Jembatan Penghubung Putus Akibat Banjir Bandang, Warga Lebak Memutar hingga 50 Km

Jembatan Penghubung Putus Akibat Banjir Bandang, Warga Lebak Memutar hingga 50 Km

LEBAK (Jurnalislam.com) – Banjir bandang yang melanda Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (1/1/2020) silam, menyebabkan jembatan utama yang menghubungkan tiga kecamatan ambruk.

Jembatan tersebut  menghubungkan antar desa dan akses ke kecamatan lain. Yakni jembatan penghubung Kecamatan Sajira Barat dan Sajira Timur.

Salah seorang warga yang menjadi relawan pengemudi perahu karet, Ahmad (30) mengatakan bahwa ini satu jembatan utama, warga dari Kecamatan Sajira, Muncang dan Sobang tidak bisa melintas.

“Jembatan ini putus lantaran banjir bandang terjadi lantaran sungai Ciberang yang berhulu di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) meluap,” katanya pada Sabtu (18/1/2020).

Menurutnya, akibat dari putusnya jembatan, warga di Muncang dan Sobang yang hendak ke Sajira dan Rangkasbitung, harus memutar sejauh 50 Kilometer melalui Kecamatan Leuwidamar.

“Jauh muternya. Kalau diwaktuin bisa satu jam lah buat nyebrang doang,” ujarnya.

Selain memutus jembatan, luapan sungai Ciberang juga menghanyutkan sejumlah rumah dan pondok pesantren di bantaran sungai.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X