Responsive image

Gerakan Minahasa Merdeka Malah Didiamkan, Haedah Nashir Minta Pemerintah Tak Tebang Pilih

Gerakan Minahasa Merdeka Malah Didiamkan, Haedah Nashir Minta Pemerintah Tak Tebang Pilih

SOLO (Jurnalislam.com) – Munculnya gerakan Minahasa Raya Merdeka menuai banyak kecaman dari banyak pihak, termasuk Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

Ia meminta pemerintah tak melakukan tebang pilih dalam menentukan suatu kelompok yang mengancam negara. Menurutnya, jangan sampai terkesan hanya paham agama saja yang dituduh mengancam negara.

“Jadi paham apapun,tindakan apapun, dari golongan apapun, termasuk yang mengusung separatisme dan ancaman merdeka, darimana pun datangnya, itu harus dimasukan dalam kategori yang akan melawan negara,jadi bukan hanya yang berideologi agama, termasuk yang lain seperti komunisme,”katanya dihadapan wartawan seusai meresmikan gedung baru RS PKU Muhammadiyah Surakarta, Sabtu (20/5/2017).

Menurut Haedar Nashir, pemerintah harus obyektif dan adil dalam menindaklanjuti terhadap upaya-upaya suatu kelompok atau golongan yang mengancam NKRI, bukan hanya untuk kelompok-kelompok yang berdasarkan keagamaan saja.

“Jadi kalau boleh kita memberi masukan, bikin kriteria obyektif yang transparan dan demokratis tentang tindakan paham dari apa yang akan melawan negara, dan konstitusi, yang tidak hanya diperuntukan satu kasus atau kelompok,”ungkapnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, bahwa muncul deklarasi yang menamakan dengan Minahasa Raya Merdeka dalam aksi bebaskan Ahok, namun sayangnya hal tersebut tidak dikatakan upaya makar terhadap pemerintah oleh Kapolri Jendral Tito Karnavian.

Bagikan
Close X