Ada Kesan Radikalisme Selalu Dikaitkan dengan Islam

KARANGANYAR (Jurnalislam.com)- Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Dr Muinudinillah Basri ikut angkat bicara terkait arahan presiden Jokowi kepada Menteri Agama Facrul Razi untuk memberantas masalah radikalisme.

Dr Muin menyebut hal itu justru bisa memecah belah hubungan baik antar agama di Indonesia, pihaknya pun juga tidak setuju apabila Islam selalu diidentikan dengan kaum radikal.

“Kemudian menteri agama yang sejak awal ingin memerangi radikalisme bahkan itu tuduhan seakan akan ekstrimisme itu hanya ada pada Islam, padahal sebetulnya selama ini juga nggak ada masalah,” katanya kepada jurnalislam.com usai memberikan materi di Masjid Al Walidain komplek Ponpes Salman Al Farisi Karanganyar, Ahad, (27/10/2019).

“Masalah masalah itu yang mengadakan dari orang tidak suka pada Islam,” imbuhnya.

Seharusnya, kata Dr Muin, pemerintah bisa memberikan pernyataan pernyataan yang menyejukan untuk rakyatnya.

 

Wajah Baru Kemenag dan Masa Depan Keberagamaan di Indonesia

Oleh:  Ainul Mizan, S.Pd*

(Jurnalislam.com)–Usai sudah menag yang baru dilantik tanggal 23 Oktober 2019. Jenderal (purn) Fahrul Rozi menggantikan menag Lukman Hakim Saifuddin.

Presiden Jokowi memberikan arahan mengenai tugas Menag baru untuk mengurusi radikalisme hingga industri halal. Menanggapi hal tersebut, Prof. Din Syamsuddin menyebut bahwa Kemenag sekarang sebagai Kementerian Anti Radikalisme (www.suara-islam.id, 24 Oktober 2019).

Tidaklah berlebihan bila sebutan anti radikalisme disematkan kepada Kemenag yang baru. Istilah radikalisme saat ini lebih bernuansa politik. Narasi radikalisme sangat susah dilepaskan dari hal – hal yang berbau Islam.

Buktnya di antaranya adalah Fahrul Rozi mengklaim bahwa pelaksanaan Islam yang radikal dikarenakan tafsir agamanya yang salah (www.cnnindonesia.com, 24 Oktober 2019).

Menurutnya bahwa Islam itu agama rohmatan lil alamin. Islam tidak mengajak mencari musuh, apalagi mengajak membunuh banyak manusia. Ke depan ia akan mencanangkan program deradikalisasi.

Begitu pula, adanya kekecewaan dari kalangan Banser terhadap Menag baru dengan mereka menarik diri dari ikut memerangi radikalisme.

Mereka beralasan bahwa radikalisme itu biar diurusi negara. Mereka akan fokus pada penguatan internal. Memangnya selama ini bukannya terorisme termasuk radikalisme telah diurusi negara? buktinya ada BNPT dengan program deradikalisasinya dan pembentukan densus 88.

Ditambah lagi fakta empiris yang ada di lapangan yang semakin menguatkan bahwa narasi radikalisme disematkan kepada islam politik. Ajaran – ajaran Islam yang dibidik tidak keluar dari seputar Khilafah, jihad dan tauhid.

Berbagai macam narasi deradikalisasi dilakukan di antaranya dengan memberikan cap negatif kepada simbol – simbol islam seperti cap negatif terhadap bendera tauhid. Dengan tetap bersikukuh dengan narasi bendera milik oraganisasi terlarang.

Pertanyaannya, apakah ketika PPP menggunakan ka’bah dalam lambang partainya lantas ka’bah menjadi milik PPP?

Termasuk persekusi terhadap ulama masih terus berlangsung. Cap intoleran dan lainnya menjadi senjata mematikan. Hal itu semuanya dilakukan untuk menjauhkan umat dari Islam yang apa adanya. Islam yang berdiri dengan jati dirinya sebagai ajaran yang sempurna dan layak untuk memberikan solusi terbaik bagi kehidupan manusia.

