FBI: Penembak di Orlando Berjanji pada IS juga dengan Kelompok Lain

FBI: Penembak di Orlando Berjanji pada IS juga dengan Kelompok Lain

FBI-Orlando_shooting_tx410ORLANDO (Jurnalislam.com) – Seorang pria Amerika yang diduga menewaskan sedikitnya 49 orang di sebuah klub gay di Orlando merupakan pendukung organisasi campur aduk yang sering-bertentangan, menurut direktur FBI, Aljazeera melaporkan, Senin (13/06/2016).

Saat rincian penembakan massal terburuk dalam sejarah AS muncul, Direktur FBI James Comey mengatakan pada hari Senin bahwa tersangka, yang diidentifikasi beberapa jam setelah serangan sebagai Omar Mateen, 29 tahun, tidak hanya berjanji setia kepada Islamic State (IS), tetapi juga menyatakan solidaritas dengan Tsarnaev bersaudara yang melakukan pengeboman the Boston Marathon dan seorang pembom martir atas nama Jabhah Nusrah, kelompok yang bertentangan dengan IS.

“Mereka (para penyerang) benar-benar mencoba menggambarkan diri mereka sebagai orang bingung, yang merasa menjadi target karena agamanya,” kata reporter Al Jazeera Patty Culhane, melaporkan dari Orlando.

Penembak menelepon 911 selama serangan di klub malam Pulse Ahad dini hari untuk mengungkapkan kesetiaannya kepada IS.

Tapi Comey – yang meyakini bahwa Mateen memiliki “tanda-tanda radikalisasi yang kuat” – mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, pria bersenjata itu juga menyatakan dukungannya untuk al-Qaeda dan Hizbullah (Syiah).

FBI menyelidiki Omar Mateen selama 10 bulan sejak Mei 2013 setelah ia dikatakan memiliki komentar inflamasi dalam mendukung militan Islam.

631f1abbda49426e81439730be78395f_18

Comey mengatakan penyidik memperkenalkan Mateen kepada sumber-sumber rahasia, mengikutinya dan memeriksa bahwa dia memang malakukan beberapa komunikasi, tapi Mateen mengklaim bahwa ia membuat pernyataan dalam kemarahan karena para penyidik menggoda dan mendiskriminasi dia karena dia Muslim.

Mengenai apakah FBI harus melakukan sesuatu yang berbeda, Comey mengatakan sejauh ini dia tidak berpikir begitu.

Presiden AS Obama, sementara itu, mengatakan bahwa Matten tampaknya “self-radikal“, dan bahwa “tidak ada bukti yang jelas bahwa ia diarahkan pihak lain” atau bahwa serangan terhadap klub malam tersebut adalah bagian dari plot yang lebih luas.

Juga pada hari Senin, Hillary Clinton, calon presiden AS dari Partai Demokrat, bersumpah bahwa menghentikan para penyerang “lone wolf ” akan menjadi prioritas utamanya jika terpilih sebagai presiden, mengatakan bahwa saat penembak mati, “virus yang meracuni pikirannya masih sangat hidup.”

Dia membuat keamanan nasional di Cleveland, dan juga menyerukan serangan udara AS yang menargetkan IS.

Dia juga giat menyerukan pelarangan senjata serbu, seperti salah satu senjata yang digunakan penembak Orlando.

“Saya percaya senjata perang tidak memiliki tempat di jalan-jalan kami,” katanya.

Donald Trump, calon presiden AS dari Partai Republik, menyalahkan “Islam radikal” atas serangan itu ketika ia menyampaikan sebuah pidato di New Hampshire.

Dia juga memperbarui seruan larangan sementara Muslim memasuki AS, mengatakan bahwa sistem imigrasi saat ini “tidak melindungi warga negara kita.”

Melarang senjata, tambahnya, tidak akan menjadi solusi efektif untuk menghentikan serangan tersebut.

Sedikitnya 49 orang tewas dan 53 lainnya terluka dalam penembakan hari Ahad di Orlando yang berakhir setelah pelakunya, Omar Mateen, ditembak mati dalam baku tembak dengan polisi.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X