Massa Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat Tuntut Jokowi-Ma’ruf Didiskualifikasi

Massa Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat Tuntut Jokowi-Ma’ruf Didiskualifikasi

JAKARTA (Jurnalislam.com) –  Sejumlah massa yang tergabung dalam Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) mengepung Gedung Bawaslu di Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat pada Selasa (21/5) menuntut Bawaslu mendiskualifikasi Paslon 01 Jokowi – Ma’ruf Amin karena dianggap telah berlaku curang.

 

“Dari bukti-bukti yang terungkap, maka kami mendesak Bawaslu untuk mendiskualifikasi atau membatalkan keikutsertaan Paslon 01 sesuai dengan Pasal 463 UU Pemilu,” ujar Korlap aksi dari atas mobil komando.

 

Dalam orasinya, Korlap aksi menyebut kecurangan terjadi di semua aspek Pemilu mulai dari perencanaan, pelaksanaan bahkan penghitungan suara.

 

“Semua pelanggaran dilakukan secara terstruktur, sistematis dan massif, maka GNKR menyimpulkan bahwa Pemilu 2019 adalah Pemilu Curang,” jelas Korlap Aksi.

 

Korlap aksi menyebut bukti kecurangan dapat dilihat dari Daftar Pemilih Tetap yang invalid hingga pengerahan aparat dalam mendukung Paslon 01.

 

“Bukti TSM ini bisa disaksikan dari adanya 17,5 juta Daftar Pemilih Tetap yang invalid, tidak dikirimnya 6,7 juta undangan kepada calon pemilih yang kesemua itu saja sudah sekitar 16% dari suara pemilih dalam Pilpres 2019 lalu. Belum lagi adanya pemanfaatan ASN, aparat Kepolisian, Kepala Desa, Camat dan Kepala Daerah dan para anggota Kabinet untuk memenangkan Paslon 01,” papar Korlap Aksi.

 

Korlap aksi menambahkan dalam proses pelaksanaan Pemilu juga ditemukan adanya politik uang hingga pembakaran kotak suara, pencoblosan illegal dan penggelembungan suara.

 

Hingga berita ini dimuat, dari pantauan Jurnalislam.com massa terus bertambah. Aksi dipusatkan tepat di tengah perempatan arah ke jalan Sarinah dan menutup akses jalan dari arah Sudirman, Bundaran HI hingga Jalan Wahid Hasyim.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X