Menag Berlatarbelakang Militer

Dengan dipilihnya menteri agama dengan latar belakang militer ini, tentunya harapan besar terhadap upaya memerangi radikalisme bisa semakin masif.

Bila dibandingkan dengan sebelumnya, menag dari kalangan sipil, terkesan lambat. Bisa dimaklumi hal demikian. Hanya saja bila pendekatan yang dipakai didominasi gaya kemiliteran, justru akan mengakibatkan keterbelahan dan rasa curiga di kalangan umat.

Tidak ada lagi kedewasaan berpikir dalam beragama. Negara melalui Kemenag akan melakukan pemaksaan pemahaman agama Islam sesuai dengan kacamatanya sendiri.

Kalau sudah demikian, Kemenag tidak lebih hanya sekedar alat bagi kekuasaan dengan kepentingan politiknya. Undang – undang dan ancamannya langsung memaksa orang untuk sekedar dituduh radikal. radikalisme negara terhadap warganya.

Efek ikutan yang berkelindan adalah berkaitan dengan hubungan dengan warga negara yang non muslim. Indonesia sebagai negeri yang mayoritasnya muslim, tentunya menjadi tidak wajar bila warga minoritas menjelma menjadi tirani bagi yang mayoritas.

Apakah kehidupan keber-agamaan sedemikian ini yang ingin dibentuk? Kalaupun diklaim radikalisme atas nama agama sudah demikian darurat, lantas apakah umat Islam di negeri ini tidak mengijinkan umat lainnya hidup tenang dan damai?

Sesungguhnya adanya Kementerian Agama ini tidak lantas disebut sebagai kementerian bukan hanya untuk agama Islam, tapi untuk kelima agama di Indonesia.

Tidak menjadi urgen untuk diperdebatkan. Yang pasti bahwa mayoritas penduduk negeri ini muslim, konsekwensinya urusan yang paling banyak ditangani oleh Kemenag adalah berkaitan dengan agama Islam. Maka tidak salah pula bila Menag diangkat dari kalangan muslim.

Sedangkan ajaran Islam itu sendiri juga mengatur hubungan antara kaum muslimin dengan orang – orang kafir atau non muslim.

Fungsi Kemenag

Oleh karena itu fungsi dari Kemenag harusnya menjadi kehidupan beragama yang positif. Membangun budaya ilmiah dalam diskusi tema – tema keagamaan yang didasari spirit keimanan dan ketakwaan.

Yang harus dipahami dengan baik adalah kondisi negeri masih banyak PR yang harus diselesaikan. Liberalisasi politik, ekonomi, pendidikan serta kebudayaan justru menjadikan keterpurukan.

Adalah hal yang rasional bila berkembang berbagai pemikiran keagamaan yang berusaha untuk memberikan penawaran solusi bagi negeri ini. Asalkan berbagai pemikiran keagamaan tersebut tidak melanggar batasan – batasan yang sudah pakem dalam khasanah hukum Islam.

Dalam ranah praktis misalnya mengenai diskursus makna Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Yang menjadi pakem dalam hal ini bahwa makna kerahmatan islam bukan dalam pengertian Islam bisa menerima dan berdamai dengan nilai – nilai liberalisme maupun sekulerisme.

Yang menjadi batasan tentunya adalah haram mencampuradukkan antara yang haq dan batil, dan antara Islam dengan kekufuran. Berangkat dari sini, boleh beranjak kepada diskusi ilmiah ajaran Islam dengan berasaskan kepada kacamata islam sendiri, bukan memahami islam dengan kacamatan dan sudut pandang keyakinan orang lain.

 

Dengan demikian, fungsi Kemenag bisa diletakkan secara proporsional, tidak terjebak di dalam pusaran kepentingan politik yang ingin menidurkan umat islam. Karena umat Islam yang bangun adalah yang memahami agamanya dengan baik akan bisa melepaskan dirinya dari belenggu penjajahan dari bangsa penjajah baik dari barat dan timur yakni AS dan China. Umat Islam mempunyai potensi besar untuk menjadi motor penggerak kesejahteraan umat manusia pada umumnya.

