Kapolres Tolikara Bantah Pembakaran Dipicu oleh Tembakan Aparat

TOLIKARA (Jurnalislam.com) – Ada tudingan bahwa aksi pembakaran masjid Baitul Muttaqien dan kios-kios milik Muslim Tolikara oleh massa Gereja Injil di Indonesia (GIDI) dipicu oleh tembakan aparat kemanan. Namun, hal tersebut dibantah langsung oleh Kapolres Tolikara, AKPB Suroso, SH.

"Penembakan pertama itu adalah peringatan karena jamaah sholat Idul Fitri itu dilempari batu oleh massa pemuda gereja GIDI yang merupakan peserta acara seminar Internasional," kata AKBP Suroso saat dikonfirmasi oleh wartawan di Kantor Polres Tolikara, Sabtu (25/07/2015).

Dikatakan AKBP Suroso, sebenarnya massa telah tenang dan berhenti usai polisi mengeluarkan tembakan peringatan. Namun, massa kembali datang dengan jumlah yang lebih besar, yakni 500 orang. Mereka datang dari tiga arah yaitu titik Giling Batu, BPD dan belakang musholla Baitul Muttaqin.

"Sekali lagi kita melakukan tembakan pertama bertujuan guna menghentikan aksi massa gereja GIDI. Itu juga diarahkan ke atas udara," tegas AKBP Suroso.

Ditegaskan AKBP Suroso, dirinya melihat asap membumbung tinggi dari salah satu warga dan sesaat kemudian ia mendengar tembakan untuk kedua kalinya.

"Begitu di depan mata saya melihat asap, dari arah belakang saya mendengar suara tembakan yang kedua kalinya," ungkap AKBP Suroso yang juga berada di lokasi kejadian saat tragedi berlangsung.

Jadi, lanjutnya, jika dibilang pembakaran terjadi karena penembakan itu tidak mungkin. Sebab, tembakan pertama itu sudah jelas untuk menghentikan aksi dan tembakan di arahkan ke atas udara.

"Dan saya baru tahu ada informasi korban dibawa ke rumah sakit itu setelah semuanya rata dengan tanah," pungkas AKBP Suroso.

Laporan Achmad Fazeri/JITU | Editor : Ally | Jurniscom

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.