Izinkan Acara Syiah, FUIS Nilai Kemenag Tak Bisa Bedakan Haq dan Bathil

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Dengan alasan tidak mengganggu keamanan, Kementrian Agama Kota Semarang mengizinkan acara kelompok Syiah yang akan digelar di Kota Semarang beberapa waktu ke depan. Pernyataan tersebut disampaikan Zumroni, perwakilan Kemenag Kota Semarang di depan Forum Umat Islam Semarang (FUIS) saat beraudiensi di kantor Kesbangpolinmas Gedung Pandanaran, Selasa (6/10/2015).

“Selama kegiatan (syiah) tidak mengganggu keamanan, kemenag tidak bisa menolak,“ kata Zumroni.

Namun ketika ditanyakan apa itu Syiah, bagaimana dengan fatwa MUI Pusat perihal syiah, apakah syiah bagian dari agama Islam, Zumrowi tidak bisa menjawab.

Menanggapi keputusan tersebut, ketua FUIS, Abu Zaidan menilai kemenag gamang dan tidak bisa membedakan antara haq dan yang bathil.

 “Aparat (kemenag-red) kita gamang untuk peduli dengan ajaran islam. Harusnya mereka bisa membedakan mana yang haq dan mana yang bathil. Sekarang ini yang haq dianggap bathil dan yang bathil dianggap haq. Dibela pula,” tandas Abu Zaidan.

Sedangkan pihak kepolisian menegaskan akan mengijinkan jika ada rekomendasi dari MUI dan Kemenag.

“Selama dasar-dasar rekomendasi, dari MUI dan Kemenag sudah ada, polisi akan melakukan pelayanan berupa pengamanan. Pihak Kepolisian bisa mencabut ijin (acara syiah) kalau suasana sudah mencekam,” kata Kasat Intelkam Polrestabes Semarang AKBP Budi A.S.

Sementara itu, pihak kodim menyatakan dukungannya jika MUI tidak mengizinkan acara tersebut.

"Kalau MUI tidak mengijinkan, Kodim akan mendukung,” tutur Mayor Inf Arief Soehartono dari Pasi Intel Kodim.

Kelompok Syiah di Semarang diketahui akan menggelar acara bertema "Kebangkitan Imam Husain adalah Manifestasi Purna dari Amar Makruf dan Nahi Munkar” di Gedung Pusat Kesenian Jawa Tengah, kompleks PRPP Semarang Barat.

Reporter : Abu Jundullah | Editor : Ally | Jurniscom

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.