Konvoi Pasukan NATO Dihantam Serangan Bom Istisyhad Taliban

Konvoi Pasukan NATO Dihantam Serangan Bom Istisyhad Taliban

KANDAHAR (Jurnalislam.com) – Seorang pembom martir menabrakkan sebuah kendaraan berisi bahan peledak ke sebuah konvoi pasukan multinasional pada hari Rabu (2/8/2017) di provinsi Kandahar, Afghanistan selatan, kata beberapa pejabat, lansir Aljazeera.

“Sekitar tengah hari, sebuah bom mobil menargetkan konvoi pasukan asing di daerah Daman Kandahar,” kata juru bicara kepolisian provinsi Zia Durrani.

NATO mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa konvoi tersebut diserang dan “menjatuhkan korban jiwa”.

Seorang juru bicara Pentagon Amerika Serikat mengkonfirmasi laporan awal bahwa sedikitnya dua korban adalah tentara AS.

“Dua anggota pasukan AS tewas dalam aksi di Kandahar, Afghanistan, saat konvoi mereka diserang,” Kapten Angkatan Laut Jeff Davis mengatakan.

“Pasukan AS Afghanistan akan memberikan informasi tambahan secepatnya,” tambahnya.

Juru bicara Imarah Islam Afghanistan (Taliban), Qari Yousuf Ahmadi, mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, dengan mengatakan bahwa serangan tersebut terjadi di dekat basis pasukan reaksi cepat intelijen Afghanistan di daerah Shor Andam di distrik Daman.

Saksi mata mengatakan dua kendaraan milik pasukan asing di daerah tersebut hancur terbakar.

“Taliban sangat aktif di daerah itu, dan selama beberapa hari terakhir telah terjadi banyak pertempuran antara kelompok tersebut dan pasukan keamanan Afghanistan,” kata Jennifer Gail, Al Jazeera, melaporkan dari Kabul.

“Ada banyak kekhawatiran tentang meningkatnya kekerasan di negara ini dan [orang-orang] bertanya-tanya dengan kemarahan mengapa pemerintah Afghanistan tidak dapat melindungi rakyatnya.”

Pasukan gabungan AS dan NATO yang saat ini berada di Afghanistan berjumlah sekitar 13.500 tentara.

Administrasi Trump belum memutuskan apakah akan mengirim sekitar 4.000 atau lebih tentara AS ke Afghanistan dalam upaya membendung pergerakan Taliban.

Serangan tersebut terjadi saat pihak berwenang Afghanistan di provinsi Herat barat memperketat keamanan menjelang pemakaman massal untuk korban sebuah serangan pada hari Rabu yang menewaskan 29 orang dan melukai 64 orang, 10 di antaranya berada dalam kondisi kritis.

Seorang penyerang melepaskan tembakan ke dalam sebuah kuil Syiah yang penuh dengan penyembah, sebelum meledakkan bom.

Kelompok Islamic State (IS) pada hari Rabu mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut di kuil Syiah tersebut.

Bagikan
Close X