Responsive image
Responsive image
Responsive image

Ingin Sukses? Amalkan 4 sifat Rasul Ini

Ingin Sukses? Amalkan 4 sifat Rasul Ini

Oleh: Willy Azwendra M.Ag

(Dosen STAI PTDII JAKARTA)

Kesuksesan merupakan suatu keberhasilan, suatu keberuntungan atau suatu kebaikan yang diperoleh oleh seseorang. Semua orang pasti ingin sukses, karena semua orang berlomba-lomba ingin menjadi orang yang sukses, baik sukses (kebaikan) di dunia maupun sukses di akhirat. Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya agar berdoa meminta kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat. Doa tersebut sudah sangat popular di dengar oleh umat Islam yaitu :

Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirat hasanah, waqina adzabannar.” Artinya “Ya Robb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (Al-Baqarah: 201). Ini merupakan salah satu doa yang sering dipanjatkan oleh Rasulullah. Namun, setiap kesuksesan yang diraih oleh rasul, tentu saja tidak hanya didapatkan dengan berdoa saja, namun juga dibarengin dengan ikhtiar dan akhlak yang baik kepada siapapun.

Rasulullah merupakan contoh teladan bagi umat Islam dalam kehidupan sehari-hari. Setiap rasul terkenal dengan kepandaian, kecerdasan, dan kesuksesanya dalam menyampaikan wahyu Allah. Selain menjadi seorang rasul, Nabi Muhammad adalah seorang yang sukses dalam mendakwahkan Islam, sukses dalam menjalankan pemerintahan dan juga sukses dalam berdagang. Jika kita ingin sukses maka tirulah Rasulullah SAW. Berikut adalah sifat wajib Rasulullah yang mesti kita tiru dan amalkan agar kelak nanti kita bisa menjadi orang yang sukses, yaitu sebagai berikut :

  1. As-siddiq (berani benar)

As-siddiq berarti selalu benar, atau berani menyampaikan kebenaran. Seorang nabi dan rasul selalu berbuat yang benar dan berkata yang jujur. Seorang nabi dan rasul tidak akan berkata bohong ataupun menipu. Benar berbeda dengan baik. Benar sudah pasti baik, sedangkan baik belum tentu benar.

Sebagai contoh memberi adalah perbuatan baik, tetapi jika maksud dari pemberian itu agar orang yang diberi bisa dimanfaatkan untuk kepentingan kita, istilahnya ada udang dibalik batu, maka perbuatan baik ini tidak benar. Contoh lainnya seorang calon wakil rakyat berbuat baik dengan bagi-bagi sembako ke rakyat yang kurang mampu tetapi ada syaratnya harus memilih dirinya ketika pemilu nanti. Ini juga merupakan contoh perbuatan baik dengan berbagi tetapi maksudnya tidak benar. Artinya baik saja belum cukup jika tidak benar.

Para rasul selalu berkata yang benar, baik benar dalam menyampaikan wahyu yang bersumber dari Allah SWT, maupun benar dalam perkataan-perkataan yang berhubungan dengan persoalan keduniaan. Contohnya apa yang dikatakan Nabi Ibrahim as. kepada bapaknya adalah perkataan yang benar. Apa yang disembah oleh bapaknya Ibrahim adalah sesuatu yang tidak benar dan tidak mendatangkan manfaat. Peristiwa nabi Ibrahim ini diabadikan dalam firman Allah SWT: “Wazkur fil Kitaabi Ibraahiim; innahuu kaana siddiiqan Nabiyyaa” Artinya: “Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Kitab (Al-Qur’an), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan, seorang Nabi”. (Q.S. Maryam: 41).

Berbuat benar itu terkadang banyak tantangannya dan beresiko, tetapi lihatlah ending cerita dari nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim berani menyampaikan kebenaran kepada bapaknya dan kepada penguasa saat itu. Walaupun nabi Ibrahim hendak akan dibakar oleh penguasa saat itu, namun Allah menolong nabi Ibrahim ketika dibakar. Api yang tadinya membakar nabi Ibrahim dijadikan terasa sejuk oleh Allah. Kisah ini membuktikan bahwa Allah bersama orang-orang yang berbuat benar. maka sudah seharusnya kita berbuat benar dan berani dalam menyampaikan kebenaran jika kita ingin sukses dan berhasil.

 

  1. Amanah (dapat dipercaya)

Amanah berarti dapat dipercaya. Nabi dan rasul dapat dipercaya baik perkataan maupun perilakunya. Amanah juga berarti bahwa nabi dan rasul memegang tanggung jawab terhadap semua tugas, melaksanakan perintah, dan menepati janji. Semasa hidup rasulullah sangat dipercaya oleh kolega bisnisnya. Barang apapun yang dititipkan oleh orang kepada rasulullah pasti akan aman dan orang tersebut akan merasa tenang, karena rasulullah terkenal dengan sifat amanahnya. Demikian juga dengan Khadijah sangat mempercayai Rasulullah dalam menjalankan usahanya yang akhirnya usaha tersebut sukses.

 

Amanah merupakan dampak dari perilaku siddiq. Orang yang perilakunya selalu benar, jujur, dan tidak pernah berbohong, maka orang tersebut otomatis akan dipercaya oleh orang lain. Begitulah sifat Rasulullah SAW, karena pada saat itu, rasulullah terkenal dengan sebutan gelar al amin, yaitu sifat jujur, benar dan amanahnya. Oleh sebab itu, jika kita ingin sukses maka jadilah orang yang amanah atau dapat dipercaya seperti rasulullah SAW.

