Dugaan Pelecehan Muslimah Bercadar di Solo, Keluarga Berharap Pelaku Segera Ditangkap

15 Januari 2018
Dugaan Pelecehan Muslimah Bercadar di Solo, Keluarga Berharap Pelaku Segera Ditangkap
ilustrasi muslimah bercadar

SOLO (Jurnalislam.com) – Masih di Kota Solo, tepatnya daerah Semanggi, Pasar Kliwon, diduga telah terjadi pelecehan seksual terhadap seorang muslimah bercadar. Kejadian yang terjadi pada Sabtu, (6/1/2018) lalu tersebut sontak membuat syok dan trauma terhadap korban yang berasal dari Solo itu.

Ditemui dirumahnya, UJ (28) bukan nama sebenarnya mengatakan, kejadian yang terjadi pada pagi hari itu, bermula ketika dirinya usai mengantar air ke kios suaminya yang berjarak sekitar 1 km dari lokasi kejadian. Menurutnya, karena jalan pulang ramai, ia memilih memutar jalan untuk menghindari kemacetan yang terjadi di daerah tersebut.

“Awalnya saya kalau pagi ngantar air ke kios suami. Biasa balik lewat pom bensin Semanggi, karena ramai saya memilih jalan lain. Pas apotik MTA karena pikir saya jalan lebih dekat dan aman kebetulan jalan yang saya lewati ada hajatan. Saya mengendarai motor matic,” katanya kepada wartawan termasuk Jurnalislam.com Rabu (10/1/2018).

Lebih lanjut, UJ menjelaskan, saat kejadian, lokasi dalam keadaan sepi dan tak banyak lalu lalang kendaraan bermotor yang lewat. Ia sempat merasa curiga ketiga ada satu motor yang mulai mendekatinya.

Disitulah, UJ berkisah bahwa pelaku tersebut melakukan pelecehan dan memacu motornya lebih cepat untuk melarikan diri meski sempat dia teriaki pelaku yang mengunakan motor Matic itu.

“Saya nggak melihat juga ada siapa karena masih sepi sekitar jam 6 pagi. Saat masuk gang saya merasa ada orang yang mau mepet saya terus dia melakukan itu (meremas dada). Sempat saya teriak menjerit ‘orang kurang ajar’ gitu. Nampaknya orang itu juga santai, saya kejar dia, pelaku mengebut dan saya kehilangan karena jalan Semanggi macet,” ujarnya.

UJ pun mengingatkan bahwa ciri-ciri pelaku bertinggi sedang, tidak kurus juga tidak gemuk, memakai baju abu-abu lengan panjang, menggunakan helm hitam tertutup.

“Yang saya ingat motornya menggunakan skok variasi warna kuning. Saya bisa memastikan bahwa yang lewat di situ pada jam itu hanya saya dan pelaku,” imbuhnya.

Sementara itu, Suami UJ yang menampingi istrinya saat ditemui wartawan ikut merasa malu dan dizalimi dengan kejadian tersebut. Untuk itu, ia berharap pelaku pelecehan terhadap istrinya itu segera ditangkap meski pihaknya belum melaporkan ke pihak berwajib.

“Ini saya dizalimi, ini keluarga saya. Saya merasa ini ujian buat saya, saya minta pelaku ditangkap,” ucap suami UJ yang juga tidak ingin namanya disebut tersebut.