum DPP Hidayatullah mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dan mendukung proses pembangunan pusat dakwah dan masjid tersebut.

“Kami atas nama Keluarga Besar Hidayatullah mengucapkan terima kasih kepada pihak yang mendoakan,  membantu, dan mendukung, kelancaran pembangunan gedung ini,” tuturnya dalam sambutannya.

“Tempat ini sebagai pusat dakwah mudah-mudahan bisa dinikmati dan dirasakan oleh seluruh umat Islam baik nasional maupun internasional,” imbuhnya.

Lebih jauh, Nashirul Haq menjelaskan posisi Hidayatullah di dalam pembangunan umat, rakyat, bangsa, dan negara.

“Hidayatullah hadir untuk menjadi mitra pemerintah, bersinergi dengan seluruh komponen umat untuk membangun Indonesia yang lebih maju dan bermartabat,” jelasnya menegaskan.

Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah terdiri dari basement dan empat lantai. Lantai pertama adalah Masjid Baitul Karim. Lantai kedua berupa aula. Lantai ketiga kantor Pusat Dakwah Hidayatullah. Dan, lantai empat merupakan pusat kegiatan media dan konten.

Wapres JK menandatangani prasasti peresmian gedung Pusat Dakwah Hidayatullah dan Masjid Baitul Karim itu disaksikan antara lain oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo beserta jajaran pimpinan dan pengurus pusat Hidayatullah.

Turut hadir sejumlah tokoh seperti Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Prof Din Syamsuddin.*

Wapres Jusuf Kalla Resmikan Gedung Dakwah Hidayatullah dan Masjid Baitul Karim

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Wapres HM. Jusuf Kalla hadir meresmikan Gedung Dakwah Hidayatullah dan Masjid Baitul Karim di Jalan Cipinang Cempedak I/14 Polonia, Jakarta Timur, Jumat (11/10/2019).

Wapres JK menandatangani prasasti peresmian gedung Pusat Dakwah Hidayatullah dan Masjid Baitul Karim itu disaksikan antara lain oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo beserta jajaran pimpinan dan pengurus pusat Hidayatullah.

Turut hadir sejumlah tokoh seperti Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Prof Din Syamsuddin.

“Syukur Alhamdulillah pada hari yang sangat berbahagia ini, hari Jumat, kita hadir secara bersama-sama untuk meresmikan. Dan tentu bersyukur atas segala upaya untuk mendirikan Pusat Dakwah Hidayatullah dan Masjid Baitul Karim,” terangnya mengawali sambutan.

Dalam kesempatan itu, Wapres menekankan dua hal penting bagi umat Islam, yakni dakwah yang damai dan lahirnya para pengusaha.

Lebih lanjut JK berharap dakwah yang dicanangkan oleh Hidayatullah adalah dakwah yang mendamaikan dan menyatukan.

“Karena itu dakwah yang dilakukan oleh Hidayatullah kita harapkan adalah dakwah yang damai, dakwah yang menimbulkan harapan, keimanan, dan dakwah yang menguatkan persaudaraan,” tuturnya.

Bahkan, menurut Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia itu, dakwah harus seimbang antara dunia dan akhirat.

“Dakwah juga harus membuat orang rajin ke masjid dan juga ke pasar. Gedung ini bisa terbangun karena ada kontribusi pengusaha. Karena itu untuk kemajuan dunia Islam, negeri ini harus lebih banyak para pengusaha. Karena salah satu kekurangan kita ialah ekonomi,” tegasnya.

Korban Demo DPR Akbar Alamsyah Wafat, Ibunda: Anak Saya Disiksa

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Rosminah menangis histeris meratapi kepergian anaknya, Akbar Alamsyah, korban demonstrasi mahasiswa di gedung DPR beberapa pekan lalu.

Usai pemakaman, Rosminah semakin histeris.

Jumat (11/10/2019), proses pemakaman Akbar berlangsung di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di belakang Seskoal, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Rosminah yang terus menangis tiba-tiba tak kuasa menahan tubuhnya hingga tersungkur di antara makam-makam. Sejumlah anggota keluarganya pun kaget dan langsung membopongnya.

“Allahuakbar!” teriak mereka yang kaget melihat Rosminah tersungkur.

Sambil menangis histeris, Rosminah mengatakan anak bungsunya itu disiksa. Namun kerabat yang berada di dekat berusaha menguatkan Rosminah.

