Menutup Aurat Bukan Pilihan, Melainkan Kewajiban

Menutup Aurat Bukan Pilihan, Melainkan Kewajiban

Oleh:Rika Arlianti DM

Menutup aurat hanya untuk mereka yang memilih hijrah karena telah mendapatkan hidayah-Nya. Mereka memilih menutup aurat karena ingin tampil cantik dan ingin dianggap suci. Mereka menutup aurat karena ingin menarik perhatian lawan jenis, atau sekadar mengikuti peraturan sekolah, kampus, dan sebagainya.

Ada banyak tanggapan mengenai menutup aurat, yang kesimpulannya bahwa menutup aurat itu sekadar pilihan, bukan kewajiban. Padahal, Islam mewajibkan wanita untuk menutup aurat sebagai identitas seorang muslimah dan sebagai bentuk ketaatan atas perintah-Nya.

Dari Aisyah Ra, berkata: “Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala merahmati wanita yang

hijrah pertama kali, ketika Allah menurunkan firman-Nya, “Dan hendaklah mereka

menutupkan kain kerudung ke dadanya” (An-Nur ayat 31). Maka kaum wanita itu merobek

kain sarung mereka untuk dijadikan kerudung dan menutup kepala mereka dengannya”. (HR.

Bukhari).

page1image47883264

Dari hadis di atas, bisa kita lihat bagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala memahamkan

page1image47883456

bahwa kerudung bukan sekadar penutup kepala, tapi sampai menutupi dada.

page1image47883648

Menutup aurat adalah kewajiban bukan pilihan. Ini bukan semata-mata pendapat

page1image47880192

manusia, atau aturan para ulama semata, tapi perintah langsung dari Allah Subhanahu Wa

page1image47811968

Ta’ala, sebagaimana firman-Nya:

ٰٰۤۤ ٰۗيـاَيَُّهاالنِبُّيقُْلِالَِْزَواِجَكَوَبٰنِتَكَوِنَسآِءاْلُمْؤِمِنْيَنُيدِْنْيَن َعلَْيِهنِمْن َجَلَِبْيِبِهنٰۗذِلَكاَدْٰنىاَْنيُّْعَرْفَنفََلَُيْؤذَْيَن

page1image47894656

َوَكا َن هُاللّٰ َغفُْوًرارِحْيًما

page1image47896768

Terjemahnya: “Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak

perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke

seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga

mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59).

Ayat ini menjadi penyempurna dari perintah sebelumnya (An-Nur ayat 31), sekaligus

penguat bahwa wanita diperintahkan menutup aurat dengan menutupkan jilbabnya ke seluruh

tubuh mereka. Perintah ini tidak hanya ditujukan kepada istri dan anak perempuan nabi saja,

tapi juga kepada seluruh wanita muslimah sebagai bentuk pelindungan diri dan identitas

kemuslimahannya.

page1image47895040

Islam tidak pernah memberi pilihan perihal mau atau tidak menutup aurat. Sebab menutup aurat adalah kewajiban (bagi wanita muslimah yang telah balig). Sebaik apa pun seorang wanita, jika belum pandai menutup aurat maka ia belum bisadikatakan baik. Dengan menutup aurat, maka akan dijauhkan dari api neraka sebagaimanaRasulullah Shallallahu a’laihi wasallam bersabda:

Artinya: “Ada dua golongan penghuni neraka, yang aku tidak pernah melihat keduanya sebelumnya. Wanita-wanita yang telanjang, berpakaian tipis, dan berlenggak-lenggok, dan kepalanya digelung seperti punuk onta. Mereka tidak akan masuk surga, dan mencium baunya.” (HR. Imam Ahmad).

Beliau kembali bersabda, ” Wahai anakku Fatimah! Adapun perempuan-perempuan yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam neraka adalah mereka itu di dunia tidak mau menutup rambutnya daripada dilihat oleh lelaki yang bukan mahramnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sekilas kita kembali mengingat kisah-kisah khilafah Islam ketika melindungi wanita muslimah dalam melaksanakan kewajiban berhijab (menutup aurat).