 

  1. Tabligh (kemampuan berkomunikasi)

Tabligh berarti menyampaikan wahyu. Artinya, Allah SWT mengutus Nabi dan rasul untuk menyampaikan pesan kepada setiap umatnya. Tabligh Bisa diartikan juga sebagai kemampuan berkomunikasi nabi dalam menyampaikan wahyu, dalam menyampaikan peringatan, dalam menyampaikan berita gembira dan dalam menyampaikan kebenaran kepada umatnya. Allah memerintah nabi dan rasul untuk menyampaikan wahyu seperti yang terdapat dalam surat Al-Maidah ayat 67 :

“Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Robmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir,”(terjemahan surat Al-Maidah ayat 67)

Selain jujur dan amanah, sifat ketiga rasulullah yang harus ditiru agar kita bisa menjadi orang sukses adalah pandai berkomunikasi. Rasulullah adalah orang yang pandai berkomunikasi, terbukti dengan kesuksesan rasulullah dalam menyampaikan dakwahnya kepada keluarga, kerabat dan sahabat-sahabatnya. Hasilnya sedikit demi sedikit selalu bertambah orang dalam memeluk Islam. Artinya rasulullah pandai dalam menyampaikan dakwahnya dan juga pintar dalam berkomunikasi.

Begitu juga dengan zaman modern sekarang, kita juga dituntut harus pandai berkomunikasi, karena ini merupakan salah satu soft skill yang harus dimiliki. Orang yang sukses dalam bisnis salah satunya juga disebabkan oleh skill komunikasinya. Setiap perusahaan yang sedang membuka lowongan kerja pasti menginginkan calon pekerja yang pandai dalam berkomunikasi. Untuk itu marilah kita mulai melatih cara berkomunikasi kita, ini bisa dilakukan dengan cara latihan sendiri, mengikuti pelatihan-pelatihan public speaking dan lain sebagainya.

 

  1. Fatanah (Cerdas)

Terakhir sifat rasulullah yang harus kita tiru adalah fatanah, berarti cerdas. Kesuksesan Rasulullah dalam berdakwah, berdagang, berperang dan menjalankan pemerintahannya tak lain adalah disebabkan oleh kecerdasan Rasulullah.  Rasulullah merupakan manusia yang memiliki kecerdasan baik secara intelektual, emosional, maupun spiritual.

Kecerdasan rasulullah terlihat ketika Perang Badar. Perang  Badar merupakan perang yang sangat penting dalam sejarah Islam, Jumlah kekuatan kaum muslimin saat perang tersebut adalah sekitar 317 orang yang terdiri dari kaum Muhajirin 86 orang, Bani Aus 61 orang, dan kalangan Khazraj 170 orang. Mereka berjalan dengan hanya membawa dua kuda dan 70 unta. Maka, setiap dua atau tiga orang saling bergantian dalam mengendarai satu unta.

Sangat berbeda jauh dengan jumlah yang di miliki oleh kaum kafir Qurais, Jumlah mereka mencapai 1.300 orang. Mereka membawa 100 tentara berkuda, 600 tentara berbaju besi, dan sejumlah unta yang sangat banyak jumlahnya. Pasukan bangsa Quraisy ini dipimpin oleh Abu Jahal. Ketika pasukan Islam dan pasukan Quraisy sedang mempersiapkan diri untuk pertempuran di Badar, Rasulullah SAW mencari informasi dari dua orang pemuda penyedia air minum pasukan Quraisy tentang kondisi pasukan mereka.

Rasulullah bertanya tentang lokasi perkemahan tentara Ouraisy. Mereka menjawab, “Mereka berada di balik bukit pasir ini, di bibir lembah yang paling ujung.” Kemudian Rasulullah menanyakan tentang jumlah pasukan Quraisy. Kedua pemuda itu tampak kebingungan tidak tau dikarenakan jumlahnya yang begitu banyak. Para sahabat dibuat tidak sabar oleh sikap kedua orang tersebut yang tidak segera menjawab pertanyaan Rasulullah. Meskipun didesak sedemikian rupa, tetap saja mereka tidak bisa menjawabnya kecuali dengan kalimat, “Kami tidak tahu, sungguh!”

Akhirnya, Rasulullah SAW mengganti pertanyaannya seraya berkata kepada kedua pemuda itu, “Berapakah jumlah unta dan kambing yang mereka sembelih setiap harinya?” Mereka hanya menjawab bahwa setiap harinya pasukan Quraisy menyembelih unta dan kambing sekitar 9-10 ekor. Mengetahui hal itu, Rasulullah langsung bisa memprediksikan jumlah pasukan musuh sekitar sembilan ratus hingga seribu orang. Beliau pun tahu kekuatan musuh sebenarnya. Kisah perang badar ini memperlihatkan kepada kita akan kecerdasan Rasulullah dalam mempersiapkan segala sesuatu termasuk dalam menyiapkan strategi perang melawan musuh. Akhirnya rasulullah sukses mengalahkan kaum kafir qurais dalam peperangan ini.

Begitu juga kita, jika ingin sukses maka jadilah orang yang cerdas, pergunakan akal sebelum bertindak, jangan tergesa-gesa, sabar dan tetap focus dengan tujuan yang akan dicapai.[]

 

 

 

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close X