 

*Penulis tinggal di Malang

 

 

 

 

 

BMH Hadirkan Ustaz Al Habsyi Galang Dana Kemanusiaan di Gresik

GRESIK(Jurnalislam.com)-Dalam rangka membangun jiwa sosial dan meningkatkan syiar Islam, kembali Baitul Maal Hidayatullah (BMH) mengadakan acara tabligh akbar  danpenggalangan dana kemanusiaan.

Acara ini bertema “A Journey Di Humanity”, menghadikan Da’i kondang nasional Ustadz Ahmad Al-Habsy. Sabtu, (26/10) di Masjid Nurul Jannah Petrokimia Gresik.

Ratusan peserta datang dari berbagai daerah di Gresik guna ikut serta dalam acara pengajian bertemakan “Orangtuamu, Surgamu”.

Dalam kesempatan tersebut ustadz Al-habsy menyampaikan, agar seorang anak dapat menemukan jalan kesuksesan dan jalan kebahagiannya lewat jalur orang tua,

“Caranya cukup sederhana, penuhi keinginan orangtumu, ini yang saya pegang bertahun-tahun sampai saat ini, buat mereka berdua senang dan bangga dengan diri kita.” ujar Ustad Ahmad.

“Bagi orang tua berlaku juga hukum mulutmu harimaumu, apapun yang disampaikan seorang ibu bisa menjadi kenyataan, maka hendaknya setiap orang tua agar memperhatikan kata-katanya buat anak, hantarkan anak mendapat berkah dari ucapan orang tua, marahnyapun juga bisa menjadi do’a.”tambah da’i asal Jakarta tersebut.

Beberapa tokoh masyarakat nampak  hadir dalam kesempatan tersebut, diantara Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, SH, serta Dandim Letko Inf. Budi Handoko, SH, Kapolsek Inggit Prasetyanto serta beberapa undangan dari pondok pesatren di Wilayah Gresik.

Mereka mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya positif dalam mencerdaskan umat dan menjalin silaturahim dengan segenap elemen bangsa.

“Syukur alhamdulillah acara berlangsung dengan aman dan lancar, antusiasme jamaah juga luar biasa, Insya Allah BMH sebagai lembaga zakat nasional yang membidangi layanan keummatan dan sosial, akan senantiasa menggalakkan event-event semacam ini, agar kita senantiasa dapat menjalin sinergi kebaikan lewat majelis ilmu” ucap Muhlis, selalu Manager BMH di Gresik

Kabinet Gemuk Jokowi Jilid II Dinilai Tak Efisien

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Presiden Joko Widodo telah melantik 12 orang wakil menteri yang akan bekerja dalam Kabinet Indonesia Maju.

Partai Amanat Nasional (PAN) melihat hal tersebut tak mencerminkan pemerintahan yang ramping dan efisien.

“Dengan 12 Wamen pemerintah terlihat sangat gemuk. Jelas hal ini sangat menambah birokrasi dan anggaran, juga tidak mencerminkan pemerintahan yang ramping dan efisien,” ujar Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN, Drajad Wibowo kepada wartawan, Sabtu (26/10).

Ia membandingkan pemerintahan Jokowi dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhammad. Di sana, anggota kabinet hanya terdapat 26 orang, tanpa satupun wakil menteri.

“Di Australia saat ini kabinet berisi 23 orang termasuk PM Scott Morrison dan Wakil PM Michael McCormack. Beberapa diantaranya malah merangkap dua portofolio,” ujar Drajad.

Maka dari itu, ia menilai hadirnya menteri merupakan ajang bagi Jokowi untuk mengakomodasi pihak yang telah mendukungnya pada Pilpres 2019.

Sehingga kabinet saat ini akan terlihat sangat gemuk, tanpa memperhatikan integritas dan kompetensinya.

“Jadi, kabinet sekarang memang lebih mementingkan pesta bagi kue, dari pada efisiensi pemerintahan,” ujar Drajad.

