Me-Dan dan QHI Gelar Pelatihan Ruqyah Syar’iyah di Banyuwangi

BANYUWANGI (Jurnalislam.com) – Lembaga Kemanusiaan Media dan Aksi Kemanusiaan (Me-Dan) bekerja sama dengan Quranic Healing Indonesia (QHI) mengadakan pelatihan Ruqyah Syariyyah (ruqyah sesuai hukum syariat) di Masjid Ponpes Ar-Raihan, Karangrejo, Kabupaten Banyuwangi, Ahad (24/5/2015). 

Acara yang di mulai pukul 07.00 WIB itu langsung di Buka Ustad Subur sebagai pelatih dari Mojokerto itu bertujuan agar masyarakat Banyuwangi terhindar dari Ruqyah Syirqiyyah (ruqyah yang mengandung unsur syirik). 

“Dalam hidup ini kita tidak boleh menyembah kepada siapapun kecuali hanya kepada Allah SWT, Allah yang menciptakan  kita,  Allah yang memberikan kita  rizki dan Allah segalanya, jangan sampai kita meminta tolong dalam hidup ini kepada dukun karena dukun itu pemuja setan dan setan itu musuh manusia," jelasnya.

Oleh sebab itu, lanjut beliau, kita harus meruqyah diri sendiri dengan ayat-ayat Al Qur'an. "Karena Al-Quran adalah penyembuh dan maka dari itu kita sebagai umat Islam harus melaksanakan syariat Islam secara kaffah,“ sambungnya.

Selain itu, Ustadz Subur menjelaskan tentang cara mensucikan hati yang diantaranya dengan membaca ayat-ayat suci Al Qur'an. "Dan jangan sampai meninggalkan sholat lima waktu, karena itu mengakibatkan diri seseorang jauh dari Allah dan setan dengan enaknya bersemayam di tubuh  manusia," tutur Ustadz Subur.

Salah satu peserta Ruqyah mengaku senang dengan adanya acara ini, karena menambah menambah Ilmu pengetahuan tentang aqidah dan ibadah yang benar sesuai dengan sunnah.

"Ternyata pengobatan ruqyah itu tidak hanya masalah jin, ini yang saya dapatkan dan sekaligus dengan Al Quran bisa menyembuhkan penyakit fisik. Kalau yang terkait dengan psikis, memang rasa pada saat gangguan jin itu sudah tidak ada di badan kita, maka menjadi enteng rasanya, kemudian plong hati, sehingga ada semangat lebih mendekatkan diri untuk mengukuti syariat Allah dan Rasulnya, itu yang paling penting yang saya rasakan pada saat ini," ungkap H Khaironi, seorang mantan Anggota DPR Banyuwangi periode 1999-2003 itu kepada Jurniscom.

Peserta pelatihan yang terdiri dari laki-laki dan perempuan itu berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Banyuwangi, Situbondo, Jember dan Surabaya.

Reporter : Findra | Editor : Ally | Jurniscom

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.