INSISTS : Penerapan Syariat Islam adalah Konsekwensi Logis dari Aqidah Seorang Muslim

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Peneliti INSISTS, Dr. Nirwan Syafrin Manurung mengatakan bahwa penerapan Syariat Islam adalah konsekwensi logis dari aqidah seorang Muslim. Menurutnya, iman mempunyai arti meyakini dalam hati, mengikrarkan dengan lisan, dan melaksanakannya dalam perbuatan.

"Tidak bisa hanya ikraru billisan (mengikrarkan dengan lisan-red). Amalun bil arkan (menerapkan dengan perbuatan) itu adalah bagian dari konsep keimanan," kata Nirwan dalam sebuah acara diskusi yang digelar Jamaah Ansharusyariah bertajuk ‘Fiqh Kebhinnekaan” di Kantor Gatra, Jl. Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (12/5/2015).

Maka, penerapan syariat Islam itu merupakan konsekwensi logis dari aqidah seorang Muslim. "Tidak mungkin seorang muslim dianggap sempurna imannya hingga dia melaksanakan bagian-bagian syariah tadi," tegasnya.

Dosen Universitas Ibnu Khaldun, Bogor itu juga menjelaskan Islam adalah sebuah dimensi yang terdiri dari aspek teologis, akhlak dan hukum. Menurutnya, Islam tidak bisa diredusir hanya dalam aspek hukum saja. Akan tetapi, ketiga aspek itu juga tidak bisa berdiri sendiri-sendiri.

"Maka penerapan hukum Islam itu selalu menjadi perdebatan panjang, karena kita tidak sempurna dalam melaksanakan aspek-aspek syariahnya ini," pungkasnya.

Reporter : Irfan | Editor : Ally | Jurniscom

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.