PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pihak badan-badan intelijen Israel mengkhawatirkan aksi Intifadhah Palestina yang lebih besar saat ini akan meletus dalam waktu dekat meski aksi jalanan saat ini mulai meredah.
Seperti yang dilansir Infopalestina, Rabu (04/11/2015) melaporkan bahwa pengamat militer Israel di surat kabar Haaretz, Amos Harel menegaskan, pihak intelijen Israel meyakini bahwa meletusnya kemarahan publik Palestina di Tepi Barat secara besar-besaran hanya soal waktu. Bisa jadi dalam beberapa bulan ke depan.
Menurut Harel, prediksi menguatnya “ledakan public” Palestina kembali ini disebabkan adanya sejumlah factor, dari internal Otoritas Palestina dimana presidennya Mahmud Abbas sangat lemah, usianya yang sudah sepuh 80 tahun, konflik internal soal siapa penggantinya, dan akumulasi kemurkaan di kalangan public Palestina.
Harel menyatakan, publik Palestina saat ini di Tepi Barat berfikir sejak sekarang apa yang mereka perbuat setelah Abbas lengser. Ia meyakini, organisasi Fatah akan mempengaruhi sekali urusan di masa mendatang. Anggota Fatah ikut dalam unjuk rasa-unjuk rasa di Tepi Barat namun Abbas tidak intervensi menghentikan mereka kecuali setelah lewat sepekan atau lebih.
Pengamat Israel ini menambahkan, sebagian besar anggota Fatah bekerja di aparat keamanan Palestina dan bersenjata. Jika mereka ikut aksi unjuk rasa massa maka itu berarti akan mempersenjatai Intifadhah.
Namun pengamat Israel ini sebenarnya lupa dengan factor hakiki di balik meletusnya Intifadhah saat ini yakni kekerasan penjajah terhadap masjid Al-Aqsha dan kota Al-Quds serta usaha membagi masjid tersebut secara waktu dan tempat. Kejahatan Israel itu merupakan bara yang membakar Intifadhah Al-Quds di awal Oktober kemarin.
Harel juga lupa soal pelanggaran-pelanggaran berkelanjutan warga pemukim Yahudi di Tepi Barat. Sampai-sampai mereka membakar masjid, rumah warga, dan terkejam ketika kelompok Yahudi membakar satu keluarga Palestina Dawabshe di desa Doma, selatan kota Nablus yang menewaskan seorang bayi dan dua orang tuanya.
Deddy | Infopalestina | Jurniscom