Hamas: Zionis Netanyahu Berhasil Bohongi Para Pemimpin Dunia

AL QUDS (Jurnalislam.com) – Hamas menganggap serbuan militer Israel dan gerombolan zionis, Selasa (27/10/2015) ke Masjidil Aqsha sebagai bukti kelanjutan Israel menodai Masjidil Aqsha, dan mengubah suasana di sana, Infopalestina melaporkan Selasa.

Jubir Hamas, Sami Abu Zuhri dalam siaran persnya, Selasa mengatakan, “Serbuan yang terus berlanjut menegaskan bahwa Netanyahu telah membohongi para pemimpin dunia dan pemimpin di kawasan.”

Abu Zuhri menyerukan segenap pihak yang mengapresiasi statmen Netanyahu untuk kembali mempertimbangkan kekeliruan ini, dan membuat kebijakan serius dan nyata untuk melindungi Masjid al Aqsha dan rakyat Palestina.

Puluhan pemukim zionis menyerbu halaman Masjidil Aqsha, dan sengaja menyakiti perasaan rakyat Palestina dan kaum muslimin, dengan pengawalan ketat yang setiap hari dilakukan, baik oleh polisi zionis, serdadu dan para pemukimnya, di saat yang sama dihadapi para Murabithun (kaum muslimin yang bersiaga) di Al-Aqsha, dengan takbir dan kesiagaan.

Sementara Dewan Wakaf Islam di Al-Quds menegaskan, kondisi saat ini di Masjidil Aqsha seperti sebelum penjajahan Israel tahun 1967, tak ada perubahan suasana, klaim Israel tak benar, pernyataan zionis berbeda dengan kebijakannya di lapangan yang bertentangan dengan semua norma dan hukum internasional dan HAM.

Hal itu disampaikan Dewan Wakaf di Al-Quds, pasca serbuan brutal yang menimpa Masjidil Aqsha, kaum muslimin yang bersiaga dan rakyat Palestina oleh pasukan Israel dan gerombolan yahudi, termasuk pembantaian terhadap warga sipil Palestina.

Dewan Wakaf menolak upaya simbolis Israel mengambil kendali Al-Aqsha.

Ketua Dewan Wakaf, Syekh Abdul Adzim Salhab dalam sambutannya menjelaskan, Al-Aqsha berada di area seluas 114 Acre lebih dengan semua bangunan di dalamnya, adalah milik kaum muslimin berdasarkan keputusan Rabbani yang termaktub dalam Al-Quran.

Semua upaya Israel dan klaimnya tak berdasar dan tidak sah, ungkap Syekh Salhab, di saat yang sama mengapresiasi sikap Raja Yordania yang menganggap Al-Aqsha sebagai garis merah yang tak boleh dinodai.

Syekh Salhab menegaskan, Departemen Wakaf  Islam yang berada di bawah kordinasi pemerintah kerajaan Yordania merupakan pihak legal satu-satunya yang berhak mengendalikan urusan Al-Aqsha, tak ada hak bagi penjajah zionis mengintervensi urusan wakaf dan Al-Aqsha.

Departemen Wakaf mendesak bangsa Arab dan umat Islam, OKI dan Liga Arab untuk melindungi Al-Aqsha, dan menghilangkan kezaliman yang menimpanya, karena Al-Aqsha merupakan bagian dari akidah kaum muslimin, dan tidak ada satu pihakpun yang boleh menodainya.

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses