Iim Ba’asyir: Menkopolhukam Tutupi Kedzaliman Pemerintah Terhadap Ustadz Ba’asyir

SOLO (Jurnalislam.com) – Menkopolhukam, Luhut Panjaitan membantah tudingan adanya larangan shalat kepada ustadz Abu Bakar Ba’asyir. Sebagaimana diberitakan Tempo.co, Selasa (3/5/2016) kemarin, Luhut juga membantah adanya perlakuan tidak manusiawi kepada ulama sepuh itu selama di penjara.

Pernyataan itu disampaikan Luhut di hadapan para ulama pada acara Halaqah Fiqh Anti-Terorisme di kampus Universitas Muhammadiyah Semarang, Selasa (3/5/2016).

Menanggapi pernyataan itu, putra bungsu ustadz Abu Bakar Ba’asyir, Abdul Rochim Ba’asyir menilai, Luhut sedang berusaha menutupi kondisi ustadz Abu sebelum dipindahkan ke LP Gunung Sindur, Bogor. Sebab sewaktu masih di LP Pasir Putih Nusakambangan, ustadz Abu kerap mendapat perlakuan tidak manusiawi seperti larangan shalat berjamaah ke masjid, dilarang shalat jumat dan tidak boleh ke luar ruangan untuk mendapatkan sinar matahari.

“Luhut menggunakan trik memberikan gambaran kondisi penahanan stadz Abu Bakar B’aasyir setelah pemindahan ke LP gunung Sindur, lalu berusaha mengaburkan fakta bahwa seakan apa yang sudah diperintahkan kepada jajaran Lapas Pasir Putih, Nusakambangan agar melakukan isolasi total kepada ustadz Abu Bakar Ba’asyir hingga melarang beliau melaksanakan sholat 5 waktu ke masjid dan melarang beliau sholat Jum'at serta melanggar hak-hak asasi ustadz Abu Bakar Ba’asyir adalah tidak benar,” papar pria yang akrab disapa ustadz Iim itu dalam rilisnya kepada Jurnalislam, Rabu (4/5/2016).

Ustadz Iim melanjutkan, hal itu semakin terlihat ketika dalam acara tersebut Luhut memperlihatkan foto-foto kondisi ustadz Abu di LP Gunung Sindur. Seperti diberitakan Tempo, dalam kesempatan itu Luhut menyebutkan ruangan tempat Baasyir ditahan berukuran 5 x 6 meter, dilengkapi exhaust fan, showerblower, masjid, dan open space.

“Dia berusaha menutupi berbagai bentuk kezalimannya terhadap Ust Abu Bakar Baasyir saat di tahan di LP Pasir Putih Nusakambangan,” kata ustadz Iim.

“Ini adalah penipuan dan menunjukkan bahwa Luhut berusaha "mengkadali" para ulama yang hadir dalam acara itu,” sambungnya.

Sikap Luhut itu dinilai sebagai ketidakjujurannya dengan berusaha menutupi rasa bersalah karena telah melanggar hak-hak ustadz Abu Bakar Ba’asyir.

“Semoga Allah membalasi perbuatan zalim dengan balasan setimpal.  Amin Yarobbal Alaamin. Hasbunallahu wani'mal wakiil,” tutupnya.

Reporter: Riyanto | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X