1. Di Pasar Bani Qainuqa’

page2image47713472

Diceritakan dalam ar-Rahiq al-Makhtum karya Syaikh Shafiyurrahman Mubarakfury, bahwa ada seorang wanita Arab yang datang ke pasar kaum Yahudi Bani Qainuqa. Dia duduk di dekat perajin perhiasan.

Diam-diam perajin perhiasan ini mengikat ujung jilbabnya. Ketika ia bangkit, auratnya
seketika itu juga tersingkap. Muslimah ini spontan berteriak dan seorang laki-laki muslim yang berada di dekatnya menolongnya dan membunuh Yahudi tersebut.

Hampir saja semua kaum laki-laki Bani Qainuqa ini dihukum mati oleh Rasulullaah

Shallallahu ‘alaihi wasallam. Namun, keputusan itu berubah ketika Abdullah bin Ubay memohon untuk memaafkan mereka. Akhirnya Rasulullaah Shallallahu ‘alaihi wasallam bermurah hati dan memerintahkan Bani Qainuqa untuk pergi sejauh-jauhnya dan tak boleh lagi

tinggal di Madinah.

2. Di Masa Khalifah al-Mu’tashim Billah, Khalifah Bani Abbasiyah.

page2image47715392

Kota Amurriyah yang dikuasai oleh Romawi saat itu berhasil ditaklukkan oleh al-Mu’tashim. Pada penyerangan itu sekitar 3.000 tentara Romawi tewas terbunuh dan sekitar30.000 menjadi tawanan.

Di antara faktor yang mendorong penaklukan kota ini adalah karena adanya seorang wanita dari sebuah kota pesisir yang ditawan di sana. Ia berseru, “Wahai Muhammad, wahai Mu’tashim!”

Setelah informasi itu terdengar oleh khalifah, ia pun segera menunggang kudanya dan membawa bala tentara untuk menyelamatkan wanita tersebut. Akhirnya kota tempat wanita itu ditawan pun ditaklukkan. Setelah berhasil menyelamatkan wanita tersebut al-Mu’tashim mengatakan, “Kupenuhi seruanmu, wahai wanita!”

3. Sultan al-Hajib al-Manshur

Beliau adalah seorang pemimpin Daulah Amiriyah di Andalusia yang menggerakkan pasukan untuk menyelamatkan tiga wanita Muslimah yang menjadi tawanan di kerajaan Navarre. Saat itu kerajaan Navarre terikat perjanjian dengan al-Hajib al-Mansur. Salah satu perjanjiannya adalah pihak kerajaan Navarre tidak dibenarkan menawan seorang kaum muslimin atau menahan mereka.

Al-Manshur mengirimkan pasukan besar untuk menyelamatkan tiga wanita yang ditawan di gereja kerajaan Navarre. Hal ini diketahui oleh seorang utusan sultan ketika berkeliling di kerajaan tersebut. Betapa kagetnya Raja Navarre ketika melihat pasukan yangsiap untuk berperang tersebut. perjanjian untuk tidak saling menyerang. Lagi pula kami sudah membayar jizyah,” ucap Sang Raja.

“Kami tidak tahu untuk apa kalian datang, padahal antara kami dengan kalian terikat

Dengan lantang, pimpinan pasukan muslim mengatakan bahwa kerajaan Navarre telah menawan beberapa wanita Muslimah. Pihak kerajaan menjawab, “Kami sama sekali tidak mengetahui hal tersebut.”

Setelah diperlihatkan ketiga muslimah yang ditawan, Raja Navarre kemudian mengirimkan surat permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada al-Manshur. Ia menyampaikan bahwa akan menghancurkan gereja tersebut. Pasukan Sultan pun kembali ke negerinya dengan membawa ketiga muslimah tersebut.page3image47725952

Lihat, bagaimana Islam memuliakan wanita dan menjaga mereka dalam menunaikan kewajiban menutup auratnya.

Zaman memang telah berubah, terlebih di zaman fitnah ini. Tapi semoga muslimah menutup auratnya karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala, bukan lagi karena pilihan atas kehendaknya sendiri atau beragam alasan klise yang bersifat duniawi. Dan yang masih memilih untuk tidak menutup aurat padahal sudah balig, semoga lekas memakai hijab karena hijab adalah pelindung diri dan tanda pengenal wanita muslimah.

Wallahu ‘alam.

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.