Diketahui, Presiden Joko Widodo telah melantik 12 wakil menteri ke Istana Negara, Jakarta. Mereka sebelumnya sudah berdatangan sejak Jumat (25/10) pagi, dengan mengenakan kemeja berwarna putih.

Nama wakil menteri yang dilantik, yakni Dirut Inalum Budi Gunadi Sadikin, diikuti oleh mantan Bendahara Umum TKN Sakti Wahyu Trenggono, dan politikus PPP Zainut Tauhid.

Selanjutnya, politikus Perindo Angela Tanoesoedibjo, politikus PSI Surya Chandra, dan mantan Bupati Jayawijaya Wempi Wetimpo.

Kemudian ada pula Dirut Mandiri Kartiko Wiryoatmojo, Dubes AS Mahendra Siregar, dan pejabat Badan Restorasi Gambut Alue Dohong. Ditambah, Ketua Umum Relawan Projo Budi Arie Setiadi, politikus Golkar Jerry Sambuaga, serta Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara.

Sumber: republika.co.id

Tata Kelola dan Jaminan Syariah dalam Perbankan Syariah

Oleh: Firda Laillia*

(Jurnalislam.com)–Perbankan syariah adalah penawaran jasa terkait dengan keuangan tanpa menggunakan mekanisme bunga melainkan menggunakan prinsip bagi hasil.

Lahirnya konsep mengenai perbankan syariah diawali dengan adanya  cendekiawan muslim yang menyatakan bahwa konsep pada bank konvensional tidak sesuai dengan prinsip-prinsip islam. Dalam praktik pembayaran dan penerimaan melarang adanya  praktik ribawi seperti perjudian, penimbunan, serta spekulasi.

Munculnya bank islam pertama adalah Myt Ghamr Bank di mesir pada tahun 1963. Keberadaanya tidak membawa embel-embel islam dikarena adanya kekhawatiran yang akan dilakukan oleh rezim.

Pada saat itu gerakan tersebut dicap sebagai gerakan fundamentalis. Dengan berbasis profit yang loss sharing bank ini muncul sebagai pelopor. Melihat terdapat perkembangan perbankan ini mulailah muncul Islamic Developmen Bank atas kesepakatan Negara-negara yang tergabung dalam organisasi konferensi islam.

Awalnya ide-ide bertujuan untuk menyediakan dana dalam trayek-trayek pembangunan dinegara-negara anggotannya. Dengan berbagai profit dan loss sharing. Setelah itu muncullah bank-bank yang berbasis non Bunga dibeberapa negara anggota.

Bank islam pertama adalah Dubai Islamic Bank di Uni Emirat Arab yang diluncurkan pada tahun 1974 dan akhir-akhir ini oman menyambut bank syariah pada tahun 2013.

Selain itu peraturan perbankan syariah tidak sama antara anggota negara-negara GCC. Sistem bank Bahrain sepenuhnya islam namun untuk Negara lainnya tidak. Oleh karena itu, perlu adanya tata kelola dan praktik jaminan syariah yang dapat berjalan dengan baik.

Disudan bank sentral didirikan pada tahun 1959 yang memiliki fungsi sebagai pengawasan sistem perbankan, pengelolaan mata uang nasional, pengelolaan nilai tukar, dan sebagai stabilitas ekonomi.

Karakteristik didalam perbankan ini adalah sistem perbankan pertama didunia yang menerapkan aturan syariah yaitu melarangnya suku bunga. Tahun 1983 sudah mengadopsi sistem perbankan islam murni dan 2005 gerakan pembebasan melaksanakan sistem islam.

Pada tahun 1963 diperkenalkan sistem keuangan islam dimalaysia. Kemudian juni 2001 Bank negara Malaysia telah meluncurkan kerangka tata kelola syariah baru . saat ini Malaysia memiliki 17 lembaga keuangan islam penuh pararel yang beroperasi untuk sistem keuangan konvensional.

Bank syariah di Indonesia berdiri pada tahun 1991 bank tersebut yaitu bank Muamalat.

