YAMAN (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Yaman pada hari Ahad (21/06/2015) menyamakan pemberontak Syiah Houthi dan sekutu mereka dengan hantu, karena mereka menghabiskan sebagian besar waktu mereka di hotel selama perundingan perdamaian Jenewa mengenai Yaman.
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan harian Arab yang berbasis di London, Asharq al-Awsat, diplomat top Riyadh Yassin mengatakan bahwa Houthi tidak mencoba untuk bekerja sama dalam perundingan yang bertujuan mengakhiri konflik di negara yang dilanda perang tersebut.
Yassin juga mengatakan bahwa pembicaraan sepihak dan kaku yang dilontarkan pemberontak Houthi membuat pelaksanaan Resolusi PBB 2216 menjadi batal.
Resolusi 2216 menuntut agar Syiah Houthi dan pasukan yang setia kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh yang didukung Iran keluar dari kota yang mereka rebut sejak September lalu dan menyerahkan senjata berat mereka.
Selama wawancara, Yassin mengatakan bahwa kedatangan utusan PBB Ismail Ould Cheikh Ahmed ke Yaman untuk mengakhiri krisis itu adalah tugas utamanya sebagai utusan PBB.
Yassin juga mengatakan bahwa pemerintah Hadi telah menyarankan Ahmed untuk tidak bernegosiasi dengan Houthi luar Yaman karena mereka dianggap milisi bersenjata.
Deddy | Alarabiya | Jurniscom