MJI Tewas Seperti Kasus Siyono, Densus Diminta Tanggung Jawab

MJI Tewas Seperti Kasus Siyono, Densus Diminta Tanggung Jawab

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- Sekertaris The Islamic Study and Action Center (ISAC) Endro Sudarsono meyayangkan atas penembakan terhadap Muhammad Jihad Ikhsan (22) hingga tewas yang dilakukan oleh Densus 88 saat melakukan penangkapan di Ngruki, Cemani, Sukoharjo, Jumat (10/7/2020).

 

Diketahui, MJI mengalami luka tembak di bagian paha kanan dan bagian perut. Endro meminta anggota Densus 88 untuk bisa mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam melakukan sebuah penindakan. Jangan sampai kasus seperti Siyono terus berulang.

 

“Terkait dengan penembakan yang kita peroleh, bahwa ada luka di bagian paha kanan kemudian di bagian perut, lalu menyatakan penyesalan, keberatan atas yang dilakukan oleh Densus 88 terkait dengan penembakan bagian perut, kami menyampaikan kalaupun SOP ditegakan mestinya tidak dilakukan di bagian-bagian yang bisa menyebabkan kematian,” katanya kepada jurnalislam.com di Cemani, Sukoharjo, ahad, (12/7/2020).

 

“Apakah itu di kepala atau di bagian perut, harusnya di bagian kaki, yang pertama kami masih memahami di bagian paha, harusnya di bagian lutut atau bagian kaki begitu,” imbuhnya.

 

Oleh karena itu, ia meminta pihak Densus 88 untuk bertanggungjawab atas kematian MJI.

 

“Sehingga bertanggung jawab terhadap hukum dan publik demi keadilan, mestinya hal itu dilakukan secara lebih manusiawi sehingga pada saat penangkapan jumat siang kemudian sabtu sore

meninggal,” ujarnya.

 

Terlebih menurut Endro, belum ada bukti terkait keterlibatan MJI dalam aksi teror di Lereng Gunung Lawu beberapa waktu yang lalu.

 

Ia juga menyayangkan tidak adanya surat penangkapan yang diberikan kepada pihak keluarga MJI hingga jenazah MJI dimakamkan.

 

“Bahwa MJI ini tidak di lokasi pada saat di Cemoro Kandang Karanganyar, dan surat penangkapannya itu hingga saat ini tidak diberikan, walaupun pada saat di Rumah Sakit Bhayangkara tadi diserahkan ditandatangani namun tidak diberikan kepada keluarga,” terang Endro.

 

Untuk itu, pihaknya akan berkonsultasi dengan pihak terkait guna melakukan upaya hukum dalam mencari keadilan untuk keluarga MJI.

 

“Kita akan sampaikan pada permasalahan ini kepada DPR RI kemudian kepada Komas HAM untuk menginvestigasi, yang pada intinya adalah menginterupsi langkah-langkah Densus penembakan itu,” tandas Endro.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X