Bank tersebut telah berkembang secara resmi. Saat ini keberadaan bank syariah diatur dalam UU No 10 tahun 1998 tentang perubahan UU no 7 tahun 1992 tentang perbankan. Kemudian pada tanggal 25 juni 2003 adanya perjanjian antara bank Indonesia dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

Indonesia merupakan Negara dengan penduduk muslim terbesar didunia. Namun sayangnya perbankan syariah baru atau hanya berkontribusi sekitar 5% dari total market share didunia perbankan kita. Market share perbankan syariah diindonesia sekitar 5,3% terhadap perbankan konvensional.

Sedangkan OJK membuat sebuah target sekitar 15% ditahun 2023 bisa dikatakan masih jauh untuk mencapai target tersebut. Sedangkan dimalaysia mencapai 27% market share bank syariah yang memiliki score paling tinggi disbanding dengan Negara yang mayoritas penduduknya muslim seperti Indonesia.

Penduduk muslim Malaysia sekitar 63% dari total penduduk nya. Berbanding jauh dengan Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim mencapai sekitar 90% dari jumlah penduduknya. Terbukti bahwa mayoritas penduduk muslim bukan berarti perbankan syariah dapat berkembang pesat atau menjadi pilihan masyarakat saat ini.

Dalam hal ini terdapat perbedaan peraturan terhadap bank islam yang dilakukan dinegara GCC. Maka dari itu Zurina Shafii, Abdullah Muhammad dan Supiah Salleh menemukan tata kelola dan praktik jaminan syariah untuk negara GCC.

Tata kelola dan praktik jaminan syariah tersebut yaitu keberadaan laporan ssb, ruang lingkup, pertanggung jawaban, transaksi dan aktivitas-aktivitas, zakat, perhitungan laba rugi, dan pendapatan non syariah.

Dilihat dalam laporan tahunan negara GCC yang diambil selama 5 tahun dari tahun 2011 sampai 2015 bahwa hanya Al-Baraka Islamic Bank  yang menjalankan tata kelola dan praktik jaminan tersebut.

Dalam hal ini perbankan syariah akan selalu mengalami perkembangan dari waktu ke waktu termasuk Indonesia. Perlunya pembenahan dalam praktik syariah untuk dapat menyusul ketertinggalan kinerja syariah dengan Negara lain.

Peran pemerintah dan masyarakat harus berjalan dengan baik dalam mewujudkan praktik syariah diindonesia. Perlu adanya perubahan yang dapat dilakukan oleh semua pihak termasuk perubahan kecil seperti beralih dari bank konvensional menuju bank syariah.

 

Mahasiwi akuntansi syariah Stei Sebi

Wamenag Zainut: Radikalisme Jangan Dikaitkan dengan Agama Saja

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menegaskan bahwa radikalisme adalah persoalan yang kompleks.
Radikalisme bukan semata persoalan paham keagamaan.

“Ini sangat kompleks. Radikal tidak hanya bersumber dari paham keagamaan, tapi juga bisa bersumber dari persoalan sosial, ekonomi, ketidakadilan, dan lainnya,” tegas Zainut Tauhid saat memberikan keterangan usai dilantik sebagai Wamenag di Istana Negara, Jakarta, Jumat (25/10/2019).

Zainut menilai, penanganan radikalisme merupakan sesuatu yang sangat penting. Sebab, masyarakat Indonesia tentu ingin menjadi bangsa yang rukun, menjunjung tinggi nilai-nilai keadaban, kesusilaan, keagamaan.

Sehingga, setiap tindkan dan gerakan yang di luar nilai-nilai itu, perlu diwaspadai.

Apalagi, lanjut Zainut, kalau mengacu pada hasil penelitian yang dilakukan lembaga survei, radikalisme sudah masuk di berbagai sektor, baik pendidikan, bahkan militer.

“Ini harus bisa diurai dengan baik. Sehingga kita bisa cari solusi yang tepat. Radikalisme tidak hanya bersumber dari paham keagamaan,” jelasnya.

“Kemeng akan serius. Harus diurai secara lebih komprehensif terkait masalah radikalisme. Kami akan mencari akar persoalannya sehingga bisa diberikan solusi sebaik-baiknya,” tandasnya.

