ICMI: MUI Berperan Luruskan Sistem Hukum Nasional yang Menyimpang

ICMI: MUI Berperan Luruskan Sistem Hukum Nasional yang Menyimpang

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Mantan ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie menuturkan peran Majelis Ulama Indonesia diperlukan untuk mengarahkan sistem hukum nasional ke arah yang tepat agar tidak sesat.

MUI juga harus mendorongnya ke arah baru yang lebih sesuai dengan tuntutan zaman

“MUI harus memberi masukan supaya arah yang dituju itu jelas dan memang menuju arah yang tepat, tidak ke jalan yang sesat. Maka penting masukan dari MUI,” ujar dia usai menjadi pembicara dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk ‘Arah Baru Perjuangan Umat Islam Bidang Hukum’ di kantor MUI, Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Menurut ketua umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia itu, MUI juga perlu berperan mengajak seluruh komponen umat Islam untuk terlibat aktif menuju arah baru perjuangan umat Islam di bidang hukum.

Aktif membantu merumuskan, memberi masukan, dan mengadakan perubahan pada bidang tersebut.

“Baik itu hukum dalam dimensi pembentukan maupun hukum dalam dimensi penegakan. Dua-duanya harus diarahkan ke jalan yang tepat,” ujarnya.

Apalagi, Jimly memperkirakan selama 5 tahun ke depan bakal terjadi kegaduhan dan kekacauan. Ini karena begitu banyaknya ide atau terobosan yang kemungkinan dapat menerabas aturan-aturan lama.

Dia pun mencontohkan Omnibus Law yang menurutnya bisa menimbulkan kekacauan dalam jangka pendek ini.

“Sedangkan mungkin dalam jangka panjang itu akan menjadi baik. Penyederhanaan regulasi dan ide untuk mendorong investasi sehingga menciptakan segala macam kemudahan,” ucap dia.

Namun, menurut Jimly, penyederhanaan tersebut menimbulkan kesan seolah negara ini negara bisnis atau negara ekonomi yang hanya melayani kepentingan pengusaha. “Ini kan bisa melampaui kebutuhan dan juga menyimpang dari sasaran yang seharusnya dituju,” kata dia.

Karena itu, Jimly mengatakan MUI beserta ormas Islam dalam Kongres Umat Islam VII 2020 akhir Februari mendatang perlu membantu memikirkan dan berpartisipasi dalam mengadvokasi kebijakan yang tepat.

“Jadi umat Islam tidak boleh berdiam diri. Harus ikut aktif terlibat supaya arah baru yang dituju itu tepat,” paparnya.

Sumber: republika.co.id

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X