Kasus Siyono Berulang, DPR Diminta Panggil Polri

13 Februari 2018
Kasus Siyono Berulang, DPR Diminta Panggil Polri
Muhammad Jefri (MJ)

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya mendesak DPR memanggil Polri untuk menyampaikan klarifikasi kasus kematian Muhammad Jefri (MJ). Ia menilai kasus ini serupa dengan yang dialami almarhum Siyono pada tahun 2016 lalu.

“DPR harus memanggil pihak Polri untuk meminta penjelasan resminya, karena ini ada kemungkinan pengulangan pada kasus Siyono,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (13/2/2018).

Harits mengaku prihatin kasus pembunuhan diluar proses peradilan (extra judicial killing) yang dilakukan oleh Densus 88 terus terulang. Oleh sebab itu, ia mendorong DPR untuk membentuk tim pengawas UU terorisme yang kredibel dan transparan.

“Dari kasus ke kasus, exstra judicial killing korbannya makin bertambah. Dan kedepannya DPR yang godok revisi UU Terorisme harus serius mewujudkan lembaga pengawas yang berisi orang-orang kredibel, independen, berkompeten, agar penanganan isu terorisme ini masih dalam koridor kemanusiaan, transparan dan akuntable,” paparnya.

“Beranikah Polri jujur, transparan apa sebenarnya yang terjadi,” sambungnya.

Harits juga meminta Polri untuk mempertanggungjawabkan secara hukum kematian MJ.

“Itu amanah undang-Undang. Aneh rasanya jika MJ sudah dikubur tapi secara resmi pihak saluran informasi resmi Polri tidak update,” ujarnya.

MJ, pria asal Indramayu, Jawa Barat itu dipulangkan dalam keadaan tak bernyawa setelah diambil Densus88 pada Rabu (7/2/2018).