MUI Sidoarjo Desak Pemda Tutup Tempat Maksiat Berkedok Karaoke Keluarga

SIDOARJO (Jurnalislam.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sidoarjo menolak keberadaan tempat-tempat karaoke yang kian menjamur di Sidoarjo. Penolakan itu disampaikan berdasarkan hasil rapat pleno yang dilaksanakan Rabu (20/1/2016) oleh seluruh anggota dan pimpinan MUI.

Tempat-tempat hiburan berkedok karaoke keluarga itu saat menyediakan Pemandu Lagu (PL) yang biasanya dari kaum wanita. Meski berkedok karaoke keluarga, akan tetapi tempat-tempat karaoke itu beroperasi hingga pukul 3 pagi.

"Kami menolak keberadaan rumah karaoke (kafe karaoke) itu. Karena tanpa dilogika saja, jelas aneh. Mana ada keluarga yang mau karaoke pada jam 2 atau 3 dini hari. Keluarga yang mana itu," terang Ketua MUI Kabupaten Sidoarjo, KH A Hambali Z, Rabu (20/01) lansir SurabayaPagi.com

Selain menolak dan mengecam, pihaknya akan mendesak pemerintah daerah untuk melakukan penutupan. Hal itu akan dilaksanakan dengan menggandeng GP Anshor.

"Kalau dalam perizinan kan ada batas-batasannya. Kalau batas izin sudah melewati batas, yang bertindak harusnya Satpol PP Pemkab Sidoarjo. Kalau fatwa penolakan kurang kuat maka akan kami siapkan kajian fatwa haram pada tahap selanjutnya," imbuhnya.

Menurut Kyai Hambali, tempat-tempat karaoke itu dinilai akan mengubah imej Sidoarjo yang dikenal sebagai Kota Santri. Oleh karenanya, pihaknya langsung menyikapinya berdasarkan kajian sosial masyarakat dan Agama Islam.

"Poin-poin penolakan dan dasarnya jelas. Kami menolak karaoke yang makin marak berdiri apalagi sampai berdiri di aset Pemkab Sidoarjo seperti di stand GOR Delta Sidoarjo," ungkapnya.

Sebagian pihak menilai sikap MUI itu lamban, karena tempat-tempat karaoke telah menjamur di Kabupaten Sidoarjo.

"Tak terkesan lamban. Ini para pengurus baru. Makanya penolakan itu formulasi rekomendasinya kami sampaikan ke Bupati Sidoarjo agar segera ditindaklanjuti," tandasnya.

Reporter : Findra | Editor: Ally | Jurnalislam.com

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.