SURIAH (Jurnalislam.com) – Pangkalan Udara The Bassel al-Assad di barat laut provinsi Lattakia Suriah, diyakini menjadi basis bagi 32 pesawat, 16 helikopter, sembilan tank, dua sistem pertahanan rudal land-to-air dan 2.000 pasukan Rusia yang merupakan aset militer Rusia yang paling signifikan di Suriah, lansir Anadolu Agency, Jumat (02/10/2015).
Rusia kini terlibat langsung dalam perang Suriah, dengan tujuan nyata yaitu untuk menghadapi koalisi mujahidin Suriah yang sejak tahun lalu secara signifikan telah menguasai beberapa wilayah di Suriah.
Pesawat-pesawat tempur Rusia pada hari Rabu menyerang target dalam Suriah untuk pertama kalinya, menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, yang mengatakan serangan itu menargetkan depot amunisi, kendaraan dan pusat komunikasi pejuang oposisi rezim Assad, namum menurut berita yang beredar di berbagai media, wilayah tersebut adalah pemukiman warga sipil.
Suriah adalah sekutu Moskow yang signifikan di daerah Mediterania.
Dalam sebagian besar konflik Suriah yang sekarang memasuki tahun kelima, Moskow telah memberikan senjata kepada rezim Suriah.
Berita tentara Rusia secara aktif mengambil bagian dalam perang melawan koalisi mujahidin Suriah baru-baru ini muncul di media Barat dan Rusia.
Pangkalan udara itu mewakili tulang punggung kehadiran militer Rusia di Suriah. Rusia juga memiliki pangkalan angkatan laut di Tartus, yang masih berperan penting dalam hal logistik, namun tidak dianggap sepenting dulu.
Menurut sebuah laporan tahun 2012 oleh Institute for the Study of War (ISW) yang berbasis di Washington mengatakan bahwa Rusia menggunakan Pelabuhan Tartus – yang tidak memiliki kapasitas perintah-dan-kontrol apapun – hanya untuk memasok senjata dan amunisi bagi rezim Suriah.
Pada pertengahan 2013, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Bogdanov mengatakan bahwa pangkalan militer Tartus tidak lagi punya arti strategis, dan bermaksud mengumumkan rencana untuk mengurangi jumlah personil yang dikerahkan di sana.
Tetapi sebuah pernyataan berikutnya oleh Departemen Pertahanan Rusia menyangkal pernyataan ini, mengatakan bahwa pangkalan militer Tartus masih dipertahankan.
Menurut surat kabar Rusia Kommersant, 1.700 pasukan Rusia tetap dikerahkan di pangkalan itu.
Dukungan Rusia bagi rezim Suriah sekarang tidak hanya memasok senjata dan dukungan teknis. Saat ini tentara Rusia secara langsung terlibat pertempuran melawan mujahidin Suriah.
Menurut sepotong analisis yang dipublikasikan pada 17 September oleh ISW yang berbasis di Washington, Rusia telah memperkuat kekuatannya di Lattakia sejak Juli tahun ini.
Analisis ISW mengatakan bahwa gambaran dari satelit telah memverifikasi bahwa tank Rusia BTR-82A telah dibawa ke Suriah dan telah digunakan untuk melawan mujahidin Suriah.
Analisis menyatakan bahwa Rusia berharap untuk memperluas kapasitas pangkalan udara Bassel al-Assad dan membangun unit perumahan yang cukup untuk menampung ribuan pasukannya, bersama dengan sebuah menara kontrol-udara.
Analisis mengutip sumber-sumber AS mengatakan bahwa tank, artileri berat, kendaraan lapis baja dan rumah prefabrikasi – bersama dengan pesawat, helikopter dan kendaraan udara tak berawak – akan terus dibawa ke pangkalan dalam waktu jangka pendek.
Rusia dilaporkan telah melakukan peningkatan kekuatan yang serupa di pangkalan udara Al-Hamidiyah dekat Tartus, menurut Institute for the Study of War.
Deddy | Jurniscom