KH Cholil Ridwan Anjurkan Dedi Mulyadi Bertaubat dan Ngaji Tauhid

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Terkait upaya bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menghidupkan budaya tradisional berbau kesyirikan, ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Cholil Ridwan meminta Dedi Mulyadi untuk bertaubat dan menganjurkan Dedi untuk mempelajari ilmu tauhid. 

"Saya anjurkan beliau sadar dan bertaubat, kemudian dia ngaji tauhid. Kembangkanlah budaya-budaya yang tidak bertentangan dengan akidah dan syariat," kata Kyai Cholil saat diwawancarai Jurnalislam di Masjid Al Fajr, Bandung, usai menghadiri acara Mudzakarah Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS), Ahad (29/11/2015) sore.

Beliau mengingatkan agar Dedi tidak memanfaatkan jabatannya sebagai bupati untuk menghidupkan budaya-budaya yang mengandung unsur kemusyrikan yang berbahaya bagi akidah umat Islam.

"Jangan hanya karena dia menjadi bupati, kemudian dia menghidupkan kembali budaya-budaya yang padat dengan kemusyrikan. Dosa syirik itu dosa yang sangat besar yang tidak bisa diampuni begitu saja oleh Allah Swt," tegas Kyai Cholil sembari mengutip surat An Nisa ayat 48.

Selain itu, beliau mengingatkan MUI di daerah untuk mengawal kepemimpinan kepala daerahnya agar tidak melenceng dari ketentuan-ketentuan syariat Islam.

"MUI juga bertanggungjawab. MUI setempat wajib mengawal kepemimpinan seorang bupati atau walikota agar tidak menyimpangkan umat kepada tujuan-tujuan yang khurafat atau syirik," pungkasnya.

Ally | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.