Usai dilantik, Zainut Tauhid akan mendampingi Menag Jenderal (Purn) Fachrul Rozi menakodai Kementerian Agama.

Sumber:kemenag.go.id

Baca juga:

Radikalisme, Isu Murahan yang Masih Dipertahankan

ICMI Minta Menag Fokus Peningkatan Kualitas Keagamaan, Bukan Radikalisme

Menag Fokus Tangani Radikalisme, Muhammadiyah: Harus Terukur, Jangan Sembarangan

MUI Heran Mengapa Kapitalisme dan Liberalisme Tidak Dianggap Anti Pancasila

MUI: Kemenag Jangan Dibelokkan ke Arah Anti Radikalisme

Kini Teknologi Kecerdasan Buatan Bisa Berkreasi Mendesain Hijab

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Desainer Ria Miranda menandai 10 tahun kiprahnya di dunia fashion Tanah Air dengan berkolaborasi dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) Microsoft Rinna.

Pengalaman barunya dalam memanfaatkan kecerdasan buatan itu membuatnya bertambah yakin bahwa pelaku industri kreatif sulit digantikan oleh teknologi.

Menurut Ria, teknologi diciptakan untuk membantu pekerjaan manusia. Apalagi, untuk proses berkreasi, para desainer tidak hanya mengurus motif saja, tapi juga harus memikirkan cetak biru untuk jangka panjang.

Dengan adanya teknologi, menurut Ria, ada satu fase pekerjaan yang jadi dipermudah karena tahap pembuatan fashion jadi lebih cepat.

Namun, di kali pertama, Ria tak lantas langung memakai motif yang dihasilkan oleh Microsoft Rinna.

“Teknologi kan tujuannya memang untuk buat lebih cepat dan lebih mudah sehingga kita bisa berpikir lebih jauh lagi,” ungkap co-founder dan Managing Director brand Ria Miranda, Pandu Rosadi, dalam pembukaan pameran “10 Langkah Ria Miranda” di Senayan City, Jakarta Pusat, Kamis (24/10/2019).

Motif yang didesain oleh Microsoft Rinna merupakan 100 persen orisinal hasil karya kecerdasan buatan.

Microsoft Rinna bekerja tidak dipancing dengan pemberian gambar lalu memodifikasinya menjadi kreasi yang random, tapi ia memang mampu menghasilkan pola desain orisinal dengan perintah kata kunci yang spesifik.

sumber: republika.co.id

Mengenal Zainut Tauhid, Tokoh Senior MUI yang Kini Jadi Wamenag

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah tokoh ke Istana Kepresidenan menjelang pelantikan wakil menteri, Jumat (25/10/2019) pagi.

Selain politisi dari Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo dan politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Surya Tjandra, mantan Wali Kota Solo tersebut juga mengundang Zainut Tauhid Sa’adi.

Usai bertemu dengan Presiden Jokowi, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia dan juga politisi PPP tersebut mengaku diminta mengembangkan pendidikan di jalur madrasah.

Zainut juga diminta Jokowi mengembangkan dakwah keagamaan dan menjaganya tetap pada koridornya untuk menjaga keimanan dan ketakwaan pada Tuhan Yang Maha Esa.

Lalu siapakan Zainut Tauhid Sa’adi ini?

Zainut Tauhid Sa’adi menghabiskan masa SD, SMP, dan SMA di Jepara.

Sedangkan masa kuliah, ia mengambil Pendidikan di Universitas Ibnu Chaldun Jakarta dan melanjutkan S2 Magister Ilmu Pemerintahan di Universitas Satyagama Jakarta.

Untuk program doktor, Zainut mengambil  S3 Program Doktor Studi Pemikiran Politik di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Zainut diketahui merupakan politikus dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Zainut sempat menjadi anggota DPR periode 2004-2009, kemudian periode 2009-2014.

Selain kader Nahdatul Ulama (NU), Zainut juga memiliki segudang pengalaman organisasi. Ia diketahui pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Umum Dewan Pimpinan MUI Pusat pada tahun 2010-2015.

