FPI Serang: Indonesia Bukan Negara Koboy

SERANG (Jurnalislam.com) – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Front Pembela Islam (FPI) Kota Serang Nasehudin mengatakan, kasus Siyono merupakan bukti tidak konsistennya Indonesia sebagai sebuah negara hukum. Baca juga: ISAC Pastikan Sebelum Meninggal Siyono Mendapat Siksaan Berat

“Karena negara kita ini negara hukum bukan negara koboy, mereka juga sama mempunyai jaminan hukum punya hak yang sama, seharusnya tidak boleh diperlakukan sewenang-wenang,” katanya kepada Jurnalislam, Senin (14/3/2016).

Nasehudin mendesak Mabes Polri untuk segera memberikan penjelasan yang sebenarnya perihal kematian Siyono.

“Kita bukan menduga Densus tapi tolong beritahu masyarakat tentang kronologi kematian Siyono, perlu kita protes keras kinerja para instansi hukum di Indonesia ini,” ujarnya.

Nasehudin juga menyayangkan alasan Mabes Polri tentang alasan kematian Siyono yang dinilainya aneh. Sebab seharusnya tidak boleh ada intimidasi selama proses penyidikan.

“Seharusnya dipertanyakan juga, masa mabes polri berbibacara seperti itu? Kelelahan melawan ada apa? Dalam proses penyidikan tidak boleh ada intimidasi apapun,” tegasnya.

“Logikanya tidak bisa tersangka melawan ketika masuk dalam sebuah penyidikan, tidak mungkin!,” sambungnya.

Lebih lanjut Nasehudin mengatakan, pemerintah harus segera mengusut tuntas kasus tersebut. “Jangan mentang-mentang yang pelakunya Densus lantas kasus ditutup begitu saja,” cetusnya. Baca juga: Kematian Siyono Janggal, Pengamat Terorisme: Densus 88 Harus Diaudit Total

Ia juga mendesak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Tim Pembela Muslim (TPM) untuk mengevaluasi kinerja Densus 88 yang dinilainya selalu merugikan umat Islam..

“Kita bukan Negara koboy jangan asal nembak, ditangkap dulu, diproses dulu, diadili dulu, ketika memang sudah pengadilan mengatakan dia itu bersalah, tolong buktikan dulu, jangan asal main kategorikan teroris,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Fajar | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.