Minta Jadi Tahanan Rumah, Pengacara Ustadz Abu Bakar Ba’asyir Akan Surati Jokowi

13 Agustus 2017
Minta Jadi Tahanan Rumah, Pengacara Ustadz Abu Bakar Ba’asyir Akan Surati Jokowi
Ustadz Abu di RS Harapan Kita

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengacara Ustadz Abu Bakar Ba’asyir berencana berkirim surat ke Presiden Joko Widodo dan berharap ada kebijaksanaan untuk kliennya agar dikembalikan ke keluarga atau menjalani sisa hukumannya di dekat keluarga.

“Kami sudah ke MA, Dirjen Pemasyarakatan, ya mudah-mudahan ada kebijaksanaan. Tetapi kami akan menyurati lagi kepada Presiden,” kata Achmad Michdan di kantor MER-C di Jakarta Pusat, Sabtu (12/8/2017) dilansir Republika.

Michdan mengatakan, di usia yang memasuki 80, Ustadz Abu kerap sakit-sakitan. Beberapa hari lalu bahkan sempat dilarikan ke rumah sakit akibat mengalami pembengkakan di kaki. Pembengkakan di kaki ini sudah dialami ustadz Abu selama dua tahun terakhir dan kambuh-kambuhan.

Menurutnya, kondisi dan usia ustadz Abu yang sudah senja harusnya menjadi pertimbangan kemanusiaan bagi pemerintah. Dia berharap pemerintah bisa mengembalikan ustadz Abu ke keluarganya untuk mendapat pelayanan dan perawatan lebih baik. Apalagi, kata dia, orang tua seperti ustadz Abu perlu dekat dengan keluarga untuk menjalani masa tua.

“Sejak lama kami minta supaya menjalani pidana kalau tidak bisa di rumah ya dekat keluarga, untuk memudahkan masalah kesehatan,” ujar pengacara yang menjadi bagian dari Tim Pembela Muslim (TPM) itu.

Michdan menambahkan, saat ini tim pengacara sedang melakukan pembicaraan terkait hal tersebut. Ia juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk mendoakan kesehatan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir. Dia berharap kliennya itu bisa menjalani masa tua sebagaimana mestinya.

Pihak keluarga juga meminta pemerintah mengembalikan terpidana kasus terorisme itu kepada pihak keluarga atas dasar pertimbangan kemanusiaan. Putra ketiga ustadz Abu, Abdul Rochim Ba’asyir, berharap pemerintah mempertimbangkan permintaan ini. Usianya yang menginjak 80 tahun membuat pendiri ponpes Al Mukmin Ngruki itu kerap sakit. Ditambah dengan keberadaanya yang menghuni sel isolasi.

“Pemerintah bisa melihat sisi kemanusiaan. Diambil sebuah kebijakan yg manusiawi, mungkin diberikan kelonggaran, kalau bisa dikembalikan ke keluarga,” kata dia di kesempatan yang sama.