Ia juga menjadi Wakil Ketua MUI untuk periode 2015-2020 dibawah kepemimpinan KH Ma’ruf Amin. Berdasarkan situs Halal MUI, Zainut merupakan Ketua dari Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI)

Wasekjen PPP Achmad Baidowi mengatakan, Zainut diajukan karena ia memiliki portofolio di bidang keagamaan.

Achmad Baidowi mengatakan Zainut adalah politisi senior dan pernah menjadi salah satu pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI).

sumber: kompas.com

Ribuan Warga Banten Gelar Parade Bertema Selamatkan Negeri dengan Kalimat Tauhid

SERANG(Jurnalislam.com)– Kondisi negeri yang akhir-akhir ini tak lepas dari musibah, baik itu musibah alam maupun musibah kemanusiaan, disebut memotivasi sebagian warga Banten untuk menggelar aksi.

Ribuan ummat Islam Banten yang tergabung dalam Forum Persaudaraan  Ummat Islam Banten tergerak melakukan Parade Tauhid siang ini Jumat (24/10/2019) dengan mengusung tagline “Selamatkan Negeri Dengan Kalimat Tauhid.

Berbagai kalangan hadir dalam parade ini, dari pelajar, mahasiswa, organisasi masyarakat, majlis taklim, pesantren bahkan individu-individu yang peduli terhadap keselamatan negeri ini.

Parade tauhid ini bertujuan selain memperkuat persatuan ummat Islam Banten, juga mengajak masyarakat untuk menyelamatkan negeri ini dengan kalimat tauhid.

Mereka melakukan longmarch dengan orasi-orasi yang mengajak masyarakat utk empati pd tragedi kemanusiaan di wanena. Dan juga mengajak masyarakat agar berdoa untuk keselamatan Indonesia.

Selain longmarch, dalam parade ini warga Banten  melakukan doa bersama untuk keselamatan Indonesia.

Ada juga penggalangan dana untuk saudara-saudara sebangsa yang mengalami krisis kemanusiaan di wamena.

Sampai berita ini turun, acara parade dan doa bersama masih berlangsung.

Reporter: Jumi Yanti Sutisna

Jokowi Tunjuk Anak Hary Tanoe Jadi Wamen Pariwisata

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Putri pengusaha Hary Tanoesoedibjo yang juga Direktur PT Media Nusantara Citra Angela Tanoesoedibjo ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi wakil menteri di Kabinet Indonesia Maju. Menurut Angela, ia akan membantu tugas-tugas Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutam.

“Hari ini pak Jokowi beri kepercayaan bidang pariwisata dan ekonomi kreatif pasti dikusi dengan Wishnutama,” ujar dia usai menghadap Presiden Jokowi di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Jumat (25/10).

Angela diminta Presiden untuk membangun 10 destinasi wisata. Lima di antaranya menjadi prioritas Kementerian Pariwisata.

Angela pun mengaku siap bekerja sama dengan Wishnutama menjalankan program-program pemerintahan.

“Jadi dalam satu tahun ke depan fokus ke lima destinasi yang sudah diarahkan pak Jokowi untuk dibangun.

Dengan berbagai event. Tapi kita perlu membangun infrastrukturnya dan ekosistemnya sehingga juga memadai,” katanya.

Angela mengatakan, meskipun menjadi menteri paling muda di jajaran kabinet Jokowi, ia mengaku memiliki latar belakang yang dapat membantu menjalankan tugasnya.

“Saya memiliki background manajemen di bidang media, dan berbagai bidang lain seperti retail, finance dan banyak unit lainnya yang saya pegang.

Semoga ini bisa membantu saya untuk bisa kerja secara kreatif, cepat, efisien dan punya high impact yang tinggi sekali,” ucapnya.

Setelah dilantik menjadi wakil menteri, Angela pun berjanji akan mundur dari jabatan di bisnis usaha yang ia jalankan.

“Tentunya dengan aturan yang berlaku saya harus mundur dari segala posisis di bisnis usaha MNC Group,” ujar dia.

Sumber: republika.co.id