Ikuti PBTI, Puluhan Warga Kapuk Mengaku Dibayar Rp100 Ribu

Ikuti PBTI, Puluhan Warga Kapuk Mengaku Dibayar Rp100 Ribu

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Hari itu, Sabtu (19/11/2016) sekelompok warga Kapuk, Jakarta Barat tampak berkumpul di Silang Barat Monas menunggu Parade Kebhinnekaan selesai. Pak Iwan, berteduh dari teriknya matahari sembari menjaga keluarganya yang turut dalam acara itu.

Tak seperti massa lainnya, Pak Iwan dan 90 orang asal Kapuk itu tidak ikut serta dalam kegiatan long march atau sekadar menonton panggung utama, mereka hanya diam saja berlindung dari terikya matahari siang itu.

“Kami naik metromini nomer 84, ada tiga bis, yaa 1 bis 30 orang,” katanya.

Usut punya usut, Pak Iwan beserta warga Kapuk lainnya ternyata dijanjikan bayaran 100 ribu. Tidak jelas apa yang mereka akan lakukan nantinya.

“Saya mah diem aja, saya mah ikut aja, mengawal keluarga,” ucap pria paruh baya itu.

Dia juga tak sungkan menceritakan prosesi pembayaran. “Ngasihnya pas sudah pulang. Nanti dibagi-bagi, peraturannya memang begitu,” ungkap pria berlogat Betawi itu.

Ditengah teriknya matahari, terlihat seorang bayi yang digendong oleh seorang wanita. Menangis, menahan cuaca panas, waktu itu sekitar pukul 11:00 WIB.

“Iya, jatah bayaran untuk satu orang. Nih ini juga dapet (menunjuk seorang anak kecil disekitarnya). Semua sudah dicatet, tinggal dibayar nanti,” paparnya meyakinkan.

Sebelumnya, parade kebhinekaan disebut-sebut dihadiri seratus ribu peserta. Namun, pantauan jurniscom di lapangan peserta hanya berjumlah ratusan saja.

Reporter: Muhammad Fajar

Bagikan
Close X