Kebijakan Pemerintah dan DPR Periode Pertama Jokowi Dinilai Kurang Untungkan Umat Islam

Kebijakan Pemerintah dan DPR Periode Pertama Jokowi Dinilai Kurang Untungkan Umat Islam

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com)- Sejak lima tahun berkuasa, pemerintahan Presiden Jokowi lebih banyak membuat kebijakan yang dinilai kurang  menguntungkan bagi umat Islam.

Rata-rata produk undang-undang yang disahkan pemerintah dan  DPR dinilai lebih banyak mewakili kepentingan golongan sekuler.

Padahal mayoritas yang akan terkena imbas dari kebijakan undang-undang nantinya adalah umat Islam sebagai warga mayoritas.

Begitulah yang disampaikan Pakar Ilmu Politik dari Universitas Indonesia, Sodik Mudjahid, dalam “Dialog Kebangsaan dan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI” pada Muktamar Ke-6 KB PII di Yogjakarta, Sabtu (16/11/2019).

Contohnya, katanya, seperti Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS).

Hingga kini, RUU PKS masih menuai kontroversi karena munculnya anggapan bahwa RUU ini mendukung praktik perzinaan, melanggengkan LGBT, dan bahkan mengamini praktik aborsi. Beruntung, RUU ini ditunda untuk dibahas oleh DPR.

“Sejak 5 tahun terakhir, representasi kalangan Islam di DPR kian menurun drastis jumlahnya. Tidak heran, jika di legislatif dan eksekutif  kepentingan Islam pada akhirnya kurang terwakili,” ujar Pakar Ilmu Politik dari Universitas Indonesia, Sodik Mudjahid ketika menjadi pembicara pada “Dialog Kebangsaan dan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI” pada Muktamar Ke-6 KB PII di Yogjakarta, Sabtu (16/11/2019).

Menurut Sodik, kelompok-kelompok yang kurang ramah yang saat ini menguasai DPR dan eksekutif diklaim sudah memiliki roadmap untuk menguasai Indonesia untuk 20 tahun ke depan.

Kekuatan kelompok ini didukung tim pakar untuk memproduksi UU yang sekuler, tim lobby dan tim pendana.

Sementara kelompok Islam, hanya datang pada saat rapat dengar pendapat (RDP) di menit-menit terakhir pengesahan UU.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X