Mahasiswanya Izin Demo, Jawaban Dosen Ini Bikin Warganet Terharu

Mahasiswanya Izin Demo, Jawaban Dosen Ini Bikin Warganet Terharu

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Wakil Dekan Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Universitas Padjadjaran Bandung, Dr Dwi Indra Purnomo mengungkapkan kisah sebelum mahasiswanya berangkat demo ke Jakarta Senin (23/9/2019) lalu.

Dalam akun instagramnya, Dwi mengungkapkan dirinya mendapati beberapa mahasiswa yang minta izin tidak ikut perkuliahan untuk bergabung bersama mahasiswa lainnya berunjuk rasa di Gedung DPR/MPR.

“Pak minta ijin dispen kuliah buat demo” sekelumit pembicaraan saya dengan anak- anak beberapa hari lalu,” tulis Dwi.

Dwi pun mengijinkan mahasiswanya seraya menyemangati mereka.

“Saya menimpalinya dengan mengatakan bahwa jika kita berjuang secara tulus apalagi menyuarakan hati rakyat, niatkanlah dengan baik dan bersungguh-sungguhlah. Tidak perlu lagi menimbang-nimbang tentang hal-hal yang remeh temeh apalagi absensi,” ungkapnya.

Menurut dia, mahasiswa harus keluar dari pragmatisme yang selama ini diajarkan di ruang kelas. Seharusnya, kata dia, mahasiswa diberi kebebasan untuk memandu pemikiran kepada arah yang lebih baik.

“Pergerakan ini melegakan, hal yang dirindukan dari anak-anak muda saat ini yang kerap dicap manja, apatis pada kehidupan bernegara. Karena memang sistem mengarahkannya kesana tanpa sadar. Menyuarakan lantang kebenaran, menerapkan idealisme dengan langkah nyata dan membudayakannya dengan konsistensi adalah tantangan kita bersama,” tutur Dwi.

Ia menegaskan, mahasiswa sekarang harus bersuara lantang selama keadilan belum ditegakkan.

“Sudah bosan dengan kaum muda masa lalu yang ketika itu hadir dengan idealisme dan seiring beranjaknya usia, panggung-panggung yang terisi juga meluluhkan idealismenya perlahan tak terasa. Semoga ini tidak terjadi lagi pada kaum muda saat ini, jangan mengulang lagi masa lalu. Tetaplah bersuara lantang sepanjang hayat, selama keadilan memang belum berdiri,” kata dia.

“Turun beraksi nyata, belajarlah dengan benar, berjejaringlah dengan luas, asah pula idealismenya dan segeralah menaiki panggung dan kawal cita-cita “mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” tutupnya.

View this post on Instagram

“Pak minta ijin dispen kuliah buat demo” sekelumit pembicaraan saya dengan anak- anak beberapa hari lalu. Saya menimpalinya dengan mengatakan bahwa jika kita berjuang secara tulus apalagi menyuarakan hati rakyat, niatkanlah dengan baik dan bersungguh-sungguhlah. Tidak perlu lagi menimbang-nimbang tentang hal-hal yang remeh temeh apalagi absensi. Ada hal besar yang perlu disuarakan dengan lantang, diperjuangkan dengan sungguh-sungguh dan belajar keluar dari pragmatisme yang selama ini sudah cukup lama diajarkan diruang-ruang kelas yang seharusnya diisi dengan kebebasan akademik memandu pemikiran pada perubahan yang lebih baik. Pergerakan ini melegakan, hal yang dirindukan dari anak-anak muda saat ini yang kerap dicap manja, apatis pada kehidupan bernegara. Karena memang sistem mengarahkannya kesana tanpa sadar. Menyuarakan lantang kebenaran, menerapkan idealisme dengan langkah nyata dan membudayakannya dengan konsistensi adalah tantangan kita bersama. Sudah bosan dengan kaum muda masa lalu yang ketika itu hadir dengan idealisme dan seiring beranjaknya usia, panggung-panggung yang terisi juga meluluhkan idealismenya perlahan tak terasa. Semoga ini tidak terjadi lagi pada kaum muda saat ini, jangan mengulang lagi masa lalu. Tetaplah bersuara lantang sepanjang hayat, selama keadilan memang belum berdiri. Turun beraksi nyata, belajarlah dengan benar, berjejaringlah dengan luas, asah pula idealismenya dan segeralah menaiki panggung dan kawal cita-cita "mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur." #reformasidikorupsi

A post shared by Dwi Indra Purnomo (@dwiindrapurnomo) on

Selain dibanjiri pujian, cuitannya Dosen Unpad ini pun mengundang haru pembacanya. Salah satunya yang diungkapkan oleh @elsalalasari.

“Totally agree, tears drop,” katanya.

Sebelumnya, beberapa dosen di Malang juga menyatakan dukungannya kepada mahasiswa yang turun ke jalan menolak sejumlah revisi undang-undang oleh DPR dan pemerintah.

“Biarkan mahasiswa mengikuti ritme dinamika sosial masyarakat,” kata Dekan Fakultas Hukum Universitas Widyagama Malang Purnawan Dwikora Negara, Selasa (24/9/2019).

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X