Kerap Dijadikan Alat Pidana, Ini Kata ICMI Menyoal Perbedaan Pikiran

Kerap Dijadikan Alat Pidana, Ini Kata ICMI Menyoal Perbedaan Pikiran

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Prof. Jimly Asshiddiqie mengatakan, suasana nyaman yang dibangun secara baik sejak reformasi dapat rusak, jika perbedaan pendapat dan pikiran selalu dijadikan alat untuk mempidanakan seseorang.

Menurutnya, tidak semua manusia umumnya masyarakat di sebuah negara, harus sama ide dan pendapatnya. Termasuk soal agama dan pilihan politik.

“Kalau semua orang masuk penjara, nanti negara kosong cuma gara-gara beda pendapat. Nanti kita kekurangan penjara sebab kepenuhan,” katanya melalui rilis yang diterima Jurniscom, Rabu (13/3/2019).

Jimly mengatakan, proses penegakan hukum memang baik dan dibutuhkan pada kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kendati demikian, hukum juga diberlakukan terhadap hal yang khusus dan berpengaruh buruk kepada masyarakat dan negara.

“Beda pendapat dan pikiran itu biasa. Biarkan saja,” ungkapnya.

Jimly menyebut, perbedaan pendapat amat wajar dan dibutuhkan untuk membangun bangsa lebih baik.

Bila seluruh proses masalah perbedaan pendapat dijadikan alat laporan pidana, maka, kata dia, nantinya dapat muncul perasaaan perlakuan yang tidak sama antara satu orang dengan lainnya.

Pendapat Jimly tersebut didasari kerapnya berbagai masalah yang diselesaikan melalui jalur hukum pidana hanya sebab kontroversi ide, perbedaan pendapat, adu argumentasi di linimasa media sosial menjelang pemilihan umum (pemilu) 2019.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X