Larang Jilbab, Almanar Datangi Pengelola Yogya Junction

CIREBON (Jurnalislam.com) – Aliansi Masyarakat Amar Ma’ruf Nahi Munkar (Almanar) Cirebon mendatangi toserba Yogya Junction di Jl. Kartini, Kejaksan, Kota Cirebon, Jumat (15/1/2015). Kedatangan Almanar untuk mengklarifikasi perihal adanya pengaduan masyarakat tentang pelarangan jilbab bagi karyawati dan menjual daging babi.

Perwakilan Almanar, Marwi meminta pengelola toserba untuk menghormati umat Islam sebagai mayoritas dan Kota Cirebon yang dikenal dengan kota para wali.

"Cirebon ini kan kota wali, jadi harusnya pihak manajemen bisa konsultasikan dulu masalah ini dengan MUI, dan juga tolong hormati kami sebagai mayoritas," kata Marwi kepada Manager Umum Yogya Junction Cirebo, Hari di ruang kerjanya. "Jangan mengutamakan minoritas dong," tambahnya.

Manajemen membantah adanya pelarangan tersebut. Hari juga mengatakan telah berkonsultasi dengan institusi terkait soal adanya penjualan daging babi.

"Kami tidak melarang kok karyawan muslimah mengenakan jilbab," bantah Hari.

Namun keterangan berbeda disampaikan Kabag Personalia, Neni. Neni mengakui memang ada aturan standar karyawan perusahaannya, salah satunya tidak berjilbab.

"Memang ada syarat standart penampilan bagi karyawati yang ingin bekerja di toserba Yogya, salah satunya tidak berjilbab,” ujar Neni.

Almanar mendesak manajemen untuk segera merubah aturan tersebut dan mengancam akan membawa massa yang lebih banyak jika manajemen tidak memperbaiki peraturannya.

“Jika pihak manajemen tidak merubah aturan mengenai jilbab dan masih tetap menjual dagangan tidak halal, maka kami Aliansi Masyarakat Nahi Munkar akan kembali lagi dengan membawa massa ummat Islam Cirebon," tegas Ketua Almanar, Andi Mulya.

Setelah mendapat penjelasan dari Almaar, akhirnya manajemen mengakui kekeliruannya dan meminta maaf. “Kami berjanji akan memperbaiki manajemen kami supaya tidak terjadi gejolak di masyarakat Cirebon ke depannya,” ujar Hari.

Reporter: Yusuf, Aryo Jipang | Editor: Ally | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.