“Anak saya disiksa,” kata dia.

Sambil dibopong menuju kediaman, Rosminah pun dikuatkan keluarganya. Sementara kerabat yang bertakziah lainnya menyusul kemudian.

“Sudah, yang kuat. Jangan ditangisi lagi,” kata salah satu kerabatnya.

Kabar meninggalnya Akbar diinfokan oleh sang kakak, Fitri Rahmayani, sebelumnya. Seperti diberitakan, Akbar berada di sekitar gedung DPR saat demo pada Rabu (25/9).

Saat itu, kerusuhan pecah selepas magrib. Setelah Akbar tak kunjung pulang, keluarga mendapatkan Akbar dalam kondisi luka parah di RS Polri.

Sumber: detik.com

Pengamanan Terhadap Pejabat Akan Diperketat

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan kapolri agar memperketat pengamanan pejabat negara pascainsiden penyerangan terhadap Menkopolhukam Wiranto di Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10) siang.

Hal tersebut disampaikan Jokowi setelah menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

“Saya sudah perintahkan kepada kapolri untuk memberikan pengamanan yang lebih baik,” kata Jokowi, kemarin.

Jokowi juga menginstruksikan Polri, Badan Intelijen Negara, dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menindak tegas pelaku penyerangan Wiranto.

Selain itu, Jokowi juga meminta agar ada pengusutan ihwal jaringan pelaku penyerangan hingga tuntas.

“Yang paling penting jaringan ini harus dikejar, dituntaskan, dan diselesaikan,” kata Jokowi. Polri dan BIN menduga pelaku penyerangan terkait dengan kelompok radikal.

Kapolda Banten Irjen Tomsi Tohir menyebut pengamanan terhadap Menkopolhukam Wiranto sudah dilakukan sesuai prosedur.

Pelaku penusukan Wiranto terungkap menembus perimeter yang dibuat polisi.

Ia menceritakan, massa berkerumun ingin melihat dan menyapa Wiranto di Alun-Alun Menes.

Saat itu, menurut dia, polisi membuat perimeter agar tak ada warga yang terlalu dekat dengan Wiranto.

“Banyak massa menyambut. Kami buat perimeter mundurkan warga. Video yang beredar enggak kelihatan banyak orang karena sudah dimundurkan. Pelaku menembus penjagaan kepolisian,” katanya, Kamis (10/10).

Saat terjadinya serangan, tak hanya Wiranto yang jadi korban, tapi juga kapolsek setempat, ajudan Wiranto, dan satu anggota TNI ikut terluka. Polisi pun langsung mengamankan dua pelaku.

Sumber: republika.co.id

Penyerangan Wiranto, Yaqut Tuding Keterlibatan Kelompok Radikal

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bidang Pertahanan dan Keamanan Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) mengecam aksi penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto.

Ia menyatakan upaya tersebut untuk menciptakan teror agar masyarakat menjadi takut.

Gus Yaqut mengapresiasi tindakan aparat yang berhasil membekuk pelaku penusukan saat kejadian, yakni Syahril Alamsyah.

Namun demikian, ia juga mendesak aparat bisa bekerja cepat mengungkap motif dan kemungkinan jaringan yang menggerakkan para pelaku.

“Segera ungkap dan bongkar sejelas-jelasnya karena ini sebenarnya sangat membahayakan bangsa Indonesia,” ujar Gus Yaqut  dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (10/10/2019).

Dia menduga penusukan ini adalah skenario nyata kelompok radikal untuk membuat tertib sosial menjadi kacau.

Kelompok ini, menurut Gus Yaqut, harus dilawan dan ditumpas hingga akar-akarnya.

“Kalau tertib sosial kacau, maka kelompok teror dengan ideologi dan tujuannya untuk mendirikan negara khilafah jalannya makin lempang. Jauh lebih mudah,” katanya.

Sumber: republika.co.id

Menag Bantah Isu Pemerintah Akan Hapus Pendidikan Agama Islam

MAKASSAR (Jurnalislam.com) – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan kembali bahwa pemerintah tidak akan menghapus Pendidikan Agama Islam (PAI) dari kurikulum.

Hal ini disampaikan Menag saat membuka Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) di Makassar, Sulawesi Selatan.

“Saya tegaskan di sini sekali lagi, bahwa pemerintah tidak akan pernah menghilangkan PAI dari sekolah, malah sebaliknya kami ingin eksistensi PAI di sekolah semakin diperkuat,” tegas Menag, Kamis (10/10/2019).

Menag yakin jika seorang siswa mampu berpidato tentang materi keagamaan, bisa menulis cerita Islam, pandai melantunkan ayat-ayat suci Alquran, hal ini tidak terlepas dari peranan guru PAI dalam mendidik siswanya melalui mata pelajaran PAI di sekolah.

Menag menyampaikan, bahwa pendidikan agama di sekolah terlalu penting untuk diabaikan. Ia pun berharap seluruh pihak dapat bahu membahu untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama di sekolah

“Apabila PAI berhasil membentuk akhlak pribadi-pribadi siswa yang beriman dan berakhlak mulia, maka 37,7 juta atau 78% anak usia sekolah dapat kita selamatkan keyakinan dan perilakunya,” kata Menag.

 

Tiga Wanita Berhijab Diserang Seorang Pria di San Diego

SAN DIEGO (Jurnalislam.com) – Tiga wanita berjilbab yang sedang berjalan dibawah Scaffolding (konstruksi penyangga) di Columbia Street, San Dieogo, AS tiba-tiba diserang oleh seorang pria. Peristiwa itu terjadi pada Ahad (6/10/2019) lalu sekitar pukul 12.45 waktu setempat.

“Pria itu memukul para wanita dan mencoba untuk memukul wanita lainnya sampai hampir roboh, tetapi dia akhirnya memukul wanita lainnya,” kata seorang saksi bernama Amy, yang memanggil 911 selama perselisihan.

Amy juga melihat pelaku yang diketahui bernama Kyle Allen itu merobek cadar salah satu korbannya.

“Ketika aku semakin dekat, aku mendengar dia memanggil namanya dan menyuruh mereka kembali ke tempat asalnya,” kata Amy.

Salah seorang korban sempat memberikan perlawanan dan berhasil memukul wajah pelaku hingga berdarah.

Rekaman video ponsel setelah insiden itu menunjukkan Allen bolak-balik sebelum akhirnya berjalan ke apartemennya. Saksi mengikutinya dan menunjuk polisi ke arahnya.

Seorang juru bicara Kepolisian San Diego mengatakan kepada 10News bahwa Allen menyambut petugas di apartemennya dengan pistol yang memiliki peredam suara. Dia ditangkap tanpa perlawanan dengan tuduhan senjata api, baterai, dan ancaman pidana. Pelaku akan menjalani sidang pada 21 Oktober mendatang.

Insiden itu mengguncang komunitas Muslim setempat. Para pemimpin San Diego untuk Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR-San Diego), Dewan Kepemimpinan Muslim San Diego, MAS-PACE, dan Pusat Islam San Diego mengadakan konferensi pers pada Kamis (10/10/2019) untuk mengecam insiden itu dan menyerukan agar keadilan ditegakkan.

“Saya pikir hal penting untuk disadari di sini adalah bahwa kita sedang melampaui insiden yang terjadi; Anda melihat berbagai anggota komunitas Muslim yang ada di sini karena gambaran yang lebih besar di sini adalah Islamofobia,” kata Ismahan Abdullahi, Direktur Eksekutif MAS-PACE.

Para pemimpin kelompok itu mengatakan mereka telah melakukan kontak dengan penegak hukum tentang insiden tersebut dan akan bertemu dengan kantor Kejaksaan Distrik (DA).

“Kami ingin memastikan bahwa kejadian ini kami menganggapnya serius, kami memfokuskannya. Dan, sebagai sebuah komunitas, kami memiliki proses penyembuhan kami sendiri dan memastikan komunitas tetap waspada pada saat yang sama, seperti memastikan masyarakat tetap kuat meskipun insiden ini telah terjadi,” kata Abdullahi.

“Dan, kami ingin memastikan sebagai sebuah komunitas, di luar komunitas Muslim, bahwa kami memastikan bahwa keadilan dipenuhi di sini. Memastikan bahwa kami sedang menindaklanjuti dengan kasus ini – dan kantor kejaksaan sedang mempertimbangkan ini sebagai kejahatan rasial – dan kemudian kita dapat memiliki lebih banyak percakapan internal itu,” pungkasnya.

Sumber: 10News